Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kencan

ponsel aji berdering, panggilan dari mamanya

"ya ma.. kenapa?"

"kamu kemana lagi sih ji... makan di rumah"

"mama ndak berubah ya, sudah berapa kali aku bilang jangan ikut2 maslahku dan wulan"

"aji... bagaimanapun itu wulan istrimu nak"

"aku tau ma... tapi dia bukan istri yang aku harapkan ma"

"lantas bagaimana dengan prima? anakmu?"

"berapa kali aku bilang kalau prima itu bukan anakku ma, kenapa sih mama ndak pernah percaya sama aku? sudahlah ma. aku malas pulang kalau mama bahas ini terus"

"iya mama janji ndak bahas wulan lagi... tapi kamu pulang ya"

"iya nanti aji pulang"

Percakapan itu berakhir

siang ini aji pingin makan lotek langganannya

"kenapa sih percintaan ku seperti ini... karir sukses tapi percintaan kandas haaaa... " aji mengacak dengan gusar rambutnya

"buk, lotek 1. pedas"

Ucap aji memesan makanan kesukaannya. Sambil menunggu pesanannya, aji mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya. satu pesan dari wulan

"ji... mampir ya" tulis pesan itu. aji hanya membacanya tak berniat untuk membalasnya.

"aku dulu suka sama kamu lan, atau kamu yang mengejar aku?" aji berbicara sendiri

"ndak suka sama loteknya mas?" cletuk penjual lotek sambil menyodorkan pesanannya

"haha... bukan buk" ucap aji menahan malu

*****

Setelah aji menghabiskan makanannya, aji melajukan mobil ke rumah wulan.

Ketika aji memasuki rumah yang asri, yang dulu pernah dia datangi setiap malam minggu, kini terasa hampa di hati aji. masih teringat jelas kejadian dimana dirinya dijadikan kambing hitam kehamilan wulan

𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠

malam itu aji ke rumah wulan seperti malam2 minggu sebelumnya.

"ji... jalan yuk, bosen di rumah terus" ucap wulan di depan pintu rumahnya

"kamu pingin kemana? gerimis lagi"

"bawa mobilku... yuk" ucapnya manja

"mau kemana? Jalan-jalan? ngopi?"

"kencan"

"lha ini sudah kencan"

"bosen di rumah terus... yukkkk" ucap wulan Memoncongkan bibirnya, membuat aji gemas dengan kelakuan kekasihnya itu

"ayuk.... cepat ganti baju. jangan kayak gini, pake baju kayak telanjang" ucap aji sambil menyentil hidung wulan.

dengan kegirangan wulan berhambur masuk ke dalam rumah. tak lama kemudian wulan sudah siap berbaju rapi, sederhana tapi masih tetap elegan

"ayok.... "

aji diam

"ayokkkkk.... keburu malam"

Aji memandang lekat garis cantik itu

"kenapa? cantik ya?" goda wulan

"cantik sih iya... tapi kamu bagus pakai baju seperti ini. ndak kayak yang tadi, kayak kurang bahan"

Wulan mencubit lengan aji, dan itu pasti sakit

mereka berdua pergi dari rumah wulan. dan percakapan di dalam mobil

"mau kemana?"

"kaliurang... " ucap wulan enteng

"kaliurang??? jam segini??? yang benar aja lan... mau sampai jam berapa? hahhhh.... "

"ya se sampai-sampainya"

"jangan sekarang ya... ini sdh malam. mau di sana sebentar juga sayang. dingin"

"ayolah mas.... plissss"

"jangan merayuku dengan kata2 masmu ya lan... ndak mempan"

"pantai.... "

"apa lagi pantai... kenapa ndak ke goa Pindul sekalian lan. cari tempat yang masuk akal gitu lho"

"trus enaknya kemana?"

"terserah... yang penting yang wajar2 aja, ini minta ke kaliurang, ke pantai, goa Pindul... kenapa ndak ke keluar angkasa sekalian... naik baling-baling bambu"

"kamu ya mas... "

"sejak kapan manggil aku mas??? hahh... sejak kapan?"

"sejak hari ini, sejak sekarang, sejak detik ini... kamu ndak mau manggil aku sayang gitu"

"oke... yang.... "

"terimakasih sayang... "

"yang haus yang haus.... " canda aji, dan mendapatkan cubitan lagi dari wulan

"awwww sakit taukkkk"

"hmmm mas, minggu depan dapat undangan ulang tahun dari meta, datang yuk"

"siapa yang di undang? kamu? aku kan ndak"

"kita... ini dia kirim pesan, habis nomermu ganti lagi"

"jam berapa?" ucap aji sambil menepikan mobilnya di salah satu lesehan di tengah kota Jogja

Percakapan mereka terhenti, dan memilih tempat duduk yang menurut mereka nyaman. memesan apa yang mereka mau

"jam berapa?" aji mengulangi pertanyaan

"jam 7"

"pagi?"

"malam lah... masak pagi"

"ya siapa tau jam 7 pagi, sekalian sarapan gitu"

"malam..... " wulan menegaskan lagi

"oke"

"asikkk.... kita perlu beli kado buat meta"

"kamu aja yang beli ya, kan kamu yang tau apa kesukaan kaummu"

"kaum ku? " nada wulan sedikit meninggi

"kaum hawa"

"oke"

Tak lama kemudian makanannya mereka datang, beserta minumannya

"lan.... "

"hmmmm.. "mulut wulan penuh dengan piscok

"meta itu kan Sepupunya suci, kira2 suci datang apa ndak ya?"

Pertanyaan aji sontak membuat mata wulan membulat sempurna

"apa suci? kamu masih berharap dengan suci? dia aja ndak tau kalo kamu suka sama dia"

"ya siapa tau dia datang"

"ji... kamu anggap aku ini apa sih ji.. aku pacarmu lho. kenapa malah bahas perempuan lain" ucap wulan sewot

"ya maap... jangan marah dunk"

Wulan merengut "kamu cinta apa ndak sih sama aku? kamu sayang apa ndak sih sama aku?"

"aku suka sama kamu lan"

"trus kalau suka sama aku, tolong jangan bahas perempuan lain" wulan marah

"ya maap" ucap aji. wanita di depannya ini memang pacarnya, tapi dalam hati aji dia belum cinta, belum sayang. kedekatan mereka karena kebiasaan mereka sering bertemu dan sama-sama nyaman satu sama lain, belum pernah terucap kata-kata "aku cinta kamu" dari mulut aji

Pembicaraan malam itu menjadi dingin. setelah menghabiskan makanannya mereka kembali pulang. dan setibanya di rumah wulan

"aku pulang ya"

Wulan hanya mengangguk

"jangan marah" aji menyentil hidung wulan

wulan diam, yang dia rasakan adalah marah, sesak di dadanya, cemburu.

"aku pulang ya" pamit aji sekali lagi

"jangan bahas suci lagi"

"cemburu ya... " goda aji

"jelas... "

"jutek bgt... tambah cantik" aji mengacak rambut gadis itu

"mas..." wulan tiba-tiba memeluk aji

"eh.... ehhh... lan... " aji berusaha menjauhkan tubuh wulan tapi tak berhasil "jangan gini, malu di lihat orang" aji celingak celinguk takut kalau ada yang melihat

"biar... biar semua orang tau kalau kamu pacar aku"

"udah.. udah.. malu. bukan muhrim"

"bodo amat sama muhrim"

aji melepaskan pelukan wulan

"kamu sayang kan sama aku"

aji hampa mengangguk tak menjawab.

"tolong beli hadiah buat meta, terserah kamu"

"beli sendiri?"

"iya... aku malas ngantar kamu ke mall... mau belinya A eh... ujung-ujungnya jadi B, C, D"

"uang.... "

"bentar" ucap aji sambil mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya

"kalau masih kurang bilang aja, nanti aku transfer"

"oke siap bos.... " wulan kembali bersemangat

"jangan mahal-mahal" pesan aji

"siap bos... "

"aku pulang ya"

"cium.... " manja wulan

"ini ciummmmm... " aji menepuk jidat wulan dan wulan hanya bisa manyun melihat aji pergi dengan motor gedenya

aji meninggalkan rumah wulan, dalam perjalanannya masih berharap akan bertemu suci di pesta ulang tahun meta

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!