Indonesia
NovelToon NovelToon
Trapped In Mafia Love

Trapped In Mafia Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riska Almahyra

Resha seorang anak perempuan berusia dua belas tahun harus melihat kesadisan pembunuhan orang tuanya yang terjadi di depan matanya.

Membuatnya Tumbuh menjadi seorang gadis penuh dendam dan bersumpah akan membalaskan kematian ke dua orang tuanya.

Menjadi pembunuh bayaran dan masuk ke dalam sebuah kelompok Mafia Elite yang ada di Negara itu. Membuatnya masuk lebih dekat untuk bisa membalaskan dendamnya.

Bertemu dengan Gilbert yang merupakan pemimpin dari kelompok Mafia itu menjadi satu langkah dirinya menuju puncak keberhasilan.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Siapakah Gilbert sebenarnya? Dan mampukah Resha membalaskan dendam ke dua orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Cemburu Resha

Gilbert cukup terkejut saat tubuhnya di peluk oleh wanita yang ia kenal baik.

“Aku sangat merindukanmu,” ucap wanita yang memeluk Gilbert dengan sangat erat.

“Menjauh lah dariku Paula,” titah Gilbert. Ia mendorong tubuh Paula agar menjauh. Mata Gilbert memandang tubuh Resha yang menjauh.

“Apa kau tidak merindukan aku?” ucap Paula dengan wajah menggemaskannya.

“Tidak,” jawab Gilbert datar. Tangannya menyingkirkan tubuh Paula yang menghalangi jalannya. Dengan langkah santainya Gilbert mendekat ke arah Resha.

Paula mengikuti langkah Gilbert dan menatap Resha. “Dia siapa?”

Gilbert menarik tubuh Resha untuk merapat ke tubuhnya. “Kekasihku, Resha perkenalkan ini Paula. Orang yang akan mengganggu perjalanan memancing kita,” jawab Gilbert tanpa basa-basi.

“Aku bukan pengganggu Gilbert,” teriak Paula dengan nada manjanya.

Resha menatap datar pada wanita bernama Paula, perempuan itu terlihat sangat menjijikkan dan berisik.

Gilbert sangat enggan untuk meladeni Paula. Wanita itu memang selalu bersikap seperti itu dari kecil, manja dan pencari perhatian.

Resha dan Gilbert duduk untuk menunggu sampai tiba di tempat pemancingan. Kapal mulai melaju melawan omak.

Paula duduk di samping Gilbert, ia memeluk tangan Gilbert. Kepalanya bersandar pada bahu Gilbert.

Resha melirik sinis pada Paula. Tingkah wanita itu membuat Resha ingin membunuhnya, lihat saja dia sangat genit pada Gilbert.

“Gilbert setelah memancing kita pergi berendam air hangat bersama yuk, aku akan membantu menggosokkan kulitmu,” ujar Paula. Matanya berbinar penuh harap.

“Tidak,” tolak Gilbert.

Resha menahan senyuman di bibirnya, ia sangat puas melihat wajah sedih Paula mendapat penolakan dari Gilbert.

“Aaaaa lalu kamu mau melakukan apa setelah memancing?”

Gilbert sudah terbiasa mendengar nada menjijikkan dari mulut Paula. “Aku mau istirahat bersama kekasihku.”

“Aku ikut ya,” pinta Paula dengan wajah memohonnya.

“Kamu yakin kamu mau ikut?”

Paula mengangguk dengan penuh semangat, “Mau.”

“Aku hanya ingin melakukannya bersama Resha, kau tidak cocok dengan permainan kasar kami.” Ucapan Gilbert menghasilkan tanda tanya di kepala Resha, ucapan Gilbert terlalu ambigu.

“Kau mau gaya seperti apa?” tanya Paula. Ia melepaskan pelukannya dan berdiri di hadapan Gilbert.

Paula memosisikan tubuhnya seperti anjing di hadapan Gilbert. “Aku bisa melakukannya dengan gaya ini atau ...,” Paula mengubah posisi tubuhnya menjadi gaya kayang. “Atau seperti ini, aku pandai melakukan semua gaya.”

Pandangan Gilbert di suguhkan bagian kelembutan Paula yang terbungkus rapi di dalam balutan legging hitam yang di pakainya.

Rasanya Resha ingin menendang tubuh Paula yang seenaknya saja menggoda Gilbert. Tidak kuasa menahan rasa kesalnya Resha melakukan keinginannya hingga tubuh Paula terjatuh.

Resha berjongkok dan mencekik leher Paula dengan sangat kuat. “Gilbert tolong aku," rengek Paula.

Resha sungguh kesal dengan tingkah menjijikkan Paula, apalagi wanita ini berani sekali menggoda Gilbert di hadapan Resha.

Gilbert menepuk pundak Resha sebelum Paula kehabisan nafasnya. “Lepaskan sayang,” pinta Gilbert dengan nada lembutnya.

Ada rasa tidak rela dalam diri Resha tidak berhasil membuat Paula mati di tangannya. Resha menatap Gilbert dan memberikan tanda lewat gerakan matanya yang menatap Paula dan bergerak ke luar kapal seolah berkata, ‘Ceburkan dia ke laut.’

Gilbert paham dengan keinginan Resha. Ia membawa Paula ke dalam pangkuannya, berjalan ke luar dari kapal.

Paula sangat senang berada di dalam gendongan Gilbert, tubuhnya seolah tidak berdaya dan menyandar pada dada bidang Gilbert.

Sampai di luar kapal Gilbert membawa tubuh Paula ke pinggiran kapal. “Pemandangannya sangat indah Gilbert,” ucap Paula.

Gilbert melemparkan tubuh Paula ke luar dari kapal. Tidak ingin ketinggalan Resha segera menghampiri Gilbert dan melihat keadaan Paula di dalam air.

“ Gilbeeeeert,” teriak Paula kesal. Ia memukul-mukul permukaan air dengan kencang meluapkan amarahnya.

Resha melambaikan tangannya pada Paula. Kapal terus berjalan tak memedulikan Paula yang terjatuh.

Tidak pantang menyerah Paula berusaha berenang mengejar kapal. Resha tersenyum melihat tubuh Paula yang tidak dapat menyeimbangkan kecepatannya dengan kapal.

“Kau senang?” Tanya Gilbert.

Resha melirik ke arah Gilbert. “Lumayan,” jawab Resha.

Seorang pria menghampiri Gilbert. “Apakah saya harus membawa nona Paula kembali ke kapal?”

Gilbert mengangguk. Ia menuntun Resha untuk ikut mengecek umpan yang masih hidup. Seorang pria yang biasa melayani Gilbert memancing memberikan alat pancing untuk Gilbert.

“Kau suka pergi memancing?” tanya Resha.

“Hanya sesekali, aku tidak memiliki waktu untuk sekedar berleha-leha.”

Resha ikut berjongkok di samping Gilbert meneliti kekasihnya yang sedang memasang umpan.

Paula kembali ke kapal dengan tubuh dan rambut yang basah kuyup. Ia menghampiri Resha yang sedang berjongkok di samping Gilbert. Tangan Paula dengan kasar menarik rambut Resha yang tergerai. “Dasar ja’lang murahan!” bentak Paula. Tidak ada sikap manja dan tatapan lembut Paula. Kini Paula tampak siap melahap mangsanya.

Tubuh Resha tertarik ke belakang, ia menatap Paula dengan wajah datarnya. Seolah apa yang di lakukan Paula sama sekali tidak berpengaruh pada dirinya.

Paula sangat kesal melihat wajah tenang Resha, ia mengambil sebotol anggur yang berada di meja tepat di sampingnya lalu memukulkannya pada kening Resha.

1
Win wina
Wah Tesha seperti hamil,Hade gimana nih masihkh pada niat awal balas dendam pada ayah sang baby
Ruk Mini
seruuu..tpi sadizzz...nm y jg Dunia Hitam..alur y ga ribet cpt dn ga muter2..sgt menghibur walo pun menegang kn..d lnjt si kembar kah..?? okd tgg ..tq thorr karya y
riskaalmahyra: terima kasih sudah baca sampai akhirnya
total 1 replies
Ran Aulia
👍👍👍👍
Kyyy
Bandeja paisa itu nama makanan kah?
Kyyy: Owlh.. Gitu... Hebatnya author bikin alur 😭👍👍
total 2 replies
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
any yg bodoh
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
waoww
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
😂😀😀semangt Thor
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
idih datar kali kau bang
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
gadis yg tanggu
riskaalmahyra: semoga suka 💕
total 1 replies
Alea
apa apaan ini
Alea
yaaah Resha ketahuan lagi
Alea
bakal ada Gilbert junior nih
Alea
wooow Resha ketahuan
Alea
Resha sadeeezz
Alea
woyy Nilson... mafia juga manusia,dan manusia itu sudah lumrah jatuh cinta😂😂
Alea
Gilbert sakit jiwa
Alzee
keren
riskaalmahyra: terima kasih 💕
total 1 replies
cadzburyy
aku degdegan tapi bukan es degan yahh..tapi degdegan
riskaalmahyra: kayaknya minum es enak
total 1 replies
Triiyyaazz Ajuach
akhirnya mereka bersatu lagi tak sabar nunggu kisah Xavion dan Xavier
Triiyyaazz Ajuach: ditunggu novel barunya kak
total 2 replies
Triiyyaazz Ajuach
nah gitu Gilbert yg tegas dgn Paula biar nggak nglunjak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!