Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Merawat Anak Pelakor

Terpaksa Merawat Anak Pelakor

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:166.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Pernikahan yang terlihat harmonis dengan bumbu mesra dan romantis, membuat hati sang istri merasa tersihir yang pada akhirnya harus jatuh tersungkur karena pengkhianatan suaminya yang diam-diam selingkuh lagi dengan mantan pacarnya dan melahirkan seorang bayi perempuan.



Ia harus menerima bayi perempuan itu menjadi putrinya sebagai anak kandungnya demi menjaga reputasi suaminya yang merupakan pengusaha terkenal.



"Bagaimana perjalanan cinta mereka? mampukah Syahnaz menerima anak haram suaminya karena Widia koma saat melahirkan bayi itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Panggil Penghulu

Tisha memeriksa tubuhnya sambil melihat kancing celana jinsnya. Dan memegang dua cup aset berharganya dengan pengait yang belum terlepas serta memegang bibirnya.

"Apakah kamu sudah mengambil ciuman pertamaku. Bibir ini masih perawan. Belum terkontaminasi. Kamu tidak menyentuh bagian inikan? Tanya Tisha sambil menunjukkan dada sekangnya membuat Rangga ingin ngakak saat ini.

"Cih...! Apakah kamu kira aku memanfaatkan situasi apa, emang aku lelaki hidung belang." Batin Rangga sambil menatap wajah Tisha yang memerah menahan malu.

Seketika Rangga mendapatkan ide cemerlang untuk menjebak gadis ini.Ia ingin mengerjai Tisha dengan memasang wajah murung seakan sedang merasa bersalah.

Melihat wajah Rangga makin melebarkan mata Tisha yang merasa yakin kalau Rangga benar-benar telah menyentuhnya.

"Apakah kamu sudah menyentuhku Rangga?" Tanya Tisha dengan suara lirih.

"Maafkan aku Tisha. Aku juga laki-laki normal yang tidak bisa melihat bukit indah yang sedang naik turun memanggil ku untuk menyentuhnya." Ucap Rangga menahan tawanya.

"Apaaaa....!? Dasar laki-laki mesum..! Aku seharusnya tidak menerima tawaranmu tadi untuk tinggal di sini." Omel Tisha.

"Apakah aku harus memangil penghulu untuk menikahkan kita saja? Bagaimana? Semuanya sudah terlanjur Tisha. Aku tidak bisa menahan diriku. Aku telepon penghulu ya untuk mempersiapkan pernikahan kita." Ucap Rangga.

"No....no...! Aku sama sekali tidak mencintaimu. Kamu hanya merabanya kan, jadi aku anggap kamu hanya melecehkan aku. Sudahlah. Lebih baik aku pergi dari sini mumpung kamu belum memperkosaku." Ucap Tasya Tisha lalu keluar dari kamar Rangga.

Alih-alih menganggap jebakannya manjur pada Tisha , yang ada malah gadis itu mau hengkang dari rumahnya membuat Rangga panik sendiri.

Rangga segera menahan pergelangan Tisha. Ia tidak ingin Tisha meninggalkan rumahnya." Maafkan aku Tisha. Aku hanya bercanda padamu tadi. Tolong jangan diambil hati. Aku tidak menyangka kamu sangat serius menyikapinya.

Apakah kamu tidak mau jalan-jalan di pusat kota nanti malam?" Ucap Rangga untuk meredakan amarahnya Tisha.

"Apakah kamu ingin menyogok aku?"

"Yah.... namanya juga ikhtiar." Ucap Rangga cengengesan membuat Tisha akhirnya luluh.

"Baiklah. Setidaknya aku tidak merasa anak ayam kehilangan induknya saat berjalan di tengah kota sendirian. Tapi aku mau ke istana ratu Elizabeth. Apakah kamu mau mempertemukan aku dengan ratu Elizabeth?" Tantang Tisha membuat Rangga tertawa geli.

"Yang ada kita ditangkap oleh pengawalnya karena dianggap gila." Ucap Rangga.

"Ternyata kamu bukan orang yang berpengaruh di kota ini. Kamu bukan orang hebat yang bersentuhan dengan petinggi negara ini." Ledek Tisha lalu meninggalkan kamarnya Rangga.

Rangga hanya menarik nafas panjang. Kelakuan Tisha yang rada aneh tapi justru sangat menghiburnya. Ia yakin Tisha sedang ingin membuatnya marah tapi ia berusaha untuk selalu mengutamakan sabar menerima ocehan Tisha yang ceplas-ceplos itu.

...----------------...

Ketika malam hari, Tisha sudah berpenampilan sangat cantik dengan berpakaian simpel dipadu Coat merah bata terlihat sangat anggun. Sepatu boot membungkus setengah kaki jenjangnya serta polesan makeup lembut.

Sementara Rangga juga sudah tampan menggunakan celana jins dan kaos di padu mantel hitam. Keduanya membuka pintu secara bersamaan.

Rangga memindai tatapannya ke tubuh Tisha. Tisha merasa risih diperhatikan Rangga terlalu berlebihan.

"Apakah baru kali ini kamu melihat wanita cantik?" Semprot Tisha.

"Sudah sering. Cuma nemu yang antik baru sekarang." Ucap Rangga sambil berlalu menuju mobilnya.

"Kamu pikir aku barang yang dipajang di museum?" Sungut Tisha sambil mengekor Rangga.

"Hampir seperti itu."

"Berarti tunggu aku mati, baru kamu pajang nanti di museum." Jawab Tisha sekenanya dan itu sangat membuat Rangga sesak.

Deggggg....

"Apakah kamu tidak bisa bicara yang cukup logis?" Protes Rangga.

"Apakah aku tidak sopan?"

"Tidak enak dengarnya?"

"Manusia semuanya bakal mati dan aku akan datang menggoda mu seperti hantu." Ucap Tisha sambil membuat gaya yang menakuti Rangga.

"Tidak lucu." Omel Rangga.

Keduanya sudah masuk ke mobil. Rangga membawa mobilnya sendiri. Tisha menatap ponselnya mencari pesan atau email yang masuk. Tapi tidak ada satupun yang nyangkut di ponselnya kecuali sahabatnya Rahma dan pihak rumah sakit tempat.

"Apakah mami dan Tasya tidak mengkuatirkan tentang diriku? Apakah mereka menginginkan aku pergi? Pasti mereka merasa bahagia saat ini karena tidak ada lagi yang membuat mereka sakit hati." Batin Tisha menahan bulir bening yang mulai terbit lagi.

Tisha menatap keluar jendela untuk menghindari kontak mata dengan Rangga. Walaupun begitu, Rangga tahu gadis ini sedang sedih. Iapun membiarkan Tisha menikmati kesedihannya.

Rangga memilih pusat perbelanjaan dan juga kuliner yang bertebaran di suatu tempat yang akan memanjakan lidah mereka. Tisha lebih senang menikmati makanan yang memiliki ciri khas Arab. Rangga mengajaknya makan kebab.

Saat masuk ke restoran Turki itu, Rangga bertemu dengan mantan kekasihnya yang sudah menggandeng pria lain. Wajah Rangga tampak mengeras melihat perempuan pengkhianat di hadapannya saat ini yang lebih memilih pria pengusaha bukan karena ketulusan cinta. Dan parahnya, pria itu adalah salah satu klien Rangga yang dikenalkan Rangga kepada mantan kekasihnya itu.

Saat berpapasan dengan Rangga dan Tisha, wajah Queen tersentak. Iapun menegur Rangga dengan gugup.

"Rangga...!" Sapa Queen.

"Queen...!" Balas Rangga sambil menatap wajah kekasih barunya Queen.

"Ini Alfredo. Kamu masih ingatkan Rangga klien mu Alfredo? kami baru bertunangan." Ucap Queen dengan bangga memamerkan cincin berliannya.

Tisha yang mengerti keadaan Rangga langsung mengambil tindakan. Ia memeluk lengan Rangga.

"Kenalkan aku adalah...-"

Rangga Menurunkan tangan Tisha dari lengannya dan menautkan kedua jemari mereka sambil berkata." Kenalkan ini adalah istriku Tisha. Kami baru menikah sebulan yang lalu." Ucap Rangga sambil menatap wajah cantik Tisha yang ikut bersandiwara.

Tisha dan Queen saling bersalaman, tapi Rangga tidak mengijinkan Tisha bersalaman dengan Alfredo. Alfredo adalah pria pengkhianat yang menjerat kekasihnya dengan kekayaannya hingga Queen mudah berpaling dari Rangga.

Queen terpana dengan kecantikan Tisha begitu pula tunangannya Alfredo. Rangga segera meninggalkan pasangan itu untuk mengambil tempat duduk di restoran itu menjauhi mantan kekasihnya.

"Kenapa kamu mengakui kita ini suami istri Rangga?"

"Apa bedanya antara nanti dan sekarang. Kamu akan menjadi Istriku Tisha."

"Jangan jadikan aku sebagai ajang balas dendam mu pada mantan kekasihmu itu. Lagi pula kenapa kamu terlihat benci sekali dengan tunangannya queen?"

"Alfredo adalah salah satu klienku yang menggunakan jasaku untuk membangun gedung perusahaannya. Aku yang telah memperkenalkan keduanya dan pada akhirnya dua mengumbat kekasihku juga. Berengsek...!" Umpat Rangga.

"Yang salah itu bukan Alfredo nya tapi Queen. Kalau ia sangat mencintaimu, Alfredo tidak bisa berbuat apa-apa.

Karena Queen nya terbujuk dengan rayuannya, otomatis Alfredo mendapatkan peluang itu terus menggodanya hingga keduanya bertunangan. Jadi semuanya karena masalah hati." Ucap Tisha.

"Sudahlah. Tidak usah membahas mereka. Perempuan itu sulit dimengerti, apa lagi mengajak mereka untuk setia." Wajah Rangga terlihat berkabut membuat Tisha merasa empati.

1
falea sezi
enak bgt anak. pelakor bahagia
mawar merah
kenapa malah sadar dari koma pelakor ga tau diri
Dayang Arbia Datu
Hampir sama alur cerita karya ini dengan filem Hindi Dil Tum Harra
Nana Loehat
ending yg bagus
krn dgn didikan yg baik psti akn menghslkn yg baik

jd inget crta nnk q yg melihara ank hsl madu
alhmdllh walau dia tau ibu kandungnya
yg sllu ia anggp ibunya adl nnk sy
krn kata dia
tdk ada ibu bgai malaikat selain beliau(nnk sy)

tanamkn hal baik
jgn mengungkit ms llu
aplg sering berucap klw si ank hsl yg tdk baik
krn bgmn ia kelak itu tergantung dri org terdekat
Nana Loehat
kisahnya sungguh indah nan sahdu
penuh air mata
kesabaran😢
💞Nia Kurnaen💞
nasib rayyan gimna thor...???😊😊😊
Tiwik Firdaus
ternyata bara meninggal adil.itu menurutku karena dosa dimasalalu yang berselingkuh kala itu
Tiwik Firdaus
itu hukuman buatbars karena telah berselingkuh dari shanaz tuhan telah menghukum.bara dengan kecelakaan
Tiwik Firdaus
pergi aja shanaz
Tiwik Firdaus
kalau aq jadi shanaz sudah kabur ajadanminta cerai buat apa suami penghianat aja dipertahankan kayak ngak ada laki lain aja
Suci Priyatmi
😭😭😭😭😭😭😭
Naura Azkia Irwan
Kecewa
Wirda Lubis
seru cerita nya sampai jumpa lagi di cerita yang lebih seru
Wirda Lubis
Tisha selamat semoga bahagia kamu dapat kan
Wirda Lubis
semoga Tisha selamat kalau sahnaz biarin mampus
Wirda Lubis
kasihan Tasha mamy nya keras kepala
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Shanaz sudah berubah pada tisha
Wirda Lubis
Tisha sudah cinta sama Rangga gimana rayyan
Wirda Lubis
Tasha perasaan di cintai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!