Indonesia
NovelToon NovelToon
Lukisan Semesta Amerta

Lukisan Semesta Amerta

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hibernasi

"Jadilah seperti lukisan semesta amerta, yang memberikan keindahan pada semua orang. Namun, disaat kepergiannya, dia mampu memberikan penyesalan dan itu abadi untuk selamanya."

Zahra adalah seorang anak yang begitu berbakti kepada orang tuanya. Meskipun dirinya tidak dianggap anak orang tuanya, tapi Zahra begitu sangat mencintainya, terutama Ibunya. Ibunya mengalami gangguan jiwa, dan hal itu membuat Zahra begitu ekstra menjaganya.

Selain hidupnya serba kekurangan, ternyata Zahra sering mendapatkan bullying dari teman-teman di kampusnya. Serta Leo, kekasih Zahra pun sama ikut-ikutan.

Selain mendapatkan perlakuan tidak baik, Zahra juga ternyata tidak dianggap kekasih oleh Leo. Leo lakukan itu bukan atas dasar cinta. Tetapi ada maksud lain, karena baginya, Zahra adalah orang yang telah
merusak kehidupannya. Maka dari situ, Leo akan terus-terusan membuat Zahra menderita.

Apakah Zahra akan terima saja perlakuan tersebut?
Apakah Leo melakukan itu ada kaitannya dengan keluarga Zahra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hibernasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Berakhir

Zahra terus berusaha untuk menghindar, membuat orang itu semakin semangat untuk melakukannya.

"Kita mulai dari sini yah sayang." ucapnya halus sambil menunjuk ke arah pipi Zahra.

Zahra terus menggeleng tidak mau, bahkan kedua tangannya dipegang bergitu kuat, sehingga ia tidak bisa kabur.

"Zahra mohon jangan om, Zahra gak mau." Zahra menatap orang itu memohon, berharap orang itu mau melepaskannya.

Orang itu tertawa, dia tidak menjawab ucapan Zahra, matanya terus menatap Zahra dengan senyuman tidak sabaran.

Zahra terus menangis, ia berharap seseorang ada yang membantunya.

Tapi....

siapa?

Siapa yang mau menolongnya?

Zahra terus berdoa pada Allah, ia serahkan semuanya pada sang maha kuasa. Kini ia tidak ada jalan lain untuk bisa kabur, ia hanya bisa menunggu keajaiban ada yang mau menolongnya.

Semoga.

Kini semuanya berakhir......

Brak!

"Jangan kurang ajar lo!" ucap seseorang saat sudah berhasil mendobrak pintu.

Zahra dan orang itu langsung melihat ke arah orang tadi yang mendobrak pintu.

"Leo." ucap Zahra kecil sambil mengusap air matanya, sungguh ia tidak percaya dengan semua ini.

Orang itu langsung menghampiri Leo, ia menatap Leo marah.

"Ngapain kesini? Ini bukan kamar anda!" sambil memakai bajunya kembali.

Leo memandang orang itu datar, lalu beralih melihat Zahra yang sedang ketakutan. Lalu dengan santai ia menghampiri Zahra, membuat Zahra semakin ketakutan, bahkan ia berusaha menutupi dirinya dengan selimut.

Zahra menggeleng ketika Leo mengulurkan tangannya, membuat Leo menghela napas.

"Gak usah takut." kini ucapnya lembut, tidak seperti biasanya.

Zahra menggeleng, ia sangat ketekunan dan bahkan ia berusaha menghindar.

"Jangan sentuh Zahra, Zahra gak mau. Zahra mau pulang." Zahra terus menangis, ia menatap Leo memohon.

Leo menghela napas kasar, lalu ia berdiri, setelah ia itu menghampiri pria tua yang sedang menatap ke arahnya.

"Lo apain dia?!" marahnya sambil menatap orang itu.

Orang itu menantap Leo remeh, lalu melipatkan kedua tangannya di dada. "Silahkan keluar, ini bukan kamar anda!" tekannya.

Leo mengepalkan kedua tangannya, wajahnya kini merah padam, ia menatap orang itu semakin marah.

"Lo apain dia, hah?!" kini Leo semakin marah, ia benar-benar marah pada pria tua yang tidak tahu umur ini. Berani sekali mau melecehkan Zahra.

Orang itu tetap diam, ia tetap menatap Leo dengan santai, membuat Leo semakin murka dibuatnya.

"Lo apain dia, hah? jangan macem-macem lo sama dia!" tekannya.

"Hanya sedikit!" jawabnya sambil tersenyum miring.

"Bangsat lo!"

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Leo terus memukul-mukul orang itu, ia tidak memberikan ampunan sedikit pun. 

Orang itu pantas untuk diberikan pelajaran dan sebenarnya bukan hanya pukul saja yang diberikan. Tapi, harus lebih dari itu.

"Bangun lo!" sambil melihat orang itu yang sudah tergeletak sambil batuk-batuk tidak kuat, karena darahnya terus keluar dari mulutnya.

"Bangun lo!" ucapnya lagi sambil menendang kaki orang itu pelan agar bangun.

Orang itu mengangkat kedua tangannya tidak kuat. Pukulan Leo bergitu sengat kuat dan sadis.

Leo menantap orang itu tajam, lalu kini ia beralih melihat Zahra yang sedang menangis ketakutan.

"Tenang Ra, ada Leo di sini." ucapnya lembut, membuat Zahra terdiam.

Perlahan Zahra menatap Leo. "Le-Leo?" tanyanya dengan perasaan tidak percaya.

Leo mengangguk pelan, membuat Zahra langsung memeluk Leo erat.

"Leo, Zahra takut. Zahra gak mau di sini, bantu Zahra Leo, Zahra pengen pulang." ucapnya begitu ketakutan.

Perlahan Leo mengelus rambut Zahra, ia berusaha untuk menenangkannya "Ayo gue anter."

...---oOo---...

Selama di perjalanan Zahra terus menatap lurus, kejadian tadi masih teriang-ngiang dengan jelas di ingatan.

Leo yang melihatnya pun kasihan padanya, mungkin Zahra masih syok dengan semua ini.

Untung saja ia langsung menyelamatkan Zahra, kalau tidak......

Ia tidak tahu lagi nasib Zahra akan seperti apa.

Flashback

Saat ini Leo sedang berada di club malam, matanya selalu tertuju pada orang yang sangat familiar.

"Zahra?" batinnya, ia terus memperhatikan Zahra dari kejauhan.

Leo geleng-geleng kepala, ia tidak menyangka Zahra bermain ke tempat ini juga.

Polos menghanyutkan ternyata....

Leo tersenyum miring, memang benar ternyata orang polos tidak seperti apa yang ia kira.

Lebih nakal juga ternyata....

Memang tidak habis pikir!

"Woi bro!" ucap Bima teman Leo, lalu menepuk pundak Leo, "Minum bro." ajaknya sambil memberikan botol beralkohol.

Leo melirik sekilas, lalu kembali memperhatikan Zahra.

Bima menyerit heran. "Tumben lo? kaga kaya biasanya." lalu kembali meminum minuman beralkohol.

Leo tidak menjawab, ia malas sekali untuk menjawab yang tidak penting, baginya.

Sial!

Leo mengepalkan kedua tangannya kuat, matanya terus melihat orang yang menarik-narik Zahra, membuatnya semakin naik pitam saja.

Lalu dengan rasa marah, ia langsung mengikuti mereka berdua sampai mereka masuk kedalam kamar.

Leo diam di depan kamar itu yang sudah terkunci, ia berusaha mendengar suara di dalam sana.

"Zahra mohon jangan om, Zahra gak mau." ucap Zahra dari dalam sana.

Mendengar hal itu Leo kembali mengepalkan kedua tangannya marah, napasnya naik turun tidak beraturan.

Gawat! Kali ini Zahra dalam bahaya.

Lalu dengan sekuat tenaga ia berusaha mendobrak pintu itu, sampai beberapa kali dan pada akhirnya pintu itu berhasil di dobrak.

Melihat pemandangan seperti itu, membuatnya semakin murka, dan bahkan Zahra terus menangis, dia berusaha untuk menghindar.

Flashback of

Leo menghela napas lega, lalu ia menoleh ke samping, dan ternyata dari tadi Zahra menangis tanpa suara, membuat hatinya ikut sedih jika melihat Zahra seperti itu.

Entahlah ini perasaan seperti apa....

"Zahra kotor Leo." ucapnya sambil menatap lulus dengan tatapan yang begitu tidak semangat lagi.

Leo diam, ia membiarkan Zahra dulu untuk berbicara lagi.

Semenit kemudian, Zahra kembali bersuara.

"Zahra gak tau lagi harus apa Leo." Zahra menghela napas kasar, lalu menatap Leo. "Leo pasti jijik yah sama Zahra?" tanyanya, lalu menundukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya.

Leo menepikan mobilnya ke pinggir, lalu ia menghadap Zahra, perlahan ia mengangkat kepala Zahra agar menatap padanya.

"Gue emang benci lo. Tapi gue gak jijik sama lo." ucapnya, lalu menghapus air mata Zahra.

Zahra sedikit menjauh, lalu ia menunduk kembali.

"Sesulit itu yah Leo buat suka sama Zahra?" tanyanya pelan.

"Terus apa yang membuat Leo benci sama Zahra?" tanyanya lagi sambil menatap Leo bertanya, sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tidak keluar.

Leo tidak menjawab, lalu ia kembali mengendarai mobilnya. Kali ini ia tidak tahu harus menjawab seperti apa.

Zahra menghela napas kasar. Leo membencinya tanpa memberi tahu kenapa ia sangat benci. Zahra tidak tahu apa salahnya sehingga Leo sangat tidak menyukai dirinya.

Lantas mengapa dirinya di jadikan pacar olehnya?

"Suatu saat lo bakal tau." batinnya, lalu melirik Zahra sekilas.

1
Bisikan Luar Biasa
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
halloo: Gak mau, aku manja soalnya!
Mau makan kalau di pesenin🙂
total 1 replies
Irma Purwanti
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
SquigglyMunchkin
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
halloo: makasih banyakkk🙌🤍
total 1 replies
Diambil Oleh Anggur
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
halloo: masyallah terima kasih banyak kaaa💐🙌
total 1 replies
Silvi Aulia
aku mampir ka , semangat 💪💪
SweetWhimsy
Seru banget episode yang ini.. jangan lama-lama update bab barunya ya
halloo: siap siap terima kasih banyakk💐
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!