menceritakan tentang seorang gadis cantik yang bernama Naraya Sanjaya, gadis manis dengan penuh keceriaan yang menyelimutinya. namun, dirinya harus di pertemukan dengan sahabat dari abangnya yang merupakan ketua dari geng motor ternama (veros). namanya ialah rakasya hartigan, lelaki dingin, kejam dan juga badboy sekolah. apakah akan ada cinta di antara keduanya? ayo saksikan kisah mereka.
#KARYA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN AKU PRIBADI
#YANG PLAGIAT AKU SANTET!!!!
#TERDAPAT KATA **** ***** DAN SEBAGAINYA
#BIJAK DALAM MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safiraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
#WARNINGG#
*banyak typo bertebaran
*mengandung banyak kata kata kasar
*maaf apabila ada kesalahan kata
Seusai makan siang dan membayar bill pesanan, Raka mengajak Nara untuk berjalan jalan mengelilingi mall katanya sih sebagai bayaran karena Raka telah mentraktirnya makan siang, jadi mau tidak mau Nara harus mengikuti kemauan lelaki itu.
"kak ini kita mau kemana sihh" keluh nara, pasalnya sudah lima belas menit berlalu dan Raka masih kuat berjalan mengelilingi mall yang sebar dan luas itu, "bentar nar, gue mau cari kembaran lo dulu" ucap Raka membuat Nara mengernyitkan dahinya bingung.
"hah?" beo Nara tak konek dengan perkataan Raka barusan, namun Raka sama sekali tidak memperdulikan tatapan Nara yang penuh akan tanda tanya dan tetap melanjutkan perjalanannya.
Sehingga secara tiba tiba, Raka menarik lengan Nara dengan lembut membawanya masuk ke dalam sebuah toko yang terdapat sangat banyak jenis boneka di dalamnya, Raka nampak mengelilingi rak rak boneka tersebut dan melihat lihat secara seksama, "lo cari apaan dah kak?" tanya Nara lagi dan tidak mendapatkan jawaban apa apa dari Raka.
Nara mendumel sebal sembari berjalan di belakang raka, namun sedetik kemudian gadis itu terkejut karena hidung mancungnya menabrak punggung tegap Raka yang tiba tiba saja berhenti, "anjin*"umpat Nara mengelus elus hidung mancungnya yang terasa sakit akibat terlalu kuat menabrak punggung tegap itu.
"kebiasaan" Raka menatap Nara lalu menyentil bibir plum gadis itu merasa gemas karena Nara selalu berkata kasar saat sedang bersama dirinya, "ya maap, lagian lo sih kak berhenti tiba tiba, kepentok kan" adu Nara menunjuk hidungnya yang gampang sekali berubah warna menjadi merah jika terpentok sesuatu.
Raka menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nara yang seperti anak kecil sedang mengadu kepada ayahnya itu, tangan kekar Raka meraih sebuah boneka yang tersusun rapi di rak dan menunjukkannya kepada Nara, "kembaran lo" ucap raka singkat, matanya menatap Nara dan boneka berbentuk monyet di genggamannya itu secara bergantian.
Nara membulatkan kedua bola matanya kaget akan ucapan lelaki itu, apa tadi? Raka mengatai jika boneka monyet yang ada di genggaman tangan lelaki itu merupakan kembaran dirinya yang cantik jelita ini, Nara tak salah dengar? Apakah mata Raka masih berfungsi dengan benar. "astaga kakkk, mata lo habis kepentok apaan?? Bisa bisanya gue yang cantik ini di katain kembaran monyet, helllo!!" ucap Nara malas, tangannya beberapa kali di jentikkan di depan wajah tampan Raka.
"mirip loh nar, liat deh liat. apalagi sifatnya lebih mirip lagi, kayanya emang beneran kembaran lo yang terpisah deh Nar, lo lahir di dunia dengan wujud manusia dan dia malah di kutuk jadi monyet" jelas Raka dengan mimik wajahnya yang di buat seserius mungkin, wajah Nara memerah mendengar penjelasan sangat tidak bermoral Raka, hei!! Ingin sekali rasanya Nara melempar lelaki tengil ini ke kandang monyet dan di jadikan makanan bagi para monyet monyet yang katanya kembaran gadis cantik ini.
"kak serius lo nyebelin banget" gumam Nara kesal, Raka tertawa melihat wajah gadis itu yang memerah.
Mendelik sebal, Nara melihat lihat boneka yang terletak di atas rak. Lalu pandangannya tertuju pada sebuah boneka imut berwarna pink, di raihnya boneka tersebut dan di tunjukkan pada Raka yang masih tertawa kegirangan sebab berhasil membuat dirinya kesal.
"ini nih kak, mirip banget sama lo, coba sini idungnya" Nara menekan hidung mancung milik Raka ke atas dan melihat wajah milik Raka dan boneka pink tersebut secara bergantian, "nahkan mirip banget, aduhh my pigg" ucap Nara kegirangan, kini gantian Raka yang memandang Nara kesal dan Nara yang tertawa terbahak bahak.
"dih apaan banget, gue ganteng gini, di mirip miripin sama si babi jelek itu" kesal Raka, woii siapapun Raka ini memiliki wajah tampan yang mampu memikat hati seluruh gadis yang menatapnya. Tapi, apa ini? Di mata gadisnya ia mirip dengan seekor babi jelek.
"haha mirip banget kak, ayo beli bonekanya dan bawa kembaran masing masing" ajak Nara, gadis itu merebut boneka monyet di genggaman Raka dan berjalan meninggalkan laki laki itu yang tertawa geli melihat tingkah Nara yang secara tidak sengaja mengakui bahwa dirinya adalah kembaran monyet.
Selesai membayar boneka tadi, Raka dan Nara memutuskan untuk meninggalkan area mall dan berjalan jalan mengelilingi kota, hari sudah sore dan pastinya udara sekarang sangat sejuk. keduanya kini berada di dalam mobil mewah milik Raka dengan sesekali bercengkrama ria seperti layaknya seorang kekasih pada umumnya. oh tidak, bukankah Nara mengatakan bahwa ia gak ingin dekat dengan Raka? tapi sekarang justru ialah yang kerap mengerjai lelaki tampan yang sedang sibuk menyetir itu.
"jangan nar, geli" ucap Raka pada Nara yang sedang memegang telinganya, sungguh Raka sangat sensitif bila telinganya di pegang pegang.
"telinga lo merah kak, lo salting ya sama gue" Nara menyeru dengan kegirangan.
"ck lepasin nar, gue cium nih" ancam Raka yang sama sekali tidak di gubris oleh Nara, gadis itu asik dengan sendirinya dan semakin gencar menggelitik daun telinga Raka yang sudah sangat merah.
Cup
Tubuh Nara menegang, tangannya yang tadi bertengger manis di telinga raka terlepas, wajahnya memerah dengan mata yang berkedip lucu. ancaman Raka tadi ternyata bukanlah hanya sekedar ancaman, karena dengan beraninya Raka mengecup bibir plum milik Nara, meskipun hanya sebuah kecupan singkat namun itu mampu membuat jantung Nara berdebar sangat kencang, tidak..bukan hanya Nara, raka yang merupakan si pelaku pun merasakan hal yang sama, jantung yang berdebar sangat kencang.
"pedas ra, engga manis kaya waktu itu"ucap Raka spontan, tubuh Nara kembali di tarik dari keterkejutannya tadi, refleks Nara memukul bahu raka, "mesum lo" kesal Nara.
"halah so soan ngatain gue mesum, padahal sendirinya lebih buas" balas Raka mengejek, Nara memalingkan wajahnya ke arah jendela dengan pipi dan daun telinga yang memerah menahan malu.
"ternyata lo yang sebenarnya salting sama gue ya, nar" ucap Raka lagi, Nara menatapnya sinis "lambe mu" kesalnya lagi mampu membuat Raka tertawa terbahak bahak dengan jantungnya yang masih berdegup kencang, "sial, jantung gue gak bisa diem" batin Raka dan Nara.
Lalu setelahnya keheningan tercipta di antar keduanya karena mereka sama sama fokus dengan kegiatan masing masing, dan juga fokus menormalkan detak jantung yang berdisko. Nara melihat mobil yang di kendarai Raka berhenti di depan gerbang rumahnya, setelah mengelilingi jalanan ibu kota yang basah akibat hujan yang mengguyur akhirnya laki laki itu mengantarkan Nara kembali ke rumahnya.
"langsung mandi nar, lo bau" kata Raka lagi lagu mengejek gadis itu, entah kenapa lelaki itu gemar sekali mengejeknya hari ini.
"iya thanks udah ajak gue jalan jalan, dan anter gue pulang, lo juga nyampe rumah jangan lupa mandi bunga kembang tujuh kak takutnya pelet gue bisa bikin lo gila" seru Nara setelahnya gadis itu segera keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumahnya.