‘’Bagaimana caranya aku bisa menaklukkan hati kamu Mas? Jika menganggap aku ada saja tidak pernah, aku terus berusaha membuat kamu juga jatuh cinta kepada ku, tapi semua usia ku sia-sia, kamu tetap dingin dan tak pernah melirik sedikit pun!’’
Kisah Maryam, gadis bercadar yang terus berusaha menaklukkan hati sang suami sejak awal pernikahan, ternyata menikah dengan orang yang di cintai tidak selamanya indah, terlebih jika cinta itu hanya sepihak.
Daniel tak pernah menganggap Maryam sebagai istrinya, tak pernah menyentuh bahkan hanya untuk mencicipi masakan saja tidak pernah. Kesabaran Maryam sebagai seorang istri memang harus di acungi jempol, namun setiap kesabaran pasti akan ada batasnya.
Ketika Maryam lelah untuk mendapatkan hati sang suami, di saat itulah Daniel mulai menaruh hati, namun pria yang tidak pernah dekat dengan wanita mana pun sebelum menikah dengan Maryam membuatnya malu-malu kucing mengatakan jika Ia nyaman bersama Maryam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofriza Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21/ Semangat kerja suamiku
Pukul 07.00 wib.
Daniel sudah bersiap hendak berangkat bekerja, namun di liriknya Maryam masih tertidur pulas di atas ranjang, pria itu melangkah mendekat berniat untuk membangunkan istri nya, namun ketika itu ia kaget kala mendapatkan seekor kucing yang ikut tidur di atas ranjang milik nya.
‘’Maryam, bangun!’’ ucap Daniel.
Gadis itu mulai sadarkan diri dan menguap, hingga membuat Daniel menutup hidung nya.
‘’Kenapa, Mas?’’ tanya Maryam.
‘’Siapa yang mengizinkan kamu membawa kucing ini ke dalam kamar?’’ tanya Daniel menatap tak suka kepada kucing jalanan yang dirawat oleh Maryam.
Maryam bangkit duduk, ia merapikan rambut nya, jujur Daniel sangat terpana dengan kecantikan alami istri nya, bahkan ketika bangun tidur, bibir pink alami berhasil mengalihkan perhatiannya, namun pria itu masih berusaha untuk focus.
‘’Maaf, Mas. Aku tidak bisa tidur jadi aku bawa deh kucing ini, dan kamu tahu Mas, pas aku tidur sembari memeluk nya aku merasa nyaman,’’ sahut Maryam.
Daniel lagi-lagi menghela nafas, ‘’Sekarang tarok kucing itu di bawah dan cuci sprei ini! Saya tidak mau yah, bakteri dari kucing jalanan itu menempel di spray saya, paham!’’
Pria itu melangkah mengambil tas nya, ‘’Saya pamit dulu, kamu masih belum ke kampus?’’
Gadis itu menggeleng pelan, ia sangat sedih jika meletakkan kucing nya di bawah, namun jika sampai membuat Daniel marah, bisa jauh lebih buruk lagi, bisa-bisa Maryam tidak mendapatkan izin untuk merawat nya.
‘’Saya pamit dulu, assalamualaikum.’’
Namun Maryam kembali memanggil nya, Daniel membalikkan tubuh nya dengan kening berkerut, ketika istrinya itu melangkah mendekat dan mencium punggung tangan nya.
‘’Waalaikum salam, Mas. Kamu yang semangat yah kerjanya,’’ ucap Maryam dengan tersenyum manis.
Daniel masih memberikan wajah datar kala bersama Maryam, pria itu hanya mengangguk tanpa berkata, melangkah keluar kamar dan di saat tengah menuruni tangga senyuman itu baru muncul.
Maryam mengulaskan senyum, ia melangkah ke arah jendela sembari memperhatikan mobil Daniel yang mulai bergerak. Daniel yang sudah berada di dalam mobil, melirik ke atas, ia kembali mengulum senyum manis, sudah beberapa hari ini istrinya akan melakukan hal yang sama, berdiri di balik tirai kamar dan melambaikan tangan padanya.
……
Maryam merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk sembari tersenyum senyum tidak jelas, kucing yang ia rawat dan beri nama mpus mengeong, gadis itu menggendong dengan penuh bahagia kucing nya.
‘’Mpus, kamu harus di bawa yah sekarang, jangan sampai Mas Daniel marah kepada kita nantinya,’’ ucap Maryam, namun sorot mata yang di berikan oleh kucing nya justru seakan tak mau keluar dari dalam kamar.
‘’Okay, okay. Kamu boleh di dalam, namun jangan nakal yah, aku mau mengganti sprei ini dulu dan setelah itu kita ke dapur untuk memasak, okay?’’
Mpus hanya kembali mengeong.
…..
Hari ini Daniel masuk ke kantor dengan wajah berseri hingga berhasil membuat semua karyawan bertanya-tanya, namun mereka hanya berani menerka hal baik apa yang sudah di lalui oleh bos mereka.
‘’William, jangan lupa atur ulang rapat saya dalam minggu ini!’’ titah Daniel.
‘’Baik Pak,’’ sahut sekretaris pribadi nya.
Pria itu melangkah ke dalam ruangan nya, namun di dalam sana ia justru kembali di kagetkan dengan seorang pria yang sudah berada di sofa.
‘’Lo lagi, lo lagi!’’ kesal Daniel, seketika senyuman nya memudar.
‘’Santai dong bro, lo seperti nya tengah bahagia sekali? Ada apa hari ini, Daniel? Kenapa wajah lo berseri sekali,’’ selidik teman nya Daniel sekaligus keponakan nya yang baru menyelesaikan Pendidikan di Amerika dan di perintahkan oleh Papa nya untuk melihat bagaimana ia bekerja sebagai seorang ceo.
‘’Tidak ada,’’ sahut bohong Daniel.
Pria itu melangkah ke meja kerja nya namun keponakan nya yang bernama Alex malah semakin curiga, ia masih sibuk menggoda Daniel untuk berkata jujur.
‘’Alex, kamu tahu kan pintu keluar dimana?’’ ujar Daniel dengan tatapan tajam.
‘’Sorry, sorry. Gue kan cuman penasaran saja, hal baik apa yang berhasil membuat ceo dingin ini tiba-tiba tersenyum bahagia. Hmm, atau jangan-jangan lo dan istri lo sudah …’’
Hap.
Daniel melempar buku tebal kepada Alex dengan sorot mata tajam dan memberikan isyarat kepada pria itu untuk segera keluar, setelah memastikan keponakan nya tidak berada di ruangan, pria itu kembali tersenyum.
Pria itu justru tengah memikirkan ucapan barusan keponakan nya, pikiran mesum mulai tak terkendali, hingga membuat pria itu hanya menggelengkan kepala nya.
‘’Yah kali hal seperti itu akan terjadi, tidur di satu ranjang saja masih belum,’’ gumam Daniel yang mengalihkan pikiran kotor nya dengan kembali bekerja.
Kring kring.
Kring kring.
Dua pesan masuk ke ponsel Daniel, dengan cepat pria itu melihat siapa yang menghubungi nya.
‘’Maryam,’’ gumam Daniel dengan tersenyum.
Ia pun tak tahu kenapa, setiap Maryam mengirimkan pesan pada nya, maka senyuman manis akan selalu muncul.
[Mas, kamu mau aku bawakan bekal apa hari ini?]
‘’Bukan nya dia masih sakit? Apa sanggup masak?’’ cemas Daniel.
[Tidak perlu, saya bisa memesan makanan saja lagian … kamu kan sedang sakit. Tidak baik untuk orang yang sakit ke dapur, sebaiknya kamu itu istirahat saja sampai suhu tubuh kamu normal lagi.] Daniel.
[Aku sudah sehat, Mas. Lagian di kulkas masih banyak bahan-bahan, ada ayam, daging sapi, jengkol, dan masih banyak lagi lah. Kamu mau makan apa siang ini?] Maryam.
[Hmm, apakah ada jaminan masakan kamu itu enak? Kan mubazir saja jika tidak enak,] Daniel.
Maryam justru memberikan emoticon marah.
[Saya salah apa?] Daniel.
Pria itu mengirimkan pesan sembari tersenyum, ia tak tahu kesalahan nya dimana namun kenapa Maryam justru marah.
[Kamu meragukan masakan ku, Mas? Hmm, sekali kamu mencicipi masakan ku maka akan aku jamin kamu pasti ketagihan dan meminta lagi dan lagi!] Maryam.
[Okay, deal.] Daniel.
[??] Maryam.
[Maksud saya itu jika masakan kamu enak maka saya akan menghabisi nya, namun jika tidak kamu tidak boleh masak lagi. Bagaimana?] Daniel.
[Okay, deal.]
Daniel menutup kembali ponsel nya, ia tersenyum bahagia karena ini kali pertama bagi ceo sombong dan dingin itu mendapatkan perhatian lebih oleh seseorang, selama ini pria itu tidak pernah mengirimkan pesan sepanjang ia bersama Maryam, semua yang di bahas hanya masalah pekerjaan.
‘’Lo itu kenapa sih Daniel? Kenapa hari ini lo tuh bertingkah aneh sekali,’’ gumam Daniel yang mulai kembali bekerja.
Kring kring.
[Mas, aku masakin semur jengkol sama ayam goreng, mau?] Maryam.
[Hmm,] Daniel.
[Mau apa enggak Mas?] Maryam.
[Iya, Maryam. Saya mau, jangan ganggu lagi saya mau ada rapat sekarang.] Daniel.
[Heheh, maaf Mas.] Maryam.
Daniel melangkah keluar ruangan nya dan sebuah pesan kembali masuk.
[Yang semangat kerja nya yah suami ku.] Maryam.
Kening Daniel awalnya berkerut, ini pertama kali Maryam mengirimkan pesan dengan kata suami ku namun senyuman terbit kala istrinya mengirimkan pesan dengan emoticon love.
‘’Cie, cie.’’ Goda Alex yang tiba-tiba muncul dengan cepat Daniel memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana.
Bersambung.