Memiliki seorang ayah yang menjabat sebagai ketua mafia , menjadi kan kehidupan nya berganti menjadi momok menakutkan di setiap hari nya . Mona mirabelle yang baru saja terlahir di dunia harus merasakan rasa pahit nya sebuah kehidupan, belum genap 1 hari keberadaan nya di bumi , diri nya harus terpisah dari ke 2 orang tua nya . Bayi kecil itu di culik oleh musuh ayah nya yang juga sesama mafia yang merebut kan kekuasaan di perdagangan gelap internasional. Beruntung nya ia tak di buang namun saat ia semakin bertumbuh dewasa diri nya di paksa untuk bekerja sebagai balas budi yang ke 2 orang tua angkat nya telah lakukan selama ini untuk nya .
Akan kah Mona terus dalam keadaan menyedihkan seperti ini ? . Akan kah suatu hari tuhan mengabulkan doa nya untuk merubah kehidupannya ? . Akan kah diri nya mengetahui jika ternyata dia adalah anak angkat? . Dan akan kah ia dapat bertemu dengan keluarga kandung nya ? .
Mari kita cari tahu segala kehidupan Mona mirabelle...:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bby Dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia?
" Sumpah gw kesel banget tau Kate". Keluh Sally pada sahabat nya, menarik kursi lalu menduduki nya.
" Iya bentar , duduk dulu biar kita nya lebih enak kalo ngobrol ". Ucap Kate yang juga hendak duduk bersebrangan dari Sally.
Setelah kejadian tadi , ke dua nya memutuskan untuk tidak masuk kelas selanjutnya hingga akhir. Tentu Sally merasa sangat malu dengan kejadian di mana diri nya begitu di permalukan di depan banyak orang. Hingga ia merasa tak punya muka lagi jika menghadiri kelas dengan seisi ruangan yang akan menjadi kan diri nya bahan obrolan yang memuakkan. Membuat ke dua nya kini berada di sebuah cafe yang terletak tidak terlalu jauh dari universitas berada.
Kate menghela nafas nya . " Masih yakin setelah Gio memperlakukan lo kaya tadi , lo tetap ngejar dia?". Tanya nya dengan nada yang penuh hati - hati tak ingin jika pertanyaan nya membuat sahabat itu kian bertambah marah .
Sally mengangguk kan kepala nya yakin. Masih dengan muka kesal tentu nya . " Gw udah terlalu suka sama Gio, dan lo tau itu kan?".
Kate menghela nafas panjang nya. Tau betul jika Sally akan terus maju pantang mundur dan tetap kekeh dengan pendirian nya yang sudah di butakan oleh cinta nya untuk Gio. Meski pada kenyataannya Sally akan terus di tolak . Sedangkan tangan nya bergerak membuka sebuah buku menu yang tersedia di hadapan nya, memanggil seorang waiters lalu menyebutkan pesanan nya dan melontarkan kata terima kasih saat setelah waiters tersebut mencatat pesanan nya.
" Lo pesan apa sal ?". Tanya Kate mendongakkan kepala nya menatap Sally yang sejak dari tadi masih dengan cerita nya.
Sally menghentikan ucapan nya , menarik buku menu yang berada di tangan Kate. " Hm... Gw pesan onion ring sama pasta minum nya Milk tea aja deh ". Ucap nya pada sang waiters yang mencatat pesanan untuk Sally.
Selesai dengan pesanan, waiters tersebut pun juga telah menjalankan pekerjaan nya .
" Oh ya gimana nyokap lo? Udah pulang ?". Tanya Kate mengalihkan topik pembicaraan nya Sally yang terus saja membahas tentang Gio, Kate tentu saja merasa bosan dengan hal itu.
Sally menggeleng kan kepala nya , meraih ponsel milik nya di dalam tas. " Gatau sih, kemarin setelah lo nganterin gw pulang , gw ada telfon tapi kata nya masih ada urusan gitu jadi ga bisa langsung pulang".
" Lo minta Tante alzena buat usir Mona aja ga sih , lagian cuma jadi beban doang kan ".
" Gw sih pernah ngusulin gitu tapi mommy malah ga mau buat usir anak itu ".
*
Tok!
Tok!
Tok!
" Permisi pak ". Sapa Aiden berjalan masuk setelah mengetuk pintu , menghampiri salah seorang dosen yang akan mengajar kelas nya di siang hari ini.
" Ada apa ?". Tanya sang dosen. " Sebentar ya anak - anak kita ada tamu ". Ucap dosen tersebut pada mahasiswa yang berada di dalam kelas.
Aiden berbisik pada dosen ketika lelaki itu berdiri di dekat sang dosen . Setelah selesai dengan apa yang diri nya ingin sampai kan. Aiden pun keluar dari dalam kelas.
" Untuk Mona , mohon kehadiran nya ke ruang donatur sekarang juga ". Perintah sang dosen memakai kacamata nya kembali.
Dengan patuh Mona pun berdiri. " Baik pak , mohon izin untuk tidak mengikuti kelas sampai saya kembali". Ucap nya yang dapat di angguki oleh sang dosen, lantas pergi meninggalkan kelas nya .
Berbeda dari itu kini perasaan Mona merasa berdebar. Dalam pikiran nya ia tengah bertanya - tanya untuk apa diri nya di panggil ke ruang donatur?. Padahal diri nya tidak merasa berkaitan sama sekali dengan hal tersebut.
Kini Mona telah berada di depan pintu ruang donatur. Diri nya berusaha mengatur nafas nya , berharap di dalam ruang khusus donatur diri nya baik - baik saja, tak terjadi sesuatu yang tak di inginkan. --
Setelah merasa cukup, baru lah Mona mengetuk pintu tiga kali sebelum akhir nya masuk ke dalam ruangan tersebut tak lupa menutup pintu nya kembali.
Di dalam ruangan, Mona dapat melihat Gio yang tengah duduk bersebrangan dengan seorang pria yang ia tahu nama nya dari Aiden, jika pria itu merupakan orang kepercayaan Gio— Brian .
Gio menatap Mona dengan tatapan yang sulit di artikan. Kemudian mata itu memberi isyarat pada Brian.
Paham dengan apa yang Gio maksud kan, Brian pun berdiri . " Silakan Mona , tuan muda ingin berbicara empat mata dengan anda ".
Mona tak menjawab, meski ragu namun ia tetap melangkah kan kaki nya duduk di kursi yang berseberangan langsung dengan Gio .
" Tuan saya akan pergi terlebih dahulu". Ucap Brian.
" Jangan lupa jemput adek gw ".
" Baik tuan muda". Setelah mengatakan , Brian berbalik badan lantas meninggal kan Mona bersama dengan Gio berdua di dalam ruangan tersebut.
Hening beberapa saat, tak ada yang mau buka suara terlebih dahulu di antara mereka. Mona dapat melihat jika Gio memandang lekat ke arah nya , membuat diri nya ragu jika harus memulai kata.
Namun tak berselang lama , Gio memindahkan berkas berwarna biru dari samping diri nya duduk ke atas meja , kemudian di geser dengan sebelah tangan nya hingga tepat di hadapan Mona .
" Untuk apa ?". Tanya Mona memberanikan diri, mendongak menatap Gio yang kini duduk bersandar masih enggan mengalihkan pandangan nya dari Mona.
Seketika perasaan gugup mulai menguasai dirinya, jantung Mona serasa berdegup kencang mendapati tatapan Gionino yang terus mengarah pada nya , hanya tatapan tajam namun Mona tak pernah merasa se gugup ini.
" Kak, sebenar nya ada hal penting apa yang mau kakak sampai kan ?". Tanya Mona terlihat sangat gugup .
Tatapan tajam Gio dan ketampanan lelaki itu seakan mampu menghipnotis Mona saat ini.
" Lo baca berkas itu dulu, baru gw kasih tau apa yang gw mau ". Perintah Gio memasang wajah datar nya, sekali pun pembawaan nya cukup tenang, namun lelaki itu cukup arogan, hati nya benar - benar seperti di selimuti es , pantas saja Linda mengatakan jika Gio adalah lelaki misterius.
Mona berdehem guna menghilang kan perasaan gugup nya. Meraih berkas tersebut lantas membuka nya dan memfokuskan pandangan nya pada setiap huruf yang tertera di dalam nya .
Tak berselang lama, Mona selesai membaca berkas yang berada di pangkuan nya itu, lantas meletakkan nya di atas meja hingga menimbulkan suara cukup keras .
" Kamu tau darimana ? Kak Sally ga mungkin bilang ke teman - teman nya atau pun orang lain ?". Tanya Mona setelah mengetahui isi dari berkas tersebut.
" Gw tau dari orang suruhan yang gw bayar". Gio menaikkan kedua alias nya ke atas." Jadi demi keamanan rahasia, lo harus nurutin apa yang gw mau ". Sambung nya dingin , di iringi seringai seksi di wajah nya yang tampan. " Gw tertarik sama lo". Lagi, Gio kembali buka suara, Sembari menegakkan tubuh nya.
lanjut crazy up thor
lanjut thor💪💪💪💪💪
lanjut crazy up thor
ortumu ada disekitar kamu mona, thor temuin mona dan ortunya scra tak sengaja. ...
siapakah yang memberi hoody itu thor, giokah?
lanjut crazy up thor💪💪💪💪💪