Indonesia
NovelToon NovelToon
SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Ibu Pengganti / Pengantin Pengganti / Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:57.2k
Nilai: 5
Nama Author: Heninganmalam

⚠️WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA⚠️

Menikah merupakan impian semua orang. Begitupun dengan wanita yang bernama lengkap Alettha Vyora Nazellya. Ia juga memiliki impian menikah suatu hari nanti dengan pria pilihannya yang ia cintai.

Namun takdir rupanya berkata lain, di usianya yang baru dua puluh tahun ia harus menikah dengan pria yang pernah menjadi kakak iparnya. Ia harus menggantikan kakaknya untuk mendampingi Arga dan menjadi ibu sambung bagi Giselle sepeninggal Meysa.

Vyora harus merelakan kebebasannya. Ia harus merelakan masa mudanya dan menyudahi kisah percintaannya untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Lalu mampukah Vyora bertahan di pernikahan yang tak ia inginkan? Mampukah ia menerima Arga sepenuhnya?




Start: 19 Februari 2024
End : 8 Juli 2024

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heninganmalam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 - Dont Disturb Me, Please!

"Kamu ngapain sih masih nelpon-nelpon aku??"

Vyora terus menggerutu sejak panggilan itu tersambung. Sungguh ia kesal dengan Arga. Belum ada setengah hari ia keluar rumah tapi mengapa pria itu terus mengganggunya? Bukankah sudah ia jelaskan dengan tegas bahwa ia pasti kembali?

Apa yang pria itu takutkan sebenarnya jika ia tak kembali? Giselle? Seharusnya pria itu tau jika ia tak mungkin membawa kabur anak sambungnya sendiri apalagi memisahkannya dari ayahnya. Namun sepertinya Arga juga tak terlalu menyayangi anak ini hingga bersikap posesif seperti sekarang. Lalu apa? Apa pria itu takut kehilangannya? Haha sepertinya lebih tidak mungkin.

"Mama nyuruh kita buat dateng ke rumahnya."

Suara bariton Arga membuyarkan lamunan Vyora. Apa katanya tadi? Dateng ke rumah mertuanya? Mendengarnya saja sudah membuat Vyora kehilangan semangat.

Bukan karena ia membenci keluarga Arga, hanya saja ia takut jika keluarga pria itu tak menerimanya dengan baik. Apalagi mereka belum pernah bertemu lagi sejak hari pernikahannya dengan Arga.

Stigma perempuan lain yang sering Vyora dengar membuatnya takut untuk pergi ke rumah mertua. Ia takut jika ternyata hubungannya dan keluarga Arga tak bisa terjalin dengan baik.

Meskipun Meysa tak pernah menceritakan tentang keburukan mertuanya tetapi setidaknya kakaknya itu sudah mengetahui sifat orang tua Arga sebelum mereka menikah, berbeda dengannya yang tak memiliki waktu cukup untuk mengetahui sifat orang tua dan keluarga Arga lainnya.

Wanita itu pun mengedarkan pandangannya seolah mencari sesuatu. Untung saja kali ini otaknya bekerja dengan baik sehingga dengan mudah ia mendapatkan apa yang ia cari.

"Aku nggak bisa mas. Ini Giselle nya suka disini jadi nggak bisa deh kalo ke rumah mama sekarang."

Terdengar helaan napas dari seberang sana, "Jangan beralasan Vyora. Giselle masih bayi, dia nggak akan bisa menolak mau dibawa kemanapun."

Mulut Vyora terkatup. Sepertinya alasan Giselle kurang bekerja dengan baik. Ia kira Giselle dapat menjadi alasan bagus ternyata tidak. Ia pun harus kembali memutar otak untuk mencari alasan lain, "Oh ini ak-"

"Vyora... sudahlah jangan banyak alasan! Kirim lokasi kamu saya jemput sekarang."

Wanita yang kalah telak itu hanya dapat berdecak, "Tanya aja sama mata-mata mas!"

Sejenak hanya angin yang menanggapi pernyataan Vyora sebelum Arga kembali berbicara, "Kamu tau?"

"Bener?" beo Vyora. Padahal ia hanya asal bicara tetapi ternyata Arga benar-benar mengirimkan orang untuk mengikutinya? Sungguh pria aneh!

Namun karena sudah terlanjur kesal, Vyora pun langsung menutup panggilan itu. Masa bodoh dengan suaminya, toh tanpa ia beri tau pria itu dapat mencari jawaban sendiri tentang keberadaannya.

Pun jika Arga tak berhasil menemukannya, hal itu lebih baik karena artinya ia bisa menenangkan pikirannya tanpa bayang-bayang Arga meskipun hanya satu hari.

Setelah menidurkan Giselle, Vyora mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai dan menghampiri Dini yang masih bergelut dengan alat dapur. Ia mengedarkan pandangannya, mengamati masakan Dini yang masih lima puluh persen, "Bu masi lama ya?" ucapnya lesu.

"Sabar ya nak sebentar lagi," jelas Dini dengan senyum teduhnya.

Vyora hanya mengangguk. Sebenarnya ia harus membantu Dini jika ingin selesai dengan cepat. Namun entah mengapa ia tak memiliki minat sedikit pun dalam hal memasak. Ia hanya memasak karena kebutuhan hidup saja ketika tinggal di kos dulu. Itu pun sekedar masakan mudah seperti menggoreng telur atau membuat mie.

Netra Vyora kembali menjelajahi seluruh penjuru dapur. Senyumnya melebar ketika menemukan hal yang ia cari. Ia segera mengambil toples yang penuh dengan kerupuk ikan itu dan membawanya menuju ruang keluarga, "Bu kerupuknya aku makan ya."

"Iya nak habisin. tadi ibu buat banyak, kalo mau pulang nanti bawa ya."

"Siap Bu."

Semua makanan buatan Dini selalu cocok di lidahnya hingga tanpa sadar ia sudah hampir memakan kerupuk itu setengah toples. Sungguh, bersantai seperti ini terasa sangat menyenangkan. Namun karena teringat pekerjaan nya yang belum usai, Vyora segera mengambil tab nya dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Wanita itu mulai menggerakkan pen tab nya untuk membuat sebuah bentuk dari garis-garis yang dihasilkannya. Vyora benar-benar menikmati waktunya dengan pekerjaan dan camilan pendukung nya tanpa beban.

Namun tiba-tiba suara tangisan memenuhi gendang telinganya, bersamaan dengan suara ketokan pintu yang terdengar nyaring.

"Bu, tolong bukain pintunya ya. Aku mau nenangin anakku dulu," pinta Vyora sebelum menemui Giselle yang masih berada di dalam kamar.

Bayi kecil itu terlihat sangat ketakutan dengan air mata yang masih membasahi pipi chubby nya. Sepertinya Giselle terbangun dan tak menemukan keberadaan ibunya. Karena itulah bayi itu menangis.

Dengan sigap Vyora menggendong bayi itu dan menimangnya, "Ssttt, buna disini sayang. Jijel kebangun ya? Maaf ya buna keasikan ngegambar jadi kelupaan deh Jijel masi di kamar sendirian. Sstt diem ya sayang," ucapnya seraya menghapus air mata Giselle.

Seketika tangis bayi itu terhenti setelah mendengar suara Vyora. Ternyata memang benar jika Giselle mencarinya. Ia pun segera membawa Giselle keluar agar bayi itu lebih tenang setelah mendapatkan udara luar. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika netranya menangkap sosok yang sedang duduk di sofa dan memainkan tab nya.

"Mas Arga?" beonya membuat sang pemilik nama menoleh.

Pria itu ternyata berhasil menemukannya. Dengan langkah cepat Vyora mendekati pria itu dan merebut tab nya, "Nggak sopan! Dateng-dateng main buka-buka tab orang aja!"

"Salah saya ngecek tab istri saya sendiri?" tanya Arga dengan wajah tanpa dosanya.

Wajah itulah yang membuat emosi Vyora meningkat. Rasanya ingin sekali ia menggaruk wajah Arga untuk menghilangkan wajah sombong pria itu. Jika saja ketampanan Arga tak di atas rata-rata, ia pasti sudah melakukan hal itu sejak lama. Beruntunglah Arga dengan wajah tampannya itu.

"Kamu kesini cuma mau bikin aku kesel doang ya?'

Pria itu menggeleng, "Saya sudah jelaskan di telepon kan. Apa kamu amnesia? Perlu saya jelaskan ulang?"

"Bukan itu maksud aku, mas tuh emang nggak peka!"

Arga menunjuk dirinya sendiri, "Saya? Saya kurang peka apa? Kamu minta saya jemput kan? Sudah saya jemput sekarang jadi cepat siap-siap dan kita berangkat sekarang. Jangan banyak drama!"

Mana mungkin Vyora bersiap sekarang, di saat masakan yang ia tunggu belum matang. Lagipula ia juga sangat malas pergi menemui keluarga Arga.

"Mas bisa ngga sih aku ngga usah kesana? Mas aja yang ke sana. Lagian udang asam manis aku belum mateng mas masa mau ditinggal. Udah ngidam banget aku."

"Kamu ngidam? Jangan bercanda Vyora, kita belum pernah melakukan itu!" sanggah Arga dengan raut seriusnya.

Ucapan Arga yang terdengar sampai dapur membuat Dini terkekeh. Hal itu membuat Vyora tak dapat menyembunyikan rasa malunya. Ia hanya bisa tersenyum kikuk seraya membekap mulut suaminya.

"Bisa nggak kalau ngomong dijaga. Malu tau! Lagian maksud aku bukan ituuu, kita emang nggak se frekuensi," geramnya setengah berbisik.

Arga berdecak mendengar ocehan Vyora. Ia tak suka mendengar ucapan istri nya yang seakan mengatakan bahwa mereka memang sangat berbeda, ibarat dua buah tali yang tak akan bisa tersambung. Ia pun menepis tangan Vyora dan menatapnya tak suka.

"Makanya kalau ngomong yang jelas!"

"Cepat bersiap! Saya tunggu lima menit jika belum siap mau nggak mau saya harus membawa kamu secara paksa. Jadi pilih mau pergi sendiri atau saya paksa dengan cara yang nggak kamu suka!"

1
Rhenii RA
Emang bego!
Rhenii RA
Pake tanda petik
dyah EkaPratiwi
Yahh udah the end aja, bonchap kak
Heningan Malam: sudah ya kakk
total 1 replies
Nameera
.
dyah EkaPratiwi
Baik banget maxime
aku aqilla
lanjut thor
dyah EkaPratiwi
Max baik banget
Heningan Malam: memang calon suami idaman👍🏻
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
Selamatkan dua2 nya thor
Dewi Fuzi
dah fix tinggalin arga vio
dyah EkaPratiwi
Sumpah Arga bodo banget g mau denger pe jelaskan vyora
dyah EkaPratiwi
Pasti aisyah lagi ini biang keroknya
Dewi Fuzi
sangat lama up nya
Dewi Fuzi
lanjut thor
Bundanya Syahdan
pernah banget selalu jadi bahan perbandingan dengan kakakku yang serba bisa 😭
Heningan Malam: kak? semangat yaa peluk jauh dari Thor🫂🫂
total 1 replies
Bundanya Syahdan
aku menunggu kelanjutannya thor, semangat yaa 🥰
Bundanya Syahdan
hadir thor 🥰
Heningan Malam: haiii, semoga suka sama ceritanya ya🤗
total 1 replies
Q
Bintinya ketinggalan thor
Heningan Malam: ah iya ya, makasih udah diingetin🤗
total 1 replies
Butterfly
good
dyah EkaPratiwi
Semakin seru ceritanya
Anita Jenius
3 like mendarat buatmu thor.
semangat ya thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!