Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Setelah memastikan Seila dan barang-barangnya keluar sepenuhnya dari kamar tersebut, Kinara langsung mengunci pintu kayu ek yang kokoh itu rapat-rapat. Ia membalikkan tubuh, menyandarkan punggungnya pada pintu, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang sangat luas dan mewah itu.

​Kamar ini memiliki ranjang ukuran king size berkelas, lampu kristal gantung yang elegan, dan balkon pribadi yang langsung menghadap ke arah taman belakang. Tempat yang seharusnya menjadi haknya sejak belasan tahun lalu, namun dinikmati dengan angkuh oleh Seila.

​Kinara berjalan perlahan menuju cermin besar di sudut ruangan. Ia menatap pantulan dirinya sendiri, lalu menyunggingkan sebuah senyuman yang teramat dingin dan penuh tekad.

​"Kalian semua... satu per satu akan aku hancurkan," gumam Kinara dengan suara rendah yang menggema di dalam kesunyian kamar. Sorot matanya memancarkan kilat kebencian yang mendalam. "Tapi sebelum itu, aku butuh bermain-main dulu dengan kalian."

​Ingatan Kinara kembali berputar pada kekejaman keluarga Adijaya di kehidupan lalunya. Setelah ia ditemukan, mereka tidak pernah menganggapnya sebagai anak. Mereka mengurungnya, memanipulasinya untuk menandatangani dokumen-dokumen bisnis yang merugikan, dan memperlakukannya tak lebih dari sekadar budak demi menaikkan status sosial seila. Saat perusahaan mereka hampir bangkrut, Surya dan Mika tanpa belas kasihan menjualnya ke dalam pernikahan kontrak demi mendapatkan suntikan dana.

​"Kalian pikir aku yang sekarang masih bisa kalian injak-injak seperti dulu?" lanjut Kinara sambil mengusap bekas tamparannya sendiri di tangan kanannya. "Akan kupastikan kalian merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya, merangkak di lantai, dan memohon ampun kepadaku."

​Di tengah luapan emosi pembalasan dendamnya, suasana hati Kinara mendadak berdesir aneh. Bayangan wajah tegas, sorot mata elang yang dingin, namun menyimpan sejuta luka milik Zergan Airlangga tiba-tiba melintas begitu saja di benaknya. Mengingat bagaimana pria itu tertidur di apartemen seberangnya semalam setelah memakan sup buatannya, dada Kinara kembali terasa sedikit sesak.

​Kinara berjalan menuju balkon, menatap langit malam kota yang dipenuhi bintang. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang mendadak tidak beraturan.

​"Kali ini... dan di kehidupan kali ini, kamu bisa bahagia dengan kekasihmu, Zergan," ucap Kinara lirih, membiarkan suaranya terbawa angin malam.

​Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sarat akan keikhlasan sekaligus kepasrahan. "Aku sudah menyelamatkan Haura dari preman malam itu. Aku juga akan memastikan kalian berdua mendapatkan restu dari Oma Gayatri dan menyingkirkan segala rintangan yang ada—termasuk rahasia apa pun yang sedang disembunyikan oleh Kak Arsen. Setelah hidupmu aman dan kamu mendapatkan kebahagiaan yang pantas kamu dapatkan, aku akan pergi jauh. Kita tidak akan pernah bertemu lagi."

​Kinara membalikkan tubuhnya, kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon. Ia bertekad kuat untuk menyelesaikan pion-pion permainan takdir ini secepat mungkin, demi kebebasan mutlak yang selama dua kehidupan ini selalu ia impikan.

Pagi hari di ruang makan keluarga Adijaya terasa begitu mencekam. Kinara melangkah masuk dengan tenang, namun langkahnya terhenti saat melihat meja makan panjang itu sudah penuh dengan anggota keluarga. Ayah, Ibu, dan Seila duduk dengan elegan, namun ada satu hal yang ganjil: hanya ada tiga kursi yang tersedia di sana.

​Kinara menatap meja itu datar, lalu beralih menatap Seila yang duduk dengan senyum yang sengaja ditahan.

​"Oh, maaf Kak Nara," ucap Seila dengan nada sok manis yang sangat kentara. "Kursinya sudah penuh, Kak. Tadi pagi Ibu hanya menyiapkan tiga kursi karena kami terbiasa makan bertiga. Kak Nara kan baru pulang, jadi kami belum sempat menambah kursinya."

​Melihat Kinara yang berdiri mematung, Seila langsung menjalankan drama "anak baik"-nya. Ia berpura-pura hendak berdiri dengan ekspresi wajah yang tampak penuh pengorbanan. "Atau... biar Seila saja yang pindah ke meja dapur? Biar Kak Nara bisa duduk di sini. Seila nggak apa-apa kok, walau sebenarnya ini kursi kesayangan Seila..."

​Mika Adijaya langsung merespons drama tersebut dengan tatapan kasihan pada putri bungsunya. Ia menepuk tangan Seila dengan lembut, lalu menatap Kinara dengan tatapan menyalahkan. "Nara, lihat adikmu. Dia sudah berusaha mengalah demi kamu, padahal kamu yang baru datang. Jangan membuat suasana jadi tidak nyaman hanya karena masalah kursi saja. Kamu bisa ambil kursi cadangan di gudang belakang kalau mau duduk."

​Kinara menatap pemandangan penuh sandiwara itu dengan tawa kecil yang sinis. Ia tidak melangkah ke gudang, melainkan menarik kursi kayu dari sudut ruangan dan meletakkannya tepat di ujung meja, membantingnya sedikit keras hingga menimbulkan suara dentuman yang membuat ketiganya terlonjak.

​"Masalah kursi?" Kinara tertawa dingin sambil duduk dengan punggung tegak, menatap mereka satu per satu dengan tajam. "Jika kehadiran satu anak kandung saja membuat rumah semegah ini kekurangan kursi, dan kalian harus mengajari anak kalian untuk berpura-pura mengalah demi sebuah kursi makan, maka sudah jelas tempat ini tidak pernah benar-benar memiliki ruang untukku."

​Kinara berdiri kembali, menatap Surya yang masih terdiam dengan wajah mengeras.

​"Kalian tidak perlu repot-repot memikirkan kursi untukku," lanjut Kinara dengan nada mutlak. "Karena setelah sarapan ini selesai, aku akan pergi dari rumah ini. Aku tidak butuh drama 'kursi penuh' kalian, dan aku tidak butuh tempat di meja yang sudah busuk oleh kemunafikan ini."

​"Jangan bicara sembarangan, Kinara!" sentak Surya dengan wajah memerah karena murka. "Kamu baru saja pulang!"

​"Aku pulang untuk menagih apa yang seharusnya menjadi hakku, bukan untuk diatur oleh drama sampah adikku," potong Kinara dengan suara yang lebih lantang dan dingin. "Keputusanku sudah bulat. Entah kalian setuju atau tidak, aku akan pergi. Dan ingat, jika kalian mencoba menahanku atau menggangguku lagi, aku pastikan esok pagi nama 'Adijaya' akan menjadi bahan utama di semua tajuk berita investigasi tentang kebangkrutan bisnis kalian yang curang. Pilihan ada di tangan kalian."

​Kinara meninggalkan meja makan itu tanpa menoleh sedikit pun, membiarkan suasana di ruang makan tersebut meledak dalam ketegangan yang luar biasa, sementara ia melangkah pergi untuk menyiapkan kepergiannya dari neraka yang mereka sebut rumah.

1
Winda Oktaviani
gimana sih para pembaca ga konek amat sama cerita nya,,,yg bilang nara bucin lah bodoh lahhh,,itu semua alur takdir kinara woiiiii. .dia balik kemasa dlu untuk merubah takdir nya dan orang sekitar nya,otomatis pusaran takdir itu selalu dikelilingngi oleh orang tersebut,,kalo gak paham sama cerita nya mending baca ulang deh dari awalll. .emg alur ceritanya begini. .gimana sihhh liat komenan orang orang ini. . ampun dahhh😂
est
suka
Ilham Abu Uwais
sejauh ini cerita nya bagus tapi tiba" nama nya jdi berubah.. gimana ini trot
Nyoman Muti
penonton nya mrah" nih thoor🤣
Nyoman Muti
tegang bcny👍
Niken Ns
bukannya msh pd kuliah ya???
est
bodoh thor mau kehidupan ke 2 tetap bodoh klo aku jd dia udah kaya kan move on bikin perusahan hidup bahagia goblok2 kok ada org kaya nara ya
est
wkwkwkwk
est
parah malea jd ma nara lah ikut campur urusan org tambah bohong pulak
Anonim
utk apa marah2..sok teguh prinsip..ujung2nya bom bom kar jg dgn sukarela..ceritanya mo balas dendam..tp sgt mudah ngangkang...🤭
CV.fuadhh
makasihh thorr keren bngtt ceritanya
Anik Setyowati
itu sop,yg niatnya dibawa pulang ke kos ,jaraknya pasti jauh kan Thor,kok rasanya aneh ya,biasanya kan kalo beli yg kuah2 naruhnya di plastik ini kok mangkok nggak habis pikir Lo aku maaf ya thor
Zeylina Alzia A.E.
💪💪
Irma Luthfah
kabur ke luar negeri seperti dulu, maksudnya itu gimanaaaa
evana gusani
baru mampir
King Ruo
goblok betul Zargen ini makas pengawal semua nya di bawa,,, boss amatiran begini sudah,,,
Permata_tanty
tipo
awin's
gak aneh sih... dari tadi kek ke klinik 😑😑
awin's
🤣🤣🤣
Yuli Widiani
biasa kyk adegan film India gitu, yg jatuh dr tangga sampe ber menit menit. wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!