Indonesia
NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 : JEJAK YANG TERTINGGAL

Suasana di sudut ruangan kerja terasa sedingin es. Indah menatap layar monitornya yang kosong dengan wajah melipat dan bibir bersungut-sungut.

Pagi ini, raut juteknya begitu tajam hingga rekan-rekan kerja yang melintas di dekat mejanya memilih berbelok arah ketimbang memicu pertengkaran.

​Rasa frustrasi membakar dada Indah. Akibat deretan kesalahan yang dilakukannya mulai dari teledor pada hal-hal kecil hingga kekacauan dokumen besar tempo hari Pak Angga memberikannya hukuman tegas. ia dinonaktifkan sementara dari semua proyek utama dan dilarang menyentuh pekerjaan penting. Melihat rekan-rekannya sibuk lalu-lalang membawa dokumen, Indah merasa diasingkan.

​"Awas aja" Batin Indah sengit sembari meremas penanya. Meski harga dirinya diinjak-injak dan Angga sudah memberi sinyal keras untuk melepaskannya, namun Indah tak pernah berniat hengkang sedikit pun. Ia akan tetap bertahan di perusahaan ini, bagaimana pun caranya.

​"Silakan saja Pak Angga hukumlah aku sesukamu saat ini," Batin Indah seraya menyandarkan tubuhnya ke kursi kerja dengan dada terangkat penuh keangkuhan.

Indah tahu betul betapa tegasnya Angga dalam menegakkan aturan kantor.

​Namun Indah bukan tanpa persiapan. Memanfaatkan kedekatan ayahnya dengan Pak Arya sang pemilik perusahaan. Indah telah meminta intervensi dari tingkat atas agar posisinya tetap aman. Hubungan kekuasaan ini menjadikan Indah sebagai "bom waktu" di kantor. Seorang wanita yang didorong oleh rasa cinta, rasa cemburu, dan perlindungan dari pemilik perusahaan dan juga bagi Indah perusahaan ini bukan hanya tempat mencari nafkah, melainkan panggung untuk mendapatkan cinta Angga. Ia menolak menyerah atau mengundurkan diri.

...****************...

Tawa renyah Lulu dan Lastri terhenti seketika saat pintu kamar rawat terdorong pelan. Seorang dokter wanita berjas putih bersih melangkah masuk anggun dengan clipboard di tangannya, didampingi seorang perawat.

​"Nah, Lu! Itu Dokter Anna yang aku ceritain tadi!" bisik Lastri antusias sambil menyikut lengan sahabatnya.

​Lulu refleks menoleh ke arah pintu. Matanya berkedip saat tatapan mereka saling bertemu di udara. Dokter Anna menghentikan langkahnya sejenak, raut wajahnya yang semula tenang dan profesional mendadak berubah terkejut.

​"Kamu... wanita yang di minimarket waktu itu, Lulu kan?" sapa dr. Anna tulus, senyum hangatnya merekah saat mengenali wajah Lulu.

​"Dokter Anna? Iya, benar Dok. Ternyata Dokter yang merawat sahabat saya," jawab Lulu ramah seraya berdiri dan menganggukkan kepala sopan.

​Saat mendekat untuk memeriksa Lastri, pandangan dr. Anna tak sengaja tertambat pada ID card kantor yang masih melingkar di leher Lulu lengkap dengan logo perusahaan logistik ternama yang sangat dihafalnya. Batin dr. Anna berdesir heboh. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis bersahaja yang pernah ditolongnya di minimarket ini adalah salah satu karyawan di perusahaan besar tempat masa lalunya tertambat.

​Senyum manis di bibir dr. Anna tetap terkembang saat memeriksa denyut nadi Lastri, namun pikirannya seketika melayang jauh. Logo perusahaan logistik yang tertera di ID - Card milik Lulu terasa membakar matanya.

​Selama ini, meski perpisahan mereka berakhir secara ironis dan menyakitkan, Anna tak pernah benar-benar melepaskan Angga dari ingatannya. Lewat Andi kekasih dari Siska, sahabat karibnya yang tinggal di Jakarta Anna selalu menggali informasi secara diam-diam. Dari Andi pulalah Anna tahu di perusahaan logistik mana Angga kini menjabat sebagai manajer, bagaimana dedikasi kerjanya, hingga fakta bahwa Angga belum pernah terlihat menggandeng kekasih baru.

​"Gadis ini... bekerja di perusahaan yang sama dengan Angga" batin Anna bergejolak. Tatapannya pada Lulu kini berubah tajam namun tertutup rapat oleh profesionalitasnya sebagai dokter. Ada denting kecemburuan dan rasa penasaran yang mendadak menyeruak di dadanya.

Karena tak tahan dengan rasa ingin tahunya, setelah melakukan pemeriksaan pada Lastri ia pun mengetes Lulu dengan menanyakan seputar pekerjaannya di tempat tersebut.

​"Kamu... kerja di perusahan logistik ini?" tanya dr. Anna halus, menunjuk pelan pada ID - card yang menyembul dari tas Lulu, mencoba mencairkan gemuruh di dadanya.

"Iya, Dok. Kurang lebih 2 tahun saya di sana"Lulu mengangguk polos.

​Anna menahan napas sejenak. Mengingat kembali setiap detail laporan dari Andi tentang Angga pria yang masih amat dicintainya itu. Anna tahu betul betapa ketatnya lingkungan kerja di kantor pusat tersebut.

​"Di gedung pusat yang di jalan utama itu ya?" pancing Anna lagi dengan nada santai, memastikan informasi yang pernah ia dapat dari Andi.

"Lingkungan kerjanya pasti sangat sibuk. Setahuku manajer operasional di sana cukup tegas" Ucap kembali Anna sehingga membuat ​Lulu tersenyum canggung karena teringat pada sosok Angga sang managernya.

"Setahuku kantor pusat di sana cukup luas ya. Kamu di divisi apa? Siapa manajermu sekarang?" Dengan nada santai dan tanpa gestur curiga sedikit pun, Anna memancing.

​"Saya di bagian operasional, Dok. Manajer saya namanya Pak Angga," Ucap Lulu polos.

​Mendengar nama itu, dada Anna sempat berdesir pelan, namun ia menguasai diri dengan sangat cepat.

Anna melirik penampilan Lulu sekilas dari atas ke bawah pakaian kantor sederhana, riasan tipis natural dan gaya bertutur yang polos bersahaja dengan kaca mata tebal melingkari 2 bola matanya yang bulat.

​Dalam hati, Anna menghela napas lega dan tersenyum tipis. Dari informasi Andi, Angga masih sendiri. Dan melihat gadis di hadapannya ini, Anna merasa sangat yakin Lulu bukanlah tipe wanita yang bisa memikat hati Angga. Anna tahu betul bagaimana tinggi dan spesifiknya selera Angga dalam memilih pasangan. Bagi Anna, Lulu hanyalah salah satu staf biasa yang kebetulan dipimpin oleh mantan kekasihnya.

"Baiklah, Lastri... kondisi kamu sudah makin stabil. Jangan lupa dihabiskan buah dari Lulu ya," Tutur Anna lembut, mengulas senyum manis yang membuat suasana kamar terasa hangat.

"Saya izin lanjut visit ke ruangan pasien lain dulu... Kalau ada apa-apa, langsung panggil perawat ya.." Tambahnya lagi.

​"Terima kasih banyak, Dokter Anna!" sahut Lastri dan Lulu kompak dengan penuh rasa hormat.

​Anna pun mengangguk anggun, melangkah keluar meninggalkan kamar rawat tersebut. Namun, begitu pintu kamar tertutup rapat dan langkah kakinya berderak di sepanjang koridor rumah sakit yang dingin, senyum profesional di wajahnya perlahan menyusut.

​Nama Angga yang baru saja diucapkan Lulu kembali bergaung di kepalanya. Di balik sikap tenang dan rasa percaya dirinya bahwa Lulu bukan saingannya, ingatan tentang Angga justru membuat dadanya berdesir hangat.

Bayangan masa-masa indah bersama pria itu momen ketika Angga menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan yang melapangkan hatinya kembali membayang. Anna menghela napas panjang dan menatap lurus ke ujung lorong dengan tatapan rindu yang teramat dalam.

​"Lulu bilang... Angga manajernya. Pria itu ada di kota yang sama denganku sekarang..."

​Langkah kaki Anna melambat di koridor rumah sakit yang lengang.

Dada Anna berdesir heboh, menyuarakan dorongan kuat untuk segera mencari tahu keberadaan Angga, mendatangi kantornya dan menatap mata pria itu lagi. Namun belum sempat niat itu terwujud, rasa gengsi yang tinggi langsung menahan pijakannya.

​"Tapi untuk apa, Anna? Mau ditaruh di mana mukamu kalau tiba-tiba muncul di hadapannya?" Bisik suara hati Anna yang lain, sarat akan keraguan.

​Ia mengepalkan jemarinya pelan. Anna tak bisa membohongi dirinya sendiri. Perpisahan mereka dulu terjadi bukan karena cintanya pada Angga pudar, melainkan karena kebingungannya sendiri. Waktu itu, Riko hadir begitu gencar mengejarnya tanpa henti dengan segala daya tarik dan latar belakangnya sebagai pewaris tunggal keluarga Mahenra yang kaya raya.

Di antara kehangatan Angga dan kemewahan masa depan yang ditawarkan Riko, Anna bimbang. Ia ragu dan keraguan itulah yang akhirnya merusak hubungannya dengan Angga hingga berujung penolakan serta perpisahan yang dingin.

​"Aku yang melepaskannya dulu... tapi kenapa sampai detik ini cuma Angga yang bisa bikin hatiku terasa hangat?" Anna memejamkan mata sejenak, menghela napas panjang. Ada rasa gengsi yang membentengi, namun rindu pada Angga terasa makin membakar.

Suasana hati Dokter Anna sepanjang hari ini benar-benar berantakan. Lorong-lorong rumah sakit yang biasanya ia lalui dengan langkah mantap kini terasa begitu membosankan dan menghimpit.

​Bayangan Angga terus-menerus menari di kepalanya, menolak untuk pergi meski ia sudah berusaha menyibukkan diri dengan memeriksa puluhan berkas pasien. Rasa rindu, penyesalan, dan ketidakpastian bergulat hebat di dalam dadanya sehingga membuat napasnya terasa berat dan gelisah seharian.

​Tak sanggup terus-terusan tenggelam dalam pusaran rasa galau yang melelahkan ini, Anna akhirnya memutuskan untuk melangkah keluar dari area rumah sakit begitu jam tugasnya usai. Ia butuh ruang untuk bernapas, sekaligus seseorang yang bisa ia jadikan tempat bersandar.

Ditemani napas yang dihela panjang, Anna merogoh tasnya dan mengambil ponsel. Tangannya mengusap layar, mencari satu nama di daftar kontak selulernya.

"Siska"

​Tidak butuh waktu lama hingga nada sambung di teleponnya terhubung.

​"Siska... kamu sibuk enggak siang ini?" tanya Anna, suaranya terdengar lirih dan sarat akan rasa lelah.

"Bisa ketemu sebentar? Aku butuh teman ngobrol..."

​Siska, yang menangkap nada tidak biasa dari sahabatnya itu, langsung menyetujui tanpa ragu. Mereka pun sepakat untuk bertemu di sebuah restoran mewah yang letaknya tak jauh dari rumah sakit tempat Anna bekerja. tempat yang cukup privat dan nyaman untuk melepaskan penat selepas kesibukan masing-masing.

​Bagi Anna, pertemuan siang ini bukan sekadar untuk melepas jenuh dari tumpukan pekerjaan medis yang menguras energi. Lebih dari itu, ia sangat haus akan informasi mengenai kondisi Angga saat ini. Anna butuh jawaban dan yang paling utama, ia membutuhkan saran jujur dari sahabatnya itu.

Apakah ia harus mengesampingkan gengsinya untuk menghubungi Angga terlebih dahulu ataukah ia harus tetap bertahan menanti sampai Angga yang datang menghampiri dan mencarinya kembali?

​Dengan hati yang masih dipenuhi ketidakpastian, Anna merapikan jas dokternya lalu bersiap menuju lokasi tempat janji mereka.

1
Miu.Nuha
udah move on nih bang 😊
sayangnya... kayaknya Anna bakal gk mau kalah deh...
Myz Pena: sudah pasti,, anna sebenarnya masih cinta bangettt🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
emang kamu dulu sama Anna gk begitu?
garing donk pacarannya sama Anna 😭
Myz Pena: garing banget... soalnya anna sibuk ... cuman angga yang perhatian 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
terlulu lulu kamu mas ☺
Myz Pena: masih gengsi 🤭
total 1 replies
Wawan
🤭🤭🤭 ... kamu kalah susuk Ana
Myz Pena: masalhnya Anna udah nyakitin banget.. meskipun lama tapi Angga sebagai laki2 udah terlanjur sakit hati ditinggalin begitu 🤧
total 1 replies
Wawan
laki laki gitu loh 🤭
Myz Pena: emang ya laki2 kalau bilang A ya A, beda emang dengan cewek kadang plin plan 🤭
total 1 replies
Putry Chan
lulu baik banget sih , gak tega gangguin Angga yang lagi lelah , duduk di lantai dingin demi jagain bos nya tidur itu bukti dia peduli banget, sama kek aku peduli sama kamu 😚
Putry Chan: gak masalah asalkan ganteng 😂
total 2 replies
Putry Chan
ami licik banget sih pake kartu as ' hari ulang tahun buat paksa mas Riko tapi kasian juga lihat Riko yang akhirnya pasrah demi adek bungsunya , dendam sama Angga makin membara nih .
Myz Pena: adik yang pengen lihat abang2nya akur 🤧
total 1 replies
Putry Chan
waduh , tegang banget pintu terbuka tanpa ketuk! 😱 masuk masuk langsung bawa aura permusuhan gitu
Putry Chan: kalo aku nih di tatap kek gitu aku juga ikut tatap balik tatapan sinis dengan aura dingin selagi dia cuman diam aja sih GK masalah ya tapi klo dia bergerak aku kabur aja sih nanti di pukulin gmn
total 2 replies
Filan
tapi Riko itu udah dewasa. Masih ngambekan aja kayak bocil. /Smug/
Myz Pena: dia sedih karena dia melihat keakraban angga dan orangtuanya.. sementara riko dia kehilangan ibunya sejak SMA 🤧
total 1 replies
Filan
serius Ga?
Myz Pena: nanti kita di bab berikutnya apakah angga menepati janjinya atau malah balik ke mantannya 🤣🤣
total 1 replies
Filan
ada yang cemburu nih
Myz Pena: cemburu nggak dapat kehangatan dan kasih sayang yang utuh.. riko kehilangan ibunya ...sedangkan bu marni ibu tirinya itu ibu kandungnya angga🤧
total 1 replies
Filan
babang mulai jatuh cinta nih
Myz Pena: sepertinya belum sadar masih sebatas mengagumi 🤧
total 1 replies
Rhica_Yubie
Lulu plis jangan merendahkan martabat demi laki² yg menjadikan mu hanya tempat singgah sementara.

Riko juga harus sadar kalo ada musuh dalam selimut.
Myz Pena: emang lulu habis ngapain ? dia ka cuman staff logistik 🤧
total 1 replies
Kartika Candrabuwana
kasihan juga, harus tetap kerja keras walau sakit...
Tamaa
baru baca langsung ada yang meninggal.
🍊⃟𝐒𝐓𝐉🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
Lulu hampir jatuh, eh si mas Angga malah jatuh hati sama Lulu 🤭 jangan sok dingin & galak lagi yahh pak Angga nnti Lulu kaburr lohh
Myz Pena: senjata makan tuan ni mah namanya 🤣🤣
total 1 replies
Renarenn
Hadeh ndak usah kompor deh ladies
Myz Pena: bener 🤧
total 1 replies
Putry Chan
Angga bos yang scarly level dewa!
tegur dinginnya aja udh bikin karyawan gemetaran
Putry Chan: owh iyh juga 😶
total 4 replies
Putry Chan
pria bertopeng yang tenang tapi brutal.. bener bener definisi monster tanpa emosi , gak butuh banyak kata cukup satu gerakan udh bikin ngeri bgt
Myz Pena: akan terungkap.di bab2 selanjutnya 🤭
total 3 replies
-Thiea-
haduh, bakal dimarahin lagi kayaknya..
Myz Pena: pastinya.. menderita sih lulu kerja di perusahaan 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!