Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 21

Dunia Zivana hancur untuk kedua kalinya dalam satu hari. Namun, alih-alih berteriak atau histeris, sebuah mekanisme pertahanan diri yang dingin mengambil alih pikirannya. Dengan jemari yang gemetar hebat, Zivana merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel. Ia membuka aplikasi kamera, menekan tombol rekam, dan mengarahkan lensanya pada pemandangan paling menjijikkan yang pernah ia saksikan seumur hidupnya.

Air mata yang sejak tadi ia tahan kini mengalir deras tanpa suara. Setiap detik rekaman itu adalah bukti matinya sisa cinta terakhir yang ia miliki untuk Aidil.

Tiba-tiba, di tengah kegiatannya yang liar, mata Stela melirik ke arah pintu. Tatapan mereka bertemu. Zivana tersentak, namun ia tidak segera melarikan diri. Ia tetap memegang ponselnya dengan stabil.

Alih-alih terkejut, Stela justru menyeringai. Sebuah seringai predator yang memuakkan. Stela tidak melepaskan diri dari Aidil, justru ia bergerak lebih lambat, lebih provokatif, dan dengan sengaja memposisikan dirinya agar Zivana bisa melihat dengan jelas.

"Ah... Dil... kamu... kamu sangat liar malam ini..." bisik Stela dengan suara yang sengaja dikeraskan, matanya tetap mengunci pandangan Zivana di balik pintu.

Aidil, yang matanya terpejam karena kenikmatan dan rasa frustrasinya sendiri, sama sekali tidak menyadari kehadiran penonton.

"Aku benci... aku benci dia... aku benci semuanya... hanya kamu yang mengerti aku, Stela..."

Stela tertawa kecil, tawa yang penuh dengan kemenangan. Ia sengaja menggerakkan tubuhnya dengan ritme yang lebih menantang.

"Tentu saja aku mengertimu, Sayang," ujar Stela, kali ini suaranya jelas ditujukan untuk Zivana.

"Lihat betapa dia menginginkanku. Lihat bagaimana dia memperlakukanku. Apakah dia pernah melakukan ini padamu, Zivana? Tidak, kan? Karena kamu memang tidak pernah layak untuk mendapatkan pria sehebat dia."

Zivana merasakan mual yang luar biasa, namun ia tidak mematikan rekaman itu. Ia merekam semuanya, setiap kata, setiap gerakan, setiap pengkhianatan. Ini adalah amunisi terakhirnya untuk menghancurkan pria di depannya ini secara hukum dan moral.

"Kenapa diam saja, Zivana?" tantang Stela, kini suaranya lebih keras.

"Kau suka menonton? Ayo, mendekatlah. Mungkin kau bisa belajar satu atau dua hal tentang bagaimana cara memuaskan suamimu agar dia tidak lari ke pelukan wanita lain."

Aidil yang mendengar suara Stela yang aneh, bukan suara desahan, melainkan suara bicara, akhirnya membuka matanya. Ia menoleh ke arah pintu.

Dunia Aidil runtuh seketika.

Wajahnya yang tadi merah padam karena gairah berubah menjadi pucat pasi seperti mayat. Ia tertegun, tubuhnya menegang, dan cengkeramannya pada Stela terlepas begitu saja.

"Z... Ziva?" suara Aidil tercekik, nyaris tidak terdengar.

Zivana menurunkan ponselnya. Ia menatap Aidil dengan tatapan yang jauh lebih dingin dari es, tatapan yang benar-benar tidak lagi memiliki sisa rasa apa pun. Ia tidak merasa marah lagi, hanya rasa jijik yang murni.

"Teruskan," ucap Zivana datar, suaranya bergema di kamar itu dengan efek yang menghancurkan.

"Silahkan di lanjutkan saja, Mas! Semua yang aku lihat sudah cukup jelas! Terima kasih karena sudah menunjukkan sifat aslimu sebelum aku benar-benar menyerahkan diriku pada pria sepertimu,"

Zivana melangkah mundur dua tapak dengan wajah sedingin puncak gunung es, lalu memutar tubuhnya tanpa ragu. Setiap ketukan tumit sepatunya di atas lantai koridor terdengar mantap, bukan langkah wanita yang hancur, melainkan langkah seorang pemenang yang baru saja menuntaskan peperangan.

"ZIVA! TUNGGU, ZIVA! TIDAK! ZIVA!"

Teriakan raungan Aidil memecah keheningan rumah besar itu. Pria itu panik luar biasa. Ia melompat turun dari tempat tidur tanpa memedulikan sehelai kain pun yang melekat di tubuhnya, hingga ia tersandung sarung bantal dan jatuh terjerembap ke lantai marmer dengan bunyi benturan keras.

"ZIVANA! DENGARKAN AKU DULU! ZIVA!" jerit Aidil histeris, mencoba bangkit seraya memegangi lututnya yang memar.

Di bawah, Papa Bagas dan Mama Hana yang sedang berdiri gelisah di ruang tamu seketika tersentak mendengar teriakan histeris putranya.

"Astagfirullah! Ada apa di atas?!" seru Mama Hana panik.

Papa Bagas tak membuang waktu. Dengan raut wajah cemas dan penuh kecurigaan, pria paruh baya itu berlari kencang menaiki anak tangga, disusul Mama Hana dari belakang. Tepat di paruh tangga atas, mereka berpasah jalan dengan Zivana yang melangkah turun secara tenang namun dengan mata yang terus meneteskan air mata jernih.

"Ziva? Kenapa, Nak?! Kenapa Aidil teriak-teriak?!" tanya Papa Bagas menahan bahu menantunya.

Zivana menatap kedua mertuanya dengan tatapan penuh rasa iba dan jijik yang bercampur jadi satu. Ia hanya menunjuk ke arah pintu kamar utama yang terbuka lebar dengan ibu jarinya.

"Lihat sendiri saja, Pa... Ma... Lihat apa yang dilakukan anak kebanggaan kalian di dalam kamar."

Tanpa bertanya lagi, Papa Bagas menerobos koridor dan langsung mendobrak pintu kamar utama hingga membentur dinding dengan keras. Mama Hana menyusul tepat di belakangnya.

Dan pemandangan di dalam kamar itu seketika membuat waktu seolah berhenti berputar.

Aidil baru saja berhasil merangkak bangun dalam keadaan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek yang tak terpasang sempurna. Wajahnya pucat pasi bagai mayat, dengan peluh dingin membasahi seluruh tubuhnya. Sementara di atas ranjang yang berantakan, Stela sedang bersandar santai, menarik selimut katun hanya sebatas dada seraya menyunggingkan senyum tipis tanpa rasa malu sedikit pun.

"Astagfirullahaladzim..." bisik Mama Hana. Wanita tua itu memegang dadanya yang mendadak terasa dihantam godam besi. Matanya membelalak lebar, napasnya tercekat, dan seketika tubuhnya meluruh lemas ke lantai.

"AIDIL! KAMU... KAMU BEJAT!"

PLAK!

Sebelum Aidil sempat bersuara atau menutupi tubuhnya, Papa Bagas sudah menerjang maju dan mendaratkan satu tamparan yang teramat keras di pipi kanan Aidil. Kepala Aidil terlempar ke samping, dan darah segar merembes dari sudut bibirnya.

"ANAK BIADAB!" bentak Papa Bagas dengan suara bariton yang bergetar hebat oleh kemurkaan.

"Istrimu kembali ke rumah ini hanya untuk mengambil dokumen anak-anakmu, dan kamu... kamu malah berzina dengan wanita ini di ranjang rumah tanggamu sendiri?!"

"Papa... dengarkan Aidil dulu, Pa... Ini salah paham! Aidil khilaf, Pa!" ratap Aidil bersimpuh di kaki ayahnya, menangis meraung-raung seraya memegang celana ayahnya.

Papa Bagas menendang kaki Aidil hingga pria itu terlempar ke belakang.

"Khilaf kamu bilang?! Di depan mata istrimu sendiri?! Kamu lebih rendah dari binatang, Aidil!"

Stela di atas ranjang mendecih pelan, lalu membuka suara dengan nada santai yang memprovokasi.

"Papa Bagas, tidak usah dramatis begitu. Saya dan Aidil ini saling mencintai. Zivana saja yang terlalu sok suci..."

"TUTUP MULUTMU, WANITA IBLIS!" sergap Papa Bagas, menunjuk muka Stela dengan telunjuk yang gemetaran hebat.

"Kamu yang dulu menelantarkan cucu-cucuku demi pria kaya lain dan beralasan ingin mengejar karir. Memangnya aku tak tahu apa yang kamu lakukan selama ini di luaran sana, Jalang?, dan sekarang kamu datang lagi mengotori rumah ini?! Keluar kamu dari rumah ini sebelum saya seret kamu telanjang ke jalanan!"

Mama Hana menangis histeris di ambang pintu, menatap Aidil dengan tatapan kehancuran seorang ibu yang merasa gagal total.

"Mama menyesal... Mama menyesal pernah melahirkan anak iblis seperti kamu, Aidil! Kamu membuang malaikat seperti Zivana demi bangkai seperti wanita ini!"

"Kamu tak pernah mau membuka mata, Aidil! Dia itu bukan wanita baik-baik. Bahkan kamu tahu sendiri alasan dia pergi meninggalkan kamu dan anak-anak yang masih kecil? Apa kamu benar-benar bodoh memberikan kesempatan kepada wanita manipulatif itu untuk kembali? Apa kamu yakin dia bisa menjaga Khaisar dan Amora seperti yang di lakukan oleh Zivana selama ini? Astaghfirullah! Kamu akan menyesal, Aidil!"

1
nely_48
pst curiga lah semua org jg,, OG tiba-tiba jd staf khusus pemasaran,, coba dr awal ngelamar bkn d posisi OG mh ga akan rameh
Ma Em
Zivana kamu hrs berani melawan orang2 yg iri pada Zivana jgn takut karena kalau Zivana diam dan takut mereka akan semakin berani untuk merendahkan Zivana .
nely_48
astagfirullah Thor,, jgn libatkan anak² dong kak, please 🙏🙏🙏
ga tega ak sm khaisar terutama Amora 😭😭😭😭
kpn s strla kena azab jatuh tisoledat nya, biar dia keguguran n lumpuh, bayi itu lahir jg kan bkn anak aidil ini,, dr pd stela hidup hanya menyiksa khaisar n Amora lbh baik buat lumpuh az sih
Elina thea
pembelaan Melvin terhadap ziva masih kurang...harusnya jelaskan juga riwayat pendidikannya dan awal gimana ziva naik pangkat.
sunaryati jarum
Dimanapun orang iri dengki tidak mau menerimanya.kekalahan,dan tidak suka akan keberhasilan orang lain itu banyak.Zivana kamu sudah mengalami banyak hal,pasti bisa melampaui
Elina thea
si Aidil ini gak guna jadi laki ...kurang tegas dan plin plan,pdhl dia bisa kok laporin istri sirinya ke polisi atas penelantaran dan penyekapan anak,tapi dia malah nangis gak guna...kamu tuh dah gagal jadi suami, setidaknya jangan sampai gagal jadi ayah.
Oma Gavin
kirim anakmu ke ortu mu aidil sebelum mereka berdua mati ditangan stela laporkan perbuatan stela ke polisi biar dia mendekatkan dipenjara, sekarang kamu baru nyesel setelah kere dan ditinggal siva, mantan istri tercinta mu ternyata iblis
Lee Mba Young
akhir nya miskin juga aidil.
mama
biadap emang ini org,setan macam itu dibawa pulang..
sunaryati jarum
Itu ibu atau iblis kok bunting lagi,itu benar anak Aidil atau hasil dari pria lain lalu njebak Aidil yang imannya dan kesetiaannya setipis tisu
Inarrr Ulfah
aidil nunggu sampe kaisar sama amora mampus dulu di tangan ibu kandung nya baru sadar
Talnis Marsy
masak pembantu nya gak punya hp apa ya,kan bisa tlpn Aidil
nely_48
semoga allah kasih azab buat stela jatuh tisoledat trs keguguran n lumpuh,,, mitamit jabang kebo ih pd stela
sutiasih kasih
aidil... km mndinh pke rok deh...
jdi laki kok banci amat😅😅😅
nely_48
bersinarlah zivana,,, awali hidup dgn status br mu,jgn lupa bahagia lah trs
Lee Mba Young
Berarti ortu aidil gk punya kuasa, buktinya gk bisa memiskin kn aidil kan. stela yg berkuasa.
kl ortu berkuasa bisa memiskin kn aidil pasti bisa melindungi khaisar Dan amora.
buktinya mereka gk bisa melindungi khaisar Dan amora.
apa hati mereka gk merasakan pnderitaan cucunya ya.
Lee Mba Young
khaisar sdh besar kn, hrse kabur lah bawa adikmu ke rumah nenek.
Oma Gavin
memang rumah orang kaya ngga ada cctv nya ? tinggal cek cctv aja keburu mati mereka berdua, stela itu sakit jiwa psikopat gendeng
Oma Gavin: ketutup selangkangannya stela 🙈
total 2 replies
Elina thea
ada yah ibu kayak Stela,gak punya hati...
sunaryati jarum
Bicaramu kasar amat ,sama pegawai yang lebih tua,Tuan Melvin.Isi perkataan anda tidak salah ,cuma penyampaian yang kurang menghormati orang yang lebih tua walaupun bawahan.Tapi ternyata pak Roni juga gitu meremehkan orang dari status pekerjaan.Semoga analisis yang dipaparkan nanti benar-benar benar membuat perubahan terhadap peningkatan konsumen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!