Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:375.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

"Kamu mau datang ke sidang mediasi itu, Nay?" tanya Dara sambil mengunyah sepotong roti. Mereka duduk santai di ruang makan apartemen Naya, siang itu terasa hangat diselingi suara lalu-lalang kota dari jendela terbuka. 

 Naya tersenyum lembut, menatap piringnya. "Enggak, Dar. Lusa aku sudah harus berangkat ke Australi." 

 Dara mengerutkan dahi, ekspresinya berubah khawatir. "Kamu yakin mau lanjut kuliah di sana? Terus, gimana dengan biayanya? Kan kamu belum mulai kerja apa-apa." 

 Naya menatap Dara, tenang. "Aku dapat beasiswa, Dar. Dan aku juga sudah kirim lamaran kerja. Jadi, semuanya sudah direncanakan." 

 Dara mengangguk pelan, mengerti. "Iya, kamu memang pintar, pasti bisa. Oke deh, biar nanti urusan di sini aku dan Adrian yang handle. Tapi gimana soal harta gono-gini? Kamu harus hadir di sidang itu, kamu tahu kan, kalau enggak kamu bisa nggak dapat apa-apa." 

 Naya menatap serius ke depan, jari-jarinya sedikit mencengkeram meja. "Untuk itu, aku pasti akan urus. Aku enggak akan membiarkan wanita itu menikmati semua harta yang seharusnya bukan miliknya." 

 Dara tersenyum kecil, menyimpan semangat di balik sorot matanya. "Bagus, Nay. Kamu harus kuat."

Mereka berdua terus mengobrol sambil makan, sesekali terdengar tawa riang mengisi ruang makan itu. Pertemuan dengan Dara seolah memberi angin segar buat Naya yang sedang diliputi masalah. 

 "Naya, serius nih, setelah kamu resmi jadi janda, kamu mau nikah lagi nggak? Kebetulan Adrian juga masih jomblo, lho," goda Dara sambil mengedipkan mata, menaik-turunkan alis dengan ekspresi nakal. 

 Naya menggeleng malas, memutar bola matanya. "Padahal sidang cerai aku aja belum selesai, tapi kamu sudah bertanya seperti ini" 

Dia menghela napas panjang, kemudian menambahkan, "Aku takut, Dar. Belum siap mikirin yang namanya nikah lagi." 

 Dara menatap Naya dengan lembut, "Santai aja, Nay. Waktu untuk diri sendiri juga penting. Nggak usah dipaksa. Aku cuma pengin kamu tahu, kamu nggak sendiri."

"Ayo, habis ini kita jalan-jalan, yuk! Mumpung suamiku nggak di rumah," Dara berkata sambil tertawa kecil, matanya berkilat penuh ajakan.

Naya mengangkat alis, sedikit penasaran, "Eh, kamu nggak takut dimarahin Brian, ya?"

Dara cuma cengengesan, santai banget, "Mana berani dia marahin aku? Nanti malem bisa-bisa nggak aku kasih jatah, nih."

Naya tertawa pelan, lalu menggelengkan kepala. "Hahaha, untung kamu ya, Dar. Suami kamu nggak patriarki, beda banget sama aku. Brian tuh baik banget sama kamu, selalu kasih kebebasan."

Dara mengangguk, senyum merekah di bibirnya, "Iya, aku beruntung banget punya Brian yang pengertian kayak dia."

Naya menarik napas lega, "Beneran deh, kadang aku iri lihat hubungan kalian. Tapi aku juga bahagia melihat kamu di ratukan sama suami mu" ucap Naya. Ada rasa iri yang tersimpan di dalam hatinya. 

Dara menggenggam tangan Naya erat, "Santai aja, Nay. Kamu juga pasti bisa menemukan yang cocok kok, asal sabar dan yakin sama diri sendiri." Naya tersenyum kecil, hati terasa hangat mendengar kata-kata sahabatnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Usai makan siang, Naya dan Dara memutuskan untuk berjalan-jalan ke mal. Selain ingin melihat-lihat dan cuci mata, Naya juga perlu membeli beberapa pakaian untuk persiapannya pindah ke Australia dalam waktu dekat.

“Jangan lupa cari jaket yang hangat. Katanya di sana cuacanya bisa berubah-ubah,” ujar Dara sambil menggandeng lengan Naya.

Naya hanya tersenyum tipis. Pikirannya masih dipenuhi banyak hal. Kepindahannya ke Australia seharusnya menjadi awal baru, jauh dari segala masalah, kenangan buruk, dan terutama dari suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan.

Sesampainya di lantai dua, mereka masuk ke sebuah toko pakaian yang cukup besar. Naya mulai memilih beberapa kemeja dan mantel, sementara Dara sibuk mencari pakaian untuk dirinya sendiri.

Namun, baru beberapa langkah masuk, Naya tiba-tiba berhenti.

Tatapannya terpaku pada seorang perempuan yang sedang berdiri di dekat rak pakaian. Perempuan itu mengenakan gaun sederhana berwarna krem, dengan rambut panjang yang tergerai rapi. Wajahnya yang begitu angkuh, ketika berhasil merebut suaminya darinya.

Liza bersama ibunya juga berada di toko yang sama dengan Naya.

Jantung Naya berdegup lebih cepat. Tangannya yang sedang memegang sebuah jaket mendadak terasa lemas.

“Nay, kenapa?” tanya Dara, menyadari perubahan sikap sahabatnya. Naya tidak langsung menjawab. Matanya masih tertuju pada Liza dan ibunya. 

Liza yang merasa di tatap seseorang, akhirnya menoleh. Pandangan mereka pun bertemu.

Untuk beberapa detik, keduanya hanya saling diam.

Liza tampak terkejut. Wajahnya yang semula tenang perlahan berubah emosi. Ia jelas tidak menyangka akan bertemu Naya di tempat itu.

Dara mengikuti arah pandangan Naya. Begitu menyadari siapa perempuan tersebut, alisnya langsung berkerut. "Dia wanita sundel itu?” bisiknya.

Naya mengangguk pelan.

“Liza?” tanya Dara lagi, kali ini dengan nada menahan emosi.

Liza menggenggam erat tas di tangannya. Ia tampak kesal dengan hinaan yang Dara berikan. 

Sementara itu, berjalan mendekatinya."Hai Liza, kamu di sini juga” ucap Naya dengan suara tenang, meskipun dadanya terasa sesak.

Liza menelan ludah. “mbak Naya…”

“Tenang saja. Aku tidak akan membuat keributan di sini,” lanjut Naya. “Aku hanya ingin memastikan satu hal.”

Liza berdiri tegak seolah menantanya Naya, "Apa?" Tanyanya dengan wajah angkuh.

“Selama ini, kamu tahu kalau dia masih suamiku, kan?” tanya Naya.

Suasana di antara mereka mendadak terasa berat. Beberapa pengunjung mulai melirik, tetapi Naya tidak peduli. Selama bertahun-tahun, ia sudah terlalu sering menahan sakit seorang diri.

“Aku tahu,” jawab Liza sambil tersenyum.

Jawaban itu membuat Dara mengepalkan tangannya. Namun Naya hanya tersenyum kecil, senyum yang lebih mirip kepasrahan daripada kebahagiaan.

“Bagus. Akhirnya kamu menagakuinya"

“Mbak Naya, aku—”

“Tidak perlu menjelaskan apa pun,” potong Naya. “Kau tahu kan sebentar lagi aku dan Aslan akan bercerai?"

Liza terdiam.

Naya menatapnya untuk terakhir kali. “Jadi, mulai sekarang, kalian bebas. Aku juga.”

Setelah mengucapkan kalimat itu, Naya berbalik meninggalkan Liza. Di tempat ini akhirnya Naya berani berbicara berdua dengan Liza, tanpa drama yang mereka buat. Ketika ada suaminya, perempuan itu akan mefitnahnya. Tapi di sini, di toko pakaian ini Liza dan ibunya tidak berani berbuat yang aneh-aneh, karena semua orang melihatnya.

Dara segera menyusul sambil menggenggam tangannya.

“Nay, kamu tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Naya menarik napas panjang. Matanya mulai berkaca-kaca, tetapi ia berusaha menahannya.

“Aku tidak apa-apa,” jawabnya pelan. “Mungkin pertemuan ini memang harus terjadi sebelum aku benar-benar pergi.”

Di belakang mereka, Liza masih berdiri terpaku. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa kepergian Naya bukan sekadar akhir dari sebuah pernikahan, melainkan awal dari kehidupan baru yang mungkin tidak akan pernah bisa mereka ganggu lagi.

1
Night Watcher
di atas, aslan sbg ceo, didesak oleh direktur utama agar aslan nonaktif.
sekarang aslan sbg direktur utama, didesak agar nonaktif.
yg bener yg mana jabatan aslan?
Night Watcher
perusahaan punyamu lan, kamu yg mbangun, kenapa tunduk pd org² yg cuma pekerja?
yg ada mereka mentok mengundurkan diri atau keluar dr pekerjaan..😇
Marina Tarigan
semoga kamu dan bayi sehag terus dsn suami siagamu ber tambah2 mencintaimu dan bernuang menjadi suami siaga utk menhhapus lukamu dulu Naya
Marina Tarigan
meninggal dlm kancah dosa semoga bayimu jafi anak soleha nanti tdk mengikuti jejak ibunya yg hina
Marina Tarigan
aslan taya hidupmu kembali dan menjadi pribafi yg lebih baik
Lioniwati Ben
dasar perempuan sundal otaknya udah konslet udah dpt lakinya msh mau hak istri sah nya dasar perempuan sundal
Marina Tarigan
perbuata arogan kamu bertiga adalah hadiah paling besar buat kebangkitan Naya yg kalian hi na sangat kasar tanpa hati jadiah yg setimpal pd Aslan Lisa Tianti yh serakah
Marina Tarigan
baguslah lida sdh meninggal lisa wanita serakah otoriter menganggap dirinya paling benar menyakiti sesama wanita tdk punya hati memaksa tempat sakral suami istri Naya dan mengusir Naya lebih dari pembantu daro rmhnya semdiri perbuafan keji yg tdk bisa dimaafkan Aslan kamu berpetan penuh menyakiti istri sahmu Naya yg penuh air mata sampai kami tampar demi pelacur itu sekarang berbalil pdmu Adlan sampai hancur lebur Naya sekarang diratukan oleh Erlan sang suami yg punya sehala kehormatan kekayaan lekuasaan yg tdk bisa kamu lawan kamu kejam dan tdk punya hati pd istrimu sendiri yv pintsr dan penurut kamu sia2kam nikmati kehancuranmu dan bertobatlah demi masa depanmu
irma hidayat
cerita yg bagus
fatmiatun sahono
maaf ortu nya Aslan TDK ada ya....
fatmiatun sahono
cuma karena Naya hrs berkorban begitu besar. itu kan pengorbanan Erlan Aslan satu cinta satu marah. setipis plastik perbedaan nya. dampak nya luarr biasa....🙏 tinggal sedikit lagi ya tamat...🙏💪💪💪💪
fatmiatun sahono
heran....nikah siri itu emang dpt hak ya....
fatmiatun sahono
bukan jaim. bodohhhhh
Lioniwati Ben
terima salah Aslan
udah lah
mengalah aja lbh terhormat loh
drpd bikin rencananya busuk pdhal km yg busuk dr awalnya kg
Susi Yanti
sukurin.....
emang enak ngerebut milik org lain ?, diawal emang yg nampak sorga,namun waktu berjalan melintasi indahnya,selamat dtg kemasa sulit....
Cicih Sophiana
eh Naya tunjukan ke si Aslan klo kamu kuat kamu bisa melawan... jgn cuma nangis doang...
Cicih Sophiana
Naya kamu payah ah...
Lioniwati Ben
mencintaimu dalam senyap ath yah Erlan 👍 brarti tulus sih cinta Erlan utk nara
Night Watcher
sebenarnya posisi yg lebih tinggi di perusahaan itu apa ya? CEO atau direktur?
fatmiatun sahono
yahhhh sy pengen baca novel , setelah pergi de suami nya trus ketemu jodoh yg notabene bule tp maaf🙏muslim . yg konon bule nya bucin amat ma org indo. pasti romantisass....semngat Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!