Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Mengusahakan Kesehatan Masyarakat

"Kamu kenapa?" Tanya Komandan Kaivan saat melihat wajah Sisil yang memerah. Gadis itu juga terpejam saat ia memakaikan sabuk pengaman.

"Gak apa-apa, Ndan, eh, Mas." Jawab Sisil.

"Sakit?" Tanya Komandan kaivan sambil menyentuh dahi dan pipi Sisil.

"Enggak kok, Mas. Saya baik-baik aja." Jawab Sisil dengan wajah yang meyakinkan.

Komandan Kaivan hanya mengangguk. Ia kemudian melajukan mobilnya keluar dari Markas Batalyon. Di perjalanan, seperti biasa, Komandan Kaivan dengan sabar mendengarkan celotehan Sisil yang seolah energinya tak pernah habis untuk berbicara.

"Kok diem, Sayang?" Tanya Komandan Kaivan saat Sisil terdiam beberapa saat sambil menatap jalanan di depannya.

"Berasa lagi mendongeng kalo ngomong sama kamu, Mas." Jawab Sisil.

"Kalo gak di tanya, gak ada responnya. Tapi anehnya saya tetep sayang." Imbuh Sisil yang membuat Komandan Kaivan tersenyum.

"Saya juga bingung harus ngomong apa dan bagaimana menanggapinya." Jawab Komandan Kaivan.

Sisil lalu menoleh ke arah Komandan Kaivan. Ia mengamati setiap lekuk wajah tampan pria di sampingnya. Otaknya penuh dengan berbagai macam pertanyaan yang sungkan untuk ia sampaikan.

Yang ada di pikiran Sisil, pasti ada sesuatu yang membuat Komandan Kaivan jadi sependiam ini. Pria itu seolah sedang membangun benteng besar pada dirinya untuk menjaga sesuatu di dalamnya. Entah apa yang sedang ia jaga, hingga ia tak ingin ada orang yang mengetahuinya.

"Mas, kayaknya terlalu formal kalau kita biacara dengan sebutan saya. Kita ganti jadi aku aja, ya." Ujar Sisil.

"Iya, Sayang." Jawab Komandan Kaivan yang menurut Sisil sudah menjadi templete setiap ia menyampaikan usulan.

"Mas apa dari dulu memang pendiam seperti ini?" Tanya Sisil.

"Iya, aku memang cukup pendiam." Jawab Komandan Kaivan.

"Termasuk ke orang tua Mas juga?" Tanya Sisil yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Apa ada sesuatu yang mau Mas ceritakan ke aku?" Tanya Sisil yang membaca raut wajah berbeda dari Komandan Kaivan.

"Gak ada, Sayang." Jawab Komandan Kaivan. Ia tersenyum sambil mengusap kepala Sisil.

Bukannya tak tau maksud dari gadisnya. Komandan Kaivan sebenarnya tau kemana arah pembicaraan Sisil. Namun, ia masih enggan menceritakan pada kekasihnya itu. Suatu saat nanti, pasti akan ia ceritakan jika waktunya sudah tepat.

"Jadi, siapa yang akan kita temui nanti?" Tanya Komandan Kaivan. Tentu saja ia ingin mengalihkan pembicaraan agar Sisil tak semakin bertanya-tanya.

"Wakil Kepala Dinas dan beberapa stafnya, Mas. Kami sudah atur pertemuan di ruang Kepala Dinas." Jawab Sisil.

"Mas temani aku sampai selesai, kan?" Tanya Sisil kemudian yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Mas, aku mual deh." Keluh Sisil tiba-tiba.

"Karena jalannya, ya?" Tanya Komandan Kaivan yang di jawab anggukan oleh Sisil.

Rute yang mereka lewati adalah jalanan batuan yang membuat mobil terus bergoyang. Belum lagi jalanan itu adalah jalan turunan yang meliuk-liuk khas jalan pegunungan.

Berbeda dari jalur menuju ke Markas Kodam yang sudah lebih bagus, Jalan menuju Kantor Dinas ini memang rusak parah. Jalur yang mereka lewati memang berbeda dan lebih jauh menuju ke Kantor Dinas Kabupaten ketimbang ke Markas Kodam Provinsi.

"Mau minum dulu?" Tawar Komandan Kaivan yang di jawab anggukan oleh Sisil.

Komandan Kaivan kemudian menepikan mobilnya. Ia segera mengambil botol air mineral dan membukanya, kemudian ia berikan pada Sisil. Sisil meminum perlahan air mineral pemberian Komandan Kaivan untuk meredakan mual.

"Kamu gak bawa obat mabuk perjalanan?" Tanya Komandan Kaivan yang dijawab gelengan oleh Sisil.

"Aku gak pernah mabuk perjalanan, sebelumnya, Mas. Baru kali ini karena jalanan yang parah kayak gini." Keluh Sisil.

"Memangnya gak ada jalur lain, Mas?" Tanya Sisil kemudian.

"Gak ada, Sayang. Cuma ini satu-satunya jalur menuju kesana dari Markas Batalyon." Jawab Komandan Kaivan.

"Pantes aja kalau Nakes malas ke Desa. Jalur yang di lewati saja seperti ini. Belum lagi karena wilayahnya juga rawan." Ujar Sisil yang hanya di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Mau lanjut jalan?" Tanya Komandan Kaivan kemudian. Ia tak ingin datang terlambat di pertemuan mereka pagi ini.

"Iya, Mas." Jawab Sisil. Ia kemudian berkomat-kamit untuk membaca doa, memohon kelancaran dan berdoa supaya rasa mualnya reda agar ia tak menyulitkan Komandan Kaivan.

Untungnya, mereka sampai tepat waktu di Kantor Dinas. Kedatangan mereka berdua pun di sambut dengan hangat. Sisil bersama Wakil Kepala Dinas dan beberapa stafnya, membicarakan mengenai pengajuan Sisil dengan santai. Kantor Dinas pun sangat menerima dan siap mendukung. Mereka akan menyiapkan sarana dan prasarana juga makanan bergizi yang akan di kirimkan setiap bulan pemeriksaan.

Komandan Kaivan pun menyanggupi untuk mengawal perjalanan staf yang akan mengantar segala keperluan ke wilayah. Pembicaraan hari itu pun akhirnya selesai tepat pada jam makan siang dengan hasil yang memuaskan untu Sisil.

"Bahagia sekali." Ujar Komandan Kaivan sambil mengusap kepala belakang Sisil.

"Banget, banget, banget, Mas!" Jawab Sisil. Gadis cantik itu tak henti menyunggingkan senyuman karena merasa sangat bahagia.

"Makasih ya, Mas, karena sudah mau memfasilitasi keamanan untuk sarana dan prasarananya." Ucap Sisil.

"Sama-sama, Sayang." Jawab Komandan Kaivan yang ikut tersenyum karena tertular kebahagiaan gadis di sampingnya.

"Kita makan siang dulu, ya. Sekalian beli obat supaya kamu tidak mabuk perjalanan lagi." Ujar Komandan Kaivan yang membuat senyum Sisil tiba-tiba luntur.

"Kenapa, Sayang?" Tanya Komandan Kaivan saat melihat senyuman Kekasihnya yang mendadak lenyap.

"Mas kenapa ngingetin aku sama perjalanan kita sih, Mas? Bayanginnya aja aku udah lemes." Keluh Sisil.

"Mau bagaimanapun, tetap harus kita lalui, kan? Jadi lebih baik kita berjaga-jaga." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Sisil mengangguk.

Komandan Kaivan kemudian mengajak Sisil makan di salah satu Rumah Makan yang cukup terkenal di sana dengan menu bakarannya.

"Menu sederhana kayak gini, mahal banget ya, Mas." Kata Sisil setelah pelayan membawa catatan pesanan mereka ke dapur.

"Kalau di tempat asal kita, udah dapet makanan yang lebih mewah lagi." Imbuhnya.

"Beda dong, Sayang. Di Wilayah yang sulit di jangkau seperti ini, kebutuhan bahan pokok jelas jauh berbeda harganya. Makanya biaya hidup di sini sangatlah mahal. Harga satu mangkuk bakso receh di wilayah kita, cuma dapat dua butir telur di sini." Jawab Komandan kaivan yang di sambut anggukan setuju oleh Sisil.

"Tapi masyarakat di sini benar-benar hebat. Mereka bisa bertahan dengan biaya hidup yang sangat luar biasa ini." Ujar Sisil.

"Tapi, karena itu juga mereka selalu berda dalam belenggu kemiskinan. Pendapatan yang merek dapatkan, masih tidak sesuai dengan harga kebutuhan bahan pangan." Jawab Komandan Kaivan.

"Makanya hampir setiap hari, ada saja anak-anak yang datang ke Markas Batalyon untuk menukar hasil kebun dengan bahan makanan pokok." Imbuh Komandan Kaivan.

"Iya! Kemarin saja Markus datang menukar dua buah Nanas dengan tiga bungkus mie instan." Kata Sisil dengan wajah sedih.

"Padahal, nanasnya besar sekali dan sangat manis. Kalau di tempat tinggal kita, sudah pasti di hargai mahal dan bisa untuk beli sepuluh bungkus mie instan." Celoteh Sisil yang ditanggapi dengan anggukan oleh Komandan Kaivan.

Visual Komandan Kaivan dan Dokter Sisil

1
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!