Serena mati tersambar petir saat bermain hujan di tengah malam karena bosan, Serena berpikir dia akan ke alam baka. Siapa sangka jiwa Serena malah masuk ke tubuh seorang gadis bernama Serena juga, seorang gadis malang yang dikorbankan keluarganya sebagai pengganti kakaknya untuk menikahi seorang mafia kejam untuk melunasi hutang.
Sebagai seorang pecinta dunia mafia, Serena sangat menikmati hidupnya didunia baru ini. Serena berencana akan memikat hati mafia kejam itu hingga jatuh ke pelukannya.
Bagaimana kehidupan Serena di dunia ini, apakah Serena mampu meluluhkan hati sang mafia? Ataukah Serena malah menjadi mainan mafia itu sendiri?. Stay tune!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dihadang Serigala
Suasana di dalam area hutan belakang mansion semakin meredup seiring matahari yang perlahan tenggelam di balik ufuk barat. Di sebuah lapangan terbuka kecil di dalam lebatnya pepohonan, Calum dengan sabar membimbing Serena mempraktikkan teknik dasar memanah.
Yang mengejutkan, di luar dugaan siapapun bahkan Calum sendiri, Serena ternyata jauh lebih cepat tanggap dan memiliki bakat tersembunyi dalam memanah ketimbang menembak. Anak panah yang dilepaskannya melesat mulus dengan akurasi yang luar biasa tinggi. Dan target sasaran yang mereka gunakan untuk berlatih bukanlah papan target biasa, melainkan mayat-mayat manusia pengkhianat yang digantung di dahan pohon, yang masih tetap diyakini bulat-bulat oleh Serena sebagai boneka manekin peraga latihan.
"Tarik busurnya sedikit lagi ke belakang, Nyonya, lalu lepaskan dengan stabil," instruksi Calum tenang.
Syuuung! Thub!
Anak panah melesat cepat dan menancap tepat di bagian kepala manekin gantung di hadapan mereka.
Serena langsung melompat girang, bertepuk tangan antusias. "Wah, lihat itu, Calum! Aku kena tepat di kepalanya lagi!" serunya bangga luar biasa.
"Ternyata memanah ini jauh lebih menyenangkan daripada menembak pakai pistol! Kamu lihat sendiri kan tadi? Aku beberapa kali mengenai kepala manekin nya. Wah, kalau itu manusia asli di dunia nyata, sudah pasti dia akan langsung meninggal seketika!" ucap Serena sambil bergidik ngeri membayangkan ketepatan bidikannya sendiri, yang langsung dibalas oleh Calum dengan senyuman tipis yang sangat singkat.
Andai saja Serena tahu yang sebenarnya—bahwa target yang baru saja dipanah tepat di kepalanya adalah mayat manusia sungguhan dan bukan manekin, gadis itu pasti sudah menjerit histeris ketakutan setengah mati hingga pingsan di tempat.
Mengingat hari yang semakin gelap dan kabut malam mulai turun menyelimuti hutan, Calum memutuskan untuk menyudahi sesi latihan.
"Sepertinya latihan hari ini sudah cukup, Nyonya. Hari juga sudah mulai gelap, sebaiknya kita segera kembali ke mansion sebelum gerbang perbatasan ditutup," ucap Calum sopan sambil membereskan sisa perlengkapan panah.
"Sayang banget padahal masih seru," gerutu Serena manja, namun ia tetap menurut dan mengekor rapat di samping Calum untuk berjalan keluar dari hutan.
Baru beberapa langkah mereka menyusuri jalur setapak yang remang-remang, langkah Calum mendadak terhenti. Pria berambut putih pucat itu menajamkan pendengarannya. Telinganya menangkap suara gemerisik ranting patah dan napas memburu yang bergerak cepat mendekati arah mereka dari balik semak-semak.
"Nyonya, tetap berada di samping saya dan jangan bergerak!" perintah Calum dengan suara rendah namun tajam, refleks memasang kuda-kuda kokoh sambil mencabut pistol dari balik pinggangnya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya bersiap siaga dengan pisau taktis.
Mata tajam Calum mengawasi sekeliling dengan waspada. Dan benar saja, dari balik kegelapan rimbunnya pepohonan, sesosok bayangan besar melompat keluar, disusul oleh bayangan-bayangan lainnya. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar tujuh ekor serigala liar berukuran besar muncul mengepung mereka. Dilihat dari postur tubuh, taring tajam, dan tatapan beringasnya, serigala-serigala itu adalah jenis serigala Alpha liar yang merupakan pemimpin kawanan di hutan dalam.
"CALUM! YA AMPUN, ITU APA?! AKU TAKUT!" pekik Serena histeris. Ia langsung melompat dan memeluk erat lengan kanan Calum, tubuhnya bergetar hebat ketakutan melihat deretan hewan buas berukuran raksasa di depan mereka.
Air liur tampak menetes dari mulut serigala-serigala tersebut, menandakan bahwa mereka tengah kelaparan akut. Bau amis darah dan aroma busuk dari mayat-mayat yang tergantung di atas pohon di sekitar hutan rupanya telah memancing penciuman tajam para hewan pemangsa itu untuk keluar mencari makan.
"Nyonya, dengarkan saya. Saya akan mencoba menghadang mereka, dan saat saya beri aba-aba, Anda harus lari secepat mungkin kembali ke arah mansion!" perintah Calum dengan suara mutlak tanpa bantahan.
Serena menggeleng kuat-kuat di balik lengan Calum, air matanya nyaris tumpah karena panik.
"Lalu kamu bagaimana, hah?! Kalau kamu tinggal sendirian dan dimakan oleh segerombolan serigala kelaparan itu bagaimana?!" tanya Serena bergetar hebat, dilanda rasa khawatir yang luar biasa meskipun pria di depannya itu sering berucap dingin padanya.
"Jangan pedulikan saya, Nyonya! Tugas saya adalah melindungi keselamatan Anda dengan nyawa saya!" jawab Calum tegas. Tanpa menunggu waktu lagi, Calum langsung menarik pelatuk pistolnya.
Dorrr!
Peluru pertama melesat akurat dan menembus tepat di titik vital kepala pemimpin serigala terbesar di depan. Hewan buas itu terpental ke belakang, jatuh ke tanah, dan langsung mati seketika tanpa sempat menerkam.
"LARI, NYONYA! SEKARANG!" bentak Calum keras, menembak satu serigala lagi untuk membuka jalur pelarian.
Mendengar teriakan penuh perintah itu, insting bertahan hidup Serena mengambil alih. Dengan jantung yang berdegup kencang seolah mau copot dari rongga dadanya, Serena melepaskan pegangannya pada lengan Calum. Tanpa berani menoleh sedikit pun ke belakang, gadis itu langsung berlari sekenceng-kencengnya menembus kegelapan hutan, mengikuti nalurinya meskipun ia tidak tahu pasti ke mana arah jalan pulangnya, sementara suara tembakan beruntun dan lolongan hewan buas terus menggema di belakang punggungnya.
Bersambung...
Serem juga sih kalau tiba-tiba dihadang oleh serigala.😱
cerita nya bagus thor, pliss jangan di hapus lgi kya 2 judul yg kemarin itu ya😔🤭🤔