Indonesia
NovelToon NovelToon
Reuni SMP

Reuni SMP

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:242.6k
Nilai: 5
Nama Author: pecintacokelattt

Gara-gara reuni SMP.

Nada yang memulai karirnya di ibukota harus rela bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalunya. Profesinya sebagai salah satu tim kreatif program di stasiun tv swasta, membuatnya sering kali terjun lapang demi mendapatkan informasi lebih tentang calon narasumbernya. Melalui profesinya, Nada mengenal berbagai tipe orang dari kalangan yang berbeda-beda, tak terkecuali 'dia', seseorang dari masa lalunya yang pernah berbagi cerita dengannya, kini telah sukses menjadi salah satu entrepreneur muda.

Mungkinkah takdir atau kebetulan semata?

"Reuni itu emang bahaya banget buat hati" (@ntsana_)

"Berawal dari reuni bisa berakhir dengan silaturahmi hati" (@kuahsayurasem_)

"Dibalik kata silaturahmi ada hati yang ingin reuni" (@DSYNC11)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecintacokelattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 - Mission Completed!

I loved you long before I had the guts to let you know.

-William Chapman

_______

"So, marry me, Nada Rinjani. You can say yes or of course, yes," ucap Andra yang sedari tadi menyamar. Nada yang terkejut dengan aksi Andra masih terdiam di tempatnya berdiri sampai Nando yang saat itu berdiri di dekat Nada menyenggol lengannya agar ia tersadar dari lamunannya. Nada terkesiap. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya.

"Sst, Nad. Sadar lo," bisik Nando yang tidak tahan lagi dengan keterdiaman Nada.

"Hah?" sahut Nada linglung.

"Hah, hoh, hah, hoh aja lo. Tuh, ditungguin sama Bang Andra," ucap Nando gemas dan menunjuk Andra dengan dagunya. Nada tak menjawab. Ia justru melihat crew lain yang berada dalam satu studio.

"Jani," panggil Andra dengan nada lembutnya. Tidak tahu saja Nada, Andra harus menahan malu ditonton seluruh masyarakat Indonesia dan akan lebih malu lagi jika lamarannya ditolak. Jangan lupa detak jantungnya yang berdegup kencang.

"Hmmm, of course yes," ucap Nada dengan senyum lebarnya. Andra yang mendengar jawaban dari bibir ranum Nada, langsung saja menghampiri Nada dan memeluknya. Tidak peduli sorot kamera yang mengikutinya.

"Makasih, sayang. Makasih," bisik Andra disela pelukannya dengan sang kekasih. Tak lama kemudian, Andra mengurai pelukannya dan mengambil kotak beludru yang selalu ia bawa kemana-mana. Sebuah cincin polos tapi tetap elegan, ia pasang ke jari manis kiri Nada. Setelahnya, ia mengecup jari manis yang telah dilingkari cincin tersebut.

"I love you, honey," ucap Andra seraya mencium kening Nada mesra. Nada terbawa suasana sampai-sampai kedua matanya ikut terpejam.

"Kita lanjut nanti," bisik Andra setelah menyudahi aksinya. Tak lupa kedipan mata ia tujukan pada Nada. Nada mengernyit tidak paham akan ucapan kekasihnya. Tak lama, Andra pamit dan meminta maaf kepada seluruh crew dan pengisi acara tersebut. Sebelumnya ia sempat berpesan pada kekasihnya bahwa dirinya akan menunggu untuk pulang bersama.

Jam tangan yang melingkar di pergelangan kiri Andra telah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Dirinya telah berada di dalam mobil selama 15 menit, karena sebelumnya Andra meminjam ruangan Damar untuk beristirahat sejenak. Hingga terdengar ketukan pada kaca mobilnya dan seseorang mulai memasuki mobilnya.

"Hai, sayang," sambut Andra saat kekasihnya yang tengah menyamankan duduknya. Nada yang mendengar sapaan Andra membalas dengan senyuman.

"Sudah?" tanya Andra memastikan setelah Nada memasang seatbelt.

"Udah," sahut Nada singkat tak lupa senyuman manisnya.

Andra pun mulai menjalankan mobilnya keluar dari kantor Nada. Suara radio menemani perjalanan mereka. Karena terlalu fokus terhadap jalanan, Andra menolehkan kepalanya ke samping untuk memastikan Nada karena sedari tadi tidak bersuara. Nyatanya, Nada tertidur begitu pulasnya. Andra yang tahu jika sedari awal kekasihnya terlihat capek, maka dari itu ia akan membawa Nada menginap di rumahnya. Dan sebelumnya Andra telah mengirim pesan kepada Melody.

Tak lama kemudian, mobil Andra memasuki carport di rumahnya. Setelah mematikan mesin mobilnya, ia bergegas keluar dan mengangkat Nada ala bridal style. Andra memasuki rumahnya yang tampak sepi. Lalu bagaimana ia bisa masuk? Pintu rumahnya didesain menggunakan finger print selain kunci manual. Oleh sebabnya, ia menyuruh ARTnya untuk beristirahat terlebih dahulu tanpa perlu menunggu sang majikan datang.

Setelah sampai di dalam rumah, Andra yang masih setia menggendong Nada bergerak menuju kamarnya di lantai 2. Memasuki kamarnya, Andra membaringkan Nada secara perlahan. Setelahnya, ia melepas sepatu dan atribut lainnya yang melekat di tubuh Nada, kecuali pakaian yang ia kenakan. Selesai dengan semua itu, Andra beranjak untuk mengambil kapas dan micellar water dari dalam tas Nada. Dengan sepengetahuannya, ia menuang cairan tersebut pada kapas dan mulai membersihkan make up di wajah Nada tanpa perlu mengusik tidurnya. Setelah bersih, Andra membuang kapas tersebut dan menyelimuti kekasihnya hingga sebatas dada. Tak lupa kecupan kening ia berikan sebelum menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sesaat kemudian, Andra keluar dari kamar mandi dan telah berganti dengan celana piyama tanpa atasan. Ia bergerak mendekati ranjang dan bergabung dengan Nada. Andra membawa Nada dalam dekapannya. Tak lupa merapikan rambut yang menutupi wajahnya.

"Have a nice dream, honey," bisik Andra dan sekali lagi ia memberikan ciuman dengan sedikit ******* pada bibir yang telah menjadi candunya. Merasa terusik, Andra segera melepas pagutan tersebut. Reflek, Nada melingkarkan tangannya pada pinggang Andra dan menyerukkan kepalanya di dada bidang milik Andra. Andra yang mendapat pergerakan semacam itu membuat dirinya mendekap erat Nada.

Cuitan burung saling bersahutan membuat sepasang anak Adam terusik dalam tidurnya. Sang perempuan menggeliat tapi merasakan beban berat menimpa perutnya. Posisi mereka saat ini dengan Nada yang tidur membelakangi Andra dan Andra yang merengkuh erat pinggang Nada. Beruntung Nada tidak terkejut karena aroma tubuh yang familiar.

Dengan hati-hati, Nada melepaskan rengkuhan Andra agar tidak mengusik tidur kekasihnya. Setelah berhasil lepas dan turun dari ranjang, Nada bergegas menuju kamar mandi. Tak lama kemudian, Nada keluar menggunakan bathrobe dengan kepala yang terbungkus handuk. Ia bergerak menuju lemari pakaian untuk meminjam kaos dan celana pendek milik Andra. Setelahnya, ia keluar masih dengan rambut yang terbungkus dan mendekati Andra yang masih terlelap di ranjang.

Cup.

Satu kecupan ia berikan pada bibir Andra. Kemudian ia bergegas turun untuk membuatkan sarapan. Memasuki dapur, ia bertemu dengan Bi Ati yang tengah mempersiapkan sarapan. Tak lupa Nada menyapanya.

"Pagi bi," sapa Nada.

"Eh, Non Nada. Pagi Non," sahut Bi Ati menoleh ke arah Nada.

"Ada yang bisa dibantu, non?" tanya Bi Ati.

"Enggak usah repot bi, biar Nada ambil sendiri. Untuk sarapan, biar Nada yang siapin," ucap Nada yang mulai mengambil alih pekerjaan Bi Ati.

"Eh? Non Nada duduk aja, biar bibi yang siapin," tawar Bi Ati.

"Enggak apa-apa bi, bibi kerjain yang lain aja. Biar Nada yang siapin sarapan," sahut Nada.

"Tapi beneran nih, non?" tanya Bi Ati cemas.

"Iya bi," sahut Nada dengan senyuman.

"Kalau begitu bibi tinggal dulu ke halaman belakang ya, non," pamit Bi Ati. Setelah Bi Ati berlalu, Nada mulai melanjutkan memasak untuk sarapan. Karena terlalu asik dengan masakannya, membuat Nada tak sadar jika Andra telah memperhatikan dirinya sejak tadi.

"Eh?" Nada terkejut ketika sebuah lengan kekar melingkari perutnya.

"Selamat pagi, sayang," ucap Andra dengan nada serak khas orang bangun tidur.

"Pagi juga, Ken," sahut Nada. Tangannya masih berkutat dengan peralatan masaknya.

"Kok kamu yang bikin sarapan?" ucap Andra yang masih setia memeluk Nada dari belakang. Ditambah dengan kecupan dan gigitan kecil pada tengkuk dan telinga Nada. Nada yang merasa terusik pun mematikan kompor dan membalikkan badannya sehingga ia kini berhadapan dengan Andra. Kedua tangan Andra masih setia melingkar di pinggang Nada.

"Udah deh, kamu jangan ganggu dulu. Biar cepet selesai masaknya," Nada mulai kesal dan bersedekap, memandang sengit Andra karena aksi jahilnya.

"Aku nggak mau sarapan itu," ucap Andra santai.

"Terus? Sarapan apa? Aku udah susah payah loh, bikinin menu sarapan buat kamu. Setidaknya kamu cicipi dulu sebelum ka--"

Cup.

Ucapan Nada terpotong karena terlebih dahulu dibungkam oleh Andra.

"Ini sarapan yang ku mau," ucap Andra dengan senyum manisnya. Disisi lain, Nada yang masih terkejut hanya mengerjapkan matanya. Karena terlalu lama tak mendapat respon dari Nada, Andra kembali membungkam bibir ranum Nada. Sempat menegang beberapa saat, setelahnya ia merasa rileks. Merasa posisinya tak nyaman, Andra mengangkat tubuh Nada dan secara refleks Nada melingkarkan kakinya layaknya bayi koala tanpa melepas pagutan keduanya. Andra beranjak dari dapur menuju kamarnya agar kegiatannya tidak terganggu.

Sesampainya di kamar, Andra merebahkan Nada secara perlahan ke ranjang. Jangan lupakan Andra yang masih setia tanpa atasan sehingga ia tak perlu repot-repot melepas baju. Posisi mereka saat ini, Nada yang berada dibawah kungkungan Andra. Pagutan yang awalnya lembut berubah menjadi panas hingga suara lenguhan dan decapan memenuhi kamar Andra. Kedua tangan Nada mengalung sempurna di leher Andra. Tangan kiri Andra menahan tubuhnya agar tidak menindih Nada sedangkan tangan kanannya perlahan masuk ke dalam kaos yang Nada kenakan. Awalnya ia meraba perut Nada kemudian merambat naik menuju dua gundukan yang menjadi favorit para lelaki.

Sejenak Andra melepas pagutan penuh gairah tersebut karena mendengar desahan dan melihat Nada dengan tatapan sayu.

"May I?"

1
Rahmaniar
suka
Nurma Yanti
cap cup cap cup aja bang andra
Eldusygkmu
mampir ah....
Rynnn
wahhhh Ternyata Novel nyaa Bagus bangettttttt 😍😍....Aku suka jln cerita nya..
pokoknya the best👏 ....
Bakalan kangen dengan kebucinan Andra❣️Nada.. Terima Kasih Author untuk Karyanya..
#sukses selalu 🌹✨
Irizka RA Yusuf
Suka sama ceritanya, partnya nggak pajang.
nggak ada konflik yg berlebihan. Semua serba pas, pas bucinya, pas manisnya cintany , pas part nya.
Terima kasih untuk cerita nya ya kak.
starlaa
lama ngejomblo, sekali nya punya pacar jdi dewasa bngt gaya pacaran nya..
starlaa
aku pikir kalo cuma 1-2 th. orng blm terlalu berubah secara fisik dll sih. yg udah 5-7 th aja masih ciren bnget loh ..bner deh
Aryana
dpt bgt ky bener² menceritakan kisah si penulis...keren kak
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Manggu Manggu
👍👍👍
Astria
emng rindu itu beratttttt....wes tau.....
Astria
ah....aku pernh merasaknya thorrrr y allah.jntungku....
Astria
sama sama mnunggu ni ktaknya
Devi Handayani
hot appetizer... gundulmuuu
sumpah ngakak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🧐
Devi Handayani
laahh si babang tamvan sudah gercep duluan dek.... kamu aja yg ndak tau heheh😁😁😁
Devi Handayani
klo jadi nada ... i will saya yes yes yes🥰🥰🥰
Devi Handayani
waduuhhh makin mendebarkan
Devi Handayani
eheemmmm ternyata mba nada nya juga cuka di ium ium ama si abang😁😍😁😍
Devi Handayani
iihh abang main cium cium ajaa🤭😏
Devi Handayani
ayo bang andraa kejar dong janinya.... sampai dapat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!