Indonesia
NovelToon NovelToon
Duplikat Daddy

Duplikat Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Disarankan untuk membaca Nikah Kontrak Dengan Duda 40+ karena semua cerita berawal dari sana.

Terlahir dari pasangan teraneh sejagad, Dizon Damarion dan Olivia, Darsh Damarion mengikuti jejak Papanya. Dia memang sangat tampan, cerdas, dan berwibawa walaupun usianya masih sangat muda yaitu dua puluh dua tahun.

Banyak wanita yang tertarik padanya, tetapi tak satu pun yang mampu meluluhkan hatinya. Hingga suatu hari, dia tak sengaja bertemu seorang gadis sederhana yang bekerja sebagai pelayan restoran. Gadis itu setiap pulang pergi bekerja selalu diantar mamanya.

Darsh tertarik pada gadis itu, tetapi agaknya sangat susah untuk mendapatkan informasi tentangnya.

Akankah Darsh mampu mendekati gadis itu? Bagaimana kelanjutan kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memperebutkan Jillian

Sesuai kesepakatan antara Darsh dan Papanya, tiga hari lagi akan diadakan penyerahan jabatan CEO kepadanya. Setelah berbalas pesan dengan Glenda, malam ini dia ingin pergi ke bersama sahabatnya.

Darsh mengirim pesan di Grup Chat mereka seperti biasa.

[Malam ini temui aku di Caribbean Cafe. Ada yang ingin dibicarakan.]

Beberapa sahabatnya mulai mengetik satu per satu.

[Urusan apalagi? Bukankah kamu sangat sibuk?]

Balasan pertama dari Max.

[Jangan banyak omong, Max. Ikuti saja!]

Frey membalas.

[Aku padamu, Darsh.]

Balas Owen.

[Justin mana?]

Tanya Darsh. Beberapa sahabatnya terlihat sangat santai sehingga mereka berbalas pesan dengan sangat cepat.

[Aku hadir, Darsh. Jangan khawatir, nanti malam kita semua akan berkumpul.]

Justin sebagai penutup obrolan mereka. Jangan salah paham, Grup Chat mereka hanya akan berbunyi jika salah satu ada yang penting. Tidak setiap detik mereka berbalas pesan. Bukan seperti Grup Chat pada umumnya. Mereka punya waktu tertentu untuk sekedar berkabar pesan karena mereka juga mempunyai kesibukan masing-masing.

"Done! Malam ini aku akan menyampaikannya pada Frey jika Papa sudah setuju untuk menerimanya," ucap Darsh yang sedang memilih baju di walk in closet. "Sekalian mengundang mereka untuk datang ke acaraku."

Malam ini Darsh tidak akan makan di rumah. Mamanya jelas mulai sangat sibuk karena harus mengurus keperluan putranya.

Selesai bersiap, Darsh menemui Mamanya untuk sekedar berpamitan. Wanita paruh baya itu pasti sedang sibuk di dapur.

"Ma, aku mau bertemu dengan teman-teman sekalian mengundang mereka untuk datang ke rumah," pamit Darsh.

"Iya, Darsh. Lebih cepat lebih baik. Oh ya, besok kamu jemput Grandma dan yang lainnya, ya? Mereka akan datang dengan penerbangan yang sama," pesan Mamanya.

Darsh tidak terkejut karena Papanya sudah memberitahukan sejak awal.

"Ma, Jillian akan datang juga?" tanya Darsh. Dia sengaja ingin tahu karena ada maksud tersembunyi dengan kedatangan gadis itu.

"Tentu saja, sayang. Dia yang paling antusias karena beberapa tahun tidak pernah datang kemari," balas Olivia.

"Baguslah kalau begitu. Aku pergi dulu, Ma," pamitnya.

"Kamu tidak makan di rumah, sayang?"

"Jangan tunggu aku, Ma. Aku pulangnya malam. Aku juga belum mengembalikan mobilnya Frey," balas Darsh yang langsung meninggalkan Mamanya.

"Hati-hati, sayang," teriak Mamanya yang masih bisa didengar jelas oleh Darsh.

"Ya, Ma," balasnya.

Bergegas Darsh masuk ke mobilnya Frey. Sekalian akan mengembalikannya di Cafe malam ini. Tak lupa, dia akan mampir ke tempat pengisian bahan bakar untuk mengganti yang telah dipakainya selama ini.

Rupanya Darsh sedikit terlambat. Pasalnya, Owen ternyata lebih dulu sampai di sana. Dia sudah masuk ke dalam Cafe dan memilih tempat yang sangat sepi dan jauh dari lalu-lalang orang yang kebetulan lewat.

"Kamu yang pertama, Owen," sapa Darsh.

"Aku baru saja sampai. Kupikir aku sudah terlambat, ternyata kalian belum datang," balasnya.

"Aku mampir ke suatu tempat terlebih dahulu." Darsh langsung duduk di samping Owen.

Menunggu ketiga sahabatnya membutuhkan waktu yang lumayan lama. Owen berinisiatif untuk memesan makanan dan minuman terlebih dahulu. Darsh juga menyetujuinya.

"Sudah semua, Owen?" tanya Darsh.

"Iya. Kuharap mereka lekas datang. Aku sudah terlanjur memesan makanannya," timpal Owen.

"Tak masalah. Kalau mereka tidak datang pun aku juga tidak akan menyesal. Justru mereka semua yang akan menyesal."

"Apa maksud ucapanmu, Darsh," sahut Max yang baru saja datang bersamaan kedua sahabatnya yang lain.

"Wah, rupanya keberuntungan berada dipihak kalian," goda Darsh.

Frey dan Justin yang paling penasaran. Max hanya menanggapinya biasa saja.

"Pasti tidak menarik!" sindir Max.

Lain halnya dengan Frey dan Justin yang sejak tadi mendengarkan semua ucapan Darsh.

"Baguslah kalau kamu tidak tertarik, Max. Aku juga tidak mengharapkan itu," balas Darsh.

"Kalian jangan bertengkar terus. Aku dan Frey sedang menanti kejutan Darsh," celetuk Justin.

Darsh menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya.

"Lusa aku mengundang kalian semua untuk datang ke rumah. Ada pesta kecil-kecilan untuk pengangkatan jabatanku menjadi CEO DD Corporation," ucap Darsh dengan lesu. Bukan karena dia tidak senang dengan jabatannya itu. Waktu untuk berkumpul bersama sahabatnya pasti berkurang.

Keempat sahabatnya menanggapinya biasa saja. Seperti tidak menarik untuk mereka.

"Sudah kuduga. Tanggapan kalian pasti biasa saja," ucap Darsh lagi.

"Kalau itu, kita semua tahu, Darsh. Bukan rahasia lagi, pasti akan ada acara penyerahan seperti itu," balas Owen.

"Baiklah. Besok aku akan menjemput Jillian. Apa kalian siap untuk bertemu dengannya?"

"What?" Tanggapan mereka berempat sungguh kompak sekali.

"Rupanya aku tidak menarik untuk kalian semua. Baiklah aku akan membatalkan kedatangan Jillian," goda Darsh.

"Jangan, Darsh. Kita semua pasti akan datang," ucap Max.

Max dan Justin dari dulu selalu menjadi orang yang memperebutkan Jillian. Padahal mereka belum pernah bertemu sama sekali.

"Hemm, aku berubah pikiran. Kalian tidak datang pun, aku tidak rugi. Justru malah aku puas mengobrol dengan Jillian tanpa gangguan kalian semua."

Sejenak mereka menghentikan obrolannya karena makanan yang dipesan Owen sudah datang. Mereka fokus untuk menikmati makanannya terlebih dahulu.

Justin orang pertama yang menyelesaikan makannya.

"Darsh, apa yang menjadi favorit Jillian? Aku pasti akan membawakannya. Katakan!" Justin ingin mencuri start untuk bersaing dengan Max. Walaupun Justin tahu, semua gadis akan lebih memilih Max dari pada dirinya.

"Tunggu Darsh selesai makan baru kamu bertanya lagi," timpal Frey.

"Ck, kamu sudah seperti asistennya Darsh saja, Frey," balas Justin.

Darsh baru saja selesai. Dia langsung menyambung pembicaraan antara Frey dan Justin.

"Memang Frey akan menjadi asistenku," sahut Darsh.

Owen dan Justin lantas menatap lekat wajah Darsh.

"Apa kamu bercanda, Darsh?" tanya Owen.

"Tidak. Papaku sudah menyetujuinya."

Frey langsung memeluk Darsh, membuat lelaki itu sangat risih dengan perlakuan Frey.

"Frey, jangan seperti ini. Aku jijik kamu peluk begini." Darsh mendorong Frey untuk mundur.

Frey langsung cengengesan menatap Darsh. "Maafkan aku, Darsh. Aku sangat bahagia mendengarnya."

"Hemm, hanya tersisa aku dan Owen saja," ucap Justin.

"Tentu saja tidak, Owen. Justru sebentar lagi Justin akan bekerja terlebih dahulu." Darsh sengaja membuat teka-teki lagi untuk sahabatnya.

"Apa kamu menyiapkan satu lowongan kerja untukku?" tanya Justin.

"Bukan aku, tetapi Om Felix. Bisa saja dia mengangkatmu menjadi CEO Damarion Corporation jika kamu berhasil menarik perhatian putrinya? Jangan sampai kalah dengan Jillian. Gadis itu bisa saja naik jabatan menjadi CEO," ucap Darsh.

Max tidak terima. Dia juga tertarik pada Jillian karena gadis itu sangat cerdas.

"Tidak bisa begitu, Darsh. Beri aku kesempatan juga. Aku akan bersaing secara sehat dengan Justin," pungkas Max.

Sepertinya acara di rumah Darsh tidak menarik tanpa kehadiran Jillian. Gadis itu belum datang saja sudah diperebutkan seperti ini. Bagaimana kalau dia hadir di tengah mereka? Akan menjadi seperti apa pesta pengangkatan jabatan Darsh yang digelar secara mendadak itu?

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

1
Ais NSP
DarshGlenda kisah yg unik, seru, persahabatan yg penuh suka duka dan cinta. ceritanya ringan dan mudah dipahami. makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyanya/Good//Heart//Rose/
Dk
nemangnya di sanan harus ya nikah awal?
Nurjanah Abdullah
indahnya persahabatan....
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Yuyum Ardiansyah
mantap ceritanya menarik
kavena ayunda
knp dizon gk setuju sih ma sean masalahnya apa
Arka Abian
wowww
Nur Inuhan
jodohnya Jillian adalah Justin jd JJ
uhuuyyyyyy
haiiizzzhhh ikutan tegang n erosi
uhuuyyyyyy
wong edan willow
uhuuyyyyyy
huaaa😭😭ikutan sedih
uhuuyyyyyy
frey
uhuuyyyyyy
anaknya diana
uhuuyyyyyy
justin...justin ..justin..justin
uhuuyyyyyy
thooooorrrr...ojo ngunu too ..kan gk asiik klo sedih trs
uhuuyyyyyy
hadeww....wis aq manut karo sliramu thooor😀😀
Yuli Astuty
sak karepmu lah Thor☺️☺️
Widhi Labonee
seneng.critanya ngalir kek keseharian..jd terbawa deh
Hani Hanifah
dars kaya suami aku dingin orangnya gk ada romantis2nya
Hani Hanifah: hahaha aamiin semoga saja tp entah kapan sekarang aja kira nikah udah mau 9thn dan sudah punya 1 anak tp sifatnya masih sama aja gk berubah,susah kadang bikin naik darah 🤭😁maaf jadi curhat🙏
total 2 replies
Anjhu Nurul
🥰😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!