"Andai waktu dapat di putar kembali,Aku ingin Kau tak pergi dari hidup Ku Von,,"
Vonny menatap Ku lama,,
"Tapi itu hal yang tidak ku ingin kan di dalam hidup Ku Juno!!
"Jika boleh memutar waktu Aku tidak ingin mengenal Mu apa lagi sampai jatuh hati pada Mu.
Kau yang membuang Ku,dan sekarang Kau yang mengemis pada Ku untuk kembali.
Tidak Kau ingat sakit nya Aku saat menghadapi sikap Mu yang semau nya???
Kata-kata itu yang jelas teringat di ingatan ku.Saat Vonny bertemu dengan ku kembali.
Aku akui Aku dahulu memang begitu jahat pada nya.Aku telah menyia-nyiakan gadis yang sangat mencinta i Ku.
Hingga akhir nya Aku sadar jika Memang Dia yang terbaik hadir di dalam hidup Ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adena_ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Aku tersenyum manis saat melihat Juno memberikan ku cokelat.
Aku rindu sekali dengan Juno ku yang manis seperti ini.Apa lagi Ia memberikan cokelat itu di depan wanita itu.
Itu berarti Ia tahu jika Juno sangat menyayangi ku.
Dan Aku berharap Ia tidak menganggu Juno ku lagi.
Aku harus yakin jika Juno ku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan wanita itu.
Walaupun mereka pergi berdua,Aku yakin jika Juno hanya melaksanakan perintah wanita itu.Juno pasti tidak akan bisa menolak karena Ia hanya seorang bawahan.
"Sayang,apakah nanti kamu bisa menjemput ku."Ucap ku pada Juno.
Aku berharap Ia mau menjemput ku nanti.
"Iya nanti Aku akan menjemput mu.Aku pergi dulu ya."Ucap nya pada ku.
Juno pun bergegas ingin pergi.
Karena wanita itu sudah membunyikan klakson mobil.
Pertanda meminta Juno cepat kembali ke mobil.
"Von,Aku pergi dulu ya.Seperti nya Bu Anita ingin cepat."Ucap Juno pada ku.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Angkuh sekali wanita itu,seolah-olah dia tidak pernah muda saja.
Aku pun menunggu Juno sampai Juno menghilang dari pandangan ku.
"Ciee,,yang senang banget di antar cokelat."Ucap pak satpa menggoda ku.
"Iya pak,senang banget Vonny jika Juno manis seperti itu."Ucap ku pada pak satpam sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Aku masuk kembali keruangan.Hal sederhana seperti ini saja sudah membuat aku senang.
Dengan hadir nya Juno tadi seperti vitamin untuk ku.Aku jadi bersemangat untuk bekerja.
Aku tidak sabar untuk menunggu sore nanti.Aku tidak sabar bertemu dengan Juno lagi.
******
Aku membereskan semua barang ku bergegas ingin pulang cepat.Aku sudah janji dengan Vonny akan menjemput nya.
Aku harus cepat pergi sebelum Bu Anita keluar ruangan.
"Juno,,sudah mau pulang?"Ucap Bu Anita pada ku.
Gawat,,dia benar-benar keluar.
Juno,,kamu harus bisa menolak nya jika Ia mengajak mu pergi lagi.
"Iya Bu,saya ada urusan hari ini."Ucap ku pada nya.
Aku harap Ia bisa mengerti dan tidak memaksa ku lagi untuk menemani nya.
Semakin hari aku semakin rasa jika Bu Anita seperti memanfaatkan ku.Dan juga aku agak risih dengan sikap nya sekarang ini.
Aku lebih suka jika Aku dan dia ada batasan.Tidak seperti ini.
"Oh,ya sudah hati-hati ya."Ucap nya pada ku.
"Iya Bu,saya duluan ya."Ucap ku berpamitan.
Lalu dia berkata lagi.
"Padahal tadi saya ingin mengajak mu makan malam dulu,tapi Kamu seperti nya sedang ada urusan mendesak sekali."Ucap nya memasang wajah kecewa.
"Iya Bu,saya sudah janji dengan pacar saya."Ucap ku jujur pada nya.
"Oh pantas saja.Ya sudah tidak apa Jun.Lanjut saja."Ucap nya pada ku.
Agak ketus Aku mendengar nada suara nya.Mungkin Ia sedikit marah pada ku.
"Iya Bu,kunci mobil saya titip satpam ya Bu."Ucap ku lagi.
Bu Anita hanya mengangguk kecil.
"Apa kamu pulang nya larut nanti?"Tanya nya lagi pada ku.
"Belum tahu Bu,Karena biasa nya kalo saya menjemput Vonny pasti kami akan makan dulu sebelum kembali ke rumah."Ucap ku lagi.
"Kalian mau makan di mana?biar nanti saya menyusul ya."Ucap nya pada ku.
"Maaf buk,pacar saya orang nya cemburuan.Jika ibu ikut nanti dia jadi berpikir yang tidak-tidak."Ucap ku sambil tertawa pada nya.
"Jadi kamu takut sama pacar kamu ni cerita nya."Ucap nya pada ku.
"Tidak buk,tapi lebih ke menghargai buk.Karena selama saya pacaran dengan nya,dia juga sangat menghargai saya."Ucap ku panjang lebar.
"Sudah,,sudah pergi sana.Saya tidak mau mendengar kisah cinta kamu itu."Ucap nya pada ku.
Aku hanya tertawa.
"Saya permisi dulu buk.
Aku pun cepat berlalu dari nya,sebelum Ia berubah pikiran lagi.
Mungkin sebaik nya Aku harus menjaga jarak dengan nya.Aku tidak mau jika orang-orang di kantor ini berpikir yang tidak-tidak tentang kami berdua.
Aku hanya bawahan Bu Anita.Dan Aku tidak ingin orang menganggap ku mencari muka dengan nya.
"Jun,mau pulang?"Ucap satpam pada ku.
"Iya pak,ini pak kunci mobil Bu Anita.Nanti tolong titip ke Bu Anita ya pak."Ucap ku pada pak satpam.
"Tumben gak pulang bareng,lagi marahan ya."Ledek satpam pada ku.
Apa ku bilang,orang-orang sudah mulai berpikir jika Aku dan Bu Anita mempunyai hubungan special.
"Tidak pak,saya dan Bu Anita tidak mempunyai hubungan apa-apa.Saya sudah punya pacar pak."Ucap ku menjelaskan.
"Iya juga tidak apa Jun.Lagian Bu Anita itu masih bahenol sekali.Saya aja mau jika dia mau dengan saya."Ucap pak satpam di sambut gelak tawa satpam yang lain nya.
Ibu Anita memang selalu memakai pakaian yang menonjolkan bentuk tubuh nya.Tak heran jika banyak lelaki yang langsung melirik nya setiap kali melihat nya.
"Husst pak,,nanti dia dengar loh."Ucap ku mengingatkan.
"Bercanda Jun,jangan marah ya."Ucap nya lagi meledek ku.
Mungkin bapak ini masih berpikir jika Aku benar-benar mempunyai hubungan dengan Bu Anita.
"Saya permisi pulang dulu ya pak."Ucap ku pamit pada pak satpam dan yang lain nya.
Aku pun bergegas pergi sebelum mereka kembali meledek ku.
Aku melirik jam tangan ku,masih jam setengah tujuh,Aku belum terlambat untuk tiba di kantor Vonny.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam,akhir nya Aku tiba di kantor Vonny.
Dari kejauhan terlihat Vonny sudah menunggu ku.
Ia melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.
"Sayang,,Kamu akhir nya tiba juga."Ucap nya sambil tersenyum pada ku.
"Kamu sudah menunggu lama?"Tanya ku pada nya.
Vonny menggeleng.
"Kamu pasti lapar kan,ayo kita makan dulu."Ucap ku pada nya.
"Iya sayang,tapi kita tidak usah makan ditempat yang biasa ya."Ucap Vonny pada ku.
"Kenapa memang nya?bukan kah kamu sangat suka makan di sana?"Tanya ku pada nya.
Aku memang agak sedikit heran kenapa Vonny tidak mau makan di tempat makan favorite nya.
"Aku tidak mau nanti bertemu lagi dengan atasan mu."Ucap Vonny pelan.
Aku tertawa mendengar nya.
"Vonny,,Vonny,,kamu cemburu pada nya?"Tanya ku pada nya.
"Tentu saja,dia banyak mengambil waktu mu dari ku.Ia lebih banyak bersama mu.Aku tidak suka dia."Ucap Vonny sambil cemberut.
"Sudah ayo kita makan,hari sudah semakin malam."Ucap ku pada Vonny.
Kami pun meninggalkan kantor Vonny dan menuju ke tempat makan lain.
Kasihan Vonny,ternyata Ia benar-benar bisa merasakan jika Bu Anita selalu ingin bersama ku.
Vonny merasa bahwa waktu sekarang lebih banyak bersama Bu Anita dari pada dia.
Aku seperti nya memang harus menjaga jarak dari bu Anita.
******
MATI AJA KELEN BERDUA