Indonesia
NovelToon NovelToon
Secret Of Mariana

Secret Of Mariana

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hany Honey

Andra terpaksa menikahi Mariana karena permintaan terakhir ayahnya Mariana. Sepulang berkumpul dengan anak-anak Black Moon, Geng Motornya. Andra ngebut mengendarai sepeda motornya karena akan menjemput pacarnya yang sedang di cafe, hangout dengan gengnya, dan menabrak pengendara sepeda motor lain, yang ternyata adalah ayahnya Mariana.

“Tolong rahasiakan pernikahan ini!” pinta Andra.

“Siapa juga yang mau menikah dengan kamu, dasar pembunuh!” jawab Mariana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Dua

Ana melihat Andra masih belum memejamkan matanya. Dia masih membolak-balikan tubuhnya di tempat tidur, lalu kembali duduk di sebelah Ana. Ana masih meneruskan merajut sweater lalu melihat Andra yang tiba-tiba duduk di sebelah Ana. “Kenapa masih melek saja? Tidur gih, sudah malam. Aku saja sudah ngantuk,” ucap Ana.

“Na, aku salah apa ya sama Astrid, sampai dia setega itu jalan bareng Rico? Kamu juga tahu aku sama Rico sedekat apa, kan?” ucap Andra.

“Oh masih mikirin Astrid?” tanya Ana.

“Ya bagaimana gak mikirin dia? Gak nyangka mereka gitu banget sama aku. Aku ini kurang apa, Na? Aku sama Astrid kurang setiapa apa coba?” ucap Andra begitu frustrasi. Andra menundukkan kepalanya, memijit keningnya, rasanya begitu tidak karuan, dadanya sesak dan sakit memikirkan Astrid yang seperti itu.

“Ya yang harus kamu lakuin, kamu cari bukti. Kamu jangan ke bawa emosi, sabar saja, kamu turuti  bagaimana yang Astrid mau, asal gak merugikan kamu,” jelas Ana.

“Kok sakitnya seperti ini ya, Na?” ucap Andra.

“Lebih sakit aku, Ndra. Aku ditinggal ayah, ayah pergi dan itu karena kamu. Belum selesai sampai di situ, kamu nikahin aku, sekarang aku jatuh cinta sama kamu. Sakit Ndra memendam cinta sendiri, mau pergi sulit, pergi pun tambah sulit,” batin Ana.

“Namanya juga dikhianati ya sakit?” jawab Ana.

“Kamu pernah merasakan sehancur ini perasaannya, Na?” tanya Andra.

“Pernah, saat ibu pergi, lalu ayah pergi. Gak hanya perasaanku yang hancur, tapi sejak itu, aku merasa hidupku sudah hancur, gak berarti. Ya mungkin aku terlihat baik-baik saja, tapi tidak bagi aku, Ndra,” jawab Ana. “Ditambah aku mencintaimu, tapi kamu tidak Ndra,” batin Ana.

Ana tidak tahu kenapa dia menjawab seperti itu. Memang kenyataannya seperti itu. Setelah ayahnya pergi Ana merasakan hidupnya sudah tidak ada artinya meskipun dia  sekarang hidupnya nyaman di rumah mewah ikut suaminya. Diterima baik oleh keluarga suaminya, bahkan ingin pergi meninggalkan rumah saja mertuanya tidak mengizinkannya, apalagi ingin berpisah dengan Andra, sudah pasti kedua orang tua Andra tidak merelakannya.

Andra terdiam mendengar jawaban Ana. Dia sadar kalau dirinya yang membuat Ana seperti sekarang ini, tidak memiliki siapa-siapa lagi karena satu-satunya orang yang paling Ana cintai pergi untuk selamanya, dan itu disebabkan karena Andra.

“Sorry ya, Na. Aku udah bikin hidup kamu hancur, aku benar-benar minta maaf, Na,” ucap Andra.

“Sudah Ndra, semua itu sudah berlalu, sudah kamu jangan terlalu memikirkan Astrid. Aku tahu kamu sangat mencintainya, tapi kamu harus ingat, ada orang yang benar-benar tulus mencintaimu, Ndra. Mama dan papamu, mereka tidak akan pernah berhanti menyayangi dan mencintaimu, hingga kamu sedewasa ini pun, mereka akan tetap menganggap kamu dan abangmu itu putra kecilnya yang akan selalu mereka sayangi dan cintai, hingga ujung waktunya nanti. Kadang mama dan papamu keras denganmu, dengan abangmu, melarang ini itu. Itu semua karena demi kebaikan kalian, karena mereka tulus mencintai kalian, dan tidak mau kalian salah jalan. Jadi gak ada artinya dong kamu sampai begini karena Astrid, kecuali Astrid sudah jadi istrimu dan dia selingkuhin kamu,” tutur Ana.

“Tidur Ndra, udah malam. Aku juga sudah ngantuk,” ucap Ana.

Ana memasukkan lagi rajutan yang belum selesai ke dalam kotak, lalu ia masukkan kotak tersebut ke dalam lemari. Ana beranjak ke tempat tidur, dan membiarkan Andra yang masih duduk di tepi ranjang. Ingin sekali Ana memberikan rekaman percakapan Rico dan Astrid dulu pada Andra, saat ada di klinik kampus. Tapi, Ana takut dianggap terlalu ikut campur dengan urusan mereka. Biar saja nanti juga Andra sadar kalau selama ini Astrid tidak tulus mencintainya.

Andra mematikan ponselnya, lalu ia merebahkan tubuhnya di sebelah Ana. Andra memang sudah sering tidur di kamar Ana, meskipun tidur satu ranjang berdua, mereka tidak pernah ngapa-ngapain, dan tidak pernah terlintas di pikiran Andra untuk menyentuh Ana. Dia terlalu sayang dengan Ana, jadi tidak mau membuat Ana nyaman, tapi nyatanya hati dan perasaannya hanya untuk Astrid. Kalau Andra sampai membuat Ana nyaman dengan perlakuannya karena sentuhan fisik, pastinya akan melukai hati Ana.

Kadang Andra hanya menatap wajah Ana yang sudah tertidur lelap. Lalu mengecup keningnya, hanya itu saja yang sering dilakukan Andra saat tidur di kamar Ana. Tidak pernah ia memeluk Ana, kecuali tidak sengaja saat tidur mereka berpelukan.

Andra menghadap ke arah Ana, tapi Ana memunggungi Andra. Dia mengusap kepala belakang Ana dengan lembut. “Udah tidur, Na?” tanya Andra.

“Hmmm ... apaan sih, Ndra? Aku ngantuk gangguin saja ih!” ucap Ana kesal.

“Iya maaf, ya udah tidur,” ucap Andra.

“Hmmm ....” Ana memang sudah ngantuk sekali, dia tertidur nyenyak tidak peduli dengan Andra yang masih galau dan tidak bisa tidur karena memikirkan Astrid.

^^^

Keesokan harinya, Andra terbangun dengan lengannya yang terasa kebas dan sakit. Andra melihat Ana tidur dengan berbantal lengannya. Entah kenapa Ana bisa berbantal lengan Andra, kapan kejadiannya Ana saja tidak tahu. Biasanya Ana tidur tidak pernah berubah posisi, tetap pada posisinya. Meskipun berubah juga tidak sampai mendekati Andra, apalagi sampai berbantal di lengan Andra.

“Aduh ... tanganku kebas sekali,” rintih Andra sambil menggeser tangannya, tapi setelah melihat Ana sedang pulas dan nyaman dengan berbantal lengannya, Andra membiarkan Ana masih berada di lengannya.

“Ini anak tumben sekali sampai di sini? Biasanya tidurnya gak pernah berubah-ubah posisi? Kek orang pingsan tidurnya? Kok ini sampai di lenganku kepalanya? Biarin lah, mungkin dia semalam ngelindur, jadi tiba-tiba bantalan di lenganku?” batin Andra dengan menatap Ana yang masih memejamkan matanya.

Tangan Andra pun masih melingkar di perut Ana, Andra tidak sadar kalau dia tidur juga dengan memeluk Ana. Ana mengerjapkan matanya, dia merasa perutnya berat, dan mencoba meraba bagian perutnya. Ana merasa ada tangan seseorang yang memeluknya, lalu ia menoleh ke sebelah kanannya.

“Pagi istriku ...,” ucap Andra dengan menyimpulkan senyuman manisnya.

“Ih ini apaan sih? Kamu kok meluk-meluk aku?” Ana mencoba menyingkirkan tangan Andra, tapi Andra malah mengeratkan pelukannya. “Andra lepasin ih!”

“Jawab dong, dikasih selamat pagi malah berontak gini?” ucap Andra. “Lagian kamu juga tumben tidur sampai ke sini? Kepalanya sampai ke lenganku?”

“Masa sih? Kamu kali yang modus?” ucap Ana kesal. “Udah lepasin, Ndra! Udah siang.”

“Sebentar dong?” ucap Andra sambil mengusap kepala Ana. “Selamat ulang tahun, ya?” ucap Andra.

“Ulang tahun maksudnya?” tanya Ana bingung.

“Semalam hape kamu bunyi, ada pengingat, hari ulang tahunku tulisannya. Benar berarti ini ulang tahunmu?” ucap Andra.

“Oh iya, aku sampai lupa. Terima kasih ya, Ndra,” ucap Ana.

“Sini peluk.” Andra mengeratkan pelukannya pada Ana. Entah kenapa Andra merasa pagi ini sangat berbeda. Biasanya tidur di kamar Ana pun, kalau pagi Ana sudah kabur dulu ke dapur bantuin bibi masak, hari ini malah Andra yang bangun dulu karena merasakan tangannya kebas.

“Selamat ulang tahun, semoga semua yang kamu impikan di tahun ini tercapai, dan tetap menjadi Ana yang baik, Ana yang selalu bisa jaga diri, Ana yang selalu tersenyum meski hatinya sedang tidak baik-baik saja. Tetap di sini ya? Gak usah mikir untuk pergi dari sini, nanti pergi dari sininya sama aku saja, kalau kita udah punya rumah sendiri,” ucap Andra.

“Maksud kamu?” tanya Ana.

“Kamu itu istriku, kalau kamu pergi mau ke mana?” jawab Andra.

“Aku istrimu, tapi hanya status saja, Ndra. Jadi jangan seperti ini, dan jangan berharap lebih, karena aku pun tidak mau berharap lebih darimu. Aku tahu hatimu untuk siapa, dan cintamu untuk siapa. Aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja dengan Asrid, jadi kamu bilang begini denganku. Jangan membuang masalah yang belum selesai dengan cara sepertin ini, Ndra. Selesaikan dulu masalah kamu dengan Astrid, aku ini cukup tahu diri kalau aku siapa di sini,” ucap Ana.

“Na aku mau tanya, perasaanmu ke aku bagaimana?” tanya Andra.

“Kok tanya begitu?” jawab Ana.

“Apa kamu mencintaiku?” tanya Andra.

“Sangat, Ndra. Entah kenapa aku bisa jatuh hati denganmu,” jawab Ana, tapi hanya terlintas di hatinya saja. “Tidak, aku tidak mencintaimu, kenapa tanya begitu?” jawab Ana.

“Jangan bohong, Na,” ucap Andra.

“Iya aku gak mencintai kamu, kenapa harus bohong? Untuk apa aku cinta sama milik orang?” jawab Ana.

“Kamu milikku juga, kan?”

“Iya aku tahu, tapi aku gak cinta kamu Andra?”

“Kalau gak cinta sama aku, kenapa kamu nolak Farzan terus?”

“Ya aku juga gak cinta sama Farzan? Masa harus dipaksakan?” jawab Ana. “Kamu pagi-pagi aneh ih!”

“Masa kamu udah dua puluh tahun belum merasakan jatuh cinta?”

“Pernah, dan itu aku rasakan denganmu, Ndra,” jawab Ana dalam hati. “Ya memang belum pernah aku merasakan jatuh cinta? Memang salah dengan umurku yang sudah dua puluh tahun ini aku belum pernah jatuh cinta?” jawab Ana.

“Kamu normal, kan?” tanya Andra.

“Normal dong? Tapi aku belum pernah jatuh cinta,” jawab Ana berbohong.

Andra tahu Ana berbohong, dari sorot mata Ana menyiratkan kebohongan yang dalam, apalagi Andra sudah tahu Ana jatuh cinta padanya semalam, saat dia menangis melihat foto ayahnya.

Andra mencium kilas bibir Ana, lalu tersenyum menatap Ana yang melongo karena dicium Andra. “Rasanya gimana dicium dibibir? Apa jantungmu berdebar kencang? Kalau ya, kamu jatuh cinta sama aku,” ucap Andra.

“Apaan sih, Ndra! Berdebar gimana, yang ada aku jengkel sama kamu! Pagi-pagi udah bikin masalah saja kamu! Sial sekali hidupku, udah dinikahkan paksa, ditambah ciuman pertamaku diambil kamu!” umpat Ana kesal, padahal jantungnya berdebar kencang saat Andra menciumnya.

“Kamu baru pertama kali berciuman bibir?” tanya Andra.

“Iyalah! Kamu lagi yang ambil itu!”

“Gak apa-apa, aku ini suamimu yang sah kok?”

“Sana mandi! Kamu bikin ribet hidupku, Ndra!”

Ana beranjak dari tempat tidurnya, dia duduk di tepi ranjang, dengan meredakan deguban jantung yang masih kencang karena perbuatan Andra.

“Tuhan ... aku ini kesal tapi campur bahagia. Di hari ulang tahunku ini, aku mendapat pelukan dan ciuman mesra dari Andra? Aku mencintainya, tapi apa aku bisa mendapatkan hati Andra? Sedangkan dia sangat mencintai Astrid?” batin Ana.

1
Dewi Yanti
knp sih klo setiap ada mslh hrs ke mnmn hrm itu lampiasinnya,pdhl bkn nya ngilangin mslh mlh nmbh masalah
Khairul Azam: mungkin sipenutis niru" seperti yg didrakor" itu mungkin menurut mereka bagus keren mungkin. banyak penulis yg seperti itu dan aku jg gak suka kadan ilfil bacanya
total 1 replies
falea sezi
Astrid gatel bkin dia di selingkuhin donk biar kapok
falea sezi
bodoh ana mending cerai
Dewi Oktavia
senang x,,,akhir masih bersama harus mengikuti alur kehidupan
afaj
ini gantung bgt tammatnya
Uli Mafrudoh
mantappp bagus critanya kak bikin gereger
ros
Luar biasa
afaj
nunggu ekstra part
afaj
ekstra part dong mendadak tammat JD singkat gini
Nofita Sari
bikin sequel'ny donk thor
afaj
udah tamat aj nih
afaj
hahahahah konflik beres tinggal yg manis manis nya

jgn cepat tamat dong tor
Nofita Sari
nah gtu donk ndra berubah sma ana yg masa depan kmu tu ana bkan astrid
Nofita Sari
gtu aj bang bawa kbur aja ana biar andra merasakn d tinggal kn sembunyi'in aj ana biar andra merasakn perjuangn cinta sma sperti ana merjuangin cinta dn rebut hati andra
Gustiara Gusty
cerita yg ditunggu2 kelanjutannya hadir kembali.....
afaj
abg keren rela cintanya ke adik nya , iyalah udah syah
afaj
selamat berjuang ana kwkwkwkek
cerita yg aku tunggu2 up
afaj
next next next next
Lina Ariani
aisss aneh bgt
💞nine teen💞
diih jd laki koq bikin emosi, plin plan ga karuan.. pantes klo tmn² nya dukung farzan krn punya sikap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!