Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Dari Masa Lalu

Cinta Dari Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Basket / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: DNur

Kanaya Putri Adinata, seorang gadis kecil yg memiliki cinta tersembunyi untuk seorang laki-laki dimasa lalunya yaitu Dirgantara yang tak lain adalah sahabat dari kakaknya. Arga Putra Adinata, Kanaya adalah dua bersaudara dari pasangan Adinata dan Anita. Kisah cinta yang datang kembali dari masa lalunya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? ikuti terus ya🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Kejutan

Pagi-pagi sekali Kanaya bergegas pergi ke apartemen Dirga. Ingin merapikan unit Dirga. Ya, meski setiap tiga hari sekali ia bersihkan. Hari ini sekedar ingin mengisi waktu luang saja.

"Mau kemana sayangnya mami?" tanya mami.

"Ke unit mi, mau beres-beres sambil mau cek isi kulkas." jawab Kanaya.

"Oke, take care sayang. Mami hari ini full day ya... Ada meeting dadakan."

"Weekend gini mi?"

"Iya, sama papi tentunya."

Kanaya pun mengangguk dan pergi menggunakan taxi online yang sudah dipesannya. Sampai didepan unit Dirga, Kanaya dengan santai seperti biasa masuk. Dia menaruh tasnya dimeja makan. Dan mulai membuka lemari es, melihat bahan-bahan yang harus dibeli. Sekalian ia membersihkan lemari esnya. Selesai itu, Kanaya mencuci wadah yang sudah kotor dari lemari es.

Dan tanpa Kanaya sadari karena tengah asik mencuci kotak-kotak kecil. Ada yang berjalan ke arah Kanaya dan memeluknya dari belakang. Kanaya yakin itu Dirga dia tidak pernah lupa aroma parfum kekasihnya itu.

"Kak Dirga... Yakin ini kamu sayang?" tanya Kanaya penasaran.

"Kenapa kamu bisa hapal hmmmm...?" tanya Dirga.

Kanaya berbalik dan memeluk Dirga erat. Ia mencurahkan semua rasa rindunya yang hampir dua bulan ini tidak bertemu.

"Kenapa nggak bilang kalau pulang? Akukan bisa jemput." kesal Kanaya.

"Kejutan sayang, kamu kangen ya sama aku?" goda Dirga.

Kanaya kembali memeluk sang kekasih. Dia begitu rindu dengan sosok Dirga yang selalu ada. Yang sudah hampir dua bulan ini tak terlihat didepan mata. Mereka lanjut menonton tv diruang tv. Kanaya menyandarkan kepalanya dipundak Dirga.

"Kenapa diganti-ganti terus sayang? Bosen ya?" tanya Dirga.

"Enggak ada yang menarik chanelnya." jawab Kanaya yang masih fokus ke tv.

Sedang Dirga dari tadi fokusnya ke Kanaya terus. Jujur Dirga begitu rindu dengan sosok gadis dihadapannya saat ini. Perempuan yang selalu suport dia. Selalu bilang aku nggak papa. Padahal lagi nangis nahan rindu. Dirga meraih wajah Kanaya dan mencium bibirnya sekilas. Tidak ada penolakan kali ini. Akhirnya Dirga kembali mencium bibir ranum itu dalam dan lama.

"Emb... Kak, aku haus." kilah Kanaya dan pergi ke dapur.

Dirga tersenyum, dia tahu saat ini pipi Kanaya sedang merah merona menahan malu. Dirga menyusul Kanaya, dia juga terlihat haus.

"Kenapa coba liatnya kek gitu?" tanya Kanaya penasaran.

"Seneng aja liat kamu yang lagi salting hehehe... Cup."

Dirga mengecup puncak kepala Kanaya dan kembali memeluknya. Seakan pertemuan kali ini, tidak bisa membayar. Waktu yang mereka gunakan untuk LDR.

"Aku besok udah kembali lagi ke luar kota. Hari ini mau kemana?" tanya Dirga.

"Belanja yuk kak, sebagian udah pada habis." ajak Kanaya.

"Boleh sayang, oh iya... Selama kakak nggak disamping kamu. Bagas masih sering godain ya..."

"Mulai deh posesifnya... Ini..."

Dirga tersenyum ketika Kanaya menunjukkan jari manisnya. Merasa keberadaannya selalu dianggap. Cincin yang harganya tidak seberapa itu. Terlihat sangat berarti diKanaya.

"Makasi ya sayang... Bulan depan kalau tabungan ku udah cukup aku ke rumah ya..." kata Dirga tiba-tiba.

"Untuk? Kan ke rumah ya tinggal ke rumah aja sih. Aneh banget."

"Ya kali mau lamar anak orang diem-diem sayang. Ya harus minta ijin dululah." ucap Dirga kemudian.

Dirga yang mengekor mengikuti Kanaya yang kembali duduk disofa ruang tv. Kanaya masih sepicles, belum bisa menjawab. Ya ampun, seserius ini anak orang. Ucap Kanaya dalam hatinya.

"he.... Kok malah bengong melamun. Pikirannya pasti treveling." kesal Dirga.

"Sorry, sorry sayang... Ya nggak nyangka aja bakal secepet ini. Emang tabungannya udah kekumpul beneran?" tanya Kanaya meyakinkan.

"Ya sederhana aja nggak papakan? Tukar cincin dulu. Nikahnya nunggu aku sukses."

Kanaya terdiam dengan berbagai pemikiran. Yang bergelayut dalam otaknya. Dia kawatir menyusahkan Dirga. Dengan adanya cincin dijari manisnya saat ini aja udah cukup sebenarnya.

"Udahlah kak, kita pikir kalau udah deket aja ya..." kilah Kanaya.

"Kenapa Nay? Kamu nggak percaya sama aku?" tanya Dirga yang sedikit kecewa.

Niat baiknya seperti tidak disambut antusias oleh Kanaya. Mereka terdiam satu sama lain. Aduh apa aku salah ngomong ya. Tanya Kanaya dalam hatinya.

"Gini ya kak Dirga, sayangnya Kanaya. Bukan aku nggak percaya. Cuma kalau masih belum bisa ya nggak papa. Dijari manis aku udah ada cincinnya juga kan. Kakak tabung dulu aja ya sayang..."

"Buat kamu pasti aku usahakan sayang. Aku nggak mau aja, kamu dimiliki orang lain. Jadi aku yakin kok bulan depan udah cukup kalau hanya sederhana."

Kanaya mengangguk dan menangis dalam pelukan Dirga. Kanaya tidak percaya mendapat effort yang begitu besar dari Dirga. Cinta dari masa lalu Kanaya. Yang sebelumnya hanya dalam angan Kanaya. Ternyata semesta memberi cerita yang begitu nyata. Tuhan mendengar cinta dalam diamnya. Saat ini Kanaya dan Dirga sudah ada dipusat perbelanjaan. Mereka ingin berbelanja bulanan untuk diapartemen.

Ya meski Dirga jarang pulang. Kanaya sering ke apartemen sekedar menghilangkan rindunya disana. Rindu yang setiap hari semakin bertambah besar. Dirga selalu menggandeng tangan Kanaya tanpa melepasnya.

"Puas-puasin sayang, besok aku udah berangkat lagi." kata Dirga.

"Nggak boleh ya nambah sehari lagi kak?" tanya Kanaya terlihat sedih.

"Ya ndak boleh dong sayang, kan kakak harus kerja. Kantor akhir-akhir ini lagi sibuk. Karena animator desain aku dilirik oleh penanam saham. Jadi aku harus semangat kerjanya, biar hasilnya maksimal." jelas Dirga.

Kanaya mengangguk dan mereka melanjutkan berbelanja. Disana mereka bertemu Dito dan Andre yang sedang asik berjalan-jalan.

"Cih, si Dirga pulang nggak ngabarin kita Ndre." celoteh Dito.

"Mana Dit?" tanya Andre.

"Noh mata melek Ndre... Merem mulu kerjaan lo."

"Mataku islami Dit, nggak jelalatan kaya mata lo."

"Hai Dit, hai Ndre... Apa kabar kalian?" sapa dan tanya Dirga.

"Cih... Masih ingat kite lu. Pulang nggak ngasih kabar enak aja berduaan..." kesal Dito.

"Maaf, waktunya nggak panjang. Besok pagi udah harus balik aku. Jadi ya dimanfaatin untuk ngecas dong biar rindunya sedikit terobati." geli Dirga.

"Ceileeeehhh,, sejak kapan Dirga jadi jijai gini. Nay kamu yang racunin pasti." goda Andre.

"Emang kak Dirga kalau sama aku bucin dari sononya kak hehehe..." jawab Kanaya.

"Ini bocah juga pinter lawak ya..." tambah Dito.

Mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama. Tentu saja Dirga yang traktir mereka berdua. Karena sampai saat ini mereka belum dapat panggilan interview. Padahal nilai mereka juga termasuk bagus. Mencoba memasukkan surat lamaran dikantor papi Kanaya juga tapi masih saja nihil. Memang rejeki mereka berdua lagi seret aja mungkin.

1
Supriatun Khoirunnisa
Kecewa
Dnur: 🙏🙏🙏mohon maaf jika tidak berkenan
total 1 replies
Supriatun Khoirunnisa
Buruk
Dnur: terimakasih🙏
total 1 replies
Melda Andriyani
Adi MLM pertama gagal donk
Melda Andriyani
mantap Dirga
eka fitriyani: /Slight//Slight//Slight//Slight//Joyful//Joyful/
total 1 replies
Melda Andriyani
suka SM Kanaya karakternya oke banget 🤩🤩🤩
hìķàwäþî
mndadak teringat "hidden love"nya drachin..
Dnur: terinpirasi dr sana kak
total 1 replies
Anna Syamsudin
dasar Tania, lanjut thor
Dnur: siap kaka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!