Indonesia
NovelToon NovelToon
Berpura-pura Cupu Demi Mengejar Cinta Sejati

Berpura-pura Cupu Demi Mengejar Cinta Sejati

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dokter Ajaib / Dosen / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: husnel

Kehidupan yang serba ada membuat semua orang ingin selalu hormat padanya. Namun di balik kebaikan orang padanya, semuanya hanya palsu.
Orang banyak mencibir. entah karena iri atau apa. tak satu pun yang ikhlas dekat dengannya. sehingga ia membuat keputusan untuk keluar dari istananya. untuk bertualang di luar, walau keluarganya menentang. terutama ayahnya.
Ia tidak ingin anaknya menderita di luar sana. hidup di rumah sederhana dengan seorang pembantu yang merawatnya semenjak lahir.
Dengan pasrah Abraham seorang Milioner Harus melepaskan anaknya Semata wayang hidup sederhana di luar sana.
Dari kecil. anaknya tidak pernah merasakan kesusahan. anaknya bahkan merubah penampilannya dengan memakai hijab menutupi dirinya. dan juga ingin hidup tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelahiran Shakila

Kirana duduk santai di kamarnya. saat papi dan juga Fatih telah pulang. rumah sudah mulai sepi, karena semuanya telah masuk kamar masing-masing.

Sedangkan suaminya sibuk di ruang tengah sedang mengerjakan tugasnya yang sudah sepuluh hari di tinggalkan.

Kirana keluar menyusul suaminya. matanya tidak mau terpejam. Ia ke dapur dulu mengambil minuman dan juga cemilan sisa tadi.

"Masih banyak ya mas?" Tanya Kirana duduk di samping suaminya membawa minuman dan cemilan.

Gandhi melihat istrinya yang duduk sambil ngemil." Ndak takut gendut sayang..?" Tanya Gandhi heran melihat istrinya.

Kirana cuek saja. ia terus saja ngemil dan tidak menghiraukan pertanyaan suaminya. ia menghidupkan Televisi yang agak cukup keras.

Gandhi mengambil remote dan memelankan suaranya yang cukup mengganggu. " Maaf ya Mama sudah tidur.." Ucap Gandhi mengingatkan.

"Eh. sorry mas..he..he.." Kekeh Kirana yang terus ngemil sambil nonton.

Gandhi yang gemes melihat istrinya. merebut makanan yang akan masuk ke mulut istrinya, dan mengalihkan ke mulutnya.

"Am..." Gandhi melahap hingga tangan istrinya masuk separoh ke dalam mulutnya.

"Ih.... mesum.." Kirana menarik tangannya yang masuk ke mulut suaminya.

Giliran Gandhi yang terkekeh, karena dari awal mereka saling tidak memperdulikan satu sama lain.

"Sama istri sendiri kan nggak apa-apa mesum sayang.." goda Gandhi memeluk istrinya.

Kirana mencubit perut suaminya yang manja.

*****

Tak terasa hari berganti bulan kelahiran pun datang. Kirana pagi ini sangat heboh. ia membuat panik orang serumah. Gandhi yang biasa tenang menghadapi pasiennya malah juga heboh melihat istrinya yang yang pucat menahan sakit.

"Gandhi. cepat bawa istri mu ke rumah sakit. dan jangan lupa telpon pihak rumah sakit agar menyiapkan semuanya." Ucap Abraham mengingatkan menantunya yang panik.

"Eh. iya Pi. aduh! kenapa aku jadi bego ya." Ucapnya lirih dan menelpon.

Ia pun dengan cepat menggendong istrinya ke mobil dan meminta sopir untuk membawa mobil. sebab ia sedang menenangkan istrinya yang tidak kuat menahan sakit.

"Sakit mas.. aku nggak kuat lagi... rasanya sudah mau keluar." Rintih Kirana malu pada papi dan sopir yang ada di depan.

"Sabar ya sayang.. tahan dulu...." Ucap Gandhi yang melihat istrinya yang akan mengejan.

" Nggak kuat mas..." Kirana makin menahan keringatnya mengucur deras.

Abraham melihat situasi itu terkejut." Gandhi. sepertinya Kirana memang sudah waktunya melahirkan. sebaiknya kamu saja yang mencoba mengarahkan. biar papi minta ambulan datang ke sini."

"Baik Pi." Gandhi membaringkan istrinya. sedangkan Abraham dan sopir turun. agar Gandhi bisa bekerja dengan baik.

Benar saja. Baru saja Kirana berbaring. anaknya brojol dengan suara yang sangat keras. Gandhi sangat gemetar menyambut anaknya. Dalam hatinya berkecamuk rasa haru, bahagia.dan juga gamang. karena ini pertama sekali menyambut kelahiran anak. apalagi anaknya sendiri. karena ia dokter beda umum, bukan kandungan.

Gandhi yang terlena di kejutkan oleh suara seorang dokter di sampingnya." Biar kami meneruskan ya pak" Ucap dokter kandungan yang di telpon Abraham.

"Oh.baiklah." Gandhi menyerahkan anaknya. Dengan cepat dokter memotong tali pusarnya. dan meyerahkan ke perawat

perawat tersebut membawa bayinya cepat ke mobil ambulan dan memberikan perawatan.

Tak satu pun orang yang berani mendekat. karena sudah pengawalan ketat. Abraham tidak mau mendengar berita anak cucunya lahiran di mobil.

Ambulan tersebut sudah duluan ke rumah sakit yang tak jauh dari tempatnya dan diikuti Abraham..sedangkan Kirana masih di tangani dokter. karena kondisi melahirkan tidak kondusif. Tubuh Kirana sedikit drop. dokter meminta Gandhi memangku kepala istrinya agar di bawa ke rumah sakit.

Gandhi yang melihat tubuh istrinya makin lemas. ia sangat ketakutan." Kau harus selamatkan istri ku." Ucap Gandhi menatap dokter yang duduk di depan.

Hanya butuh lima menit. rumah sakit sudah siap menunggu kedatangan Kirana. Wartawan sudah menunggu. tapi pengawal sangat ketat menghalangi. Hingga mereka tidak bisa mendekat.

Kirana langsung di bawa keruangan bersalin. karena plasenta anaknya belum di keluarkan ia menahan sakit. dan tubuhnya lemas, untung masih bisa di selamatkan.

Gandhi yang masih menemani istrinya menciumnya bertubi-tubi. wajahnya sangat pucat melihat kondisi istrinya.

"Ya. Allah selamatkan istri ku. ku mohon ya Allah." Rintih Gandhi memanjatkan doa mencium kening istrinya.

dokter dengan cekatan memasangkan infus dan membersihkan. Beberapa menit tubuh Kirana kembali membaik.

Gandhi tak lepas dari hadapan istrinya "Terimakasih sayang. telah berjuang untuk anak kita. maaf mas tidak mampu membantumu, selain doa." Ucap Gandhi berbisik.

Kirana tersenyum. ia bisa bernafas lega. karena melihat suaminya ia pun resah. karena tak biasanya Suaminya pucat begitu.

"Hm! Mas sudah siapkan nama untuk anak kita..?" Tanya Kirana pada suaminya.

"Sudah. Oh ya tadi anak kita perempuan... moga kedepannya dapat anak laki-laki." Goda Gandhi yang menghilangkan debaran jantungnya yang disko tadinya.

"Ini aja masih sakit mas. masa mau nambah lagi.." Kesal Kirana mencubit lengan suaminya.

Gandhi terkekeh. karena ia bahagia, istri dan anaknya bisa di selamatkan. bahkan ia ikut andil untuk persalinan anaknya.

"Oh. ya dokter Gandhi. anaknya sudah bersih. dan mungkin anda mau meng azan kan." Ucap perawat yang membawa anaknya.

"Oh. baiklah.terimakasih." Gandhi mengambil anaknya. Dan melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam yang mendapatkan atau kelahiran anaknya.

Setelah selesai. Gandhi menidurkan anaknya disamping istrinya.dan setujui dokter kandungan tersebut.

"Oh ya. silahkan di berikan ASI ya Buk. walau belum keluar tapi berikan terus sampai keluar. Oh ya dokter.. selamat ya atas kelahiran anaknya.saya turut bahagia." Ucap dokter kandungan yang bernama Ayunda.

"Terimakasih dokter Ayunda.mkga menyusul ya." Gandhi memberi semangat pada rekan kerjanya tersebut yang sudah tiga tahu belum memiliki anak.

"Terimakasih doa. kalau begitu permisi." dokter Ayunda pamit bersama perawat.

Gandhi mendekati berangkat istrinya. ia membelai istrinya yang sedang menyapih anaknya.

"Yang rajin minum ASI nya ya nak. Mamanya siap ini harus banyak makan. biar ASI nya lancar." Ucap Gandhi protektif.

Kirana hanya tersenyum. suaminya selalu lebay deh semenjak tahu ia hamil.

Gandhi telah menyiapkan ruangan VIP agar anak dan istrinya nyaman. Abraham sudah ke kantor.

Gandhi dengan telaten menyuapi istrinya." Makan yang banyak sayang. agar ASI nya banyak." Ucap Gandhi menasehati.

"Udah kenyang mas... aku jadi begah kalau di isi terus." Kesal Kirana yang terus di suapi suaminya.

"He..he.. ya udah.. ntar lagi minum susu. biar pas Shakila bangun ASI-nya penuh." Gandhi bermonolog.

"Aduh.. bisa gendut aku nih kalau begini. makan terus.." ledek Kirana yang kesal pada suaminya.

"He..he.. Gendut pun, aku pun tetap cinta sayang.." Gandhi mencium pipi istrinya yang ngambek. Namun tak di hiraukan Gandhi.

Benar saja. baru beberapa hari, Kirana makin cabi saja pipinya. ia berlomba dengan anaknya. sekarang ia sudah di perbolehkan.

Gandhi sudah tiga hari juga menemani istrinya. ia tak beranjak dari istri dan anaknya. hanya untuk mandi saja ia menjauh.

"Mas. nggak bosan menemani kami terus.. apa mas nggak ke kampus atau apa gitu..?" Selidik Kirana yang heran melihat suaminya yang hanya asyik dengan anaknya.

"Entahlah. malas untuk menjauh dari shakila. pengen cium terus deh lihat pipinya yang gembul." Gandhi malah mencubit pipi istrinya yang dapat cubitan balik di lengannya.

"Aduh. sakit mas." Kesal Kirana pada suaminya.

"Habis gemes banget deh kalian berdua. lihat pipi bapau kalian berdua tuh mau di gigit aja." Celetuk Gandhi tanpa dosa. Kiran merenggut ia di samakan dengan bapau oleh suaminya.

1
Lala Kusumah
Alhamdulillah ceritanya luar biasa bagus menarik seruuuuuu juga inspiratif bagi kita semua, teruslah berkarya dengan karya-karyanya yang bagus lagi, semangat sehat ya 💪💪😍
Husnel: makasih KK. aku makin semangat. banyak lagi novel ku. cari aja husnel ya KK.
total 1 replies
Lala Kusumah
Alhamdulillah, akhirnya mereka happy ending bahagianya 😍😍😍😍
Husnel
ha .ha.. makasih ya dukungannya. jangan bosan ya
Siti Yuliatin
bagus... sedia payung sebelum hujan
Zuny Achmad
aahhh lanjut kak
Husnel: Ok. makasih udah di tungguin
total 1 replies
Siti Yuliatin
masyaAlloh... keren...
Siti Yuliatin
alhamdulillah... halal...
Husnel: he. sesuai permintaan
total 1 replies
Narni Caem
lanjuuuuuttt
Husnel: he.. he sabar ya
total 1 replies
Zuny Achmad
lanjut kak
Husnel: Di tunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!