Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Laki-laki Impoten

Bangkitnya Laki-laki Impoten

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:187.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nayla arafah

Pagi ini adalah hari pertama Irma masuk kerja di perusahaan ternama,ya walaupun sbagai OB Tpi iya tetap bersyukur
Tekadnya merantau jauh dari keluarga,niatnya mengadu nasib untuk membantu ekonomi keluarganya
Stelah sholat subuh Irma pergi membeli sarapan untuk mengisi perutnya sbelum brangkat kerja
Stelah makan Irma lantas mandi

"Huhhh smangat,hari ini adlah hari prtmaku kerja"ucap Irma sambil brcermin yang terletak tidak jauh dri kasur tmpatnya untuk istirahat lalu Irma keluar mengunci pintu kos2annya .. senyum mengembang
''bismillahirrohmanirrohim"

Irma mengendarai sepedanya,ya Irma mmpunyai sdikit tbungan
Irma pikir,dari pada harus bolak balik naik angkot lebih baik uangnya Irma gunakan membeli sepeda bekas
Selain ngirit,ini juga bisa membantu Irma agar lebih cepat
Namanya ibu kota,pasti sering macet bukan
Sesampainya di tempat Irma kerja,Irma masuk ke dalam ruangan
Irma dengan tlaten mmbrsihkan ruangan hingga ruangan,sbelum para pekerja datang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla arafah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 22

WARNING 21+

____________________________________________________________________________________________

Kini giliran Aldo memberikan selamat, Aldo memeluk Arka, ''Selamat ya ka, semoga sakinah, mawadah, warohmah. Bahagia selalu keluarga lo sama Irma. Serta segera di beri momongan, biar tambah rame tuh mansion"

"Thanks do.. gue doain, lo cepat nyusul'' lalu Aldo hanya tersenyum

Tak terasa waktu sudah begitu larut, para tamu semuanya sudah pulang. Tinggal keluarga Irma dan Arka saja yang ada di hotel.

"Sayang, aku mandi dulu ya'' izin Arka

"I-iya mas'' jawab Irma masih

Arka masuk kamar mandi, Irma melepaskan gaunnya dan melepaskan sanggul di kepalanya. lepas itu menghapus make up'nya

"Kamu gak mandi sayang?'' tanya Arka yang sudah keluar dari kamar mandi

''Ini aku mau mandi mas''

Irma masuk ke kamar mandi.30 menit kemudian Irma selesai mandi.

''Ya ampun, aku lupa gak bawa handuk lagi. Dimana ya, masa keluar tanpa handuk"

Irma akhirnya terpaksa meminta tolong pada Arka yang sekarang telah sah menjadi suaminya.

"Mas!!.. "

Arka berlari, saat Irma memanggilnya

"Iya, ada apa?''

"Tolong ambilin handuk dong!! Tadi aku lupa gak bawa''

"Ya ampun!! Kirain mas ada apa, bikin kaget aja" lantas Arka mengambilkan handuk untuk istrinya. Irma pun keluar hendak mengganti bajunya.

Arka yang tengah membaca koran seketika melotot melihat istrinya yang hanya mengenakan handuk

"Glllekk'' Arka terpana melihat tubuh mulus istrinya. Saat Irma hendak memakai bajunya, Arka langsung menarik baju Irma.

"Gak usah pakai baju!"

"Lhooo, kenapa mas?"

"Mas lebih suka kamu tidak pakai baju'' jelas Arka

"Ta-tapi aku takut masuk angin mas"

"Mas yang akan menghangatkanmu!"

Tak perlu waktu lama, Arka membopong istrinya ke atas ranjang dan menaruhnya pelan.

"Apa mas sudah boleh meminta hak mas??" tanya Arka yang selama ini sudah menahan hasrat b*rah*nya. Irma yang di tanya masih bingung, karena Irma takut. Namun Irma ingat akan nasihat ibunya yang harus memenuhi kebutuhan suaminya terutama masalah di bawah perut. Setelah berpikir, akhirnya Irma mengangguk

"I-iya mas, tapi pelan-pelan aja ya'' ujar Irma

"Iya sayang''

setelah mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Arka langsung melancarkan aksinya. Mencium bibir mungil istrinya yang sangat menggoda

"Mmmpphhttt.. " Irma kehabisan nafas, lalu Arka melepas ciumannya. Setelah Irma bernafas kembali, Arka melanjutkan mencium bibir Irma. Irma membalas ciuman suaminya, Arka terkejut saat istrinya membalas ciumannya. Gairah Arka semakin memuncak

''Sudah siap sayang?''

"He'em.." jawab Irma sembari mengangguk

Arka membuka semua bajunya, kemudian membuka handuk Irma

"Ggleekkk" Arka menelan ludahnya saat melihat tubuh polos istrinya. Setelah Arka membuka semua bajunya, Arka hendak memasukan senjatanya yang sudah on dari tadi. Perlahan namun pasti, Arka memasukan miliknya ke sarang Irma yang masih segel itu

"Aaahhhhh.." lenguh Arka saat berhasil memasukan setengah miliknya, yang agak sedikit sulit.

"Tahan ya sayang, ini sedikit sakit" lalu Arka memasukan semua miliknya

"Sshhhhh, pe-lan pe-lan ma-s, sa-kitt.. '' ucap Irma saat Arka memasukan senjata nuklirnya. Arka terus memaju mundurkan miliknya. Dan cairan berwarna merah keluar.

"Aaahhhhhh.. Sayang, kamu sangat nikmat sekali. Uuhhhhhh" oceh Arka

Irma hanya diam menikmati permainan suaminya. Rasa nikmat, perih, sakit jadi satu Irma rasakan.

Tapi demi menyenangkan suaminya, Irma ikhlas memberikannya pada arka. Karena memang sudah menjadi hak Arka.

"Ahhhhhh... sshhhhhhhh... aahhhhh" Arka mempercepat ritmenya, memaju-mundurkan miliknya dengan sangat cepat, karena Arka hampir mencapai klimaksnya.

"Aahhhhhh..." Arka mencapai kl*m*ksnya

Tubuh Arka tumbang di samping istri mungilnya.

"Terimakasih sayang'' ucap Arka seraya mencium kening istrinya. Arka menyelimuti tubuh istrinya. Lalu mereka tertidur dengan posisi Arka memeluk Irma.

____________________________________________________________________________________________

Keesokan paginya...

"Ayo kita makan duluan aja, Arka sama Irma pasti belum bangun'' nenek Gayatri

Yaa, saat ini mereka tengah sarapan pagi di hotel tempat mereka menginap. Karena Arka telah menyewa 3 kamar untuk keluarganya.

"Lhooo... Kok gitu nek'' ujar Nana yang heran dengan ucapan nenek Gayatri

''Kamu masih kecil, masih belum paham nak!" kata nenek

"Wes nduk, maem wae. Bener jare nenek, mbakmu mungkin durung tangi"

(udah nak, makan saja. Benar kata nenek, mbakmu mungkin belum bangun). Akhirnya mereka makan bersama tanpa Arka dan Irma.

Setelah sarapan selesai, waktunya makan buah buat cuci mulut, "Pakdhe, budhe mau jeruk gak?'' tanya Nana

"Boleh na" jawab pakdhe, budhe hanya diam. Karena sebenernya bude tidak terlalu suka dengan anak-anak iparnya itu.

"Ya udah. Nana kupasin ya buat budhe sama pakde" Nana pun mengupaskan 2 buah jeruk

''Nih budhe, pakdhe"

"Terimakasih nak" ujar pakdhe, mereka pun memakan jeruk yang Nana kupas tadi

"Nggih pakde, sama-sama''

Setelah sarapan, mereka berbincang-bincang sebentar. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, karena gak enak bila di hotel terlalu lama.

____________________________________________________________________________________________

"Jam berapa ini?" Irma bangun, mencari cari jam

"Hah... Jam 10'' lantas Irma langsung bangun. Namun saat bangun, Irma merasakan nyeri pada area intimnya.

"Ahhh..." rintih Irma

Arka yang mendengar istrinya merengek lantas terbangun.

"Kenapa sayang? Sakit ya?"

"Gak mas, gak papa kok"

"Maaf ya. Karena mas, kamu jadi sakit gini"

"Gak papa mas, ini sakit sedikit kok. Lagian ini udah menjadi kewajiban aku kan?" Irma berusaha bangun lagi

"Sssshhhhhh.." ringis Irma kembali, lalu tanpa pikir panjang Arka menggendong tubuh Irma, dan membawanya ke kamar mandi

"Mas, turunin aku! Aku bisa jalan kok''

"Udah diem!! bisa jalan dari mana? Orang jalan udah kaya nenek-nenek gitu kok'' ucap Arka bercanda

"Iiiihhhh.. emang aku udah tua apa?" gerutu Irma

"Nggak usah menggerutu, mas dengar''

Irma telah sampai di kamar mandi

"Udah, sekarang mas keluar!"

"Kita mandi bareng aja ya"

''Gak mas, ini aja aku masih sakit'' jawab Irma, karena Irma tahu maksud dari mandi bareng suaminya itu.

"Emang kita mau ngapain? Kita kan hanya mandi. Atau kamu pikir, mas mau macem-macem'' ujar Arka mendekati Irma. Irma memundurkan langkahnya.

"Udah mas, stop!!''

''Mas sekarang keluar, aku mandi sendiri aja"

lalu Arka keluar. Saat Arka keluar, Irma memanggilnya kembali

"Mass!!.." panggil Irma

"Tuh kan, mas bilang apa. Kita mandi bareng aja''

"Isshhh... Aku lupa bawa anduk mas, tolong ambilin anduk dong! Hehehe''

Arka pun membawakan handuk untuk istri mungilnya.

Arka yang hendak duduk di tepi ranjang, tak sengaja melihat ada bercak darah di sana

"Darah.. " lirih Arka

Tak terasa bibir Arka tertarik ke atas mengulas sebuah senyuman, ''Pantas, rasanya semalam sangat sulit untuk masuk ke dalam" lirih Arka. Tak lama pun Irma selesai mandi. Irma masih berjalan terseok, karena bagian intimnya masih perih.

"Masih sakit yang?" tanya Arka menghampiri istrinya

''Iya mas, kok perih banget ya''

''Ya begitu sayang rasanya malam pertama, tapi nanti juga akan sembuh. Ya udah, mas mandi dulu, abis itu kita sarapan''

"Sarapan? Ini udah masuk waktu makan siang mas!" jawab Irma

"Hehehe.. Iya ya" Arka menggaruk tengkuknya ya tidak gatal. Arka pergi mandi, sedangkan Irma berganti pakaian dan menyisir rambutnya. Setelah selesai, Irma menyiapkan baju ganti untuk suaminya

ceklek..

Arka keluar, Arka memakai baju yang Irma siapkan

''Terimakasih sayang'' ucap Arka mencium kening Irma

"Iya mas, sama sama. Mas cepetan ya, aku udah laper banget" ujar Irma memegangi perutnya

"Iya sayang, bentar mas sisiran dulu''

Setelah semua selesai, mereka turun ke bawah untuk sarapan alias makan siang. Sesampainya di bawah, Arka dan Irma duduk

"Kamu mau makan apa sayang?'' tanya Arka sembari memegang buku menu

"Samain Kaya mas aja''

''Mmmmm... Ya udah''

"Mba.." Arka memanggil pelayan di resto yang ada di hotel

"Iya pak, mau pesan apa?''

"Saya mau smoked chicken quesandila 2, es lemon tea 2"

"Ada lagi pak??''

"sudah, itu saja''

"Baiklah, di tunggu ya pak''

Lalu pelayan tersebut berlalu

"Mas, ibu sama nenek masih di sini?''

''Mungkin mereka sudah pulang" jawab Arka

"Mas sih, bangunnya siang banget. Jadi gak ikut sarapan bareng deh"

"Lohhh kok mas yang di salahin sih"

"Ya habisnya gara-gara mas kan kita bangun siang!"

''Iya iya, mas salah. Sudah kita makan dulu ya sayang, tuh makanannya udah datang"

Makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka menyantap makanan mereka hingga habis

"Mas, kapan kita akan pulang?''

"Besok" jawab Arka singkat

"Kok besok sih"

"Memang kenapa? Kita habiskan waktu kita dulu di sini sayang'' bisik Arka menggoda istrinya.

"Iiissshhh.. dasar mesum"

"Emang gak boleh? mesum sama istri sendiri''

"Udahlah mas, cepetan makan nya. Aku mau sholat dzuhur mas!"

"Iya Iya bawel. Lama-lama mas gigit di sini juga tuh bibir''

Irma memutar bolanya malas, Irma pikir suaminya ini adalah laki laki pendiam, karena selama ini tingkahnya sangat dingin pada kariawannya. Namun ternyata Arka adalah lelaki yang sangat hangat dengan orang terdekatnya, juga penyayang. Setelah selesai makan, mereka kembali lagi ke kamar. Irma masuk ke kamar mandi, ambil wudhu dan sholat dzuhur.

BERSAMBUNG

____________________________________________________________________________________________

Terimakasih sudah membaca

HAPPY READING

Semoga kalian suka 🤗

1
Mimi Sanah
🥰🥰🥰
Mimi Sanah
aku hadir lagi dan baca lagi Thor 🙂🙏🏻
Ran Tea
Luar biasa
Bilqies
hai kak salam kenal yaaa...
aku mampir niih /Smile/
ijin follow kak, follback yaa
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Sehat - sehat kakak, up lagi Novel nya.. semangat..
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Masukin aja tuh dua dua mak lampir biang masalah, 😤
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Ayo, labrak mamakmu..
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Gajian itu nomer satu, penyemangat hidup.🤭🤭

Segala lelah dan keluh kesah akan terbayar setelah melihat amplop cokelat, apalagi kalo tebel. 🤣🤣
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Semangat teroos kak.. 💪🏼💪🏼💪🏼
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Halo akak.. aku hadir lagi.. 🤭🤭👋🏼👋🏼👋🏼👋🏼
Rinjani Putri
waah kisah nya keren banget kk
💞Amie🍂🍃
Itulah spesialnya orang hamil🤭🤭🤭
💞Amie🍂🍃
Sabar Arka, sahabat kek gitu langkah loh🤭🤭
虞书欣 Vííҽ🦂
lempar bunga buat othor, biar semangat up nya🥰🌹 ka nay mampirin cerita baru Vii yg judulnya Si Empat Mata Reborn sih, biar rame😄jan lpa mampir ya ka nay
虞书欣 Vííҽ🦂
lakiiiii sihhh😄😄pngen
虞书欣 Vííҽ🦂
enaknya kalo bsa kek gni bnran pas hamil😄
虞书欣 Vííҽ🦂
aaaa pengeennn😆😆
Nayla arafah
aamiin ya Allah


makasih doanya Kaka 🙏
Nayla arafah
duhhh


banyak typo nya 😅
Asyatun 1
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!