Selena Fransiska, gadis cantik nan seksi yang bekerja di toko bunga. siapa sangka di balik sifatnya yang ramah dan lembut ternyata dia menyimpan dendam yang membara di dalam hati nya.
karena keserakahan orang terdekat membuat hidup nya hancur dan hidup dalam ketakutan selama bertahun-tahun. sampai ia menemukan waktu yang tepat untuk membalas dendam
"Atas semua perbuatan yang kau lakukan kepada ku dan kedua orang tua ku. akan ku balas semua perbuatan mu paman..!
******
Di lain sisi ada Bara Antonio seorang CEO muda yang tampan pria berusia 29 tahun ini, tidak pernah merasa bahagia hidup bersama istrinya dan akhirnya menemukan wanita yang ia cintai dan membuatnya bahagia. Namun ternyata cinta tulus Bara hanya di balas dengan kepura-puraan belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Ini
Setelah berhasil menguasai perasaannya sendiri. Bara tersadar akan perbuatan nya barusan.
Sambil mengurai pelukannya Bara langsung menatap Selena dan meminta maaf.
"Ma-maaf Sel, bukan maksud saya berlaku kurang ajar dan meren....
"Tidak apa-apa mas, saya paham kok. Anggap saja yang barusan hanya ciuman persahabatan.
"Terima kasih ya, kamu sudah mau mengerti. Saya barusan hanya terbawa suasana.
"Jika boleh jujur, saya merasa bahagia bisa sedekat ini dengan mas Bara. Tapi saya sadar diri, mas Bara kan sudah beristri dan juga saya hanyalah seorang gadis dari kalangan menengah kebawah.
"Shuttt.... Kamu gak boleh ngomong seperti itu. Saya juga senang bisa sedekat ini dengan kamu. Dan untuk malam ini saja kita lupakan tentang status kita berdua Okey... "ucap lembut Bara yang kembali memeluk Selena.
"Jujur saya merasa sangat nyaman bersama kamu Sel. Apakah ini perasaan cinta? Tapi biar bagaimanapun saya sudah mempunyai istri. Tapi saya juga sangat menyukai Selena. aku harus bagaimana ya Tuhan? "lirih Bara dalam hati sembari mempererat pelukannya pada Selena.
"Mas Bara, maaf bukannya mau mengusir' tapi ini sudah malam. Apakah mas Bara tidak pulang? "tanya Selena sembari melepas pelukan Bara.
"Kalau seandainya malam ini saya menginap di sini apakah boleh?
"Saya janji gak akan macem-macem dan hanya tidur di sofa ruang tamu saja. "pinta Bara sambil memasang wajah memelas.
"Boleh, saya percaya kok sama kamu mas.
"Terima kasih ya Sel, lagi pula tadi saya kekenyangan makan jadi sekarang mulai mengantuk. "ucapnya lagi sembari menguap.
"Ya sudah sekarang kita masuk yuk sudah malam.
......................
"Mas Bara yakin mau tidur di sofa yang sudah usang ini? "tanya Selena sambil melihat sofa ruang tamu milik nya.
"Saya yakin Selena, lagi pula saya ini terbiasa tidur di mana saja, Jadi kamu tidak usah khawatir.
"Ya sudah saya ambilkan bantal dan selimut dulu ya. "ucap Selena yang berlalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil selimut dan bantal untuk Bara .
"Demi kamu jangankan hanya tidur di sofa, tidur di lantai pun saya rela, asalkan bisa selalu dekat dengan kamu Selena Fransiska. "Lirih Bara sambil tersenyum bahagia.
Detak jam sudah menunjukkan pukul 01:00. Tetapi Bara belum juga mengantuk ia masih berkelana dalam pikiran nya sendiri.
Sambil memandangi langit-langit rumah, ia terus bertanya pada diri sendiri. Apakah pantas jika dirinya mempunyai perasaan seperti ini?
Perasaan yang tidak seharusnya ia miliki, mengingat ia sudah mempunyai istri. Namun tidak bisa Bara pungkiri jika perasaan pada Selena kian hari kian menggebu.
Dan sekarang Bara sadar perasaan apa yang ia miliki selama ini, perasaan nyaman bila berada di dekat orang itu, selalu terbayang wajah cantiknya di manapun ia berada dan bisa merasa tenang walau hanya mengingatnya di dalam pikiran.
Cinta. Satu kata yang bisa membuat orang menjadi bahagia, namun bisa menghancurkan seseorang dalam sekejap.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin sekali menyatakan perasaan cintaku ini pada Selena. Tapi apa dia akan menerima perasaan ku?
"Apalagi aku kan sudah beristri. Nanti bisa-bisa Selena menganggap ku sebagai pria hidung belang.
"Arkhh... Aku sungguh pusing. Kenapa sih takdir hidup ku sungguh rumit. "racau Bara pada dirinya sendiri sambil mengusap wajahnya berkali-kali.
"Tapi jika aku tidak mengatakan perasaan ku pada Selena sekarang juga, bisa-bisa nanti dia bersama pria lain. Aku sungguh tidak rela...!
"Apalagi Selena itu gadis yang cantik, lemah lembut dan body nya itu...? Sungguh indah bagaikan gitar spanyol.
"Astaga.. kenapa aku jadi berpikir kotor seperti ini? Gak boleh, gak boleh. Punya pikiran seperti itu pada Selena. "ucap Bara pada dirinya sendiri sambil penampar pipi nya berulang kali.
"Pokoknya besok pagi aku harus mengakui perasaan ku ini pada Selena. Entah dia mau mau menerima ku atau tidak yang penting sudah aku ungkapkan perasaan cinta ku ini padanya.
Setelah yakin dengan keputusannya Bara pelan-pelan merasakan kantuk hingga membuatnya tertidur lelap di sofa.
...****************...
Di sebuah club' seorang wanita cantik dengan segala aksesoris branded tengah meliuk-liukkan tubuhnya di lantai disko.
Dengan memegang gelas berisikan wine ia terus menari tanpa arah. Di iringi dengan canda tawa dan dentuman musik yang sangat keras.
"Jes.... Kita istirahat dulu yuk capek nih dari tadi nari terus. "teriak teman wanita Jessica yang bernama Vika.
"Ya udah deh... "jawab Jessica sambil berjalan turun dari lantai disko.
"Honey, where are you going? Let's dance again "ucap teman laki-laki Jessica sambil menahan lengan gadis itu .
"I am sorry, dear. I'm really very tired and want to rest for a while. "Jawab Jessica sambil membelai mesra dada bidang pria bule itu.
"OK, but give me one kiss first.
"Of course darling. " dengan santainya Jessica mencium pria itu di depan banyak orang.
"Wait for me in the room, honey. I'll follow in ten minutes. "bisik mesra Jessica sambil menampilkan ekspresi menggoda kepada pria bule yang bernama Martin.
"I will wait for you dear, come quickly because I can't wait. "jawab pria bule itu sambil tersenyum.
Sekarang Jessica dan Vika sedang duduk di meja bartender sambil tertawa-tawa.
"Wah.. Gila Luh Jes, Lo ciuman sama Martin di depan banyak orang. Gak takut ketauan laki Lo apa?
"Ha, ha... Biarpun si Bara ngeliat gue ciuman di depan matanya, dia gak bakalan berani berbuat apa-apa. Kalau sampai dia berani macem-macem sama gue. Gue pastiin detik itu juga perusahaan nya bakalan bangkrut! Lo tau sendiri kan? Gimana berkuasanya bokap gue.
"Iya juga sih, secara bokap Lo itu berkuasa banget Jes... Eh tapi kalau seandainya si Bara itu sakit hati terus gantian selingkuh gimana? Lo tau sendiri kan? di Bara itu ganteng, tinggi, badannya sixpack, seorang CEO muda lagi. Cewek mana coba yang ng gak mau sama dia?
"Emang sih, laki gue itu ganteng cuma dia gak bakalan berani khianati gue. Jadi Lo tenang saja say... Kalau sampai dia berani macem-macem gue bakal aduin ke emaknya yang sakit-sakitan, biar itu orang tua mamp*s sekalian...!
"Gila! Kejam banget Lo Jes...
"Sudahlah dari pada kita ngebahas lakingue Mulu, mendingan gue ke kamar nyusul si Martin. Kasian cowok bule gue pasti sudah nungguin.
"Jes, Jes .. Gak ada bosannya Lo main sama si Martin?
"Gimana gue bisa bosan Vik? Orang punya dia itu gede banget, lebih gede dari punya laki gue. Dan yang pasti dia bisa selalu bikin gue puas. Udah ya bay bay Vika... "ucap Jessica yang akhirnya pergi dari tempat itu menuju salah satu kamar yang ada di diskotik itu.
Ketika sampai di dalam kamar Jessica yang melihat Martin hanya mengenakan pakaian dalam saja, langsung tidak tahan dan permainan panas pun di mulai antara dua sejoli tanpa ikatan ini.
Suara desahan menghiasi kamar, tanpa memperdulikan orang lain. Kedua sejoli ini mendesah, berteriak dan saling memuaskan satu sama lain hingga pagi menyapa.
Martin yang selalu bisa membuat Jessica puas dan melayang. baru mengakhiri permainan panas mereka sampai jam 4 pagi, keduanya tertidur tanpa mengenakan sehelai benangpun di dalam selimut yang sama.