Indonesia
NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26.8M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Besoknya, Talia, Lintang, dan Casen sudah berada di bandara, siap berangkat ke Jepang. Talia mengenakan hoodie oversized berwarna krem dengan celana jeans longgar, sementara Lintang dan Casen tampil lebih santai dengan pakaian mereka masing-masing.

"Kita akan menginjakkan kaki di Jepang dalam beberapa jam lagi!" seru Talia penuh semangat.

Lintang terkekeh,

"Lo semangat sekali. Jangan lupa tujuan utama kita, mendukung Casen lomba."

Casen hanya tersenyum tipis.

"Selama lo berdua gak bikin masalah, gue tenang."

Lintang keberatan mendengar perkataan Casen.

"Gue gak biasa bikin masalah ya. Gak kayak yang sebelah gue ini." cowok itu menunjuk Talia dengan dagunya.

Talia mencebik, tahu kalau maksud Lintang adalah dia.

"Cih, anak manis gini di anggap suka bikin masalah." katanya yang mengundang tawa Lintang dan Casen. Anak manis? Talia? Bikin gemas iya.

"Eh Cas, lo ada kenalan agency besar gak di Jepang? Kali aja gue bisa audisi nyanyi di sana. Banyak orang yang gak berhasil di negeri sendiri tapi pas di negara orang langsung berhasil. Gue bisa juga beruntung kayak mereka." Talia menatap Casen dengan mata berbinar-binar.

Berbeda dengan kedua sahabatnya itu, Casen hanya tersenyum tipis, sedang Lintang malah menertawainya.

"Masalah Tal, dalam kasus lo, udah gak tertolong lagi. Nyanyi lo bener-bener bikin sakit telinga. Masa lo gak sadar sih? Kita berdua sebagai sahabat lo selalu mendukung. Tapi kalo lo beneran udah bengkok jalannya harus di lurusin. Cari kerjaan lain aja."

Tatapan Talia seketika berubah.

Ia memukul kepala Lintang, cowok itu kaget.

"Jangan rusak persahabatan kita dengan kata-kata yang bikin gue sakit hati, hmphh!" Talia langsung membuang mukanya ke arah lain setelah mengatakan itu.

Lintang tertawa.

"Sakit hati? Lo sakit hati?"

"Nggak sih, gak salah lagi!"

Lintang tersenyum lebar sembari menggeleng kepala. Dia senang sekali bercanda dengan Talia, karena sahabatnya itu selalu punya caranya sendiri membalasnya, dan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu bikin bengek bahkan kadang di luar nalar. Bagaimana Lintang tidak senang menjahilinya coba. Talia adalah sosok gadis yang selalu berpikir positif dan ceria.

Saat pesawat mereka lepas landas, di tempat lain Damian juga bersiap menuju Jepang. Ia duduk di dalam mobilnya sambil melihat ponselnya, membaca pesan dari Ethan.

"Kami butuh konfirmasi sebelum pengiriman ulang. Situasinya tidak bisa ditunda lagi."

Damian menghela napas. Ia tahu tugasnya kali ini berisiko tinggi. Tapi entah kenapa, yang mengganggunya justru sosok Talia. Dia akan ke Jepang kurang lebih selama dua minggu. Gadis itu tidak akan tiba-tiba punya pacar saat dia kembali kan? Damian mengkhawatirkan hal itu.

Beberapa jam kemudian, pesawat yang membawa Talia dan kedua sahabatnya mendarat di Bandara Haneda. Begitu tiba, mereka segera menuju hotel yang sudah dipesan sebelumnya.

"Kita langsung keliling kota atau istirahat dulu?" tanya Lintang sambil merentangkan tangan, menikmati udara Jepang yang lebih dingin dibandingkan negara mereka.

"Keliling dulu lah! Aku mau makan ramen asli Jepang!" seru Talia bersemangat.

Casen menggeleng.

"Terserah kalian. Aku hanya butuh tidur nyenyak sebelum lomba."

Lintang tertawa melihat antusiasme Talia.

"Oke, kita jalan-jalan dulu, tapi jangan kelamaan. Kasihan Casen, dia butuh istirahat. Lomba balapnya besok."

Casen hanya mengangguk. Dia memang tidak pernah terlalu bersemangat untuk hal-hal semacam ini, tapi dia juga tidak keberatan menemani dua sahabatnya asalkan mereka tidak membuat keributan yang tidak perlu. Casen pada dasarnya pendiam, namun dia selalu merasa terhibur dengan kedua sahabat randomnya ini.

Setelah check-in di hotel dan menyimpan barang-barang mereka, mereka segera keluar untuk menjelajahi kota. Talia terlihat sangat bersemangat, matanya berbinar-binar melihat suasana malam Tokyo yang dipenuhi lampu neon dan hiruk-pikuk orang-orang yang masih sibuk beraktivitas.

"Kita harus ke tempat ramen terbaik!" seru Talia, menarik tangan Lintang agar segera berjalan lebih cepat.

Mereka akhirnya tiba di sebuah kedai ramen kecil yang cukup terkenal di daerah Shinjuku. Talia mencarinya lewat media sosial. Tempatnya sederhana, tapi ramai oleh pelanggan yang menikmati semangkuk ramen hangat di tengah udara yang cukup dingin.

"Selamat datang!" sapa seorang pegawai dengan ramah saat mereka masuk.

Mereka segera duduk dan memesan masing-masing satu mangkuk ramen. Saat pesanan mereka datang, Talia menatap mangkuknya dengan penuh kagum.

"Ini dia, ramen asli Jepang! Aku tidak sabar!" katanya sebelum meniup sendok berisi kuah panas dan menyeruputnya.

Lintang ikut mencicipi, lalu mengangguk puas.

"Enak juga, ya. Mungkin gue bisa makan ini setiap hari selama di sini."

Casen yang tadinya tampak lelah akhirnya ikut menikmati ramen dengan tenang.

"Lumayan. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada makanan instan yang biasa kalian makan."

Mereka bertiga tertawa sebelum melanjutkan makan. Setelah selesai, mereka berjalan menyusuri jalanan Shinjuku, menikmati suasana kota.

"Eh, kalian sadar nggak, kita ini lagi di Jepang, lho. Kayak mimpi, nggak sih? Jepang gitu loh. Jepang!" Seru Talia dengan mata berbinar.

Lintang menggeleng.

"Jangan malu-maluin Tal, lo udah beberapa kali liburan ke sini, masih aja kayak orang udik."

Talia mendelik tajam ke Lintang.

Sementara Casen hanya menggeleng melihat perseteruan kedua sahabatnya yang kadang akur kadang musuhan namun lucu di matanya.

Langkah Talia terhenti ketika ia melihat ada seseorang yang seperti dia kenal berpapasan dengan mereka tadi. Namun sosok yang terasa familiar itu sudah menghilang di tengah-tengah banyaknya pejalan kaki di jalan.

"Lo liat apa?" Casen bertanya, menyadari Talia seperti mencari seseorang.

"Gak tahu. Mungkin jodoh gue? Heheh." jawab Talia tersenyum lebar.

Casen menggeleng mengacak pelan rambut Talia. Harusnya dia tidak bertanya tadi. Dasar gadis somplak.

Talia masih menoleh ke belakang, mencoba memastikan apakah benar yang tadi dilihatnya adalah orang yang dikenalnya. Namun, setelah beberapa saat, ia menghela napas dan mengibaskan pikirannya. Mungkin hanya perasaannya saja.

"Udah yuk, lanjut jalan-jalan!" katanya ceria, kembali bersemangat.

Lintang dan Casen saling pandang, lalu menggeleng bersamaan. Tapi semangat sahabat mereka itu yang membuat perjalanan mereka lebih menyenangkan.

Mereka melanjutkan langkah menyusuri Shinjuku yang semakin meriah dengan lampu-lampu kota. Talia sibuk mengabadikan setiap momen dengan ponselnya, memotret sudut-sudut jalan yang menarik dan sesekali berpose konyol di depan kamera.

"Tal, lo tuh kayak turis yang baru pertama kali ke Jepang," komentar Lintang sambil tertawa.

"Biarin! Ini namanya menghargai setiap pengalaman," balas Talia dengan bangga.

"Ya, ya, ya. Nona yang hobinya

ikut audisi." kata Lintang.

Setelah puas berjalan-jalan dan menikmati suasana malam Tokyo, mereka kembali ke hotel. Talia langsung merebahkan diri di tempat tidurnya, menghela napas panjang.

"Ahh, ini baru namanya liburan," gumamnya dengan mata terpejam. Casen dan Lintang berada di kamar lain, berdekatan dengan kamarnya.

Talia langsung tidur setelah mandi karena besok pagi-pagi mereka akan pergi ke arena balap, menonton Casen balapan.

1
lovely_day
lindungi amara y thor... bnci bgt sm meriam ini...
Nah Yanah
Sumpah talia konyol
Hanima
No no no.. tidak bisaaa
Lilik Juhariah
jangan sampai niatnya dikabulkan kak Mae
LANY SUSANA
waduh deh deg an ni.... bisa jadi berhasil tp Erlan lama2 curiga dgn sifat n sikap si rubah ni... dia kan blm tau seperti apa wkt Amara bersama Erlan, pasti ada kebiasaan 2 yg gak mungkin dia tau
duh Amara km. hati2 lo mo di culik dan di bunuh 😭
Nurminah
masak iya sekelas arsen sama erlan ketipu anak abg gila miris banget kalo sampe terjadi
Al Fatih
Kalo memang sesempurna itu,, mqkn pada awal2 nya mereka akan terkecoh,, tapi semoga ga akan butuh waktu lama utk mereka menyadarinya. Karna kasian Amara 😭😭😭😭.
Karna,, kalo sudah ad pertanyaan dari othor Mae yang kayak gini,, berarti niat jahatnya meriam utk menyakiti Amara akan terwujud 😭😭😭😭,,
walaupun sebenarnya AQ berharap Amara jangan smpe tersakiti 😭😭😭
mee
ini baca nya wajib cerdas ya kak, nama Amara ketuker sama Mariam, kan gak enak banget bacanya masa Amara keluar dr tempat lacur🤭
Hana
ahh jadi malas bacanyaa, kok berhasill sihh
LiNda D'priNcess Zara
berhasil mungkin sebentar .
karna org disekeliling Amara org hebat semua pasti tau jelas perbedaannya
Puji Sri Lestari
becik ketitik olo ketoro .tdk berhasil thor.krn pasti akan ada satu sifat yg berbeda
Momz Haikal Sandhika
jangan sampai berhasil,harus gagal di tengah jalan 😄
Dartihuti
Bisa jd mampu menipu org lain tp 1 yg fi lupan pastinya ada salah 1 kelemahan atau kelebihan yg terlewatan yg hanya diketahui org" terdekat...apa lg Erlan udah tahu detil Amara
......bunga
😭
Riska Baelah
bisa jd berhasil sebentar karna, baru x ini ad kisah cinta pasangan yg d buat kk mae penuh intrik , kekejaman,, haus akan kekuasaan kekayaan , dia lah antagonis sejati saat ini miriam nma ny yg minta d boommmmm/Speechless//Speechless//Speechless//Speechless//Speechless//Speechless//Speechless/
Sunny Kwok
aduh jgn sampai Amara yg asli knp2 🙏
Mutia Efrida
Tolong Amara harus baik² aja ya Thor, gak adil kalo Amara harus terluka. Miriam boleh aja berhasil nyulik Amara, tp jangan sampai Amara terluka & tukerannya jangan lama2, buat Miriam hancur tp tetap hidup
LANY SUSANA: betul jadikan Amara yg lugu n polos
jgn sampe terluka ya... 😭
total 1 replies
ardiana dili
tidak berhasil
Opi Sofiyanti
maaf kak... "di bawa" bkn "dibawah"...g pk " h" y kak...🤭🤭🤭....
Cuba Sabine saja goal 😌🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!