Indonesia
NovelToon NovelToon
Permata Tak Terduga Sang Mafia

Permata Tak Terduga Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Mafia / Penikahan Kontrak / Dark Romance / Tamat
Popularitas:86
Nilai: 5
Nama Author: franericá

Angel Martinez dibesarkan untuk satu tujuan: menjadi istri yang sempurna dan penurut bagi pria pilihan ayahnya—seorang bos mafia Spanyol yang menganggap kekuasaan adalah segalanya. Yang ia impikan hanyalah kebebasan: sebuah perpustakaan, kuas dan kertas, dan satu perjalanan ke Italia sebelum hidupnya benar-benar bukan lagi miliknya.

Namun perjalanan itu ternyata sebuah jebakan manis. Di Roma, Angel mendapati dirinya telah dijanjikan kepada Dante Moretti—Don muda paling ditakuti di seluruh Italia. Dingin, arogan, dan terbiasa memiliki apa pun yang ia mau, Dante sama sekali tak berniat mengikat hidupnya pada seorang "putri manja". Sampai gadis bermata biru dan berambut merah api itu menatapnya tanpa gentar… dan meruntuhkan setiap tembok yang ia bangun.

Di dunia penuh darah, aliansi, dan senyum palsu, cinta adalah kelemahan paling berbahaya. Karena di balik pesta megah dan janji-janji setia, ada seseorang yang sudah lama menunggu—seseorang yang tahu persis bahwa cara termudah menghancurkan seorang Don adalah dengan merebut satu-satunya hal yang benar-benar ia cintai.

Ketika pria yang tak pernah takut pada apa pun akhirnya menemukan sesuatu yang tak sanggup ia kehilangan, ia siap membakar seluruh dunia demi mempertahankannya.

"Tak ada yang boleh menyentuh hartaku dan pergi tanpa terluka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon franericá, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Kedatangan — jantung berdebar tanpa izin

POV Dante

Saat mobil berhenti di depan mansion Moretti, perutku terasa mengencang.

Ini tak pernah terjadi. Tak pernah sekali pun.

Tapi dengannya…

Dengannya, semuanya berbeda.

Kubetulkan jasku sekali lagi.

Kuusap rambutku lagi, kesal pada diriku sendiri.

Lalu kutarik napas dalam-dalam sebelum menaiki anak tangga.

Setiap langkah, jantungku berdegup makin keras.

Aku, sang Don, pria yang paling ditakuti di seluruh wilayah ini…

sebentar lagi masuk ke dalam rumah dan menunggu permata terindah, seperti remaja yang hendak menjemput gadisnya untuk kencan pertama.

Aku tertawa sendiri.

Aku sudah menunggu, membetulkan lengan kemejaku untuk ketiga kalinya, seolah itu bisa mengubah apa pun.

Jantungku tak lagi berdetak, ia menghantam dadaku.

Konyol. Aku pernah berhadapan dengan orang-orang bersenjata, perang antarkeluarga, penyergapan… tapi tak satu pun membuatku seperti ini.

Lalu kulihat dia menuruni tangga.

Dan dia pun muncul.

Angel.

Sesaat aku lupa bagaimana caranya bernapas.

Gaunnya seperti diambil dari sebuah mimpi, ungu lembut, dengan bunga-bunga bordir dalam warna-warna yang bahkan tak kuketahui keberadaannya. Cahaya senja menimpa kainnya, membuat semuanya berkilau perlahan, seolah dunia bergerak dalam gerak lambat hanya untukku.

Riasannya halus, lembut… tapi berkilau di matanya dengan cara yang meruntuhkanku.

Selama ini aku selalu menganggap diriku pria yang tak tergoyahkan. Keras. Dingin.

Tapi dia…

Dia cukup hanya dengan ada.

Ketika Angel melangkah pertama ke arahku, gaunnya melayang di sekitar kakinya, dan aku merasa seolah seseorang menyalakan api di tubuhku.

Ia berhenti beberapa sentimeter dariku.

"Hai, Dante…" katanya, dengan senyum kecil, agak malu-malu.

Malu.

Padaku.

Aku harus menahan keinginan untuk menariknya lewat pinggang dan berkata bahwa ia cantik… cukup cantik untuk membuat pria mana pun kehilangan akal.

Tapi kendali. Selalu kendali.

"Angel…" suaraku keluar lebih pelan dari yang kuinginkan, "kau…"

Aku tak sanggup menyelesaikannya.

Ia tertawa lirih, tawa yang menyalakan sesuatu di dasar dadaku.

"Kau juga sangat tampan," jawabnya, memandangku seolah aku lebih dari diriku yang sebenarnya.

Dan saat itu aku tahu.

Aku benar-benar tersesat.

Kugenggam tangannya, kecil, hangat, lembut, dan kukatakan, "Ayo? Sebelum aku lupa bahwa ini cuma kencan dan berbuat hal bodoh…"

Angel bersemu merah, dan itu nyaris membunuhku seketika.

Lalu kami pun pergi. Aku, berusaha menjaga sikap.

Dia, lebih indah dari bahaya apa pun yang pernah kuhadapi. Dan malam bahkan baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!