Indonesia
NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:852.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Yuni segera pergi ke rumah tempat mereka tinggal selama ini, mungkin saja ada di antara mereka yanh tahu di mana Naila saat ini.

Yuni sengaja pergi ke warung sayur yang berada tidak jauh dari rumah itu, kebetulan saat ini sedang ada beberapa ibu yang berkumpul di sana.

"Ibu - ibu saya mau tanya sesuatu sama kalian, ada kah di antara kalian yang melihat Naila? Atau ada yang tahu Naila nya di mana sekarang?" Tanya Yuni pada mereka.

"Kok kamu tanya sama kami? Kamu kan ipar nya, selama ini kalian tinggal di rumah nya. Kok bisa gak tahu keberadaan Naila!" Jawab salah satu dari mereka dengan sinis nya.

"Iya nih mbak Yuni, selama ini tidak pernah mau loh nyapa ibu - ibu di sini. Sekarang kok jadi ramah, apa karena tidak bisa lagi tinggal di rumah nua Naila?" Tanya yang lain nya.

Yuni mengepal kan tangan nya, dia sangat geram Ingin sekali dia menampar mulut ibu - ibu yang julid itu. Tapi sebisa mungkin dia menahan nya, tujuan nya datang kemari bukan mencari ribut tapi mencari tahu di mana Naila tinggal saat ini.

"Bukan begitu ibu - ibu, Naila sudah menjual rumah kami saat kami tidak ada di rumah. Dan sekarang kami tidak tahu Naila nya ada di mana!" Ujar Yuni sambil sebisa mungkin menahan emosi.

"Rumah kalian? Tidak salah tuh? Seingat saya ya mbak Yuni, Naila itu sudah lama tinggal di rumah itu. Kalau tidak salah saat dia masih kuliah, sampai dia bekerja. Dan Mbak Yuni serta keluarga nya baru tinggal di sini, setelah Naila menikah dengan suami nya!" Kembali ibu yang lain nya menyudutkan Yuni.

Yuni mengepal kan tangan nya, mulut ibu - ibu di sini sama beracun nya dengan ibu - ibu yang ada di sekitar rumah mereka. Niat nya datang ke sini untuk mencari tahu keberadaan Naila, tapi kini malah dia malah mendapat hujatan dari mereka semua.

"Ibu - ibu, Naila itu cuma ibu rumah tangga biasa. Semua kebutuhan nya bergantung pada adik saya, Naila memang tidak tahu diri!" Yuni menjelek kan Naila.

"Kalau aku jadi Naila, sudah sejak lama aku usir suami dan keluarga nya dari rumah itu. Enak saja, setiap tahun liburan ke luar kota, tapi diri nya di tinggal sendiri di rumah!" Ujar salah seorang ibu dengan geram.

Yuni yang tidak tahan mendengar mulut pedas ibu - ibu di sana, akhir nya dia memutus kan untuk pergi dari sana.

"Sialan, awas saja kau Naila. Akan ku balas semua nya, akan ku cari kau kemana saja kau pergi!" Guman Yuni dengan geram.

Yuni terus berjalan menyusuri jalanan yang cukup ramai, tapi tiba - tiba saja mata nya melihat seorang laki - laki di jalan seberang sana. Dia tengah berjalan sambil bergandengan mesra dengan seorang wanita hamil.

"Mas Alan? Seperti nya itu mas Mas Alan?" Mata Yuni mengawasi sepasang manusia yang ada di seberang sana.

Bergegas Yuni menyeberangi jalanan yang cukup Ramai dilalui oleh kendaraan yang berlalu lalang, sehinga membuat Yuni kesulitan untuk menyeberangi jalan.

Setelah beberapa saat, Yuni pun tiba di seberang dan dia tidak lagi menemukan kedua orang tadi.

"Di mana mereka? Apakah aku salah lihat saja?" Yuni bertanya pada diri nya sendiri.

Yuni mengedarkan pandangan ke sekeliling nya, mencari keberadaan sosok laki - laki yang mirip dengan suami nya. Tapi dia tidak menemukan nya, sudah hilang entah kemana.

"Ah, mungkin saja aku yang salah melihat nya!" Guman Yuni lagi.

*******

Naila sedang fokus pada pekerjaan nya, tiba - tiba ponsel nya berdering. Naila melihat siapa yang menelepon nya, ternyata Rivan yang menelepon nya. Naila membiarkan panggilan itu hingga berakhir, dia sengaja mau membuat Rivan kesal.

Tidak berselang lama, kembali ponsel Naila berdering. Rupa nya Rivan tidak berhenti begitu saja, dia masih berusaha keras untuk membuat Naila kembali.

"Hallo,,,,!" Sapa Naila saat dia menjawab panggilan itu dan menempelkan benda pipi tersebut ke telinga nya.

"Naila, kamu di mana Naila? Cepat pulang, kamu harus mempertanggung jawab kan perbuatan kamu pada keluarga ku!" Bentak Rivan dari seberang sana.

"Perbuatan apa yang harus aku pertanggung jawab kan? Apa yang sudah aku lakukan pada keluarga mu?" Naila balik bertanya pada Rivan.

"Naila, kau telah membuat keluarga ku kehilangan tempat tinggal nya dengan menjual rumah itu. Cepat kembalikan rumah kami!" Bentak Rivan dengan suara lantang.

Naila menjauhkan ponsel nya dari telinga, dia membiarkan Rivan bicara omong kosong.

"Rumah mana yang kamu maksud kan mas? Apakah di dalam hidup mu kau pernah membeli rumah?" Tanya Naila lagi.

"Naila, jangan lupa aku ini adalah suami mu. Dan aku berhak atas semua harta mu, termasuk rumah itu!" Rivan berkata dengan tidak tahu malu nya.

"Sebelum bicara aku saran kan pada mu untuk belajar agama dulu, Mas. Belajar dengan orang yang benar, jangan belajar dengan ibu mu yang menyesatkan itu. Suami dan keluarga nya tidak berhak sedikit pun atas harta istri, jadi kau dan keluarga mu tidak punya hak atas rumah ku. Mau aku jual, atau kau apa saja itu urusan ku bukan urusan mu!" Jawab Naila lagi.

"Naila, kau harus bertanggung jawab sekarang. Mbak Yuni di pecat dari tempat kerja nya itu gara - gara kamu!" Rivan malah menyalakan Naila.

"Kakak mu di pecat itu bukan urusan ku, itu urusan nya. Kenapa kau jadi menyalahkan aku!" Balas Naila lagi.

"Naila, cepat kembali ke rumah dan kerjakan semua tugas mu sebagai seorang istri. Kau wajib berbakti pada ku dan juga pada keluarga ku, sebagai seorang istri dan juga menantu!" Paksa Rivan lagi.

"Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah kembali pada mu lagi. Tunggu saja surat perceraian kita dari pengadilan!" Ucap Naila lagi.

"Dengar Naila, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan mu. Kau tetap lah istri ku! Naila jika kau tidak segera pulang dan mengembalikan rumah itu, lihat saja Naila aku tidak akan membuat mu hidup dengan tenang!" Rivan mengancam Naila.

"Lakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi yang pasti satu hal aku tidak sudi hidup bersama laki - laki dan keluarga toxic seperti kalian!" Ucap Naila sebelum memutuskan sambungan telepon itu.

Klik.

Sambungan telepon pun langsung di putuskan secara sepihak oleh Naila. Berdebat dengan Rivan hanya menghabiskan waktu dan tenaga nya saja.

Yang pasti satu hal, Naila harus bersiap dengan segala kemungkinan. Karena Naila yakin Rivan dan keluarga nya tidak akan menerima semua ini dengan mudah.

1
EmakKece
Ya Allah...sdh berapa kali dialog ini diulang2 ? 🤦🏻
EmakKece
semakin lama baca kok malah sebel ya sm tokoh Naila ini. Terlalu berkepanjangan .. gak sat set nyelesain masalahnya 🤭
EmakKece
masa sih ga ada sadar dirinya sedikitpun si Rivan ? aneh
Evy
Setiap ada keributan...itu ..itu saja yang dibahas.. mutar mutar terus nih alur ceritanya...
Evy
Kalo tidak mengendarai mobil lamanya.. pasti tidak akan mudah ditemukan..
Evy
Kirain dirumah sakit ketemu Alan yang ngantar selingkuh nya mau lahiran misalnya... pasti heboh dah...
Deetje Fenny Ratumbanua New
mantap thooorr akurnya isdebest
Evy
Rumah sudah dijual..kenapa mobilnya tidak dijual juga .. katanya mau menghindari suami dan keluarganya.. harusnya jangan meninggalkan jejak dong..
Evy
Suami Naila seorang manager...masa sih tidak punya tabungan sama sekali..boros amat hidupnya..
Evy
Yuni dan suaminya kan juga bekerja..masa sih gak ada duit sama sekali.. setidaknya masih bisa lah sewa rumah kontrakan...
Umi Frizza
kamu bodoh nay ..
Umi Frizza
banyak bacot kayak dracin🤣
Umi Frizza
membosankan
Wati Sitompul
Anjing juga si Rivan itu, ngga punya harga diri..kayak binatang...
muak lama2 thor...
Evy
Walaupun cinta setengah mati tapi kalo selalu disakiti dan tidak dihargai.. cinta itu bisa hilang dan pudar..
Wati Sitompul
Kebanyakan cakap..
Yang Shanti
suka banget ceritanya, ayo Nai semangat
Yang Shanti
Kasihan Naila, setuju banget dengan rencananya. Bagus Nai, lanjutkan
Yayuk Rahayu
Orang kalau SDH angkuh tidak bisa intropeksi Atau menyadari
Yanti Soedarman
Cerita yang bagus, meski 3 Tahun terlalu panjang buat seorang istri pintar merasakan penindasan dan kebohongan dlm keluarga suaminya.

yang bisa ditiru adalah strategi seorang istri bangkit dari keterpurukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!