Indonesia
NovelToon NovelToon
Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:346k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Saniya Syamira, tak memiliki pilihan lain selain menerima perjodohan amanah dari almarhum kakeknya.

Terlebih sang ibu mengkhawatirkan dirinya jadi perawan tua dikarenakan memiliki kekurangan. Saniya penyandang disabilitas fisik, kaki kanannya diamputasi sedari dia berumur 8 tahun.

Mampukah Saniya menjalani biduk rumah tangga bersama pria berstatus duda yang pernah gagal menikah sampai dua kali dengan wanita sama yakni, cinta pertamanya?

Lantas, bagaimana dengan sepasang anak tirinya, bisakah mereka menerima wanita lain selain ibu kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasutan Jena : 22

“Gapapa, Mom, Tita ngerti kalau Mommy sibuk,” jawabnya lesu. Dia percaya, karena di negeri yang ditinggali ibunya masih memasuki waktu sore hari.

“Sayang, kamu lagi bad mood, ya? Cerita ke Mommy ada apa?” suaranya penuh perhatian.

Sambil menahan tangis, Tatiana menceritakan perdebatan beberapa jam yang lalu.

Suara diujung sana menusuk, penuh amarah terpendam. “Papi kamu sudah dibodohi sama si Saniya itu, Sayang! Belum juga satu bulan jadi istri, sifat aslinya sudah kelihatan. Dirimu harus lebih berhati-hati, jangan sampai termakan rayuan mulut manisnya, Tita.”

“Iya, Mom. Mommy kapan pulang? Aku gak suka sama dia! Sebel banget!” adunya dengan suara menekan.

“Secepatnya Sayang. Gitu Mommy sudah di Indonesia, langsung ke rumah kita, terus ngusir si gila harta itu!” ujarnya mantap.

“Janji ya Mom?” ia sedikit merasa ragu sebab sang ayah menunjukkan sikap membela Saniya.

“Pasti, Tita. Mana mungkin Mommy bisa tenang kalau kalian diasuh wanita yang cuma cinta sama kekayaan Papi, tetapi enggan menyayangi anak tirinya,” ini bukan pertama kalinya seorang Jena Rustam mendoktrin putri sulungnya.

“Sayang, ingat satu hal ini! Cuma ibu kandung yang menyayangi buah hatinya dengan tulus, lainnya palsu. Percaya sama Mommy. Gitu kamu dan Ardan luluh dan Papi kalian percaya pada wanita licik itu, pasti dia langsung bersikap semena-mena, bermain trik kotor demi menguasai kekayaan yang semestinya hakmu,” tambahnya meyakinkan.

“Jahat banget dia ya Mom? Gak berhati nurani,” rasa bersalah yang tadi tersimpan didalam dada, seketika sirna tergantikan kesal luar biasa.

“Perempuan seperti itu gak pantas dipanggil Ibu! Sikapnya palsu, tutur kata lembut penuh perhatian aslinya racun berbisa. Apapun yang dia katakan, jangan dipercaya, Tita!”

“Aku cuma mau Mommy, gak sudi manggil dia Mami!” tekadnya kembali membara dengan kebencian menggelora.

“Bagus. Anak Mommy memang pintar,” suara Jena terdengar renyah, puas.

“Sayang, Mommy sedang bersiap untuk tampil malam ini. Kamu jangan sedih terus-menerus, sebentar lagi kita hidup bersama, tak terpisahkan lagi,” rasa percaya dirinya membumbung tinggi.

“Mommy yang semangat ya! Biar penampilannya sempurna. Aku bangga banget punya Ibu seorang penari hebat seperti Mommy,” ekspresinya menggambarkan rasa bangga.

Jena Rustam tertawa puas, lalu mengucapkan kata-kata penyejuk bagi jiwa haus kasih sayang seorang ibu.

Ketika sambungan sudah dimatikan, Tatiana membuka galeri foto di ponselnya, meng-klik satu potret wanita mengenakan busana putri di negeri dongeng.

Foto itu dikirim langsung oleh Jena Rustam, ia berpose anggun seraya memamerkan piala yang dimenangkan lewat ajang bergengsi.

Bakatnya sebagai seorang seniman penari latar mendampingi penyanyi atau musisi utama di atas panggung, sudah diakui sampai kanca internasional.

“Tita kangen Mommy. Pengen kita sama-sama lagi seperti dulu,” ucapnya sarat kerinduan.

***

Menjelang dini hari, tidur Saniya terusik, perutnya terasa nyeri pada area yang terluka tersiram air panas, ia tak sadar mengerang sedikit kencang.

Yarash yang memiliki pendengaran tajam, bergegas bangun dan menekan saklar lampu pojok ruangan.

Balita yang tadi melarang ibu tirinya jangan sampai memeluk apalagi menciumnya, sekarang malah tidur diatas badan Saniya dengan kepala miring ke arah Yarash.

Bibir Ardan bergerak seperti sedang menghisap dot botol susu, jemari gempalnya menepuk-nepuk buah dada kanan wanita yang mulai terjaga.

“Biar saya saja,” Yarash mendekati Saniya, penuh kehati-hatian menurunkan Ardan jangan sampai terbangun.

Saniya menghembuskan napas lega, tadi rasanya sulit bernapas. Bobot Ardan termasuk berat hampir 20 kilogram.

“Mas …!” baru saja bisa menghirup udara bebas, ia dikejutkan dengan gerakan tiba-tiba Yarash menyingkap baju tidur sampai bawah dada.

“Astaga, Saniya. Kulitnya terkelupas dan berair. Pasti karena tergesek kaki Ardan,” Yarash pun panik sambil meringis.

Dibantunya Saniya duduk bersandar pada kepala ranjang, lalu diambilnya tisu kering dan gel diatas meja.

“Pelan-pelan, Mas, perih,” dia tidak bohong, rasanya memang nyeri seperti luka sayatan.

“Maaf.” Yarash meniup-niup kulit tipis yang terkelupas. Kembali diolesi gel. “Obatnya diminum lagi, ya? Takutnya nanti kamu gak bisa tertidur karena menahan rasa sakit.”

“Iya.” Saniya mengangguk, ada keinginan mendorong kepala yang tertunduk, rambut bagian samping menggesek baju di atas dadanya.

Namun Saniya menahan rasa tak nyaman itu, dia menghargai upaya pria yang merawatnya dengan ikhlas, rela terjaga meski memiliki pilihan abai.

Yarash mendongak saat mendengar suara menahan tangis, ia pun tersentak mendapati pipi Saniya basah oleh air mata. “Sakit sekali ya?”

Anggukan Saniya langsung ditanggapi pelukan, dan tangisnya pun pecah.

‘Hatiku lebih sakit Mas. Aku rindu diperhatikan, ditanyai, dan dirawat. Keluargaku gak ada satupun yang peduli, mereka seolah-olah tak pernah memiliki seorang anak yang baru kehilangan kaki, dan tengah menahan kesakitan luar biasa seorang diri,’ demi mengendalikan perasaan berkecamuk, Saniya meremat sisi baju Yarash.

Yarash salah mengira, beranggapan tangisan Saniya efek dari rasa sakit tak tertahankan. Diusap-usapnya rambut halus wanita yang menyembunyikan wajah pada dadanya.

Kedekatan tanpa jarak itu berlangsung hingga beberapa menit, lalu sesudahnya Saniya yang menarik diri, mengambil beberapa lembar tisu untuk mengelap air matanya.

“Maaf ….”

“Untuk?” ia tak bisa melihat wajah Saniya, sebab tertunduk.

“Sudah bikin baju mas Yarash basah oleh air mataku,” dustanya lirih.

Yarash membelai pucuk kepala sang wanita, kemudian diambilnya obat dari dokter yang disimpan dalam laci nakas dikunci.

“Ini diminum dulu.” Yarash membantu mengeluarkan empat macam pil, menaruh di telapak tangan Saniya.

Pria penuh perhatian itu menuang air ke dalam gelas, memberikan ke Saniya.

“Saya salut sama kamu, bisa menelan empat butir pil sekaligus,” pujinya, mengambil gelas dari tangan Saniya.

“Obat sudah seperti makanan bagiku, Mas. Aku pernah di fase berbulan-bulan lamanya tanpa sehari pun terlewat minum obat bukan satu butir, tapi 8 sekaligus,” jawabnya ringan.

Yarash melembutkan pancaran matanya, ia genggam tangan dingin Saniya. “Kamu hebat, Saniya … bisa melewati masa sulit yang pasti sangat menyakitkan.”

Saniya tidak mengangguk maupun menggeleng, dia enggan berbagi cerita yang selama ini dipendam sendirian.

“Tidur lagi yuk, Mas ….” Perlahan ditariknya tangan dari genggaman hangat.

“Iya.” Yarash pun paham jika Saniya merasa tak nyaman.

Mereka sama-sama membenarkan posisi agar berbaring nyaman, sesaat kemudian Saniya menahan napas ketika dia memiringkan tubuhnya ....

.

.

Bersambung.

1
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
masyaalloh pinternya anak mami saniya..baik2 sama mami yaa aldan, jagain mami. mulai sekrang jangan takut sama kak tita, kalau di rumah manggil saja mami saniya, jangan lagi mau manggil ibu tili. lihatt tuh! kamu minta apa saja, mami beliin...jadi harus belajar manggil mami di mana pun berada. kalau perlu di hadapan mami jena pun, kamu juga harus manggil mami saniya dengan panggilan mami, jangan mau di ajarin manggil ibu tilii. anak baik dan pinter harus nurutt...
Mah_snd
pasti fahmi nih...
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Aldan 😭 tuh duit bisa buat beli sembako lhoo! bisa buat beli beras dapat 10 karung 😭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
yang kecil saja mehong apalagi yang gede 😭 belum lagi biaya perawatan nya 😭 astagfirulloh nih bocah tiap hari bikin geleng2 kepala 😭 Bos aku pernah punya kura2 kecil , biaya perawatannya bisa sebulan gaji aku 😭 belum makannya enggak sembarangan makanan 😭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
nanti di pasangin sama aldan saja 🤭 bial bobok sama aldan dan di puk2 sama aldan 😆
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu tuh masih egoiss 😭 kamu masih saja nuruti kemauan keluarga kamu. percuma kamu menikah, kalau kamu masih saja di kendalikan sama mereka. jelas2 kamu lagi membangun ikatan sama anak2 kamu, tapi kamu malah lebih memilih keluarga kamu. kalau begini..yaa kamu bakal mengecewakan aldan. kamu tahu kan? bagaimana sifat aldan yang suka bahas2 masalah yang sudah lewat 🤭
jekey
mau bahas pertunangan fauzia sm mantan kekasihmu niya
Marlina Prasasty
mas fahmi ya?
sryharty
aku tu benci sama si gustav nya
kenapa dia sebagai kepala keluarga ga bisa tegas,,
ayo Niya kamu harus bisa melawan mereka
karena orangtua kamu udah ga ada hak buat ngatur2 hidup kamu,,
setelah akad terucap papa kamu udah ga ada hak atas hidup kamu,,
bahkan sampai kaki palsu aja orang tua kamu ga Sudi beliin yg bisa buat kamu nyaman,,hanya mas yarash sekarang prioritas kamu,yang bisa mengerti kamu,,
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ishhhhh aku gemesss sama Niyaa gemessss 😭 bisa2nya masih menganggap mas yarash orang lain lho! padahal selama ini mas yarash slelau melibatkan dirinya, di setiap momen anak2nya. meski mas yarash pernah bilang tidak ada cinta, tapi sebagai suami dan ayah dari anak2nya. mas yarash sellau mengutamakan Niya dan melibatkan Niya..tapi kenapa kamu masih belum bisa terbuka sama suami kamu Niya? kamu seolah-olah memasang tembok tinggi yang tak boleh di masukin. kalau smapai ini di ketahui sama para mantan, pasti akan mereka gunakan untuk menyusup. belajar lah untuk melibatkan mas yarash dalam setiap masalah kamu Niya, kamu sudah punya suami. kalaupun mas yarash tahu kelakuan keluarga kamu tak masalah kan? daripada kamu pura2 baik2 saja, padahal kamu hancurr lebur.
Mah_snd: nasib jdi orang gak enakkan ya gini🤭🤭😂
total 1 replies
Sari Sindanglaya
siapa tuh🤣🤣
pasti Fahmi Basya 😭
Nita Nita
siapa 🤔
sryharty
pasti mas Fahmi ini
dan saniya di suruh keluarga nya buat nyerahin mas Fahmi buat menikahi si Wewe gombel Zia,,
pliss ka cublik jangan yah
mas Fahmi jangan berjodoh sama si Zia Kunti
Dcy Sukma
Astagfirullah..titisan Anggara kah ini../Gosh/
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu boleh sekali waktu jadi anak durhakim Niya 🙊 bukan mau ngajarin jelek, tapi memang keluarga kamu tuh snagat keterlaluan. mereka memperlakukan kamu dnegan seenaknya. kamu di hubungi saat mereka butuh, tapi kamu di hempaskan saat mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau. selama ini kamu sudah di injak2 oleh keluarga kamu sendiri Niya? andai mas yarash tahu keluarga kamu tak sebaik yang mas yarash fikir kan. pasti mas yarash enggak bakal memperbolehkan kamu pulang menemui keluarga kamu...
Moms Rafi-alhusaini 🌺
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Moms Rafi-alhusaini 🌺
dasarrr siabang ganteng 🤣🤣
dyah EkaPratiwi
bener2 ya keluarga Sania minta di sumpahin
Moms Rafi-alhusaini 🌺
kan kalian ngabarinnya dadakan jadi wajar lah saniya datengnya telat 😩
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Boleh enggak...kalau oma rena di percepat kematiannya. nih orang tua makin tua bukan nya makin sarehh, sabarr gitu! tapi makin meledak-ledakk ngalah2hin mercon bantingan. langsung di kirim ke Liang lahattt saja..dah enggak lucuu lagi nih oma Rena 🙊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!