Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.
Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:
"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mahkota Sang Permaisuri
Hari yang dinantikan oleh seluruh publik metropolitan Secilia City akhirnya tiba dengan kemegahan yang tak tertandingi. Kompleks utama Kastel Obsidian, yang biasanya diselimuti oleh aura misterius dan tertutup rapat dari endusan dunia luar, kini telah disulap menjadi sebuah istana dongeng modern yang luar biasa megah. Ribuan lampu gantung kristal impor memancarkan cahaya keemasan yang berkilau, menerangi jalur masuk utama yang dilapisi oleh karpet beludru merah sepanjang ratusan meter. Di sepanjang sisi kanan dan kiri jalur tersebut, rangkaian bunga mawar putih murni memancarkan aroma harum yang sangat menenangkan bagi setiap tamu yang melangkah masuk.
Ratusan mobil mewah dari berbagai merek ternama dunia mengantre rapi di lobi utama kastel. Pengamanan di sekitar area pesta sangat ketat, dijaga oleh ratusan personel keamanan elite berjas hitam dengan pin berlian hitam di kerah mereka—menegaskan status sosial dan kekuasaan mutlak keluarga Obsidian sebagai penguasa tertinggi distrik finansial kota. Para menteri, duta besar negara sahabat, hingga para taipan papan atas hadir dengan pakaian terbaik mereka, bersiap menyaksikan "Pernikahan Abad Ini".
Namun, di barisan kursi tamu paling belakang, di sudut aula yang agak temaram, suasana hati Adrian von Secilia justru berbanding terbalik dengan kemeriahan pesta. Pria yang biasanya selalu berdiri dengan dagu terangkat tinggi dan keangkuhan mutlak itu, kini duduk dengan posisi tubuh yang tampak membungkuk lemas. Setelan jas hitam formal yang ia kenakan terlihat agak longgar di tubuhnya yang kini kian kurus akibat stres dan tekanan finansial yang tiada henti.
Adrian memandangi kartu undangan emas di genggaman tangannya yang bergetar pelan dengan tatapan mata yang kosong melongpong. Di sampingnya, ibunya—Nyonya Besar Secilia—terus-menerus menundukkan kepala sembari menyembunyikan wajahnya di balik kipas sutra, tidak sanggup menahan rasa malu yang teramat dalam karena harus duduk di barisan belakang di rumah musuh bisnis mereka. Reputasi keluarga Secilia telah hancur, dan takhta bisnis mereka kini berada di bawah kendali mutlak lembaga investasi pengantin wanita hari ini.
Teng... Teng... Teng...
Suara lonceng perak besar dari menara kastel berbunyi nyaring sebanyak tiga kali, diikuti oleh alunan musik organ gereja yang megah dan sakral yang seketika menggema di setiap sudut aula utama. Seluruh tamu undangan mendadak berhenti mengobrol dan reflex berdiri dari kursi mereka, memalingkan pandangan mata penuh kekaguman ke arah pintu ganda berlapis emas di ujung aula yang perlahan terbuka lebar.
Elena melangkah masuk ke dalam aula pesta dengan keanggunan yang sanggup menghentikan detak jantung siapa pun yang melihatnya sore itu. Dia berjalan dengan sangat anggun, membiarkan gaun pengantin mahakarya berwarna putih gading sutra buatan Paris itu berdesir mewah di atas karpet merah. Gaun tersebut ditaburi oleh ribuan berlian mikro yang berkilau indah setiap kali terkena pantulan cahaya lampu kristal gantung.
Rambut perak panjangnya yang bergelombang indah dibiarkan terurai bebas, dihiasi oleh sebuah mahkota berlian hitam asli berukuran kustom yang melingkar sempurna di atas kepalanya—mahkota yang memiliki desain yang sama persis dengan cincin pertunangannya. Sepasang mata safir birunya yang jernih dan menawan menatap lurus ke depan dengan ketenangan mutlak bak seorang permaisuri sejati yang sedang melangkah menuju takhta kekuasaannya yang sah.
Di ujung altar yang dipenuhi dekorasi mawar putih murni, Duke Xavier von Obsidian sudah berdiri tegap menantinya. Pria jangkung itu tampil sangat menawan dengan setelan tuksedo formal berwarna putih bersih, memancarkan aura dominasi seorang penguasa yang kini melembut sepenuhnya saat melihat sosok wanita peraknya berjalan mendekat.
Adrian merasakan dadanya kembali sesak luar biasa, sebuah hantaman rasa perih dan cemburu yang tak terbendung membakar habis seluruh kesadarannya. Air mata penyesalan yang teramat dalam perlahan menetes membasahi pipinya yang pucat. Wanita yang saat ini sedang dikagumi oleh seluruh pejabat tinggi kota, wanita yang berjalan dengan keanggunan mutlak itu... adalah wanita yang dulu selalu duduk sendirian menunggunya pulang di meja makan yang dingin. Wanita yang dulu mengemis perhatiannya, kini sedang berjalan menuju pelukan pria lain yang jauh lebih perkasa dan berkuasa darinya.
Elena melangkah melewati barisan kursi Adrian tanpa mengalihkan pandangan mata safir birunya sedikit pun, seolah-olah Adrian hanyalah sebutir debu sejarah yang tidak berharga di sepanjang jalur takhta barunya. Dia tidak menyisakan ruang sedikit pun untuk masa lalu. Fokusnya saat ini adalah masa depan gemilang yang telah menantinya di atas altar.
Xavier melangkah maju dua tahap, mengulurkan tangan kanannya yang kokoh untuk menyambut jemari lentik Elena. Saat kedua tangan mereka saling bertautan, Xavier memberikan genggaman yang sangat hangat dan penuh dengan rasa protektif yang tulus, menyalurkan seluruh kekuatannya kepada Elena.
Di hadapan pendeta tinggi dan ribuan saksi mata terhormat kota, mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan yang sakral, mengikat jiwa dan raga mereka dalam komitmen mutlak yang tak tergoyahkan oleh apa pun. Ketika Xavier menyematkan cincin pernikahan emas putih berlogo mahkota di jari manis Elena, dan kemudian menundukkan kepalanya untuk mencium bibir merah Elena dengan penuh kelembutan, seluruh aula besar Kastel Obsidian langsung bergemuruh oleh tepuk tangan yang meriah dan sorak-sorai penuh kekaguman dari para tamu undangan.
Elena tersenyum sangat bahagia dan tulus di dalam dekapan hangat suami barunya. Beban penderitaan masa lalu sebagai Clarissa kini telah selesai dibersihkan tanpa ada satu pun utang yang tersisa. Dari seorang wanita lemah yang dianiaya, diabaikan, dan dibiarkan mati dalam kesendirian yang dingin, jiwa Clarissa kini telah lahir kembali sepenuhnya dan naik ke puncak kejayaan tertinggi sebagai Elena von Obsidian—sang penguasa baru yang sesungguhnya di atas takhta metropolitan Secilia City.
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄