Indonesia
NovelToon NovelToon
Pada Akhirnya, Kamu

Pada Akhirnya, Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Naira Alesha telah lama mencintai Ravian Elvano, sahabat masa kecilnya. Namun hatinya hancur ketika Ravian justru memilih Selena, sahabat Naira sendiri.

Saat berusaha melupakan cintanya dan mengejar impian menjadi desainer fashion, Naira bertemu Mikael Arsen, pria tampan, kaya, arogan, dan tengil yang selalu membuatnya kesal.

Lebih menyebalkan lagi, Mikael ternyata sahabat sekaligus rekan bisnis Ravian.

Sebuah kesalahpahaman membuat Naira dan Mikael terpaksa berpura-pura menjadi pasangan. Awalnya mereka hanya bermain peran, tetapi semakin sering bersama, batas antara pura-pura dan cinta mulai menghilang.

Mikael jatuh cinta lebih dulu, sementara Naira perlahan menyadari bahwa hatinya telah berpindah.

Namun ketika sebuah rahasia terungkap, Naira merasa seluruh hubungan mereka hanyalah kebohongan.

Akankah cinta mereka bertahan, atau Naira kembali pada cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. Cemburu yang Terasa Nyata

Pagi itu, Naira berdiri di depan cermin di kamarnya, menatap pantulan dirinya sendiri dengan napas yang sedikit terhenti.

Hari ini adalah hari yang penting. Mikael mengajaknya hadir di acara makan malam keluarga besarnya. Sebuah acara yang menurut orang lain mungkin biasa saja, tapi bagi Naira, rasanya seperti langkah besar yang menakutkan sekaligus membahagiakan.

Ia mengenakan gaun sederhana berwarna biru muda yang jatuh pas di tubuhnya, dengan kain yang lembut dan berkilau pelan setiap kali ia bergerak.

Rambutnya disisir rapi dan diikat setengah, membiarkan beberapa helai rambut terurai lembut di bahunya. Tidak berlebihan, tidak mencolok. Tapi saat ia menatap dirinya sendiri, ia merasa cantik.

"Naira, Mikael sudah datang!" suara ibunya terdengar dari lantai bawah.

"Iya, Bu! Sebentar lagi!"

Naira meraih tas kecilnya, menarik napas panjang, dan tersenyum pada bayangannya di cermin. Kamu bisa melakukannya. Dia mencintaimu. Itu yang terpenting.

Saat ia keluar rumah, Mikael sedang berdiri di samping mobilnya, menatap ke arah pintu dengan senyum yang tak kunjung hilang.

Saat melihat Naira melangkah keluar, senyum itu melebar, matanya berbinar hangat seolah-olah tidak ada hal lain di dunia ini yang lebih indah daripada perempuan di hadapannya.

"Kamu terlihat cantik, Naira." katanya lembut saat Naira berhenti di depannya.

Wajah Naira memerah. "Terima kasih. Kamu juga terlihat sangat tampan."

Mikael tertawa pelan, lalu membukakan pintu mobil untuknya. "Ayo, Sayang. Mereka semua sudah tidak sabar bertemu denganmu."

Perjalanan menuju kediaman keluarga Mikael berlangsung dalam kehangatan. Mereka berbicara tentang banyak hal, tentang pekerjaan, tentang rencana membuka butik sendiri, tentang hal-hal kecil yang membuat mereka tertawa.

Naira merasa tenang. Selama bersamanya, rasa takut itu perlahan menghilang, digantikan oleh rasa aman yang begitu nyata.

Namun saat mobil memasuki gerbang rumah mewah keluarga Arsen, jantung Naira kembali berdetak lebih cepat. Halaman depan sudah dipenuhi mobil-mobil mewah. Suara tawa dan percakapan terdengar samar dari dalam rumah besar itu.

"Mikael..." panggil Naira pelan saat mereka berdiri di depan pintu utama. "Aku sedikit gugup."

Mikael langsung menggenggam tangannya erat, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. Ia menatap mata Naira dengan lembut.

"Dengarkan aku, Naira. Di sana ada banyak orang. Ada yang akan tersenyum tulus, ada yang mungkin penasaran, dan ada yang mungkin berbicara hal-hal yang tidak menyenangkan.

Tapi yang harus kamu ingat, aku tidak membawa ke sini untuk dinilai mereka. Aku membawamu ke sini untuk memperkenalkan perempuan yang aku cintai. Perempuan yang menjadi masa depanku. Pendapat mereka tidak sepenting perasaanku padamu. Kamu mengerti?"

Naira menatapnya, lalu perlahan mengangguk. Kata-katanya seperti penenang yang ajaib. "Terima kasih, Mikael. Aku siap."

Mikael tersenyum dan menggenggam tangannya lebih erat. "Ayo."

Mereka melangkah masuk berdampingan. Semua mata seketika beralih ke arah mereka. Naira merasakan ratusan tatapan, ada yang ramah, ada yang penasaran, ada yang mengintai dari atas ke bawah. Ia menelan ludah, tapi tidak melepaskan genggaman tangan Mikael.

Mereka berjalan melewati ruang tamu yang luas dan penuh orang-orang. Mikael menyapanya satu per satu, memperkenalkan Naira dengan bangga. "Ini Naira. Kekasihku." Setiap kali kalimat itu terucap, dada Naira terasa hangat.

Namun acara itu belum berlangsung lama ketika sesuatu terjadi. Seorang kerabat jauh Mikael, seorang perempuan paruh baya yang selalu berbicara dengan nada tinggi, berdiri di samping seorang perempuan lain yang cantik dan modis, putri rekan bisnis keluarga mereka.

"Tentu saja Mikael hanya bersikap baik pada gadis ini," katanya dengan suara yang sengaja dikeraskan, seolah-olah ingin didengar semua orang.

"Padahal sudah lama kita berharap Mikael berpasangan dengan Claudia. Lihatlah, mereka begitu serasi. Sama-sama dari keluarga terpandang, sama-sama sukses. Berbeda dengan..."

Kalimatnya terputus, tapi maksudnya sangat jelas. Beberapa orang menunduk, beberapa lain berbisik-bisik. Perempuan bernama Claudia itu tersenyum malu-malu namun penuh percaya diri, lalu melangkah mendekat ke arah Mikael.

"Mikael, sudah lama kita tidak bertemu," katanya lembut, menyentuh lengan jas Mikael dengan santai. "Kamu terlihat semakin sukses. Aku dengar proyek terbarumu luar biasa. Seperti biasa, kita memang selalu sejalan, bukan?"

Naira berdiri di sana, merasa seperti orang asing di pesta yang seharusnya juga menjadi miliknya. Ia melihat cara Claudia menatap Mikael dengan tatapan yang penuh harapan dan kepemilikan.

Ia melihat kerabat-kerabat lain yang menatapnya dengan pandangan merendahkan. Rasa cemburu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya tiba-tiba menyeruak di dadanya. Panas, menyesakkan, dan nyata.

Ia ingin menarik tangannya dari genggaman Mikael. Ia ingin berkata bahwa ia akan menunggu di mobil. Ia ingin lari. Tapi sebelum ia sempat bergerak, Mikael bertindak.

Dengan lembut namun tegas, Mikael melepaskan tangan Claudia dari lengannya. Lalu ia melangkah sedikit ke samping, berdiri tepat di depan Naira, menggenggam tangan Naira. Wajahnya tenang, tapi matanya menatap tajam dan tegas ke arah semua orang di ruangan itu.

"Maaf, tapi aku harus memperjelas sesuatu," suaranya terdengar rendah namun berwibawa, membuat seluruh ruangan seketika hening.

''Naira adalah perempuan yang aku pilih untuk menemani sisa hidupku. Dia adalah satu-satunya perempuan yang aku cintai. Dan tidak peduli dari mana dia berasal, tidak peduli seberapa sederhana latar belakangnya.

Bagiku, dia jauh lebih berharga daripada siapa pun."

Keheningan yang panjang menyelimuti ruangan. Claudia menunduk malu dan mundur perlahan. Kerabat yang tadi berbicara memalingkan wajah, tidak berani menatap mata Mikael.

Mikael tidak peduli. Ia menatap Naira, dan tatapan tajamnya seketika berubah menjadi lembut dan penuh kasih sayang.

"Maaf mereka tidak sopan padamu, Sayang," bisiknya pelan, hanya untuk didengar oleh Naira. "Tapi aku tidak akan membiarkan siapa pun membuatmu merasa tidak diinginkan. Di mana pun kamu berada, kamu adalah wanitaku. Dan aku bangga memilikimu."

Air mata Naira menetes di pipinya, tapi bukan karena sedih. Itu adalah air mata bahagia yang meluap-luap. Di hadapan semua orang, di tengah kemewahan yang tidak ia miliki, Mikael membelanya dengan segenap hatinya. Ia tidak malu. Ia tidak ragu. Ia bangga.

Naira meremas jari-jarinya yang saling bertaut dengan tangan Mikael, lalu tersenyum, senyum yang paling tulus dan bahagia.

"Terima kasih, Mikael," bisiknya dengan suara bergetar. "Terima kasih sudah memperjuangkanku."

Mikael tersenyum lembut, lalu mengusap air mata di pipi Naira dengan ibu jarinya.

"Selamanya, Naira. Selamanya aku akan memperjuangkanmu."

Mereka berdiri di sana, berdua saja di tengah ruangan yang penuh, namun merasa tidak ada orang lain yang lebih penting di dunia ini.

Cemburu yang tadi terasa menyesakkan kini berubah menjadi rasa syukur yang luar biasa. Karena Naira tahu, tidak peduli apa yang terjadi, tidak peduli siapa yang menentang, di sisi Mikael, ia selalu bahagia dan dilindungi.

1
Evi Anggorowati
kasian naira.. takutnya mikail goyah stlh cinta masa lalunya kembali.. berharap naira bahagia ma mikail, g mengalami patah hati lagi
Evi Anggorowati
penasaran bgt ntar ada rahasia apa yg bikin naira jd galau lg pdhal sptnya mikail beneran tulus mencintai naira
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: karena sebelumnya mempunyai cinta yg besar tetapi dipendam ke Ravian selama bertahun2 kak😊
total 1 replies
Evi Anggorowati
suka ma novelnya gaya bahasanya jg suka semoga happy end ceritanya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Suka banget sama alurnya, ringan tapi tetap bikin penasaran dan bikin pengen terus baca!”❤
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
mak mak doyan novel
mulai menyimak..
mudah2an cocok 💪
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya. semoga suka💖😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!