Indonesia
NovelToon NovelToon
Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"

Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.

Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.

Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Kamu Sama Sekali Tidak Terlihat Elegan!

Mendengar percakapan tersebut, Kevin merasa cukup puas. Ia kemudian berkata kepada Mentri Pertahanan, “Mentri Pertahanan, saya serahkan Kepala Kepolisian kepada Anda. Tidak ada lagi urusan untuk Anda di sini. Bawa pasukan Anda dan pergi.”

“Baik, Tuan Kevin. Jika Anda membutuhkan sesuatu, segera hubungi saya. Saya akan datang secepat mungkin.”

Mentri pertahanan mengangguk dengan hormat. Ia kemudian membawa Kepala Kepolisian yang sudah kehilangan semangat dan pergi bersama anak buahnya.

Setelah Mentri pertahanan dan para polisi meninggalkan tempat itu, perhatian Kevin kembali tertuju kepada Walikota.

Senyum mengancam muncul di wajahnya.

“Walikota, Anda benar-benar pria yang hebat. Sekarang, mari kita bicarakan sedikit masalah di antara kita.”

Kevin menatapnya tajam.

“Anda memancing saya datang ke sini, mengurung saya di ruangan rahasia, lalu tanpa banyak bicara memerintahkan polisi untuk menembak saya. Sebagai Walikota, Anda benar-benar pandai membuat pertunjukan.”

Tubuh Walikota menegang.

Menghadapi senyum Kevin, rasa takut yang menusuk langsung memenuhi hatinya.

Sebelumnya, ia telah merencanakan semuanya dengan sangat matang. Bahkan ia sudah menyiapkan tuduhan yang akan diberikan kepada Kevin setelah pria itu mati.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah ia perhitungkan.

Kevin ternyata anggota Biro Super Nasional!

Karena identitas tersebut, seluruh rencana Walikota runtuh begitu saja.

Biro Super Nasional bukan organisasi yang bisa disentuh atau dipertanyakan sembarangan.

Kalau ia benar-benar menuduh Kevin melakukan pembunuhan, bukankah itu sama saja dengan menggali kuburannya sendiri?

Para anggota biro memiliki kewenangan khusus yang berada jauh di atas pemahaman orang biasa. Walikota juga tahu, meskipun dirinya memiliki koneksi kuat, jika Kevin membunuhnya, belum tentu ada orang yang berani meminta pertanggungjawaban Kevin.

Dalam keadaan terdesak, Walikota segera menunjuk pria di belakang Kevin.

“Tuan Kevin, semua ini karena dia! Dia yang memaksa saya melakukan semuanya. Dia berasal dari Organisasi Demonic! Saya hanya berusaha memanfaatkan keadaan untuk menyingkirkan ancaman Demonic!”

Kevin mengangkat alis.

“Walikota, pengorbanan dan pengabdian Anda benar-benar menyentuh.”

Ia tersenyum sinis.

“Jadi, itu alasan Anda ingin membunuh saya?”

“Bukan begitu!”

Walikota buru-buru menjawab, berusaha mempertahankan ketenangannya.

“Saya hanya memikirkan keselamatan seluruh warga Kota Jaya. Tujuan saya adalah membasmi penjahat Demonic itu! Jika pengorbanan Anda diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, maka itu adalah pengorbanan yang pantas!”

Nada bicara Walikota semakin terdengar seolah-olah dirinya adalah seorang pahlawan.

“Sebagai anggota penting Biro Super Nasional, saya yakin Anda memiliki keberanian yang cukup. Pengorbanan Anda akan membawa kebahagiaan kepada jutaan keluarga. Seluruh warga Kota Jaya pasti akan berterima kasih kepada Anda!”

Mendengar ucapan itu, Kevin hampir tertawa.

Nona Amel dan yang lainnya juga menatap Walikota seolah-olah sedang melihat orang aneh.

Tidak tahu malu!

Walikota jelas-jelas berniat membunuh Kevin, tetapi ia justru membungkus niat jahatnya dengan kata-kata tentang pengabdian kepada negara dan keselamatan rakyat.

Seolah-olah jika Kevin menolak mati, justru Kevin-lah yang akan terlihat tidak bermoral.

Bukankah seorang anggota Biro Super Nasional seharusnya tidak takut mati?

Kalau Kevin menolak berkorban, bukankah itu berarti ia tidak cukup berani?

Namun, jika Kevin diam saja, bukankah Walikota akan terbebas dari tanggung jawab?

Nona Amel sedikit memiringkan kepala.

Ia benar-benar ingin tahu bagaimana Kevin akan menghadapi orang yang begitu pandai memutarbalikkan keadaan.

“Sial!”

Heri akhirnya tidak tahan lagi.

Ia menunjuk Walikota dengan marah.

“Aku pernah melihat orang tidak tahu malu, tapi orang seperti ini benar-benar keterlaluan!”

Baru sekarang Heri benar-benar melihat wajah asli Walikota.

Kalau bukan karena Kevin, nyawanya mungkin sudah melayang akibat pengkhianatan pria tersebut.

Kevin hanya terkekeh.

“Walikota, sudah selesai bicara?”

“Belum... masih ada sedikit lagi.”

Walikota menelan ludah sebelum melanjutkan.

“Tuan Kevin, sebelumnya saya benar-benar tidak tahu bahwa Anda adalah anggota Biro Super Nasional. Kalau saya mengetahui identitas dan kekuatan Anda sejak awal, saya tidak mungkin berani mengambil risiko sebesar ini.”

Ia memasang wajah seolah-olah tidak bersalah.

“Jadi, Anda tidak bisa menyalahkan orang yang tidak bersalah. Kalaupun saya melakukan kesalahan, saya masih bisa memperbaikinya, bukan?”

“Sudah selesai?”

Senyum Kevin semakin lebar.

Melihat senyum tersebut, hati Walikota tiba-tiba terasa dingin.

Ia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Kevin.

Namun menurutnya, perkataannya masuk akal. Kevin seharusnya tidak akan bertindak gegabah terhadap dirinya.

Selama ia tetap tenang, ia masih bisa melewati masalah ini.

Walikota menarik napas dalam-dalam.

“Saya sudah mengatakan semuanya. Saya yakin masyarakat akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.”

Plak!

Sebelum Walikota sempat bereaksi, Kevin sudah melangkah maju dan menampar wajahnya dengan keras.

Tubuh Walikota langsung terlempar dan jatuh ke tanah.

“Sudah selesai, katamu?!”

Kevin benar-benar murka.

“Kau manusia tanpa hati! Bahkan binatang pun tidak sekejam dirimu, tetapi kau masih berani berdiri di sini dan mengajariku soal moral?!”

Tanpa memberi kesempatan kepada Walikota untuk bangkit, Kevin langsung menghujaninya dengan pukulan dan tendangan.

Walikota hanya bisa meringkuk sambil menahan rasa sakit.

“Kau memancingku datang ke sini, mengurungku di ruangan rahasia sampai aku hampir mati kehabisan udara, lalu masih berani mengatakan bahwa kau berada di pihak yang benar?!”

Kevin semakin marah.

“Kalau kau benar-benar begitu patriotik dan rela berkorban, kenapa bukan kau sendiri yang melakukannya?!”

“Kenapa harus menipuku dan memasukkanku ke dalam perangkap maut?!”

“Sekarang kau malah berdiri di sini dan berbicara seolah-olah dirimu adalah pahlawan?!”

Kevin terus melayangkan pukulan.

“Aku akan menghajarmu sampai semua kemunafikan itu keluar!”

“Bukankah kau ingin berkorban demi jutaan warga? Baik! Kalau begitu, aku akan mengorbankanmu sekarang juga demi kebahagiaan jutaan orang!”

Jeritan kesakitan Walikota menggema di seluruh tempat.

Nona Amel, Albert Wijaya, dan yang lainnya hanya bisa menatap dengan wajah kaku.

Mereka semua sebelumnya penasaran bagaimana Kevin akan menghadapi Walikota.

Namun, tidak seorang pun menyangka Kevin akan memilih cara sesederhana ini.

Memaki, lalu menghajar!

Heri dalam hati merasa sangat puas.

Tuan Muda memang luar biasa! Begitu terus terang dan tanpa basa-basi. Benar-benar puas rasanya melihatnya menghajar orang seperti itu!

Walikota memang pantas mendapatkannya.

Di saat genting, pria itu telah mengkhianati Heri dan bahkan mengirimnya menuju kematian.

Bagaimana mungkin Heri tidak membencinya?

Kalau Kevin tidak memiliki kekuatan luar biasa, Heri mungkin sudah menjadi mayat sekarang.

Beberapa saat kemudian, Kevin akhirnya berhenti.

Ia menatap Walikota yang wajahnya sudah membengkak parah. Pria itu tergeletak tak bergerak sambil mengeluarkan busa dari mulutnya.

Kevin menghela napas panjang.

Amarahnya akhirnya mereda.

Meski begitu, ia harus mengakui bahwa menghajar orang seperti Walikota memang cukup memuaskan.

Ketika menoleh, Kevin mendapati semua orang sedang menatapnya dengan ekspresi terkejut.

Ia menggaruk kepalanya dengan canggung.

“Maaf. Aku sedikit terbawa emosi.”

Kevin kemudian melihat Walikota.

“Kalian mungkin berpikir aku terlalu kasar kepadanya, kan?”

Ia berpikir sejenak.

“Kalau dipikir-pikir, memang tadi aku agak kehilangan kendali. Gerakanku juga tidak terlalu elegan.”

Kevin tersenyum.

“Tapi tenang saja. Lain kali aku akan berusaha memperbaikinya.”

Ia mengepalkan tangannya dengan penuh percaya diri.

“Aku akan membuat gerakanku terlihat jauh lebih keren!”

Nona Amel langsung menatapnya dengan ekspresi aneh.

Namun Jesika justru berkata dengan sungguh-sungguh, “Tidak, Kevin. Menurutku, kamu terlihat sangat keren saat menghajar orang seperti tadi. Orang brengsek seperti dia memang pantas dihajar. Kalau tidak, bagaimana kita bisa merasa puas?”

Kevin langsung tersenyum lebar.

“Jesika, perkataanmu masuk akal!”

Ia menunjukkan senyum puas.

“Nanti aku akan memberimu wortel sebagai hadiah!”

1
K4k3k 8¤d¤
👍👍
Hardware Solution
kereeeen abissss
Divka
lama " x update ..pdhal novel ne ckup bgus
Divka
la jut thorr..smg makin smngt menulis😍
Divka
bagus
GEMBONG SAKTI
lanjuuuut
Was pray
gak kelar. kelar kayak gangsing muter2
GEMBONG SAKTI
🤣🤣🤣🤣ni mo berantem apa curhat curhatan 🤣🤣🤣🤣🤣
GEMBONG SAKTI
apakah dagumu berkumis?
bibirmu berjenggot?
VirgoRaurus 31Smile
kenapa baru sekarang tingkat kultivasi dijelaskan... pada jilid satu kayaknya belum deh...
VirgoRaurus 31Smile
dengan musuh kok ber"anda"... sopan sekali... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
batu tahu kumis di dagu... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
massi terussssss... paham bahasa gak sih... buka tuh kamus....
Was pray
preeeeeet, kalau gak ada sangkut pautnya dengan ramalan dari Jonathan kamu mungkin gak penting buat Amel vin
Was pray
seharus identitas sebagai anggota biro suoer nasional menjadi rahasia tidak diobral ke mana2...
Was pray
seperti di negeri Konoha polisi membela yg mbayar, beda banget kinerja polisi di negeri komodo.... 🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
hitung hitungannya gimana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
Nah... ini baru benar Ridel Sanjaya...
VirgoRaurus 31Smile
harusnya keping giok yg pernah diperlihatkan Ridel Sanjaya, bukan Ardi Sanjaya.... INGAT... pernah di perlihatkan...
VirgoRaurus 31Smile
lho... pada jilid pertama setengah liontin giok kan sudah dipakai kalung MC... lha di bab ini kok kakeknya baru nyerahin liontin tsb... MEMBAGONGKAN.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!