Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:716
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Lima Warna dan Surutnya Musuh

Kedatangan Zass di atas dinding Benteng Perbatasan menjadi penanda berbaliknya arus pertempuran. Sebelum tiga komandan penyihir Kerajaan Caelum sempat menyadari apa yang terjadi, empat kilatan cahaya berkecepatan tinggi melompat melompati barisan gerbang benteng, mendarat tepat di sekeliling Zass dalam formasi tempur yang sempurna.

Ryu, Ken, Okta, dan Kayla berdiri gagah. Hawa membunuh dari lima elemen petir yang berbeda bersatu, menciptakan tekanan aura masif yang sanggup menghentikan napas ribuan prajurit musuh di bawah benteng.

"Kalian bertiga berani menyentuh putri ini?" geram Okta seraya menghentakkan kakinya ke lantai batu benteng.

BOMMM!

Pancaran Petir Biru milik Okta meledak hebat, menciptakan gelombang kejutan yang melempar ketiga komandan penyihir bertopeng tengkorak itu jatuh membalur tanah di luar benteng.

"Serang!" teriak panglima Kerajaan Caelum dari barisan belakang perkemahan musuh. "Mereka hanya lima orang! Hancurkan mereka dengan seluruh sihir hitam!"

Ribuan bola api dan tombak kegelapan ditembakkan serentak dari ribuan penyihir musuh di bawah, membumbung tinggi menuju dinding benteng bagaikan hujan meteor hitam.

"Brave, biar kami yang membersihkan jalan bawah!" seru Ryu seraya memicu percikan Petir Oren dari kedua tangannya.

"Lakukan!" perintah Zass tegas.

Ryu dan Ken melompat bersamaan dari atas dinding benteng setinggi belasan meter. Di udara, Ken mengibaskan belatinya, memancarkan Petir Kuning berkecepatan cahaya yang memotong ribuan proyektil sihir hitam di udara hingga meledak sebelum mencapai benteng. Ryu menyusul dengan menerjang lurus ke tengah barisan depan musuh, memicu gelombang petir oren yang menyapu ratusan prajurit berbaju zirah hitam bagaikan serudukan topan.

Kayla melayang anggun di udara menggunakan dorongan Petir Merah. Dari jemarinya, hujan panah listrik merah menyambar beruntun, menghancurkan ketapel-ketapel tempur dan menara pengepung milik Kerajaan Caelum hingga hancur berkeping-keping menjadi abu.

Di garis bawah, Okta bertindak bagaikan benteng berjalan. Petir Biru milik fisiknya menahan seluruh tembakan balasan musuh, membuat prajurit-prajurit Imperial di atas dinding benteng terperangah tak percaya. Hanya dalam hitungan menit, lima anggota party petualang Tier SSS itu memporak-porandakan barisan tempur musuh yang berjumlah ribuan tanpa cela sedikit pun.

Namun, di tengah kekacauan itu, panglima tertinggi Kerajaan Caelum mengamuk. Ia menunggangi seekor binatang sihir raksasa dan mengumpulkan seluruh sisa energi sihir hitamnya untuk menembakkan mantra pemungkas ke arah benteng.

Zass melangkah ke tepi dinding benteng. Ia memegang pedang hitam terbarunya yang telah menyatu dengan Inti Mahakarya Lembah Petir Kuno.

Zzzzt... BZZZZZZT!

Seketika, langit di atas benteng yang tadinya diselimuti asap hitam pekat berubah menjadi ungu menyala. Aura Petir Ungu Legendaris memancar masif dari tubuh Zass. Garis-garis belah ketupat di bilah pedang hitamnya menyala terang, memancarkan daya intimidasi yang membuat seluruh pertempuran mendadak terhenti karena rasa takut naluriah.

Zass melompat turun dari atas benteng!

Dengan satu tebasan horizontal dari udara, gelombang sabit Petir Ungu raksasa meluncur membelah medan perang!

CRAAAAZZZZZSH!

Tebasan petir ungu tersebut memotong mantra sihir hitam milik musuh, menghancurkan binatang sihir raksasa sang panglima, dan membelah tanah perbatasan menjadi paruh jurang yang amat dalam sepanjang ratusan meter! Gelombang kejutannya memicu ledakan elektromagnetik yang melumpuhkan seluruh tongkat sihir dan zirah besi milik pasukan Kerajaan Caelum dalam seketika.

Suara dentuman itu bergema dahsyat, menyisakan keheningan mati di seluruh padang perbatasan.

Panglima Kerajaan Caelum yang terlempar ke tanah merangkak mundur dengan wajah pucat pasi. Ia menatap Zass—pemuda berjubah goni usang yang berdiri tenang di depan celah tanah raksasa—dengan ketakutan yang teramat sangat.

"P-Petir Ungu Legendaris... Pemuda pembawa bencana Misi SSS...!" jerit sang panglima dengan suara bergetar. "Mundur! Seluruh pasukan, mundur sekarang juga!"

Sinyal kebangkrutan dan kekalahan ditiupkan secara tergesa-gesa. Sisa-sisa pasukan Kerajaan Caelum yang panik langsung berbalik arah, melarikan diri kocar-kacir meninggalkan seluruh peralatan tempur mereka menuju wilayah utara. Pasukan yang tadinya mengepung benteng dengan gagah berani kini surut tanpa tersisa hanya dalam waktu kurang dari satu jam pertarungan.

Sorak-sorai kemenangan dari para prajurit penjaga Kerajaan Imperial seketika memecah keheningan di atas dinding benteng.

Zass menyarungkan kembali pedang hitamnya. Hawa hangat Petir Ungu di tubuhnya perlahan meredup, kembali tenang. Ryu, Ken, Okta, dan Kayla melangkah mendekat, tersenyum bangga atas dominasi mutlak yang baru saja mereka tunjukkan.

Zass melompat kembali ke atas dinding benteng. Di sana, para prajurit Imperial menundukkan kepala mereka penuh rasa hormat dan rasa syukur yang amat dalam.

Di ujung dinding benteng, Putri Celestia berdiri terpaku. Gaun zirahnya yang ternoda abu berkibar diterpa angin sore. Air matanya menetes perlahan melintasi pipinya, namun kali ini bukan air mata duka atau kekecewaan, melainkan air mata keharuan dan kerinduan yang akhirnya terbayar.

Zass melangkah mendekati Celestia, menyisakan jarak beberapa langkah di antara mereka.

"Kau tidak apa-apa, Celestia?" tanya Zass dengan suara lembut yang sangat ia kenal.

Celestia menggelengkan kepalanya pelan, menahan isak tangisnya. "Aku... aku tidak apa-apa, Zass. Kau datang... kau benar-benar datang menolongku."

Zass menatap mata gadis itu. Di dalam iris mata Celestia, ia melihat keteguhan hati yang luar biasa—seorang putri yang berani berdiri di garis depan demi rakyatnya, bukan lagi gadis kecil manja di dalam istana.

"Aku mendengar panggilanmu," kata Zass seraya tersenyum tipis. "Sebagai petualang, aku tidak bisa membiarkan bahaya menyentuh orang yang paling penting bagiku."

Celestia melangkah satu tindak mendekati Zass, menatap pedang hitam dan pendar aura anggun yang kini menyelimuti pemuda itu. "Ayahanda telah menyadari kesalahannya, Zass. Sejak kembali dari Molten, dia terus mengurung diri dalam penyesalan. Kerajaan Imperial... kami sangat membutuhkanmu."

Zass menatap ke arah horizon di mana matahari sore mulai tenggelam. Ia memegang liontin belah ketupat di dadanya.

"Perjalananku belum selesai, Celestia," ucap Zass penuh wibawa. "Dunia ini sangat luas, dan masih banyak ancaman yang harus kuhadapi bersama party-ku. Tapi ingatlah ini... aku tidak lagi berlari atau bersembunyi di balik nama alias. Aku adalah Zass, sang penempa petir."

Zass mengulurkan tangannya, memegang lembut jemari Celestia yang gemetar.

"Suatu hari nanti, ketika namaku dan party ini telah menjadi pilar pelindung bagi seluruh daratan, aku akan kembali melangkah masuk ke gerbang istana Imperial—bukan sebagai seorang jelata yang memohon restu, tapi sebagai sosok terkuat yang pantas berdiri di sisimu."

Celestia menggenggam erat jemari Zass, mengangguk mantap dengan senyuman tercantik yang memancarkan ketegaran jiwanya. "Aku akan memegang janjimu, Zass. Berapa lama pun waktu yang dibutuhkan... aku akan terus menunggumu di puncak kejayaan."

Zass melepaskan genggaman tangannya perlahan, lalu berbalik membelakangi dinding benteng. Di bawah sana, Ryu, Ken, Okta, dan Kayla telah menunggunya dengan senyuman siap tempur.

Dengan jubah karung goni usangnya yang berkibar gagah dan Petir Ungu Legendaris yang menyatu di jiwanya, Zass melangkah pergi meninggalkan Benteng Perbatasan, melangkah menuju horizon luas Magical World untuk mengukir legenda teragung yang takkan pernah pudar oleh waktu.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!