Indonesia
NovelToon NovelToon
TAI CHU : KITAB TAKDIR

TAI CHU : KITAB TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Spectree Je

Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - TAHUN KE-5 AKHIR, PANGERAN DALI DAN PEDANG QUANZHEN YANG TURUN GUNUNG

Tahun ke-5 setelah Perjanjian Huashan, akhir musim gugur.

Jika dihitung dari hari di Puncak Teratai Emas, sekarang sudah lewat 5 tahun 11 bulan. Tersisa 1 bulan lagi, genap 6 tahun. Tersisa 1 tahun lagi menuju Janji 7 Tahun yang sesungguhnya.

Tapi Wulin tidak bisa menunggu 1 tahun lagi. Bintang-bintang yang selama 5 tahun bersembunyi di dalam gua, di dalam danau, di dalam pulau, di dalam kolam racun, di dalam aula, mulai... tidak sabar.

Karena monster tua Zhuo Wudi yang tidur lagi di Kamar Es 3 tahun lalu, 1 bulan lalu terbangun lagi. Kali ini ia tidak berjalan kaki. Kali ini ia terbang. Satu langkah, 20 li. Dan ia tidak menuju Danau Dongting lagi. Ia menuju... Huashan. Ia duduk di Puncak Teratai Emas, di tempat 7 pendekar Jiangnan dulu mengucapkan janji, dan ia duduk bersila di sana, membekukan seluruh Puncak Teratai Emas menjadi gunung es, dan berkata dengan suara yang terdengar sampai ke kaki gunung:

"Aku tunggu 1 tahun lagi di sini. 1 tahun lagi, jika Mu Chen, Yang Lie, Qin Ruyan, Zhuo Fan, dan semua bintang baru tidak datang... aku akan turun dan memakan satu per satu sekte kalian. Mulai dari Sekte Pengemis."

Perintah itu membuat seluruh Wulin gemetar. Bahkan 36 Aliran Hitam yang biasanya berani, kini bersembunyi di dalam selokan, karena mereka tahu, Zhuo Wudi bahkan memakan 36 Aliran Hitam sebagai camilan.

Dan karena itu, bintang-bintang yang tersisa 1 tahun lagi, memutuskan untuk keluar lebih dulu.

DALI, KERAJAAN SELATAN YANG TIDAK PERNAH TERDENGAR - DUAN YU? BUKAN. DUAN ZHI XING? BUKAN. DUAN...

Kerajaan Dali.

Kerajaan kecil di paling selatan Wulin, yang selama 20 tahun tidak pernah terdengar di Wulin Tengah karena mereka sibuk perang dengan suku-suku di selatan dan karena mereka... malas ikut urusan Wulin Tengah. Bagi Wulin Tengah, Dali hanyalah tempat yang menjual teh dan kuda.

Di dalam Istana Dali, di depan Aula Dali, ada sebuah lapangan yang penuh dengan patung Buddha. Di tengah lapangan, seorang pemuda 21 tahun sedang berlatih kungfu di depan Duan Zhen.

Duan Zhen, 60 tahun, Kaisar Selatan Dali, julukan Nan Di — Kaisar Selatan — salah satu dari 5 Besar Dunia 20 tahun lalu bersama Pengemis Utara Hong Wei Jun, Racun Barat Ouyang Lie, Timur Sesat Huang Yuchen, dan Tengah Sakti Wang Chongyang. Jubah kuning naga Dali, wajah bijaksana seperti Buddha, tapi tangannya... tangannya sedang memegang teh, sambil mengawasi pemuda itu dengan mata yang berkaca-kaca bangga.

Pemuda itu... jika Mu Chen ada di sini, ia tidak akan mengenalinya. Tapi jika Zhuo Fan ada di sini, ia akan terkejut.

Karena pemuda 21 tahun itu adalah... Duan Lang, pangeran ke-3 Kerajaan Dali, keponakan Duan Zhen. Umur 21 tahun, kulit cokelat karena matahari selatan, jubah putih Dali sederhana, wajah tampan tapi lugu seperti anak desa, bukan seperti pangeran.

5 tahun lalu, di Puncak Huashan, ia ada. Ia adalah salah satu dari 100 pendekar muda yang hadir, tapi tidak ada yang memperhatikannya, karena ia duduk paling belakang, makan teh Dali, dan tidak ikut berteriak Tujuh Tahun Lagi.

Tapi malam setelah kalimat emas TUJUH TAHUN LAGI, MURID MENENTUKAN LANGIT muncul, Duan Lang kembali ke Dali, berlutut di depan pamannya Duan Zhen, dan berkata: "Paman, saya ingin mengikuti Janji 7 Tahun."

Duan Zhen tertawa. "Kau? Kau bahkan belum menguasai Yi Yang Zhi — Jari Matahari — tingkat pertama."

Duan Lang tidak menjawab, hanya mengambil secangkir teh dan... dengan jarinya, tanpa menyentuh cangkir, teh itu terangkat, membentuk naga kecil air teh.

Duan Zhen yang melihat itu, teh di tangannya tumpah.

Itu adalah Yi Yang Zhi tingkat 3, yang bahkan putra mahkota Dali butuh 10 tahun untuk kuasai. Duan Lang menguasainya dalam 1 hari, hanya dengan melihat pamannya melakukannya sekali.

Sejak itu, Dali yang tidak pernah terdengar, punya rahasia.

Selama 5 tahun, pemuda 21 tahun yang sedang berlatih kungfu di depan Duan Zhen, telah berhasil menyempurnakan tenaga dalam yang hebat dan kungfu Kaisar Selatan.

Tenaga dalam yang hebat: Xian Tian Yi Yang Gong — Tenaga Matahari Tahap Awal yang Murni — yang dilatih di dalam ruangan penuh cermin matahari selatan selama 5 tahun, membuat Dantiannya seperti matahari kecil selatan, tidak sepanas 9 Yang Yang Lie, tapi hangat dan tidak pernah habis.

Kungfu Kaisar Selatan:

Yi Yang Zhi — Jari Matahari — sudah tingkat 4, puncaknya. Satu jentikan jari bisa membuat lubang di batu setebal 3 kaki dari jarak 10 kaki. Dulu Duan Zhi Xing, leluhur Dali, menggunakan ini untuk menulis kitab di atas batu.

Liu Mai Shen Jian — 6 Pedang Dewa — sudah 3 pedang: Shao Shang Jian (Pedang Jempol, keras seperti batu), Shang Yang Jian (Pedang Telunjuk, cepat seperti angin), dan Zhong Chong Jian (Pedang Tengah, berat seperti gunung). 3 pedang dalam 5 tahun, rekor tercepat dalam sejarah Dali. Bahkan Duan Zhen sendiri hanya 4 pedang setelah 40 tahun.

Duan Lang menyelesaikan latihannya. 3 pedang tak terlihat dari jarinya memotong 3 patung Buddha di lapangan menjadi dua, potongannya halus seperti dipotong sutra.

Duan Zhen berdiri, menepuk bahu keponakannya.

"Lang'er, 5 tahun lalu kau bilang ingin mengikuti Janji 7 Tahun demi membuktikan bahwa Dali tidak kalah dari Wulin Tengah. Sekarang, kau sudah lebih dari cukup. Bahkan jika kau melawan Mu Chen yang 7 tapak naga itu, kau bisa menahan 100 jurus."

Duan Lang menggeleng, wajah lugunya serius.

"Tidak, Paman. Saya tidak ingin membuktikan Dali tidak kalah. Saya ingin... saya ingin bertemu gadis bakpao itu."

Duan Zhen mengerutkan kening. "Gadis bakpao?"

"Tao Yaoyao. Murid Huang Yuchen. 5 tahun lalu di Huashan, ia melemparkan bakpao pada saya saat saya lapar di belakang. Bakpao itu... enak sekali. Saya ingin... 1 tahun lagi, di Huashan, saya ingin makan bakpao lagi darinya."

Duan Zhen hampir jatuh pingsan. Selama 5 tahun melatih keponakan jenius yang menguasai 3 Pedang Dewa, ternyata motivasi keponakannya hanya... bakpao.

"Berangkatlah, Lang'er. Keluar dari Dali. Jadilah orang pertama dari Dali yang menuruni gunung menuju Huashan setelah 20 tahun."

Duan Lang mengangguk, mengambil bungkusan teh Dali dan 10 bakpao kering, memasukkannya ke dalam tas, dan berjalan kaki keluar dari Istana Dali, menuju utara, menuju Huashan.

Langkahnya pelan, seperti petani, tapi setiap 10 langkah, ia sudah 100 kaki jauhnya — Ling Bo Wei Bu versi Dali, yang ia pelajari dari buku tua yang ditemukan di perpustakaan Istana.

GUNUNG ZHONGNAN, SEKTE QUANZHEN - LI CHANGSHENG, 23 TAHUN.

Di saat yang sama, di Gunung Zhongnan.

Aula Chongyang yang 3 tahun lalu dimasuki Li Changsheng dan tidak pernah keluar, pintunya yang terbuat dari kayu cendana 100 tahun, terbuka sendiri.

KREEEKK...

Keluar seorang pemuda 23 tahun sekarang. Jubah Tao hitam putih sederhana, wajah biasa seperti petani, tapi di sekelilingnya... tidak ada 7 pedang yang melayang lagi. Tidak ada 9 pedang lagi.

Tapi ada... 1 pedang. Hanya 1 pedang kayu. Pedang kayu persik biasa yang bahkan tidak diasah.

Tapi 1 pedang kayu itu... membuat seluruh Gunung Zhongnan bergetar. Burung-burung terbang. Awan di atas Zhongnan berputar-putar membentuk lingkaran Taiji.

Li Changsheng, 23 tahun, pendekar yang juga mengikuti Janji 7 Tahun, yang 5 tahun lalu adalah anak yang tidak bisa apa-apa di Huashan, yang 3 tahun lalu kungfunya setara Qiu Chuji, pendeta pendahulu Quanzhen.

Selama 2 tahun terakhir di dalam Aula Chongyang, ia tidak berlatih pedang. Ia berlatih... bernapas.

Qiu Mingyu, Ketua Quanzhen, yang rambutnya kini sudah putih semua karena menunggu muridnya keluar, berlari dengan air mata.

"Changsheng! Kau keluar!"

Li Changsheng mengangguk, menatap pedang kayu di tangannya.

"Guru, saya memutuskan untuk keluar lebih dulu dari pengasingan."

Qiu Mingyu menatap pedang kayu itu. "Pedangmu... mana 7 pedangmu? Mana 9 pedangmu?"

Li Changsheng tersenyum, senyum yang sangat mirip Wang Chongyang di patung.

"7 pedang, 9 pedang, itu masih banyak. Banyak itu... masih belum Tao. Tao adalah satu. Jadi saya jadikan satu. Satu pedang kayu."

Ia mengangkat pedang kayu persik biasa itu, dan menebas ke udara, ke arah langit.

Tidak ada cahaya. Tidak ada suara naga. Tidak ada ombak.

Tapi 3 detik kemudian, di Puncak Zhongnan yang jauhnya 1 li dari Aula Chongyang, sebuah batu besar seberat 10.000 kati yang ada di puncak selama 100 tahun... terbelah menjadi dua. Belahannya halus seperti tahu dipotong.

Qiu Mingyu berlutut.

Karena ia tahu, apa yang baru saja dilakukan muridnya.

Xiantian Gong — Tenaga Langit Awal — sudah sempurna. Tenaga yang dulu hanya dikuasai Wang Chongyang, tenaga yang bisa membuat orang hidup 100 tahun tanpa makan.

Sanjiao Dingli — Tiga Agama Berdiri Bersama — jurus yang menggabungkan Tao, Buddha, dan Konfusius menjadi satu napas, sudah sempurna.

Hingga Quanzhen Jianfa — Pedang Quanzhen — dari Qi Xing Jiu Jue — 7 Bintang 9 Keputusan — sampai Yi Qi Hua San Qing — Satu Qi Menjadi Tiga Murni — sudah sempurna.

Dia orang pertama yang menuruni gunung.

Bukan Duan Lang dari Dali. Duan Lang baru berjalan kaki keluar dari Dali.

Tapi Li Changsheng, murid Quanzhen, adalah orang pertama yang secara resmi menuruni gunung setelah 5 tahun pengasingan, dengan surat resmi dari Ketua Quanzhen.

Surat itu berbunyi:

Quanzhen Li Changsheng, 23 tahun, turun gunung untuk memenuhi Janji 7 Tahun di Huashan. Jika bertemu Zhuo Wudi, hindari. Jika tidak bisa hindari, gunakan pedang kayu.

Li Changsheng memasukkan surat itu ke dalam jubah, memasukkan pedang kayu persik ke dalam sarung bambu, dan menuruni 3.000 anak tangga Gunung Zhongnan dengan berjalan kaki, seperti petani yang baru selesai bertapa.

Di anak tangga ke-1.000, ia bertemu dengan seorang biksu muda dengan mangkuk jernih yang baru saja menemukan 3 jawaban tentang kekosongan, benar-salah, dan keinginan — Hui Chen, 23 tahun, yang sedang berjalan dari Sungai Kuning menuju Huashan.

Dua orang itu saling pandang.

Hui Chen membungkuk. "Amitabha. Kak Li?"

Li Changsheng membungkuk. "Taois Li Changsheng."

Hui Chen menatap pedang kayu di punggung Li Changsheng, Li Changsheng menatap mangkuk jernih di tangan Hui Chen.

Dua orang yang 5 tahun lalu tidak bisa apa-apa di Huashan, kini... dua-duanya sudah menjadi bintang.

"Ayo bersama ke Huashan?" tanya Hui Chen.

Li Changsheng mengangguk. "Bersama."

Dan dua bintang itu berjalan bersama, menuruni Gunung Zhongnan, menuju Huashan, di mana monster tua Zhuo Wudi sudah duduk membeku selama 1 bulan di Puncak Teratai Emas, menunggu.

Di belakang mereka, di langit, 7 bintang Biduk Jiangnan bersinar terang, dan di sebelahnya, 3 bintang baru — bintang mangkuk jernih Hui Chen, bintang pedang kayu Li Changsheng, dan bintang jari matahari Duan Lang — mulai bersinar.

1
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuutt...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuttt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Laaaaannnjjuuttt..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Maaaannnttaapp..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!