Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Neta masih tertidur pulas di kamar nya, sama seperti saat dia masih tinggal di rumah nya Raisya. Padahal hari sudah siang, dia tidak perduli sama sekali. Rian yang baru satu hari menjadi suami nya, langsung kesal dengan kelakuan istri nya.
"Neta mana Rian?" Tanya Mama Mila, Mama nya Rian.
"Dia masih tidur, Ma!" Jawab Rian singkat.
"Istri kamu itu bagai mana sih Yan? Apa mata nya gak bisa lihat, ini kan sudah siang. Bukan nya menyiapkan kebutuhan suami nya, malah tidur sampai siang begini!" Omel Mama Mila.
"Aku juga udah bangunin dia sejak tadi, tapi dia nya aja yanh gak mau bangun. Udah deh ma, sekarang aku mau nongkrong dulu. Masalah Neta, terserah mau Mama mau apain aja!" Rian pamit pada Mama nya.
Rian bergegas bangun dari tempat duduk nya, dengan menggunakan motor gede nya dia pun pergi bersama teman - teman nya.
Rian sendiri hingga saat ini belum lulus kuliah, karena dia sendiri sering bolos. Hampir setiap hari dia keluyuran tidak jelas arah dan tujuan bersama teman - teman nya.
"Ini tidak bisa di biarkan, baru satu hari menjadi menantu di rumah ini sudah seenaknya!" Omel Mama Mila.
Mama Mila pun bergegas bangun dari tempat duduk nya, dia menuju ke kamar nya Rian, di mana saat ini Neta masih tertidur pulas. Mama Mila membawa satu gabung air, lalu dia menyiramkan nya ke wajah Neta.
"Au, banjir,,,!" Teriak Neta yang langsung terbangun dari tidur nya.
Secara refleks, Neta bangun dan melompat turun dari tempat tidur. Mama Mila melihat nya sambil melipat tangan di dada, setelah berdir di samping tempat tidur nya baru lah Neta tersadar sepenuh nya.
"Loh Mama? Kenapa Mama menyiram ku? Bikin kaget saja!" Omel Neta dengan kesal.
"Apa kau tidak punya mata Hah? Lihat saat ini sudah jam berapa?" Tanya Mama Mila.
Neta melihat jam yang tergantung di dinding, sudah hampir jam 11 siang.
"Ma, Mama kenapa sih marah - marah begini? Kan biasa aja bangun jam segini!" Neta tidak merasa bersalah atas perbuatan nya.
"Neta, rumah ini punya peraturan sendiri. Jadi ikuti aturan yang ada di rumah ini, jika kau tidak mau maka silahkan pergi dari rumah ini!" Mama Mila mengusir Neta dari rumah nya.
"Loh, kok gitu Ma? Mama gak bisa ngusir aku dari sini. Aku ini istri nya mas Rian, aku juga sedang mengandung anak nya mas Rian!" Neta berkata dengan kesal.
"Rian tidak butuh istri pemalas dan tidak berguna seperti mu, bagai mana kau bisa mengurusi suami mu. Kalau jam segini saja kau belum bangun tidur!" Omel Mama Mila.
"Ma, kan di rumah ini ada pembantu yang bisa ngurusin semua nya. Ngapain juga Mama minta sama aku!" Neta masih saja membantah apa yang di katakan oleh mertua nya.
"Neta, aku ingatkan pada mu. Sekarang sudah kewajiban mu mengurus Rian, karena kau adalah istri nya. Jika besok pagi kau masih saja tidak bisa bangun pagi, maka bersiap lah pergi dari rumah ini!" Mama Mila mengancam Neta.
Setelah berkata seperti itu, Mama Mila keluar dari dalam kamar nya Neta dan Rian. Neta tampak masih sangat kesal, karena baru kali ini ada yang berani memarahi nya.
"Rian kemana sih? Masa Mama nya marah sama aku dia gak belain aku!" Ujar Neta dengan kesal.
Neta meraih ponsel nya, dia menghubungi laki - laki yang baru satu hari menjadi suami nya tersebut.
"Hallo mas, kamu di mana sih?" Tanya Neta dengan kesal.
"Aku lagi nongkrong sama temen - temen Net, kamu jangan ganggu aku!" Bentak Rian dari seberang sana.
"Mas, aku gak mau tahu. Pokok nya kamu pulang sekarang juga, Mama kamu itu nyebelin banget!" Adu Neta pada Rian.
"Sudah lah Neta, jangan manja kamu. Salah sendiri, siapa suruh bangun nya siang begitu. Memang nya kamu pikir tinggal di hotel apa!" Bentak Rian lagi.
"Mas, aku ini istri kamu loh! Harus nya kamu belain aku, bukan belain Mama kamu!" Ujar Neta dengan kesal.
"Punya istri kayak kamu, bikin aku nyesel tahu!" Ujar Rian lagi.
Tut, tut, tut.
Belum sempat Neta menjawab nya, panggilan telepon pun di putuskan secara sepihak oleh Rian.
"Ih nyebelin banget sih, gak anak gak Mama nya. Sama aja, sama - sama bikin kesel!" Omel Neta.
Neta lalu membanting ponsel nya ke atas tempat tidur, lalu dia membaringkan badan nya kembali di atas tempat tidur.
"Kok aku kangen Mama, ya!" Guman Neta yang tiba - tiba teringat dengan Mama nya.
*******
Mereka semua tiba di rumah nya Dita, rumah itu berlantai 2 tapi tidak sebesar rumah milik Raisya. Kamar utama ada di atas, sedangkan kamar tamu ada di bawah dan itu pun hanya ada 2.
"Mama tidur di atas ya!" Mama Rika berkata pada Dita.
"Enak saja, di atas kamar aku. Kalian di bawah saja!" Jawab Dita dengan ketus.
"Dit, kok kamu gitu sih sama Mama. Kan Mama ini calon mertua kamu loh, harus sopan!" Mama Rika sengaja berkata seperti itu agar bisa menekan Dita.
"Kalau Mama tidak suka, silahkan Mama pergi dari rumah ini. Lagi pula, Mama lupa bahwa Mama sudah menipu ku dengan memberikan sertifikat palsu itu!" Dita mengingatkan kesalahan mereka.
"Ya mana Mama tahu kalau Raisya menukar nya dengan sertifikat palsu!" Mama Rika tidak merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan.
"Mas, kita belum menikah. Jadi kita tidak bisa tidur satu kamar dulu, di lantai bawah ada 2 kamar Jadi silahkan saja kalian atur sendiri, bagai mana kalian biasa tidur!" Dita berkata pada Dimas.
"Dimas tidur sama kamu aja, Dit. Kamar itu satu buat aku dan mas Alvin, dan satu lagi buat Mama!" Cika berkata pada Dita.
"Iya Dit, kan gak mungkin Dimas tidur sama Mama!" Mama Rika ikut menimpali.
"Aku gak mau, Ma. Aku tidak perduli bagai mana kalian membagi kamar nya, tapi yang pasti aku tidak mau tidur satu kamar sama mas Dimas karena kami bukan suami istri!" Dita kembali menegaskan.
"Sudah, sudah,,, aku bisa tidur di ruang tamu saja!" Dimas menengahi perdebatan antara keluarga nya dan juga Dita.
Dimas sudah sangat stress sekarang, dia tidak menyangka bahwa semua nya akan berubah dalam sekejap. Raisya merebut kembali rumah nya hanya dalam sekejap, dan menjadikan hidup mereka berantakan seperti ini. Mereka hatus menumpang di rumah Dita, jadi mau tidak mau mereka harus menuruti semua aturan dari Dita.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄