Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 22: Bisikan Beracun di Meja Makan

...MENGULANG LUKA...

...Bab 22: Bisikan Beracun di Meja Makan...

Keesokan harinya, sinar matahari pagi mulai menerobos jendela-jendela tinggi mansion keluarga Edgar. Julian sudah pergi ke kantor sejak subuh—pria itu sengaja berangkat lebih cepat, sebagian karena tumpukan pekerjaan, dan sebagian lagi demi melarikan diri dari bayang-bayang penolakan dingin istrinya semalam.

Di dalam mansion, suasana begitu tenang sampai suara langkah kaki Valencia terdengar pelan menuruni anak tangga. Mengenakan gaun kasual sederhana dengan rambut yang terikat asal, Valencia baru saja turun setelah beristirahat cukup panjang untuk memulihkan tenaganya.

Namun, langkah Valencia terhenti saat matanya menangkap sosok wanita paruh baya berpenampilan anggun namun tajam yang sudah duduk di meja makan utama.

Mami Sita—ibu kandung Julian.

Wanita itu duduk bersedekah tangan, memangku kemewahan khas keluarga papan atas dengan perhiasan berlian yang berkilau di jemarinya. Begitu melihat Valencia menuruni tangga, Mami Sita menyapu penampilan menantunya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan yang amat transparan.

"Istri macam apa yang baru bangun jam segini?" cetus Mami Sita tanpa basa-basi, suaranya tajam melengking memecah keheningan. "Tidak becus mengurus suami. Putraku terlalu memanjakanmu sampai kau bisa santai seperti ini!"

Valencia tidak tersentak. Dia melangkah tenang menuju area meja makan tanpa sedikit pun memperlihatkan guncangan emosi di wajahnya.

Di kehidupan pertamanya dulu, Mami Sita memang rutin datang secara diam-diam saat Julian tidak ada di rumah. Julian yang selalu sibuk bekerja dan sering dinas luar kota sama sekali tidak tahu-menahu tentang teror verbal ini, karena Valencia dulu terlalu takut dan memilih memendamnya sendiri demi menjaga nama baik keluarga. Ketidakhadiran Julian yang sangat jarang pulang ke rumah justru membuat Mami Sita menyimpulkan secara sepihak bahwa Valencia adalah istri tak berguna yang gagal melayani dan memuaskan putranya, hingga membuat Julian tak betah tinggal di rumah.

Mami Sita mengetukkan jemarinya yang berhias cincin di atas meja marmer dengan kasar, menatap Valencia seolah menantunya itu adalah noda di dalam keluarga Edgar.

"Dua tahun menikah tapi belum juga memberikan aku cucu!" bentak Mami Sita dengan nada menuduh yang memojokkan. "Apa kamu sengaja mau memutus garis keturunan keluarga Edgar, hah?"

Valencia tetap bergeming. Dia berdiri kaku di dekat meja makan, menatap wanita tua di hadapannya dengan binar mata jernih yang memendam gemuruh luka tua.

"Kalau kamu memang tidak bisa memberikan aku cucu," lanjut Mami Sita dengan senyum sinis yang mengembang penuh dominasi, "biarkan wanita lain yang melakukan tugas itu. Biarkan Julian menikah lagi!"

Deg.

Mendengar ibu mertuanya menyuruh Julian untuk menikah lagi, walau pun di kehidupan pertamanya momen ini sudah pernah Valencia lewati, tetap saja entah kenapa kata-kata itu masih sanggup membuat hatinya terasa teriris sakit. Rasa nyeri yang akrab itu menyeruak kembali dari celah-celah hatinya yang rapuh.

Bukan Valencia yang tidak mau memberikan cucu. Sama sekali bukan.

Kenyataan pahit yang tersimpan rapat selama dua tahun ini adalah suaminya sendiri yang selalu menjaga jarak. Selama dua tahun pernikahan mereka, Julian belum pernah sekali pun menyentuhnya. Pria itu sama sekali belum pernah menunaikan kewajiban batinnya sebagai seorang suami.

Ingatan kelam itu mendadak berputar kembali seperti rekaman video rusak di kepala Valencia. Di masa lalu, demi mempertahankan rumah tangga mereka yang dingin dan demi memenuhi tuntutan mertuanya akan sosok seorang anak, Valencia bahkan pernah merendahkan dirinya hingga titik terendah. Dia pernah sengaja membeli gaun tidur renda yang tipis dan berani, menahan rasa malunya yang membuncah demi menggoda suaminya sendiri di kamar mereka.

Namun, apa tanggapan Julian kala itu?

Julian tidak hanya menolaknya secara dingin, tetapi juga menatapnya dengan pandangan paling jijik yang pernah Valencia lihat. Pria itu melempar gaun tambahan ke tubuhnya dan melontarkan kalimat membunuh yang sampai hari ini masih membekas menjadi cambuk beracun di hatinya: “Jangan bertingkah murahan, Valencia. Berpenampilan seperti wanita di rumah bordir sama sekali tidak membuatmu terlihat menarik di mataku.”

Hinaan itu telah menghancurkan seluruh harga diri Valencia sebagai seorang wanita. Dan kini, di hadapan ibu dari pria yang menghancurkannya, Valencia dituntut atas kegagalan yang bahkan bukan disebabkan oleh dirinya.

Valencia memejamkan matanya sejenak, menghirup napas dalam-dalam untuk menekan rasa sakit yang sempat naik ke tenggorokannya. Ketika sepasang matanya kembali terbuka, rasa sakit itu telah berganti menjadi dinding es yang kokoh dan tak tersentuh. Dia tidak akan lagi menjadi Valencia yang malang, yang berlutut dan menangis memohon ampun atas kesalahan yang tak pernah dia perbuat.

Valencia menatap Mami Sita lurus-lurus, mengulas senyum paling tipis dan paling dingin yang pernah dia miliki.

"Jika Anda sangat menginginkan Julian menikah lagi, silakan bicarakan langsung dengan putra Anda, Mami," sahut Valencia dengan suara tenang, begitu halus namun bergema tegas di ruang makan yang luas itu. "Bawa wanita mana pun yang Anda suka ke hadapannya. Saya sama sekali tidak akan menghalangi."

Mami Sita melotot, terkejut luar biasa menyaksikan menantunya yang biasa penurut dan penakut kini menjawabnya tanpa ada sedikit pun raut ketakutan di wajahnya.

"Kamu... berani-beraninya kamu bicara begitu padaku?!" sergah Mami Sita dengan wajah yang memerah padam karena murka.

"Saya hanya menyampaikan kebenaran," balas Valencia datar. Dia merapikan letak pakaiannya, lalu menatap Mami Sita tanpa kedipan. "Pintu mansion ini selalu terbuka jika Anda ingin mendiskusikan rencana pernikahan kedua putra Anda dengannya langsung. Permisi, saya harus ke studio sekarang."

Tanpa menunggu balasan atau makian lebih lanjut dari ibu mertuanya, Valencia berbalik dan melangkah pergi. Langkah kakinya begitu mantap dan tidak lagi tertatih oleh rasa cemas, meninggalkan Mami Sita yang terpaku dalam amarah dan kebingungan mendalam atas perubahan drastis menantunya.

1
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
Shuttttttttttt
up lagi dongg wkwkw
Park ha: 🤭🙏 iya kak ini sambil mikir lanjutannya kwkwk
total 1 replies
Shuttttttttttt
gtu dong beb, jngan biarkan org ketiga msuk klo udah sepakat utk baikan
Shuttttttttttt
awal baca gak suka julian, tapi sekarang² kok malah kesel sma si cwek nya ini ( lupa namanya lagi ) kmu kan udah liat masa lalu dan masa depan mu bersama julian gmn, cobalah utk berpikir pake logika, klo emang mau pertahankan rumah tanggamu lakukan jangan stengah². kamu udah sadar klo cwok yg beberapa saat ini ada di smpingmu udah serang suamimu, seharusnya kmu sadar klo suamimu gak sma kmu krna pria yg ada di smpingmu, ini malah termakan rayuan dan provokasi si lucas² itu terus menerus.
Shuttttttttttt
ktanya percaya tpi bertingkah ragu terus, heran dehhh
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭 masih baru kali kak...
posisikan jadi valen ..5 tahun di abaikan.. trus di kasih kesempatan.. trus tiba2 gini lagi polanya... walaupun julian di kehidupan kali ini gk salah..emang urus kerjaan tapi valen kan gk tau detailnya..gk ngerti🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
cerita nya bguss, aku sukaa 😍 semangat kk outhor
gina altira
malam pertama yang tertunda
𝐀⃝🥀Weny
seharusnya itu yang kamu lakukan dari dulu tuan Edgar 😏
𝐀⃝🥀Weny: dan masih dikasih kesempatan lagi😊
total 3 replies
Murnia Nia
aku suka cerita novel ini semangat tuk author nya semoga makin sukses ya
Park ha: makasih kak🤭🤭♡♡♡♡♡♡
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga keputusan Valencia kali ini bisa membuatnya bahagia selamanya😊
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya, malam pertama di dua tahun penantian😂
𝐀⃝🥀Weny
kasih kesempatan Julian untuk menghapus lukamu Valencia 😊
Park ha: /Scowl//Scowl//Scowl//Scowl//Scowl/
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
yeee... benerkan, dari pada mengawali mending memperbaiki karena sesungguhnya mereka masih sama² cinta tapi yang satu gengsi😁
Park ha
🤭🤭🤭
Mamana Kenzo
lanjutttt
gina altira
semangat mengejar Valencia, tuan Edgar
gina altira
Julian mulai ga stabil nih 🤭
gina altira
aku dukung Valencia
gina altira
Julian manusia yang paling egois
Park ha: sabar🤭🤭🤭 tar kita hukum julian seberat2nya
total 1 replies
Park ha
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!