Alina Lyendra
Seorang gadis muda berusia 22 tahun baru saja merampungkan pendidikan terakhirnya di bidang manajemen dan lulus dengan predikat cum laude.
Saat ini, Alina, sapaan akrabnya sedang sibuk mencari pekerjaan.
Kendra Lingga, yang biasa di panggil Bos Ken adalah seorang CEO muda yang sukses, tangan dinginnya selalu sukses menangani setiap proyek di perusahaannya.
Usianya tergolong matang, 29 tahun namun masih betah menyendiri, kesibukan telah menyita seluruh waktunya untuk bersantai.
Kendra termasuk orang yang introvert dan hemat bicara, dia tidak suka privasinya terekspos ke media sehingga tidak banyak orang yang mengenali wajah aslinya yang tampan nan rupawan.
Suatu hari Kendra yang sedang suntuk, menyepi di pantai untuk mencari ketenangan dan tidak sengaja bertemu dengan Alina untuk yang pertama kalinya.
Dan masih ada pertemuan selanjutnya yang terjadi secara kebetulan.
Apakah ini takdir??
Stay tune terus ya untuk kelanjutan kisah mereka...
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rutinitas
Begitu Alina tiba di kantor, managernya yang bernama Lisa langsung mengomel karena kesal,
"Alina.. kau itu karyawan baru disini malah minta cuti dua bulan!! jangan mentang mentang kau karyawan rekomendasi dari Tuan Kendra jadi bisa seenaknya!" omel Lisa dengan ketus.
Lisa.. Lisa.. seandainya kau tahu siapa Alina pasti kau tidak akan ketus seperti ini.. pengen deh author bisikin si Mbak Lisa nya...wkwkk..
"Maaf Mbak Lisa, aku janji ini terakhir kalinya aku minta cuti!" sahut Alina pasrah, Alina memang salah jadi tidak bisa berkomentar apa apa.
"oya.. apa ada tugas untukku??" tanya Alina berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku sibuk menangani Festival Film, bagaimana bisa aku punya waktu untuk mencari tugas untukmu??" sahut Lisa jengah.
"Festival Film apa? apa aku boleh berpartisipasi?" seru Alina merasa tertarik.
"hem.. sayangnya hanya ada dua kuota saja yang tersisa untuk mendampingi artis senior Christine Hakim! sampai saat ini sudah ada 3 orang yang mengajukan diri!" ujar Lisa.
"jadi aku boleh ikut kan?? aku bisa berkompetisi dengan kekuatanku!" kata Alina penuh semangat.
"Ada banyak karyawan dan karyawati di perusahaan kita ini dan kebanyakan lebih baik daripada kau!! jadi jangan terlalu berharap!" tanggap Lisa.
"kau meremehkan aku Mbak?? aku akan berusaha keras untuk mendapatkan kuota yang tersisa!" sahut Alina tidak patah semangat.
Alina sebenarnya kesal mendengar ucapan Lisa namun apa yang dikatakan Lisa ada benarnya juga, terlebih dia hanya karyawan baru disini sedangkan Lingga Group mempunyai banyak karyawan senior yang jauh lebih berkompeten daripada dirinya.
Saat Alina keluar, kebetulan dia melihat Dave sedang jalan bersama Christine Hakim, Alina langsung panik dan berusaha menyembunyikan wajahnya dari Dave, tapi Dave keburu melihatnya dan langsung memanggil Alina.
"heh!" seru Dave.
Alina langsung nyengir kuda.
"kenapa kau malah bersembunyi begitu melihat kami?" tanya Dave.
Christine
Christine Hakim tidak mengenalinya, maka Alina memperkenalkan siapa dirinya lalu mencoba mengungkit masalah kuota Festival Film yang akan berlangsung.
"hai kak Christ, perkenalkan aku Alina dan aku sedang berusaha untuk menjadi pendamping mu di Festival Film, mohon bantuannya!" Alina berkata dengan penuh percaya diri.
"aku tidak punya hak untuk membantu siapapun, masalah ini sudah perusahaan kita yang mengaturnya!" sahut Christine Hakim dengan acuhnya.
Saat Christine beralih kembali menatap Dave, dia malah mendapati Dave sedang menatap Alina.
"ah.. Dave.. apa kau menyukai gadis ini??" ucapan Christine langsung membuyarkan lamunan Dave.
Dave langsung menyahut dengan sinis.
"aku belum buta Christ...tapi... dia sepertinya mirip dengan istri dari temanku!" Dave berusaha menyindir Alina.
"selain Bos Ken, memangnya kau punya teman lain Dave??" Christine mengernyitkan dahinya.
Alina langsung berubah tegang, Dave hampir saja mau melanjutkan omongannya lagi tapi Alina dengan cepat berusaha mengalihkan perhatian Christine dengan mengajaknya berbicara masalah Festival Film.
"kak Christ, aku adalah salah satu penggemarmu.. akan menjadi kebanggaan tersendiri jika aku bisa terpilih untuk menjadi pendamping mu!" ujar Alina sambil melirik tajam ke arah Dave.
Dave tersenyum mencibir.
pintar sekali kau berkilah wanita J*lang!!
"jika aku terpilih.. aku akan berusaha membuatmu terlihat menonjol dengan kecantikan mu itu kak!!" tambah Alina.
Christine tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan Alina, dia malah pergi begitu saja tanpa menanggapi apapun.
Setelah Christine pergi, Alina berusaha menghindar secepatnya tapi Dave terus mengikutinya sambil terus menyindir dengan sinis nya.
"tak disangka, seorang Nyonya Lingga memohon untuk kuota menghadiri Festival Film!! sepertinya suamimu itu tidak memberimu keuntungan apapun padamu!" cibir Dave.
"atau kau sengaja berakting menjadi wanita yang lugu dan mandiri dengan tidak memanfaatkan kekuasaan yang Kendra miliki??" Dave sepertinya benar benar tidak menyukai Alina.
Alina tetap diam dan berusaha tetap bersabar menghadapinya, sepertinya Dave sudah salah paham tentangnya.
Mungkin Dave pikir pernikahan Alina dan Kendra bukan lah pernikahan palsu.
Oh..aku mengerti sekarang.. kau sinis begini pasti karena cemburu kan Dave??
"Tuan Dave..kalau kau punya opini tentang pernikahanku, silahkan laporkan langsung pada Bos Kendra!!! sementara aku tidak akan membicarakan masalah ini lagi dengan mu!" ujar Alina berusaha menekan emosinya.
"ku beritahu kau satu hal Nona Alina!!! walaupun aku tidak tahu bagaimana caranya sampai kau bisa mendapatkan hati Kendra tapi waspadalah, aku akan membuat Kendra sadar kalau menikahi mu adalah langkah yang salah!!" sentak Dave.
"Lalu kenapa tidak kau beritahukan saja pada Kak Christine tadi?? kenapa malah menutupinya??" Alina pura pura menantang meski dalam hatinya waswas.
"hah.. kenapa juga aku harus mengumumkan kalau sekarang kau adalah Nyonya Lingga!! justru aku berharap takkan ada seorangpun yang mengetahuinya!!" sungut Dave dengan sinis.
Alina ikutan sinis,
"Tuan Dave.. aku tahu kau pasti sangat sibuk!!! sebaiknya kau kembali fokus mengurusi urusan mu sendiri!! sampai jumpa!" sungut Alina tak mau kalah.
Setelah mengatakan hal itu, Alina langsung kabur dari hadapan Dave.
"heh.. tapi aku belum selesai bicara!!!" teriak Dave.
"aku tahu wanita seperti apa kau!! kau hanya ingin memanfaatkan Kendra kan?? katakan apa yang sebenarnya kau inginkan???" lanjutnya berteriak.
Alina tetap mengabaikan Dave karena jika di tanggapi, akan panjang urusannya.
Untung saja suasana lorong masih agak sepi karena hari masih lumayan pagi.
Dave mematung dengan nafas terengah akibat berteriak, kenyataannya Alina mengabaikannya.
awas kau Alina...
"ck.. bagaimana ceritanya seorang Kendra bisa tertipu oleh wanita j*lang seperti Alina?? Kendra bahkan bukan anak kecil yang mudah di tipu!" gumam Dave.
"tapi dia tidak pernah berurusan dengan wanita, terutama wanita j*lang seperti Alina!! jangan harap niat busuk mu akan berhasil Alina... aku akan melindungi Kendra dari tipu muslihat mu!!" Dave benar benar merasa geram.
Saking emosinya, Alina sampai salah jalan! seharusnya dia tidak mengambil jalan ini untuk kembali ke meja kerjanya.
ah.. terpaksa lah Alina harus balik lagi.
Mau tidak mau dia harus berpapasan dengan Dave lagi karena Dave masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri tadi.
Dave melipat kedua tangan di dadanya melihat Alina kembali lagi.
"apalagi sekarang??" tanya Dave setelah Alina mendekat.
"apalagi apanya?? aku mau kembali ke ruangan ki!" sahut Alina berusaha melewati Dave.
Namun Dave terus menghalangi jalannya, Alina bertambah kesal dan langsung maju menginjak kaki Dave.
"auw!" lenguh Dave merasakan kakinya sakit karena di injak oleh Alina.
"kau!!" Dave kesakitan dan langsung membalas dengan mencubit kedua pipi Alina.
"aduh.. aduh...sakit!! lepaskan!!" Alina berusaha membalas Dave namun Dave sudah berjaga jaga untuk itu.
Tapi perseteruan mereka harus terhenti karena manager Alina, si Lisa mendadak muncul dan menatap mereka dengan heran.
"apa yang sedang kalian lakukan??" tanya Lisa.
"eh.. Mbak Lisa!" sahut Alina speechless.
Melihat Alina tidak bisa berkata kata, Dave langsung berpura pura di hadapan Lisa.
"eh kau Lisa.. ini aku sedang menyapa karyawan baru kita!! aku hanya ingin tahu seperti apa karyawan yang di rekomendasikan langsung oleh Kendra!" Dave benar benar pintar beralasan.
"oh.. begitu!! dia baru saja masuk setelah dua bulan cuti Tuan Dave!" sahut Lisa.
"oh.. pantas saja aku baru melihatnya hari ini!" Dave menyahut dengan sinis nya.
Alina tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada, dia langsung kabur begitu saja dari hadapan Dave dan Lisa.
Sialan!! gerutu Dave.
🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋
sarangeo. .😘😘😘😘