Indonesia
NovelToon NovelToon
Pelayan Cinta Tuan Mafia

Pelayan Cinta Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Pengawal / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: Mima Rahyudi

Giana Liam sejak kecil sudah hidup serba kekurangan. Sejak kecil hidup dengan ayahnya yang hanya seorang penjual rokok dikedai kecil, sedangkan ibunya sudah pergi meninggalkan dia dan ayahnya, dan memilih menjadi wanita malam juga simpanan para pejabat.

Setelah tamat SMA Giana memilih bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga disebuah rumah besar milik Tuan Marcello Abraham, biasa dikenal dengan Ello Abraham, penguasa dunia bisnis di negara kecil Noreland, dengan segala lini bisnisnya. Noreland merupakan sebuah negara indah di pinggiran pantai Marine Bay.

Giana tidak menyangka jika pekerjaan yang dia dapatkan karena ulah ibunya yang ternyata menjual dirinya pada sang tuan rumah, dimana Giana harus menjadi pelayan cinta tuannya. Bagaimanakah nasib Giana setelah dia dijual oleh ibunya sendiri? Akankah hidupnya menjadi lebih baik atau justru semakin kacau?

Bagaimana juga dengan tuannya yang ternyata juga seorang mafia? Apakah akan memperlakukan Giana dengan baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mima Rahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lakukan Saja Apa yang Akan Tuan Lakukan

Esok hari, Kairo melaporkan hasilnya pada Ello dari apa yang sudah dia temukan. Tentu saja Ello sangat terkejut jika ternyata di dalam rumahnya ada musuh dalam selimut.

Suasana di ruang kerja rumah Ello terasa tegang ketika Kairo memasuki ruangan. Ello duduk di sofa dan menatap Kairo serius.

"Jadi, apa yang kamu temukan?" tanya Ello.

Kairo duduk di samping Ello sebelum memberikan laporan tentang penyelidikan yang barusan dilakukannya. "Saya menemukan fakta yang cukup mengkhawatirkan tapi saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti," jawab Kairo.

Ello merasa semakin penasaran dan bertanya lebih lanjut. "Apa yang kamu maksud?"

Kairo kemudian menjelaskan hasil penyelidikannya. Dia mendapati kedua tikus percobaannya mati karena perdarahan setelah dia berikan salad buah itu. Kairo mencurigai ada orang di dalam rumah Ello yang ingin mencelakai Giana.

"Sekarang saya khawatir ada seseorang di rumah ini yang menyimpan dendam terhadap Tuan dan keluarga," kata Kairo, "Atau mungkin memang tidak menghendaki si kembar lahir."

Ello terkejut dan merasa cemas. "Siapa yang bisa melakukannya? Aku tidak bisa membayangkan seseorang yang mau berbuat seperti itu," ujar Ello.

Kairo merenung sejenak sebelum menjawab, "Saya tidak bisa memastikan siapa yang melakukan ini, tapi saya punya beberapa teori yang mungkin saja benar. Pertama, mungkin ada pembantu yang ingin membalas dendam atau orang yang berselisih paham dengan anda dalam urusan bisnis."

Ello mengangguk-angguk setelah mendengar penjelasan Kairo. "Ya, memang mungkin saja. Tapi aku tidak bisa menuduh siapa-siapa tanpa bukti yang kuat. Aku harus lebih berhati-hati agar anak dalam kandungan Giana dan keluarga saya tidak terancam," ujar Ello.

Kairo mengerti kekhawatiran Ello dan memberikan saran yang terbaik untuk situasi ini. "Yang terbaik sekarang adalah meningkatkan keamanan di rumah ini dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kita harus memastikan siapa orang yang berusaha meracuni salad buah Nona Giana," kata Kairo.

"Tapi semua asisten rumah tangga disini sudah bertahun-tahun bekerja dengan aku, jika ada yang tidak beres tentu Bibi Jino akan melaporkan padaku," balas Ello

"Mengenai itu, bahkan orang yang sudah bekerja 25 tahun pada tuannya saja bisa jadi berkhianat, Tuan," kata Kairo

"Giana jangan sampai tahu soal ini, cukup kita berdua saja dulu yang tahu. Aku akan tugaskan Hover diam-diam menambah CCTV dibagian dapur. Biarkan salad buah tetap tersaji untuk Giana agar pelakunya tidak curiga, nanti biar mommy yang atur semuanya," balas Ello

Kairo mengangguk setuju. "Benar, kita harus berhati-hati agar pelaku tidak curiga. Dan lebih baik tidak memberitahu Nona Giana mengenai hal ini sampai kita mendapatkan informasi yang lebih jelas," ucapnya.

Ello memanggil Hover ke ruangannya dan berbicara dengan suara pelan. "Hover, aku butuh kamu untuk memasang CCTV tambahan di dapur kita," pintanya.

Hover terkejut dengan permintaan Ello. "Kenapa di dapur, Tuan?" tanyanya.

"Ada sesuatu yang mencurigakan terjadi, aku sudah merasa curiga dengan kejadiannya dan Kairo sudah berjanji untuk menelusurinya lebih lanjut. Tapi kita harus aman terlebih dahulu, Hover. Tidak ada yang boleh tahu tentang ini, apalagi Giana," jelas Ello.

Hover mengangguk mengerti, "Baiklah Tuan, saya akan segera memasang CCTV tambahan di dapur dengan cara yang tersembunyi."

Ello lalu mencari Raline, dan ternyata wanita itu tengah berada di kamarnya.

"Mom, aku harus bicara serius," kata Ello

"Ada apa?" tanya Raline

"Ada yang berusaha membuat Giana keguguran dengan memberikan semacam racun peluruh kandungan di salad buah Giana," jawab Ello, "Dan sekarang masih dalam tahap investigasi yang dilakukan Kairo secara diam-diam, karena kemungkinan pelakunya justru orang yang ada didalam rumah ini. Giana jangan sampai tahu soal ini, Mom."

Raline tentu saja terkejut, "Sudah Mommy duga sejak awal, El."

"Aku masih belum mengetahui siapa pelakunya, dan diam-diam Hover akan memasang CCTV tambahan. Aku minta tolong, Mommy benar-benar memperhatikan apapun yang dimakan Giana. Salad buah akan tetap tersedia, tapi akan dibuat secara fresh dari tangan Bibi Jino sendiri,"kata Ello

"El, sudah pasti sangat membahayakan jika Giana mengalami hal buruk. Apa kamu pikir lebih baik jika Giana tinggal bersama kami sementara waktu?" tanya Raline.

Ello merasa ragu dengan saran dari mommynya, "Hm, aku tidak yakin apakah itu keputusan yang tepat. Aku tidak ingin menghilangkan pengawasan terhadap keamanannya. Dan aku juga khawatir bahwa pelakunya mungkin justru berada di dekat kami," ucap Ello.

Raline mengangguk memahami kekhawatiran Ello. "Aku mengerti perasaanmu, El. Apalagi ini yang diincar adalah penerus keluarga Abraham. Tapi, tidakkah kamu merasa risau jika Giana tetap tinggal di rumahmu saat situasinya belum pasti aman? Mommy khawatir jika hal buruk akan terjadi padanya," ujarnya.

Ello merasa bimbang, ia mengerti apa yang menjadi kekhawatiran dari Mommynya, tetapi baginya, hal terbaik yang harus dilakukan adalah tetap mengawasi keamanan Giana dan juga jangan memberitahunya terlebih dahulu mengenai ancaman tersebut.

"Aku akan memikirkannya matang-matang. Terima kasih, Mommy, atas saranmu," ucap Ello.

Raline pun memberikan dukungan dan berjanji untuk selalu ada untuk membantu mereka. Ello merasa lega dan merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi ancaman yang sedang mereka hadapi. dia kemudian membicarakan masalah ini dengan Hover dan Kairo untuk mencari solusi terbaik untuk menjaga keamanan Giana. Para karyawan rumah tangga Ello juga turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan membantu menyelidiki siapa yang mungkin berada di balik ancaman tersebut.

"Tuan, saya sudah memasang tambahan CCTV dibeberapa titik," lapor Hover di pagi berikutnya, "Tidak ada yang tahu penambahan CCTV kecuali tuan dan Kairo."

"Bagus, aku ingin sekali segera mengetahui siapa pelaku dari semua ini. Untung saja selama ini Giana indera penciumannya tajam, sehingga sudah beberapa kali dia memang mengatakan tidak jadi makan salad buahnya karena bau yang menyengat dan berbeda." Ello tampak menghembuskan napas dengan kasar, "Lalu Mommy menyarankan untuk Giana ikut dengan Mommy sementara waktu. Bagaimana menurut kalian?"

"Jangan dulu, Tuan. Kalau Nyonya Raline membawa Nona Giana keluar dari rumah ini, kemungkinan pelakunya sudah tahu dan sadar kalau perbuatannya sudah diketahui oleh kita. Justru dengan Nona Giana ada dirumah ini, pelaku akan tetap terus melancarkan aksinya, tanpa dia sadari sudah dalam pengawasan kita," jawab Hover.

"Nona Giana bisa dibawa pergi Nyonya Raline ketika kita sudah tahu siapa pelakunya, karena pasti akan terjadi kegaduhan di rumah ini, tidak baik untuk kandungan Nona Giana," susul Kairo

Ello merenung sejenak dan akhirnya setuju dengan saran Hover dan Kairo. "Baiklah, kalian benar. Kita harus tetap memantau situasi ini dengan ketat dan menemukan siapa pelakunya secepat mungkin. Setelah itu, Giana bisa dibawa pergi untuk sementara waktu jika perlunya," ucapnya.

Kairo dan Hover pun berjanji untuk terus mengawasi dan melakukan penyelidikan, serta memastikan bahwa keamanan Giana terjaga dengan baik. Mereka juga meminta Bibi Jino dan semua asisten rumah tangga untuk tidak melibatkan banyak orang dalam menyiapkan makanan khusus untuk Giana.

Pengawasan CCTV dilakukan secara 24 jam penuh oleh ketiganya secara bergantian. Siang itu seperti biasa Giana ingin makan salad buah, dan kali ini Bibi Jino langsung menyimpan salad buah di lemari es yang ada didalam kamar Ello dan Giana, sementara Bibi Jino juga tetap menyiapkan salad buah yang diletakkan du lemari es yang ada di dapur.

Raline sendiri sekarang yang memasakkan makanan khusus untuk Giana, sehingga tidak ada orang lain yang bisa mendekati makanan buatan Raline untuk Giana.

Giana sendiri terlihat bingung ketika ia mulai menyadari bahwa tiba-tiba ia diatur untuk makan di kamar, sehingga dia pun bertanya kepada ibu mertuanya, Raline.

"Mom, kenapa sekarang aku harus makan di kamar? Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Giana dengan wajah yang penuh kebingungan.

Raline mengelus lembut tangan Giana dan memberikan sebuah senyuman. "Tidak ada yang salah, Nak. Kami hanya ingin memastikan bahwa kamu merasa nyaman selama kehamilanmu. Dengan kehamilan yang semakin besar, kamu perlu beristirahat dan ada saatnya kamu harus mengurangi aktivitasmu, termasuk berjalan-jalan." Raline menjelaskan dengan lembut.

Giana merenung sejenak dan mulai merasakan tekanan yang ada di dalam tubuhnya. "Tapi aku merasa baik-baik saja, Mom. Saya tidak ingin merepotkan siapa pun," ujarnya.

Raline mengusap lembut puncak kepala Giana dan mengelus punggungnya dengan lembut. "Tidak ada yang merepotkan siapa pun, Nak. Kami semua ada di sini untuk membantumu dan merawatmu selama kehamilanmu. Kamu hanya perlu istirahat dan menjaga kesehatanmu dalam fase ini," katanya.

Mendengar penjelasan dari ibu mertuanya, Giana merasa lega dan mengerti bahwa semua yang dilakukan adalah untuk kesehatannya dan bayinya.

"Terima kasih, Mommy, aku mengerti. Semua ini demi kesehatan aku dan si kembar," ucap Giana sambil tersenyum.

Raline pun merasa senang dan merangkul Giana dengan hangat. "Kami semua mencintaimu, Nak. Kamu adalah bagian dari keluarga kami dan kami akan selalu merawat, melindungi, serta mencintaimu," ucapnya.

Hover dan Kairo tengah berada di ruang CCTV malam itu, kemudian Ello datang belakangan setelah menidurkan Giana. Giana akhir-akhir ini sulit tidur jika tidak diusap-usap dulu pinggangnya oleh Kairo.

Ketiga pria itu tampak memandangi beberapa layar CCTV yang seharian merekam segala aktivitas didalam rumah. Sebuah adegan mengejutkan terekam dengan jelas, ada seseorang yang membuka lemari pendingin besar yangada di dapur, lalu memberikan sesuatu didalam salad buah yang menurutnya biasa dimakan Giana.

"Kali ini tidak boleh Gagal, Giana pasti akan memakan salad buah ini tengah malam nanti," desisnya sambil tersenyum smirk.

"Kenapa bisa dia yang melakukan?" tanya Ello

"Saya juga tidak tahu, Tuan. Apa maksud semua ini? Ada motif apa sampai dia tega melakukan itu.

Sementara itu, Hover hanya bisa terdiam dengan wajah memucat, tidak menyangka dia menemukan kenyataan bahwa orang yang dia kenal dengan baik adalah pelakunya.

"Ini tidak mungkin," kata Hover sambil matanya masih melotot memandangi layar CCTV, "Apa yang ada di otak dia sampai tega melakukan ini pada Nona Giana!?"

"Hover, jadi kamu benar-benar tidak tahu soal ini?" tanya Ello penuh selidik

Hover hanya menggelengkan kepala saja, "Saya benar-benar tidak tahu, Tuan."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Kairo tampak merasa tidak enak hati.

"Lakukan saja apa yang akan Tuan Ello lakukan, dia sudah salah. Saya tidak akan membelanya sama sekali," jawab Hover

Ello hanya bisa menghembuskan napas kasar, "Kamu tahu bukan Hover, siapapun musuhku dan telah berani mau mencelakai salah satu anggota keluargaku, apalagi ini Giana, dia akan menerima akibatnya." Suara Ello begitu berat kali ini.

Hover hanya menganggukkan kepala saja, "Lakukan saja apa yang akan Tuan inginkan, saya akan diam saja kali ini."

.

.

.

Jangan lupa mampir ke novel othor yang lain ya

MENAFKAHI ADIK IPAR

1
Nana Lusiani
kok lama ndak update thor
Kistyy
kapan update Thor
Kistyy
kapan up lagi thor
Nana Lusiani
kok blm update thor
Kistyy
kok belom update thor
Danah
lanjut
Kistyy
semangat kak lanjut lagi seru nih 😇😀
Nana Lusiani
semangat ya thor nulisnya
mom'$ nji
lanjut thor semangat cerita nya seru
Kconk Jai
mantap
Kistyy
Hahaha lucu juga 🤣🤣
semangat Thor lanjut
Danah
aduh ello2 org keripik kaca bukn kaca beneran lanjut
Nana Lusiani
jan semakin seru up double dong kak
Kistyy
lanjut Thor dong
Danah
ngarep bgt si Tita pengn jadi nyoya
Nana Lusiani
wah jadi penasaran
Kistyy
lanjut thorr seru
Nana Lusiani
ayo thor lanjutan nya mana masak di fisso cuma sampai 23 bab yan di NT juga gitu
Cucun Cuntanigsih
lanjutan nya mna masa ngegantung /Sob/
INDRI
ada rahasia apa ya,kenapa ello. senang banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!