Sin liong yg terkenal pendekar pedang naga langit,terluka akibat ingin menyelamatkan anak ajaib yg di perebutkan oleh dunia persilatan, anak yg istimewa dengan kekuatan besar di dalam tubuhnya..
Menjadi perebutan para pendekar di dunia persilatan, akhirnya sin liong berhasil menyelamatkan anak itu, dan mengasingkan diri ke pulau yg tidak berpenghuni, di pulau es..
Sin liong jg menemukan sebuah mayat yg masih utuh dan sebuah kitab, yg sudah berusia ratusan tahun.
Ikuti kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BilQis Natasya Putriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYERANGAN KE MARKAS PERAMPOK HARIMAU BAG2
setelah cia tong lay berhasil melumpuhkan para penjaga, dia pun dengan santainya melangkah kedalam markas perampok itu.
dari kejauhan koe lan yang sangat kagum dengan pendekar itu, dari balik pepohonan dia menyaksikan dengan mudahnya pendekar itu melumpuhkan para penjaga di markas perampok harimau.
bahkan dia tidak mampu melihat pendekar itu,dengan cara seperti apa pemuda itu melumpuhkan penjaga karena kecepatan pemuda itu yang sangat luar biasa.
koe lan yang dengan mengendap endap, mendekati markas perampok karena dia sangat penasaran dengan aksi pemuda itu selanjutnya.
sementara pemimpin perampok yg kedatangan kakak seperguruannya, tidak menyadari kalau markasnya di serang.
mereka asik bercerita, kalau sekarang muncul pendekar golongan hitam. yg akan menyatukan golongan hitam untuk merebut kejayaannya.
dia adalah pendekar iblis, yg sangat kejam.
dia berhasil mempelajari kitab iblis yg tak sengaja ia temukan.
kitab dari kekaisaran wei yg di curi oleh pendekar dari kekaisaran han ribuan tahun yg lalu kitab ini sangat berbahaya.
karena kitab ini mengandung ilmu ilmu siluman, yg sangat berbahaya dengan bimbingan gurunya, dia berhasil mempelajari kitab iblis itu. sekarang dunia persilatan di gegerkan dengan pendekar iblis ini.
bahkan ilmu pendekar iblis ini, hampir sama dengan pendekar pemusnah yg menggemparkan dunia persilatan beberapa tahun yg lalu.
tetapi pendekar iblis ini jauh lebih kejam, dengan ilmu iblis nya dia tidak segan membunuh orang yg tidak bersalah.
bahkan banyak para pendekar golong putih yg resah dan berusaha untuk menghentikannya, tetapi semua sia sia, mereka harus mati di tangan pendekar iblis ini.
sungguh dunia persilatan sekarang resah, para pendekar golongan hitam pun terkena imbasnya yg tidak mau menuruti kemauannya juga harus rela kehilangan nyawa.
sungguh manusia iblis ini sangat kejam,
saat mereka serius membahas pendekar iblis, seorang anggota melaporkan kalau markas mereka telah di serang, oleh pemuda yg ada di desa kemarin.
" apa?"
pemimpin perampok itu pucat, karena baru kemarin dia di kalahkan oleh pemuda itu dengan mudah sekarang pemuda itu muncul di markasnya.
" ada apa adik?"
" i.. itu.. lok suheng, pemuda siluman itu muncul di sini."
pemimpin perampok itu yg bernama cao im, tidak bisa menutupi ketakutannya.
dia begitu khawatir dengan pemuda yg mengalahkannya dengan muda dengan kedatangan suhengnya tao lok.
cao im merasa belum bisa mengalahkan pemuda itu.
" apa..pemuda yg mengalahkan mu kemari datang?mau apa dia kemari."
tao lok pun penasaran dengan pemuda yg mengalahkan adik seperguruannya.
" mari kita hadapin bersama, apakah dia mampu menghadapi pedangku ini?"dengan sombongnya tao lok di depan adik seperguruannya.
merekapun keluar, sungguh cao im terkejut. anggotanya yg berjumlah 300 orang tidak mampu menghadapi pemuda itu.
banyak anggotanya yg terluka dan pingsan, mungkin ada juga yg lari terbirit-birit meninggalkan markas.
hem..cao im hanya bisa mendehem dengan muka pucat, sementara tao lok tidak kalah terkejutnya.
seorang pemuda tampan, berdiri di hadapannya mampu menghadapi anggota perampok yg jumlahnya ratusan dengan mudah.
aura dingin yg di lepaskan pemuda itu perlahan menghilang, sehingga tao lok dan cao im bisa agak tenang.
" anak muda mau apa kamu kemari, dan memporak porandakan markas kami.
apa kamu tidak takut mati?"
walau hatinya sedang resah, cao im berusaha menggertak pemuda itu.
cia tong lay hanya tersenyum,mendengar ancaman dari pemimpin perampok itu.
merasa di lecehkan cao im sudah hilang kesadarannya, walaupun di tidak mampu mengahadapi pemuda ini mungkin dengan bantuan kakak seperguruannya mungkin pertandingan akan menjadi imbang pikirnya.