Indonesia
NovelToon NovelToon
Membawa Lari Benih Sang Mafia

Membawa Lari Benih Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

🏆 JUARA YAAW PERIODE 3 2025 🏆

Elise, seorang gadis keturunan bangsawan kaya, hidupnya terikat pada aturan keluarga. Untuk mendapatkan harta warisan, ia diwajibkan menikah dan segera melahirkan keturunan. Namun Elise menolak. Baginya, pernikahan hanyalah belenggu, dan ia ingin memiliki seorang anak tanpa harus menyerahkan diri pada suami yang dipaksakan.
Keputusan nekat membawanya ke luar negeri, ke sebuah laboratorium ternama yang menawarkan program bayi tabung. Ia pikir segalanya akan berjalan sesuai rencana—hingga sebuah kesalahan fatal terjadi. Benih yang dimasukkan ke rahimnya ternyata bukan milik donor anonim, melainkan milik Diego Frederick, mafia paling berkuasa dan kejam di Italia.
Ketika Diego mengetahui benihnya dicuri dan kini tengah berkembang dalam tubuh seorang wanita misterius, murka pun meledak. Baginya, tak ada yang boleh menyentuh atau memiliki warisannya.

Apakah Elise berhasil melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Wajah Alex kini sudah semerah tomat. Semua gara-gara ulah Jimmy yang selalu bertingkah aneh sejak mereka keluar dari mansion milik Diego.

Bagaimana tidak? Jimmy baru saja menyuruh para pengawal membeli seluruh kotak es krim yang ada di mini market.

“Paman! Aku hanya bilang mau es krim rasa cokelat!” protes Alex dengan setengah berbisik, takut terdengar orang lain.

Jimmy hanya mengangkat bahu. “Lebih baik kita ambil semua rasa saja. Siapa tahu kamu berubah pikiran. Paman malas bolak balik hanya untuk menuruti kemauanmu!”

“Semua rasa?” Alex menatap paman satu itu tidak percaya. Sementara di depan mini market, dua pengawal sudah mendorong troli besar berisi tumpukan es krim dari berbagai merek dan rasa.

“Paman, ini keterlaluan!” seru Alex sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia hampir menangis karena saking malunya. “Lihat! Orang-orang memperhatikan kita!”

Beberapa pengunjung memang berhenti untuk melihat pemandangan aneh itu. Seorang pria berpenampilan acak-acakan dengan dua pengawal berseragam lengkap membawa tumpukan es krim.

Bahkan lebih buruk lagi, di sisi jalan, seorang gadis kecil mengenakan seragam sekolah yang sama dengan Alex baru saja keluar dari mini market.

Mata mereka bertemu.

“Alex?” Gadis itu memanggil, tampak terkejut sekaligus bingung.

Alex spontan berbalik badan, bersembunyi di belakang Jimmy. “Paman! Cepat pergi dari sini!” bisiknya dengan panik.

Jimmy justru terkekeh. “Kenapa? Dia temanmu? Atau pacarmu?”

“Bukan urusan paman! Ayo pergi!”

Alih-alih pergi, Jimmy malah berdiri tegap dan dengan lantang berkata pada pengawal, “Tambahkan lagi dua kotak! Kalau perlu, aku beli semua isi mini market ini sekalian, asal Alex bersedia keluar rumah bersamaku setiap hari.”

Semua orang menoleh. Alex hampir menjerit karena malu. “PAMAN! Jangan bilang begitu di depan umum!”

“Santai saja, Bocah. Hidup itu harus dinikmati, apalagi kalau punya banyak uang!” katanya bangga sambil mengibaskan rambutnya yang berantakan.

Padahal, uang ya g Jimmy gunakan adalah milik Diego. Bukan murni miliknya pribadi. Kapan lagi foya-foya dengan uang bos, bukan?

Alex menatap langit, menahan diri agar tidak menjambak rambut pamannya itu.

“Paman benar-benar memalukan…” gumamnya.

Namun di sisi lain, senyum kecil muncul di bibir bocah itu. Ia tahu, meski terkadang konyol, Jimmy selalu berusaha membuatnya senang.

“Meski terdengar konyol, aku akui, paman bisa membuatku melupakan sosok papa yang aku rindukan,” gumam Alex dalam hatinya.

***

Elise masih terpaku di tempat. Suara berat milik Diego barusan sukses membuat seluruh darah di tubuhnya berhenti mengalir.

“Siapa yang kau sebut mesum, Nona?”

Elise memutar tubuh dengan cepat. Jantungnya berdentum keras. Diego berdiri dengan satu tangan dimasukkan ke saku celana sambil menatapnya tajam. Seolah menunggu jawaban.

“T–tadi ada pria yang mencoba menggoda saya di telepon,” jawab Elise tergagap.

Diego menaikkan sebelah alisnya, jelas tidak percaya. Lantas, bukannya marah, ia justru tersenyum samar.

“Benarkah?”

“Ya… tentu saja.” Elise mencoba tersenyum, tapi hasilnya justru terlihat semakin gugup.

Diego melangkah mendekat. Lalu mengambil sesuatu dari saku jasnya. Selembar cek dengan nilai yang membuat Elise terbelalak.

“Mulai besok kau tidak perlu lagi bekerja di kantor. Aku sudah menyiapkan semuanya. Tugasmu hanya menunggu di rumah, menyiapkan makan malam, dan memastikan semua kebutuhanku terpenuhi saat aku pulang,” ucap Diego.

Elise memandangnya tak percaya. “Maksud anda saya harus berhenti bekerja?”

“Ya. Mengenai biaya sekolah Alex, aku yang tanggung. Kau tidak perlu memikirkan apa pun lagi,” balas Diego.

Elise semakin bingung. “Tapi, Tuan… mengapa anda melakukan ini?”

“Karena aku tidak suka berbagi, Elise,” jawab Diego dengan nada dingin nan tegas. “Aku tidak ingin melihatmu terlalu sibuk untuk hal lain selain mengurus rumah ini dan aku.”

Elise menelan ludah. Apakah Diego ingin menjadikannya pelayan rumah tangga? Cih, susah payah kabur dari orangtuanya hanya untuk menjadi pelayan? Sama sekali tidak ada peningkatan! pikir Elise.

Belum selesai keterkejutan Elise, Diego kembali bicara.

“Satu hal lagi.” Pria itu bersandar santai di kursi, lalu menatap Elise.

“Aku ingin bertemu dengan suamimu.”

Elise membeku. “S-suami saya?”

“Ya,” jawab Diego santai. “Aku ingin bicara langsung dengannya. Aku akan memintanya menceraikanmu dan memberikanmu padaku secara sukarela. Tentunya, dengan kompensasi yang pantas.”

Kepala Elise langsung berdenyut nyeri. Ia mematung beberapa detik sebelum akhirnya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang kini sudah memucat.

“Pria mana yang akan kusewa untuk berpura-pura jadi suamiku?” gumamnya lirih.

“Kau tampak khawatir.”

“Siapa bilang!” seru Elise. Ia berdoa semoga saja Diego tak curiga kalau selama ini dirinya tidak pernah menikah.

Diego menyeringai. “Atau jangan-jangan selama ini kalian sudah berpisah? Atau suamimu berselingkuh dengan wanita lain, mungkin?”

Elise semakin menganga. Bagaimana bisa Diego menduga seperti itu?

“Dia setia dan tidak mungkin selingkuh. Kami bahkan saling mencintai,” ujar Elise dengan berbohong.

Seharusnya, Elise tidak berkata seperti ini. Ia sudah cukup berbohong. Tapi, mau tidak mau, Elise harus melakukannya agar Diego tak mengharapkan lebih dari hubungan saling menguntungkan mereka berdua.

Mendengar itu, tangan Diego terkepal erat. Diego bangkit dan mendekati Elise, hingga hanya berjarak satu langkah.

“Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Termasuk dirimu. Jadi, bawa aku menemui suamimu. Dengan atau tanpa persetujuanmu, Nona!” bisik Diego tepat di samping telinga Elise.

1
Infinix Hp
kenapa gak baca chapter terakhir, pasti tahu akhir cerita nya🤭🤣
Wati Marnisah
wkwkw anjay ga bisa berenti ketawa😄🤣
Gia Nasgia
ya ampun mereka benar "tdk tahu tempat
Gia Nasgia
Diego jr memberi perintah dan lucunya Papa nya Lily mendengar kan 😁
Gia Nasgia
Hahaha jadi impas dehh jangan hanya tahu membuat adonan 🤣🤣
Gia Nasgia
Alex kamu ya benar "😁😁🤦‍♀️
Gia Nasgia
akibat keahlian nya membuat ayahnya harus menghilang kan nyawa dan membuat mom nya nyaris tewas, Alex oh Alex
Gia Nasgia
yang ada Diego makin menggila klau tahu Elise di siksa padahal dalam keadaan mengandung, Marco siap "aja dgn berhadapan dgn maut mu😁
Gia Nasgia
Kamu salah sdh membangun kan singa yg lagi tidur
Gia Nasgia
Tdk mungkin Alex diam saja saat ibunya dalam bahaya dan kurasa pasti ayahnya pas butuh bantuan nya
Gia Nasgia
Marco cari mati bisanya wanita kesayangan Diego di siksa tanpa berfikir ulang
Gia Nasgia
orang tua nggak tau tempat
Gia Nasgia
Nggak salah juga yg penting Theo menerima sikapnya Jennifer lagian memang harus ada uang untuk bisa bertahan hidup
Gia Nasgia
Jimmy kayaknya terlalu lama menjomblo 😁
Gia Nasgia
Mimpi apa Jonathan tiba"dpt bogem dari Mafia posesif 😁
Gia Nasgia
Lah Alex tengil juga menyiramkan bensin ke Api
Gia Nasgia
Hahaha Ciee ada merajuk 😁
Gia Nasgia
Granpa William kalah telak dgn cucunya sendiri 😁
Mutia Efrida
Gak lah, di real jg semua perempuan matre kok, banyak terjadinya perceraian krn nikah krn modal cinta doang. Dahlah gak punya harta, gak punya skil pulak, miskin jadinya, mamam tuh cinta, dan aku dukung si Jennifer,dia aja kerja banting tulang biar bs foya foya, masa setelah punya suami dia gak bisa foya foya, gak ada yg maulah 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
Ternyata Diego gokil dan kaku bisa juga mengerjai istrinya 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!