Indonesia
NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Dua Minyak Kuyang

Malam turun lebih cepat dari biasanya.

Langit hitam tampak masih pekat. Tidak ada bulan. Hanya suara katak dan anjing yang melolong dari arah Sungai Mahakam.

Di dalam gubuk Atok Guro sedang membakar kemenyan. Asapnya mengepul. Menciptakan liukan seperti seekor ular. Aroma remasan daun kelor dan garam menguar di dalam ruangan dan menusuk.

Fajar masih bersembunyi. Arkan masuk ke gubuk dengan keadaan babak belur. Bajunya mengalami robek. Darah terlihat di mana-mana. Tetapi kendi yang berisi tujuh air sumur itu ia junjung tinggi tanpa tertumpah sedikitpun.

Atok Guro menatapnya cukup lama. Lalu mengangguk dan tersenyum tipis.

“Bagus. Kau lulus ujian pertama.”

Ia mengambil kendi yang di dekap Arkan. Kemudian mencampur dengan garam dan air perasan kelor. Cairannya berubah menjadi berwarna hijau keputihan dan mengeluarkan asap tipis.

“Malam ini kita akan memagar kampung. Setelah itu... kita akan merebut dua botol lagi.”

Arkan duduk dengan nafas tersengal. Lalu menatap ke arah luar.

Di kejauhan, suara tangisan Dayang Sari terdengar lagi. Lebih terdengar marah. Dan kali ini jauh lebih sakit. Sebab dorongan ingin minum darah begitu kuat, tetapi ia tidak dapat melepaskan kepalanya.

“Ini pagar,” ucap Atok Guro. “Selama tiga malam Induk Jarum tidak akan bisa masuk. Tetapi setelah itu... dia akan lebih buas.”

Arkan duduk di depan tungku api, dan ingin menghangatkan tubuhnya. Wajahnya lebam. Tetapi sinar matanya tajam.

“Dua botol lagi, Tok?" tanyanya pelan, dan ingin memastikan.

"Ya... Minyak berwarna Hijau dan juga Kuning. Dan keduanya ada di rumah Damang Jaya.” jawab Atok Guro, sembari mengelus janggutnya yang memutih.

Ia menatap ke arah luar, terlihat fajar mulai menyingsing.

"Apakah itu di simpan oleh Dayang Sari?" Arkan menoleh ke arah Atok Guro

“Benar. Dayang Sari adalah ciciti dari Induk Jarum. Maka tentu saja ia yang menyimpan minyak itu sebagai warisan.”

Atok Guro membuka kotak kayu, tempat ia menyimpan semua bahan untuk melakukan ritual.

Ia mengeluarkan tiga helai daun sirih yang sudah dirajah.

“Ingat Arkan. Minyak Hijau untuk membuat Kuyang terbang dan mengirimkan ilmu sihir. Kalau Dayang dapat itu, dia bisa menyerang dari atas dan kita tidak akan sanggup untuk mengalahkannya, dan juga mengejarnya."

Atok Guro menghela nafasnya yang terasa berat.

"Minyak Kuning untuk kecantikan dan energinya. Selama ada itu, luka di lehernya akan cepat sembuh dan susuk di tubuhnya tidak akan habis. Sedangkan Minyak Merah yang kau rebut... Itu untuk melepas kepala. Dan itu yang paling bahaya.”

Arkan mengepal. “Berarti kita harus ambil kedua minyak itu sebelum ia sadar.”

“Tepatnya tengah malam. Saat dia keluar untuk mencari mangsa,” bisik Atok Guro.

"Bagaimana ia bisa melepaskan kepalanya, sedangkan minyak merah ada pada saya?"

"Dia sedang mengincar wanita yang sedang menstruasi,"

"Hah? Darah menstruasi? Dia mengincarnya juga?!" Arkan merasa tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

"Benar. Sebab itu para orang tua melarang setiap anak perempuannya untuk membuang pembalut secara sembarangan,, sebelum di bersihkan,"

Arkan terduduk lemas. "Berarti dia masih bisa beraksi, jika dua minyak itu masih ada ditangannya?"

“Ya... Sebab itu kita harus memusnahkannya. Tetapi kamu harus hati-hati. Sebab minyak itu sangat berbahaya. Jika sampai terkena orang yang memegangnya tanpa sengaja, maka orang tersebut otomatis akan tertular kutukannya," pesan Atok Guro. Agar Arkan tidak ceroboh saat nanti mengambilnya.

"Aku akan ingat, Tok. Tetapi aku harus tetap mengambilnya." Arkan mengepalkan tinjunya.

"Tetapi rumah Damang Jaya dijaga oleh sosok yang sangat kuat. Ada tiga Siluman Ular Sanca yang menjadi pengintai dan anjing hitam yang matanya bisa melihat makhluk halus.”

Beri aku cara melawannya," ucap Arkan dengan mengumpulkan tekadnya.

****

Waktu memperlihatkan pukul dua belas malam.

Rumah betang milik Damang Jaya berukuran cukup besar dan panjang, dan berbeda dari rumah betang milik warga lainnya.

Catnya terbuat dari minyak solar, yang mana dianggap lebih efesien untuk kekuatan kayu.

Arkan bersembunyi di balik pohon ulin yang berukuran cukup besar.

Ia melumuri tubuhnya dengan kunyit bangle dan juga jariango, demi menyamarkan penciuman Induk Jarum ataupun Dayang Sari sendiri.

Dimana Induk Jarum dan dan Kuyang tidak menyukai bau menyengat tersebut.

Di pinggangnya, terselip mandau yang ia jadikan senjata untuk menangkal serangan makhluk ghaib yang akan menggagalkan pencurian dua botol Minyak Kuyang nantinya.

Kreeek!

Pintu belakang di bagian dapur terbuka. Arkan melihat Dayang Sari keluar dengan terburu-buru.

Ia menuju sumur tempat dimana Arkan bersembunyi, dan pernah mengambil airnya.

"Dayang..." gumamnya dalam hati dengan lirih. Ia melihat gadis cantik tersebut berlari menimba air, meminumnya dengan rakus.

"Eeerrrgghh!" ia mengerang.

Sepertinya air sumur tidak dapat menghilangkan rasa hausnya. Ia butuh darah.

Arkan merasakan hatinya terasa perih. Entah perasaan apa yang sekarang berada di lubuk hatinya.

"Aku mau darah...." erang Dayang Sari, sembari memegangi lehernya yang terasa perih.

Ia membanting timba dengan keras.

Taaak!

Timba terpental di atas tanah. Lalu ia melangkah pergi, menembus kegelapan malam.

Tampaknya ia akan mencari mangsa dengan wujud manusia, meskipun itu beresiko cukup tinggi.

Dayang Sari menyusuri jalanan setapak, dan mengendus bau darah dengan indera penciumannya.

Jarak dua tiga ratus meter dari tempatnya berjalan, ia mengendus aroma darah yang begitu manis.

"Darah... Darah... Aku suka darah...." pekiknya dengan perasaan yang begitu senang.

Ia mempercepat langkahnya. Hingga ia berhenti di balik pohon jelutung.

Wuuuuusssh!

Dayang Sari menyelinap, dan ia mendengar suara dua orang sejoli sedang berbisik.

"Bang... Ulun sedang menstruasi, jangan kita lakukan ini," ucap seorang gadis dari balik kegelapan.

"Justru karena menstruasi itu, tidak mungkin dapat hamil," ucap sang pria dengan nada memaksa.

"Tapi...."

"Sudah.... Jangan berisik..." sang pemuda tak peduli dengan apa yang di ucapkan sang gadis. Ia menarik pembalut sang kekasih, dan melemparkannya secara sembarangan.

Taaak!

Pembalut berlumuran darah itu jatuh tepat di wajah Dayang Sari.

Dayang Sari tersenyum menyeringai dan ia langsung memeras pembalut tersebut, menyesap darahnya dengan rakus.

"Kau akan mengandung, dan anak itu akan menjadi petaka...." ucap Dayang Sari dengan senyum seringai. Ia berlalu pergi, dengan pembalut di mulutnya, dan menyesap darah tersebut dengan cepat, layaknya menyesap es mambo.

Sementara itu, Arkan merayap dari belakang. Tubuhnya sudah diolesi air kunyit bangle yang di campur air kendi.

sehingga aroma tubuhnya hilang. Anjing mengelilingi rumah, sosok itu mengendus, dan indera penciumannya seperti tertutup, lalu ia berputar sebanyak tiga kali, dan tetap tak terdeteksi.

 Kemudian anjing itu berlalu pergi.

Arkan merangkak menuju pintu dapur, dan ia tahu jika tadi Dayang Sari keluar lewat pintu tersebut.

Di dalam rumah, lampu bohlam masih menyala.

Arkan menyelinap masuk. Ia mencoba mengacak isi rumah, dan mencari dimana keberadaan sua Minyak Kuyang tersebut.

Ia mencoba membongkar laci, tetapi tidak juga ketemu.

"Dimana Dayang Sari menyembunyikannya?" gumamnya dengan pelan. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, dan mencari tempat yang di curigainya.

Tak!

Tak!

Tak!

Saat bersamaan, terdengar suara derap langkah kaki menaiki anak tangga.

"Eeeerrrrggh!" suara sendawa keluar dari mulut Dayang Sari. Sepertinya ia sudah merasa kenyang dengan cairan darah dari korbannya.

"Sial! Dia sudah pulang," umpat Arkan. Lalu bersembunyi di balik lemari.

1
FiaNasa
ayo Arkan kau kau pasti bisa
tati st🌼🌼
next
tati st🌼🌼
ikut ngos2an jadinya😅
Siti Yatmi
aduh..pas tegang..eh udahan....
neni nuraeni
semoga Arkan tidak ketauan dan segera mndptkn 2 minyak,,, 💪💪 Arkan 💪💪💪pula buat kak thornya biar upnya dbnykin🤭,lnjutt
FiaNasa
semangat Arkan kau pasti bisa
tati st🌼🌼
ayo semangat arka kamu pasti berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Arkan berhasil,semangat Arkan,, semngt juga buat kak thor nya
Siti Yatmi
ayo arkan semangat kamu pasti bisa..💪 author cantik juga yg semangat yah up nya...😍
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuttt
neni nuraeni: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
FiaNasa
baguslah sudah ada titik terang untuk bisa melepaskan kutukan itu
tati st🌼🌼
🧡🧡🧡🧡🧡
tati st🌼🌼
katanya dlm sebulan gak bakal.minta tumbal dulu,dasar iblis janji palsu
neni nuraeni
iiihhh sllu deh bikin aku pnsrn Bae kak thor mah🤭🤭,, lnjuttt lahhh
FiaNasa
klau cuma ngomong aja mau cari jalan kluar tanpa bertindak mana bisa Arkan,,dr awal cuma ngomong terus tp gak ada tindakan
FiaNasa: udah tak siapin gayung ni thor buat getok si arkan😅😅😅
total 2 replies
neni nuraeni
kuyang oh kuyang kau meresahkan sekali,,, pengen tak bakar kau kasian dayang
neni nuraeni: betul itu kak 😂😂tapi jijay juga kali kak😁😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Damang Jaya meninggal?

Semoga Dayang Sari dan Arkan menemukan cara agar bisa memutus mata rantai kutukan itu..

Kasihan kan Dayang Sari kalau harus jadi Kuyang terus 😭
neni nuraeni
ih tatut.. semoga mereka bisa menemukn cara agar dayang terlepas dr kutukan itu
Anggita.🤗
Syng sekali, gadis ko jd kuyang😫, mungkin kh ilmu hitam itu diturunkan dri kakek buyutnya ya.
Secara ilmu hitam itu katanya turun temurun, dan harus punya pewaris, isshh geri juga ya. 😫
Anggita.🤗
Saya dulu juga pernah diganggu kuyang thor, saat ber 2 sm ank ku yg waktu itu msh balita drumah.
Sumpah deh takut bngt, waktu itu aku lg haid, pas waktu hampir tengah malem diganggu.
Nafas nya berat dan nyaring,😫persis diatas atap dikamarku.

Saking takut nya aku baca ayat kursi, Allhamdulillah dia pergi juga, dan trdengar dia jatuh.
Anggita.🤗: betul bngt.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!