Indonesia
NovelToon NovelToon
Putri Yang Dibuang

Putri Yang Dibuang

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Bisu, tuli, dan dianggap aib keluarga. Amara diperlakukan lebih buruk dari hewan di mansionnya sendiri. Puncaknya, ia dibuang ke halaman belakang yang dingin membeku tanpa diberi makan sedikit pun saat pesta bisnis ayahnya berlangsung.

​Di tengah keputusasaannya, muncul Gabriel—CEO muda paling ditakuti dengan tato bunga mawar di lehernya.
​Melihat Amara yang terkulai lemas menahan lapar, pria dingin itu melepaskan jasnya dan merangkul sang gadis.

​"Mulai malam ini, siapa pun yang menyakitimu... akan kuhancurkan."

​Ketika sang Putri yang Dibuang dilindungi oleh Pria Paling Berkuasa, pembalasan dendam pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Milikmu Sepenuhnya

"Jadi, apa aku boleh memintanya, Sayang, hm?" tanya Gabriel lembut kepada sang istri.

Suara baritonnya yang berat dan rendah berbisik tepat di depan bibir Amara, mengirimkan desir hangat yang menyengat hingga ke ujung jari kaki gadis itu.

Amara terpaku di tempatnya. Jantungnya berdegup begitu kencang di dalam rongga dada, seolah ingin melompat keluar. Wajahnya yang memerah merambat cepat hingga ke leher dan daun telinganya.

"G-Gabriel..." cicit Amara rapuh. Pita suaranya bergetar hebat, bukan lagi karena rasa takut atau trauma, melainkan karena debaran asing yang memabukkan.

Gabriel menatap manik mata Amara yang berbinar pasrah. Jemari kokohnya mengusap lembut rahang Amara, menyelipkan helai rambut yang mengganggu ke belakang telinga istrinya—sangat berhati-hati agar tidak menyenggol alat bantu dengar yang terpasang di sana.

"Aku tidak akan memaksa, Ratu kecilku," bisik Gabriel penuh kehangatan, memberikan kecupan lembut di ujung hidung Amara untuk menenangkan kepanikannya. "Jika kamu belum siap, katakan saja. Aku bisa menunggu selamanya."

Mendengar ketulusan dan pengertian suaminya yang tanpa batas, benteng keraguan di dalam diri Amara perlahan runtuh. Pria di hadapannya ini telah mempertaruhkan segalanya, melindunginya dari hinaan orang lain, dan menyembuhkan luka jiwanya dengan sabar.

Amara memberanikan diri. Perlahan, kedua tangan mungilnya yang gemetar terangkat, meremas pelan bahu tegap Gabriel. Ia menatap lurus ke dalam manik mata hitam suaminya, mencoba menyampaikan seluruh isi hatinya.

"A-aku..." Amara mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan keberanian untuk melafalkan setiap kata tanpa bantuan buku catatan. "...a-aku milikmu, Gabriel."

Gabriel tertegun sejenak. Sorot matanya seketika memancarkan kebahagiaan dan hasrat yang begitu pekat.

"Katakan sekali lagi, Sayang," pinta Gabriel serak, suaranya sarat akan rasa takjub.

Amara mengulum senyum tipis di tengah rona merah pipinya. Ia menyandarkan dahi mereka saling menempel, membiarkan napas hangat mereka menyatu.

"A-aku... siap, Gabriel," bisik Amara pelan namun amat jelas di pendengaran Gabriel. "A-aku mau... jadi milikmu... sepenuhnya."

Senyuman manis terkembang di bibir Gabriel. Tanpa menunggu lebih lama, pria itu merengkuh tubuh Amara semakin erat ke dalam dekapannya, membawanya meluruh dalam kehangatan malam yang penuh kasih.

"Aku janji, akan pelan, Sayang. Agar kamu tidak merasakan sakit," bisik Gabriel penuh kelembutan. Suara baritonnya yang dalam dan hangat mengalun tepat di samping telinga Amara, disusul kecupan-kecupan kecil yang mendarat lembut di sepanjang rahang hingga leher jenjang istrinya.

Amara memejamkan mata erat-erat, meremas kain piyama di bahu Gabriel dengan jemarinya yang masih gemetar. "G-Gabriel... a-aku takut..." bisiknya jujur. Suaranya serak dan sangat kecil, bergetar di antara kepasrahan dan rasa gugup yang memuncak.

Gabriel menghentikan gerakannya sejenak. Pria itu menumpu tubuhnya di atas Amara, menatap dalam-dalam manik mata indah istrinya yang berkaca-kaca di bawah temaram lampu kamar.

"Buka matamu, Sayang. Lihat aku," bisik Gabriel sangat sabar.

Amara perlahan membuka matanya, menyambut tatapan Gabriel yang dipenuhi rasa cinta dan perlindungan mutlak. Tidak ada sedikit pun paksaan di sana, hanya ada kehangatan yang menenangkan jiwa Amara.

"Kalau kamu merasa sakit atau tidak nyaman, katakan padaku, ya?" ucap Gabriel seraya mengusap lembut pipi Amara yang membara. "Setiap detiknya, aku ada di sini. Aku tidak akan menyakitimu, Amara."

Napas Amara berhembus makin teratur saat mendengarkan kepastian itu. Rasa takut yang tadinya menguasai pikiran perlahan menguap, digantikan oleh kepercayaan penuh pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

"I-iya, Gabriel..." cicit Amara pelan, menyunggingkan senyuman tipis dan amat tulus. Ia memberanikan diri melingkarkan kedua tangan mungilnya di leher tegap suaminya. "...a-aku percaya padamu."

Gabriel tersenyum manis, membalas kehangatan itu dengan mendaratkan ciuman yang sangat dalam dan lembut di bibir Amara, membawa malam mereka larut dalam kehangatan cinta yang utuh.

1
Rahmat
ayah dan ibu tiri lucknat masih gak nyadar y di penjara baru tau rass ciuh😠
Rahmat
bahagiax jd istri moga sukses ritualx🤭
Rahmat
lanjut thor
Rahmat
saking traumax sering dpt kekerasan fisik dan hinaan mpai suarax pun tdk kedengaran
Rahmat
lanjut thour ceritax bagus
Iffanaya 😽
belum sah ya Gabriel udah di klaim jd istri 🤣🤣
Soraya
lanjut
Fitria Syafei
semangat KK 👌 KK cantik kereen 😍 kereen 😍
Soraya
mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!