Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.
Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23 : desas-desus ilmu hitam
Kemenangan mutlak Ara di Hutan Larangan rupanya menjadi bumerang di tempat lain. Dalam waktu kurang dari dua hari, sebuah desas-desus berbau takhayul mulai berembus kencang dari koridor-koridor gelap di istana belakang. Isunya digoreng sangat renyah: Permaisuri Xia Ruo yang asli sebenarnya sudah mati saat meminum racun dua minggu lalu, dan tubuh yang sekarang berjalan tegap serta hobi baku hantam itu adalah sesosok mayat hidup yang dikendalikan oleh ilmu hitam tingkat tinggi.
"Gila, kreatif bener ini uler kadut kalau bikin gosip!"
Ara mendengus geli saat mendengar laporan itu dari Yuan-er di dalam kamarnya. Dia sedang duduk santai di lantai marmer, sibuk mengelap bilah baja hitam belati barunya menggunakan kain perca.
Di sudut ruangan, Yuan-er mondar-mandir dengan wajah super panik. Jari-jarinya bertautan cemas. "Permaisuri, Anda jangan tertawa! Ini bukan masalah jatah makan lagi. Di Kekaisaran Han, siapa pun yang dituduh mempraktikkan ilmu hitam atau sihir hitam bisa dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup tanpa perlu sidang pengadilan resmi! Selir Agung Li sengaja menyebarkan rumor ini untuk memancing para tetua klan dan Ibu Suri agar mendesak Kaisar mengeksekusi Anda!"
"Dihukum bakar? Emangnya gua ayam potong apa," cibir Ara ceplas-ceplos. Dia menyelipkan belatinya ke ikat pinggang, lalu bangkit berdiri dengan satu gerakan lentik nan bertenaga. "Lagian, emang mereka punya bukti? Tuduhan tanpa bukti mah namanya fitnah, di dunia gua bisa dilaporin ke polisi pencemaran nama baik!"
"Mereka sedang mencarinya, Permaisuri!" seru Yuan-er frustrasi. "Hamba mendengar bahwa besok pagi, Selir Agung Li akan membawa seorang biksu gadungan atau peramal istana untuk melakukan 'pembersihan roh' secara mendadak di Paviliun Teratai Biru. Jika mereka sengaja menanam barang bukti palsu seperti boneka santet atau mantra kutukan di sini... kita berdua bisa tamat!"
Ara tidak panik. Insting premannya yang biasa menghadapi jebakan geng motor seberang justru membuat otaknya berputar cepat. Skenario menanam barang bukti palsu di markas musuh adalah trik paling klise dan murahan yang pernah dia tahu.
"Oh... mau maen jebak-jebakan barang bukti palsu toh?" gumam Ara sambil menyeringai sangar, matanya berkilat penuh kelicikan. "Bagus. Kalau mereka mau maen kotor, gua bakal ajarin gimana caranya maen lumpur sekalian."
Ara melambaikan tangannya, memberi isyarat agar Yuan-er mendekat. Pelayan kecil itu buru-buru mencondongkan telinganya dengan wajah tegang.
"Dengerin gua, vitamin. Malem ini, lu awasin setiap sudut paviliun kita. Kalau ada pelayan asing yang mondar-mandir mencurigakan, atau lu nemu barang aneh kayak bungkusan kain hitam atau boneka tusuk jarum... kagak usah lu buang," bisik Ara dengan nada jahil yang bikin merinding.
Yuan-er mengernyit bingung. "Eh? Terus harus hamba apakan, Permaisuri?"
"Lu ambil pelan-pelan, terus lu pindahin itu barang ke Paviliun Teratai Merah miliknya si uler pink baju pink itu. Selipin di balik kasurnya atau di dalem lemari bajunya yang paling bawah," perintah Ara ceplas-ceplos tanpa beban. "Kita balikin paketnya ke alamat pengirim. Cash on delivery, Mas Bro! Biar besok pas mereka bawa dukun buat ngerazia paviliun gua dan kagak nemu apa-apa, gua yang bakal balik nuntut buat ngerazia kamar dia!"
Yuan-er melotot tak percaya, lalu sedetik kemudian senyuman kagum sekaligus ngeri terukir di wajah bulatnya. "Astaga... Permaisuri, ide Anda... benar-benar sangat licik!"
"Bukan licik, vitamin. Ini namanya taktik pertahanan modern," ralat Ara sambil menepuk pundak pelayannya dengan mantap. "Sana buruan siap-siap. Malem ini kita ronda bareng!"
Di luar jendela paviliun, angin malam berembus kencang, membawa hawa dingin yang mencekam. Ara menatap kegelapan istana belakang dengan senyuman miring andalannya. Jebakan sudah disiapkan, dan besok pagi, dia sudah tidak sabar melihat pertunjukan sirkus Selir Agung Li yang bakal senjata makan tuan.
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
ketawa mulu mah gue
kok nggak ada yg komen ya?
apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣