Indonesia
NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:794
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Om Iwan

Hari ini setelah aku mengantarkan cahaya ke rumahnya, dadaku terasa sesak. Ingin sekali ku cium bibir cahaya di mobil tadi, tetapi aku takut cahaya akan menolak ku.

kunjungan lakukan mobil ini dengan kecepatan tinggi untuk menutupi rasa gejolak di hatiku. Kenapa aku tiba tiba menjadi seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta?

Sudah kujaga dan ku tata hati ini sedemikian rupa untuk menciptakan keluarga yang harmonis, sosok kepala rumah tangga idaman. Kenapa masalah ini datang sekarang.

Begitu sampai di rumah, ku parkirkan mobil dan langsung menuju kamar mandi. Aku memilih menjernihkan pikiran ku di bawah siraman shower. Begitu aku keluar kamar mandi, indah sedang duduk di tepi tempat tidur sambil melihat handphone. Pakaian tidurku sudah di siapkan nya di sisi kirinya.

" Ada apa BG?? Aku liat Abang belakangan ini berbeda." tanya indah

"hmm...hmm..perasaan kamu aja kali" jawab ku dengan bingung karena tiba tiba di serang oleh pertanyaan seperti itu.

" sudah hampir 28 tahun kita bersama bang, walaupun kita tidak saling mencintai tapi aku tau bagaimana Abang, aku juga liat struk pembelian kalung, Abang tidak memberikan kalung ke putri atau aku. Lalu ke siapa kalung itu Abang berikan?? Tanya indah masih dengan kelembutan

Aku pun terduduk di tepi tempat tidur, sambil memegang kepala ku. Mencoba berpikir apa yang harus ku lakukan dan ku jawab semua pertanyaan indah. kalau semakin aku berbohong aku tau indah akan semakin marah.

" Abang sepertinya jatuh cinta ndah, sudah Abang lawan perasaan ini, tapi Abang gak bisa ndah, rasanya dada Abang sesak seperti mau pecah. abang bingung ndah, Abang gak mau mengorbankan keluarga kita yang sudah kita pertahankan sampai sejauh ini." jawab ku

Aku lihat air mata indah mulai menetes mendengar pengakuan ku. Tidak ada kemarahan yang ada hanya air mata. Aku tau kesalahan ku, tapi jika aku tidak jujur indah akan semakin marah.

Sambil menarik nafas panjang, indah bertanya, " siapa dia bang?? Sudah sejauh mana hubungan kalian?"

" dia tidak mengetahui kalau Abang menyukai nya, bahkan kalung yang Abang berikan di kembalikan nya. Ini hanya perasaan sepihak aja dari Abang ndah " jawab ku lagi

" aku tanya siapa wanita itu" tanya indah lagi

" cahaya" jawab ku

" Gila kamu ya bang, dia sebaya anak kita, dia lebih cocok jadi anakmu dari pada jadi simpanan mu" teriak indah mendengar nama cahaya. Bukan karena ada wanita lain yang membuat indah marah, tetapi nama cahaya yang membuat emosi indah meledak.

" abang tau ndah, abang salah, tapi Abang gak bisa mengontrol perasaan Abang ndah.segala hal sudah Abang coba ndah, tetapi saat melihat cahaya tertawa, hati Abang bahagia. Saat dekat dengan cahaya ada rasa kenyamanan di hati Abang " jawab ku lagi.

"jadi selama ini Abang dan cahaya sering pergi bersama?" tanya indah.

" nggak, bukan gitu ndah.. Abang sering menunggu cahaya di depan gang kalau cahaya mau pergi kuliah biar Abang bisa mengantar nya, begitu pun kalau cahaya pulang kuliah, terkadang Abang ajak cahaya makan. Sebenernya cahaya sering menolak, tapi Abang bilang kalau cahaya bisa menganggap Abang sebagai ayahnya." jawabku

" bener bener sinting kau bang, apa yang harus ku katakan sama Siti, bagaimana sekarang aku harus bersikap ke cahaya bang?" tanya indah sambil menangis

" lalu Abang mau bagaimana??" tanya indah lagi

" Abang gak tau ndah" jawab ku

"cahaya dan ibunya gak bersalah, yang salah adalah kamu.kamu harus pergi bang atau kamu memilih mengakhiri rumah tangga kita." tanya indah

" Abang gak mau rumah tangga kita berakhir ndah. Abang mohon ndah. Tapi Abang gak tau apakah Abang bisa melupakan cahaya atau tidak" jawabku

" besok kita berangkat ke jakarta, serahkan semua pekerjaan mu ke asisten mu. Kerjakan sebisa mungkin dari jakarta." ucap indah tanpa boleh di lawan. Lalu indah keluar, mungkin malam indah akan tidur di kamar putri.

Aku hanya bisa merenungkan kebodohan ku, bagaimana aku bisa menyakiti wanita sebaik indah. Syukurnya indah tidak menceraikan nya, dan indah tidak menyalahkan cahaya. mungkin, aku harus mengikuti kemauan indah agar aku bisa melupakan cahaya. Aku cari nomor cahaya di hp ku lalu ku hapus no kontaknya, walaupun masih ada di dalam otak ku nomor cahaya. Aku berharap seiring berjalan nya waktu bisa menghapus nama cahaya dan nomor cahaya dari kepala dan hatiku.

Malam itu aku nyaris tidak bisa tidur. Lalu aku mendengar indah masuk ke kamar menyiapkan segala kebutuhan ku di dalam koper. Tapi mata ini tidak bisa terbuka. Pukul 07.00 putri masuk ke kamar dan berpamitan pergi ke sekolah. Aku pun langsung pergi ke kamar mandi setelah putri meninggalkan kamar kami.

Tidak ada kata kata yang keluar dari mulut indah hari ini, mungkin indah sudah mengatakan ke putri kalau kami akan keluar kota. Putri sudah terbiasa dengan hal seperti ini di tinggal oleh kedua orangtuanya.

Pukul 09.00 kami menuju bandara dan meninggalkan kota ini. Di pesawat, indah menggenggam tanganku. kunjungan lihat wajah nya, mata nya yang bengkak dan wajah nya yang sedikit pucat, indah pasti tidak bisa tidur juga tadi malam.

semoga jalan yang dipilihkan indah adalah jalan yang terbaik untuk kami semua.

Sesampainya di jakarta kami di jemput oleh Andra anak sulungku, dan menuju apartemen Andra. Untuk sementara kami akan tinggal di apartemen yang kami belikan untuk Andra.

Andra tampak bingung melihat kondisi ku dan indah ibunya. Tetapi tidak ada satu pertanyaan pun yang keluar dari Andra.

Sesampainya di apartemen, Andra menyerahkan kunci dan langsung pergi ke kampusnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!