Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Setelah makan malam, Selena kembali ke kamar. Ia baru saja selesai merapikan buku-buku kuliahnya ketika Jason masuk setelah mengetuk pintu.

"Kau belum tidur?" tanya Jason sambil melonggarkan dasinya.

"Belum. Aku ingin bicara denganmu."

Jason menghentikan gerakannya. "Tentang apa?"

Selena meletakkan buku di atas meja, lalu berbalik menghadapnya. Ada sedikit keraguan di wajahnya, tetapi kali ini ia tidak berniat mengurungkan niat.

"Aku sudah memikirkan pernikahan kita."

Jason menarik kursi di dekat meja rias, tetapi tidak langsung duduk.

"Aku tahu pernikahan ini terjadi begitu saja. Kita juga belum benar-benar mengenal satu sama lain." Selena menarik napas pelan. "Selama ini, aku terlalu sibuk dengan perasaanku sendiri sampai lupa kalau sekarang kita sudah menjadi suami istri."

Jason memperhatikannya tanpa menyela.

"Aku tidak bisa menjanjikan akan langsung mencintaimu," lanjut Selena jujur. "Tapi aku ingin mencoba. Aku ingin kita benar-benar menjalani pernikahan ini, bukan sekadar tinggal di rumah yang sama karena terikat status."

Jason terdiam beberapa saat. Ia tidak menyangka Selena akan membicarakan hal itu lebih dahulu.

"Kau yakin?" tanyanya.

Selena mengangguk. "Aku tidak ingin terus hidup dengan membandingkan masa lalu dan masa sekarang. Aku ingin memberi kesempatan kepada hubungan kita."

"Selena, kau tidak perlu melakukan ini hanya karena merasa bersalah atau berutang sesuatu kepadaku."

"Aku tahu." Selena menatapnya lekat-lekat. "Justru karena itu aku ingin melakukannya atas keinginanku sendiri. Aku tidak mau pernikahan kita terus berjalan tanpa arah."

Jason akhirnya duduk di kursi. Ia menatap Selena beberapa saat sebelum mengangguk pelan.

"Baik. Kita bisa mencoba."

Selena tampak sedikit lega. "Kau tidak keberatan?"

"Tentu saja tidak." Jason tersenyum tipis. "Tapi aku punya satu permintaan."

"Apa?"

"Jangan memaksakan dirimu untuk menjadi istri yang sempurna hanya karena kita sepakat memulai hubungan ini. Aku ingin kau merasa nyaman denganku, bukan merasa punya kewajiban untuk menyenangkanku."

Selena terdiam. Ia tidak menyangka Jason akan mengatakan hal seperti itu.

"Kalau begitu, kita mulai dari awal?" tanyanya.

Jason mengulurkan tangan kepadanya.

"Baiklah, kita mulai dari awal."

Selena menyambut tangannya. Genggaman mereka sederhana, tanpa janji berlebihan atau tuntutan yang memberatkan.

Untuk pertama kalinya sejak menikah, Selena merasa bahwa mungkin ia dan Jason benar-benar bisa membangun sesuatu bersama. Ia belum tahu apakah perasaan cinta akan tumbuh di antara mereka, tetapi setidaknya malam itu, ia bersedia membuka pintu yang selama ini tertutup rapat.

Selena melepaskan genggaman tangan Jason, lalu duduk di tepi ranjang. Ada sedikit kecanggungan yang tersisa setelah percakapan mereka, tetapi ia tidak ingin membiarkannya begitu saja.

"Jason, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Tentu."

"Selama ini, apa kau pernah merasa keberatan dengan pernikahan kita?"

Jason terdiam sebentar. "Kenapa kau menanyakan itu?"

"Karena aku tahu pernikahan ini tidak berjalan seperti pernikahan pada umumnya. Aku masih kuliah, sementara kau sibuk bekerja. Bahkan sebelum menikah, kita tidak terlalu dekat." Selena memainkan ujung lengan bajunya. "Aku hanya ingin tahu apakah kau pernah menyesal."

Jason menarik kursi mendekati ranjang, lalu duduk menghadapnya.

"Aku tidak akan berbohong dengan mengatakan semuanya berjalan sesuai keinginanku. Tapi aku tidak menyesali pernikahan ini."

"Kenapa?"

"Karena aku memilih menjalaninya." Jason berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Dan sekarang, kau juga ingin mencobanya. Bagiku, itu sudah cukup untuk saat ini."

Selena mengangkat wajah. "Kau selalu sesederhana itu dalam memandang sesuatu?"

"Tidak juga. Aku hanya tidak suka mempersulit hal yang sebenarnya bisa dibicarakan."

Selena tersenyum kecil. "Sepertinya aku harus belajar banyak darimu."

"Kau tidak perlu belajar menjadi seperti diriku." Jason membalas senyumnya. "Cukup jujur kepadaku. Kalau ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, katakan. Aku lebih suka mendengarnya langsung daripada harus menebak-nebak."

Selena mengangguk. Ia mulai memahami bahwa Jason tidak mengharapkannya berubah dalam semalam. Pria itu hanya ingin mereka saling terbuka.

"Kalau begitu, aku juga punya satu permintaan," katanya.

"Apa?"

"Mulai sekarang, jangan terlalu formal denganku. Kita ini suami istri, tetapi terkadang aku merasa sedang berbicara dengan atasanku."

Jason tertawa pelan. "Baiklah. Aku akan berusaha."

"Berusaha saja?"

"Aku sudah terbiasa berbicara seperti itu. Kau harus memberiku waktu."

Selena ikut tertawa kecil. Suasana yang semula canggung perlahan mencair.

Jason kemudian berdiri dan mengambil jasnya yang tersampir di kursi.

"Sudah malam. Kau harus istirahat. Besok kau ada kuliah, bukan?"

Selena mengangguk. "Iya."

"Kalau begitu, selamat malam."

Jason berjalan menuju pintu, tetapi sebelum keluar, Selena memanggilnya.

"Jason."

Pria itu berbalik. "Ya?"

"Terima kasih sudah mau memberiku kesempatan."

Jason menatapnya sesaat, lalu menjawab dengan senyum tipis.

"Kita sama-sama sedang belajar, Selena. Jadi, tidak perlu berterima kasih."

Setelah Jason keluar menuju kamarnya, Selena kembali duduk di tepi ranjang. Malam itu tidak ada pengakuan cinta atau janji manis di antara mereka. Namun, untuk pertama kalinya, ia merasa tidak sedang menjalani pernikahan ini sendirian.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!