Jikalau pada akhirnya kita tidak berjodoh di dunia, maka biarlah harap ku menanti mu di akhirat.
Kira-kira itulah sepenggal harapan yang terlontar dari gadis cantik yang bernama Indah. Kehidupannya sangatlah bahagia, dia adalah anak tunggal yang di lahirkan dari keluarga yang berada bisa di bilang hidup nya sangat sempurna, Cantik, Pintar dan Kaya itulah gambaran dari sosok gadis tersebut.
Hanya saja hal itu sangat berbanding terbalik dengan kehidupan percintaan nya, kisahnya selalu berakhir dengan tragis membuatnya sedikit frustasi dengan cinta hingga pada akhirnya dia menyerah dan menjalani kehidupan tanpa tujuan dan hanya menjalani garis takdir nya saja.
Aku sadar semua yang ada akan tiada pada akhirnya, tapi biarkan lah aku menikmati keberadaan nya sampai aku merasa aku tidak pernah kehilangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastrawijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INDAHNYA MATAHARI SENJAKU
Hari Minggu
"Mah Indah pamit yah." Sahut Indah sambil mencium punggung tangan mamahnya.
"Anak mamah ko cantik sekali sih ? cuman sayang masih jomblo aja." sahut mamah sedikit melirikan matanya ke arah Intan yang sedari tadi sudah berada di ruang tamu.
"Tenang aja tan, pulang dari pameran nanti Intan pastikan Indah sudah tidak akan jomblo lagi deh heheh." Sahut Intan menimpali godaan bu Lisna.
Mereka tertawa dengan ucapan Intan, namun tidak dengan Indah.
Setelah berpamitan Indah dan Intan melajukan mobil nya ke arah tempat pameran berlangsung.
Terlihat sudah ramai sekali orang disana. Intan dan Indah mulai menuruni mobil dan berjalan menuju pintu masuk gedung.
Tepat di dalam gedung sedang diadakan preskon untuk membahas mengenai pameran yang sedang berlangsung itu.
Disana terlihat dua orang laki-laki yang sedang mengenakan setelah formal dan terlihat sangat ganteng sekali.
"Angga... Agung..." Indah dan Intan di buat terkejut dengan apa yang sedang mereka lihat.
Ternyata pameran itu adalah pameran foto hasil karya dari Agung dan Angga, dan gedung ini merupakan gedung kesenian milik keluarga nya Angga.
ditengah konferensi pers ada seorang wartawan yang bertanya pada Angga.
"Kalo boleh saya tau apa ada seseorang spesial yang menjadi inspirasi dari setiap karya anda ini ?" Tanya seorang wartawan.
Mendengar pertanyaan itu Angga menghela nafas panjang dan matanya mulai menerawang membayangkan seseorang.
"Iya, tentunya ada orang yang sangat spesial yang menjadi inspirasi saya dalam memotret."
Jawab Angga.
"Kalau boleh tau siapa orang itu ?" Tanya wartawan lain.
"Dia adalah perempuan yang sangat cantik, dia sangat mengagumi senja, sampai-sampai dia rela menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk menikmati seja setiap sorenya." Jawab Angga.
Mendengar pernyataan Angga itu seketika hati Indah mulai bergetar, "apa perempuan yang dimaksud Angga itu adalah Aku ? kenapa aku jadi salah tingkah begini ? mungkin saja ada perempuan lain yang ia temui disana ? ah sudah lah jangan terlalu GR. Lagian kan aku juga sangat membecinya tapi kenapa sekarang aku melihatnya tiba-tiba dadaku berdebar sangat kencang begini, apa mungkin........" Indah tidak melanjutkan percakapan hatinya dan masih berusaha untuk menepis perasaannya itu.
"Apa dia pacar Anda ?" Tanya wartawan itu kembali.
"Dia... " perkataan Angga terhenti karena matanya tertuju pada seorang perempuan yang berdiri tepat berada di hadapannya dengan mengenakan gaun warna biru muda serasi dengan kemeja yang Angga pakai malam itu.
"Dia bukan pacar saya, tapi saya sangat menyukai nya dan selalu berharap jika suatu saat nanti dia bukan hanya bisa menjadi pacar saya saja, tapi juga bisa menjadi istri dan ibu dari anak-anak saya." Ucap Angga secara spontan dengan pandangan yang tidak berpaling dari Indah.
Membuat Indah semakin gerogi dan salah tingkah.
Intan yang sedari tadi melihat hal itu hanya bisa tersenyum bahagia dan sesekali mencolek Indah hanya sekedar untuk menggoda sahabatnya nya itu.
"Apakah orang tersebut ada didalam salah satu karya anda sekarang ?" Tanya seorang wartawan lain.
"Jelas, dia ada di beberapa hasil karya saya, selain itu saya juga mangambil namanya untuk dijadikan tema pameran malam ini." Jawab Angga yang sudah memalingkan pandangannya ke arah wartawan tersebut.
Dengan cepatnya Indah mulai mengeluarkan undangan yang ada didalam tasnya untuk memastikan apa tema pameran malam ini.
"INDAHnya matahari senjaku"
jd bingung...
ceritanya bikin sedih, tp KEREEN rasanya kaya nyata banget ga terlalu HALUU ketinggian...
ok, aku udah mampir baca karyamu kak author, semangat ya selanjutnya buat cerita2 yg lebih bagus lagi..
jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Terlanjur Menikah"
kutunggu kedatangannya makasih 😍