Bagaimana jika manusia diibaratkan seperti es krim? Es krim itu dingin dan manis. Akan tetapi, itu adalah es krim dan es krim jelas berbeda dengan manusia yang memiliki hati dan emosi.
Bagaimana jika dingin dan manis, hati dan emosi itu dilebur menjadi satu? Kemudian dibumbui sedikit rasa traumatis yang begitu membekas hingga membuat kisahnya menjadi dramatis.
Ini adalah Ambar dan itu adalah Damar. Ambar adalah penikmat es krim yang sangat menyukai perpaduan manis dan dingin. Sedangkan Damar yang dingin tapi diam-diam manis dan dipenuhi emosi yang dramatis.
Ketika salah satu dari mereka menyadari keberadaan yang lain, itu hanya pertemuan singkat yang melibatkan sebuah kecelakaan kecil. Iya, itu hanya kecelakaan kecil. Namun, bagaimana jika selanjutnya mereka terlibat dalam serangan panik hingga percobaan bunuh diri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Istik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 4. A n g r y
Waktu terus berjalan maju. Segalanya silih berganti berdatangan, menggemparkan, menjadi bahan perbincangan, kemudian dalam waktu singkat sudah dilupakan saja lalu digantikan oleh topik yang baru.
Lima hari berlalu sejak kejadian Lala yang diperlakukan secara tidak layak. Ambar tidak tau pasti apa yang terjadi dan gadis itu juga tidak ingin mencari tau. Namun, yang jelas meskipun sudah berlalu bagi orang lain, waktu seolah membeku bagi Lala. Dia menolak untuk berangkat rapat OSIS di tengah-tengah sibuknya mempersiapkan event, mengurung diri di kamar, mendadak jadi sangat pendiam, emosinya masih saja terus tidak stabil, matanya kosong dan sayu. Ambar sendiri sudah kehabisan akal membujuk Lala.
“Gurunya, woy,” teriak Kara dan kawanannya yang dari tadi duduk dan mengobrol di depan pintu kelas.
Hari ini anak-anak kelas SAIPTA akan presentasi. Untuk kelompok Ambar seharusnya giliran Badrudin yang presentasi karena minggu lalu Lala dan Ambar sudah mengebut untuk membuat materi. Ambar memutar tubuhnya menjadi menghadap ke belakang untuk dapat berbicara dengan Badrudin.
“Din, kamu yang presentasi, ya.” Kemudian Ambar kembali duduk menghadap ke depan karena presentasi dari kelompok pertama sudah di mulai.
“Gak bisa, dong. Gue, kan udah bikin materi,” tolak Badrudin dengan tampang santainya. Terjadi jeda cukup lama pada obrolan mereka berdua karena mereka berdua juga harus memperhatikan presentasi.
Ambar baru menjawab penolakan Badrudin ketika kelompok pertama hampir menyelesaikan presentasi merek. “Materi? Mana? Nyatanya aku sama Lala yang nyelesaiin. Udah buruan, sana. Habis ini kelompok kita.”
“Ogah, lah. Gila aja, pokoknya gue udah bikin materi presentasi. Kalau nyatanya hilang itu urusan kalian.” Mendadak nada suara Badrudin menjadi sangat menyebalkan. Ambar sudah menebak bahwa pasti akan terjadi kekacauan jika satu kelompok dengan Badrudin. Sayang sekali kelompoknya dipilihkan. Di saat bersamaan Ambar beruntung satu kelompok dengan Lala, tetapi dia juga mendapat kesialan saat satu kelompok dengan lelaki paling tidak punya otak di kelasnya, paling seenaknya sendiri dan tidak bertanggung jawab.
Sampai kelompok pertama menyelesaikan presentasinya, Ambar masih belum mencapai kesepakan dengan Badrudin. Lala yang mendengarnya jadi tidak sabar sendiri. Gadis itu langsung berdiri begitu nama kelompok mereka dipanggil. “Biar gua yang presentasi.”
Sejenak Ambar harus mencerna dulu apa yang terjadi. Kemudian dia sadar, jika Lala maju dengan suasana hati yang seburuk itu, maka bisa saja ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi saat dia presentasi nanti. Namun, Ambar hanya dapat berharap semoga Lala tidak mengacau sampai presentasi selesai.
“Lihat, kan. Gak perlu gue yang maju presentasi,” bisik Badrudin di belakang Ambar yang membuat gadis itu semakin geram.
Presentasi berjalan dengan baik. Ambar menghela napas lega saat Lala menyelesaikan presentasi dengan baik. Nilai mereka tidak jadi terancam dan Lala tidak akan menjadi bahan bulan-bulanan lagi. Yang kemarin baru saja mulai mereda, jangan sampai semakin bertambah parah karena masalah baru.
“Presentasinya kita lanjutkan pada pertemuan selanjutnya, selamat siang.” Sang guru mengakhiri sesi presentasi karena waktunya sudah tidak cukup.
Begitu guru pengajar keluar dari kelas, Ambar segara memutar duduknya menjadi menghadap Badrudin. “Gak bertanggung jawab banget, sih! Gak ngelakuin apa-apa tapi dapat nilai yang sama kayak aku sama Lala.”
Badrudin justru mengendikan bahu dengan acuh. “Aku bakal bilang ke Bu Ning kalau kamu gak ngelakuin apapun supaya kamu gak dapat nilai.”
Setekah mendengar itu, Badrudin langsung melotot ke arah Ambar. Kemudian setelah menggebrak meja, dia berkata, “Heh, gue udah bilang kalau filenya hilang, kan? Gue udah kerja, ya, anjing.”
Lala yang mendengar itu langsung ikut menghadap ke belakang setelah sebelumnya sempat menghela napas lebih dulu. “Gak usah kasar sama cewek. Nyatanya lo file ilang juga gak ada tanggung jawab, kan? Katanya mau nyusul ke rumah gue? Nyatanya sampe tengah malem lo juga gak ada dateng.”
“Berisik banget Cuma masalah presentasi aja? Udah kelar lagian.” Badrudin semakin meninggikan nada suaranya.
Tidak berselang lama, terdengar suara tubrukan antar meja. Saat itu Ambar melihat Lala sudah berdiri dari duduknya. Dengan menabrak meja di depannya, Lala mencekik leher Badrudin dengan kedua tangannya. Iy, sekarang emang lo udah gak bisa ngelakuin apapun karena semua udah selesai. Tapi apa yang lo lakuin setengah jam lalu?” Lala meludah tepat di wajah Badrudin. “Gak bertanggung jawab.
Kemudian suara berdebam segera terdengar. Badrudin di dorong hingga jatuh ke tanah. Sedangkan orang-orang yang berada di sekitar mereka sudah menepi sejak tadi. Mereka menatap Lala dengan pandangan itu lagi. Mungkin Lala belum sadar, tetapi Ambar yang peka terhadap tatapan mata segera menyadarinya. Jantung gadis itu kini dibuat berpacu kencang dan semakin kencang saat Lala berjalan mendekati Badrudin bersama dengan kemarahannya.
bagus banget sumpah 😍😍
secara mereka LDR jd bisa buat pemanis cerita angga Nova n lala
Rate-5 ku juga sudah mendarat ya🛬
Jangan lupa feedback ke karyaku 🥰🥰
❤"Meisya & Randi "❤
Kisah sahabat kecil jadi cinta 💕
Terima kasih🙏🙏