Indonesia
NovelToon NovelToon
Dara

Dara

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:638.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: AfkaRista

"Satu luka, akan kubalas dengan seribu luka yang lebih menyakitkan!"

Dara Queen Bramasta

🌿🌿🌿

Tanpa alasan, Dara dicampakkan dan ditinggal menikah oleh kekasihnya, Ibra.

Sakit hati mendalam yang dia rasakan mengubah Dara menjadi wanita dingin dan tak berperasaan. Hatinya telah diliputi oleh dendam, dan tujuan hidupnya hanya satu, membuat pengkhianat itu menderita.

Lalu setelah ia berhasil membalas sakit hatinya, mampukah Dara berdamai dengan keadaan dan hatinya? Bisakah ia membuka hati yang terlanjur mati rasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deeptalk

Ibra memutuskan pulang kerumah setelah tak berhasil menemukan Dara. Wajahnya terlihat sangat kusut. Penampilannya juga berantakan.

"Kamu baru pulang, Nak?" tanya Indira

Ibra hanya mengangguk, "Kamu terlihat sangat lelah"

Ibra menyandarkan tubuhnya di sofa lalu memejamkan mata.

"Maafkan Mama ya"

Ibra membuka mata kemudian menatap Mama tirinya, "Kenapa berkata seperti itu?"

Indira mengelus tangan Ibra, "Maaf karena Mama sudah menghancurkan hidupmu, Nak. Maaf sudah membuatmu menderita. Seharusnya Mama bisa melawan dan menghentikan Papamu. Semua ini salah Mama. Jika saja Mama bisa lebih tegas bersikap, hidupmu tidak akan seperti ini" Indira terisak

Ibra memeluk Mama tirinya. Sejak awal, ia tahu jika Mamanya orang yang baik. Kebenciannya dulu adalah salam paham. Alasan kenapa Ibra menerima perjodohannya dengan Cantika, salah satunya karena dia ingin menebus semua kesalahannya pada Indira. Perkara balas budi yang Papanya katakan, Ibra memang tersinggung. Dan itulah yang membuat egonya berontak dan menerima perjodohan dengan Cantika. Tapi keputusannya salah. Dia tidak hanya kehilangan Dara. Tapi hidupnya juga hancur karenanya.

"Sudahlah, Ma. Semua sudah terjadi. Ini semua keputusanku. Mau menyesal seperti apapun, tidak akan mengembalikan keadaan"

Indira masih menangis, "Jika sekarang kamu mau mengakhiri pernikahanmu, Mama akan mendukungnya. Pernikahanmu dengan Cantika tidak sehat, Nak. Kalian hanya saling menyakiti. Daripada terus berlanjut dan semakin menyiksa satu sama lain, sebaiknya di akhiri saja"

Ibra menatap Mamanya, "Tapi ..."

"Perbaiki semuanya, Mama yakin Dara pasti memaafkanmu. Jika Allah masih mentakdirkan kalian bersama, apapun yang terjadi kalian pasti akan bersatu kembali. Tapi, jika Dara tidak bisa menerimamu, setidaknya kamu sudah menerima maaf darinya. Mama yakin, setelah itu hidupmu akan jauh lebih baik"

Ibra kembali memeluk Mamanya, "Terima kasih atas semua kasih sayang, Mama"

"Tentu, Nak. Mulai sekarang jalani hidupmu seperti yang kamu mau. Jangan menghiraukan Papa, biar dia menjadi urusan Mama"

"Aku sungguh mengucapkan terima kasih pada Mama. Maaf jika aku selalu membuat Mama bersedih. Aku belum bisa berbakti dan memberikan kebahagiaan untuk Mama"

"Dengan melihatmu bahagia saja, itu sudah cukup. Mama akan mendukung semua keputusanmu"

Tanpa mereka duga, Cantika mendengar semuanya. "Kalian akan membuangku setelah semua yang terjadi? Jangan mimpi!"

🌿🌿🌿

Berbeda dengan Ibra, kini Dara dan keluarganya beserta Rey sedang makan malam bersama. Papa Axel sengaja memesan banyak makanan untuk merayakan pernikahan putri semata wayangnya.

"Resepsi pernikahan kalian, biar Papa dan Mama yang mengurusnya. Kalian fokus saja membuat cucu untuk Papa"

Dara mendengus, sudah berapa kali Papanya meminta cucu padanya. Entah apa yang Papanya pikirkan. Jelas hal ini membuatnya canggung dan malu.

"Serahkan semuanya pada kami. Kamu jangan merasa sendiri ya, Rey. Kami semua sudah menjadi keluargamu"

Ucapan Mama Raya membuat Rey terharu. Bagaimana tidak, ia merasa kembali menemukan kehangatan sebuah keluarga. Papanya meninggal saat dia masih sekolah dasar. Dan Mamanya, baru meninggal dua tahun yang lalu. Rey merasa beruntung berada di tengah - tengah keluarga Dara.

"Terima kasih banyak, Ma, Pa. Aku sungguh bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga ini"

Papa Axel dan Mama Raya tersenyum, "Oh ya, untuk sementara, kamu bisa tinggal di apartement ini dengan Dara. Atau kalau kalian mau, kalian bisa tinggal dirumah. Tapi saran Papa sih, kalian disini dulu. Kan pengantin baru"

Opa Brama terkekeh, "Sekarang kamu punya mainan baru yang bisa kamu bercandai ya, Xel? Andai Danu dan Raisa tidak liburan, pasti sekarang suasananya tambah ramai"

Papa Axel tergelak, "Sama seperti Papa, yang tua membully yang muda"

Semua orang tertawa, kecuali Dara yang masih tampak canggung dengan suasana ini.

"Papa sudah menyiapkan rumah untuk kalian sebagai hadiah pernikahan. Tapi masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Setelah resepsi selesai, kalian sudah bisa tinggal disana"

"Em, sebenarnya Rey juga sudah membeli rumah, Pa"

"Kamu jadikan investasi saja. Tinggallah dirumah dari Papa"

"Baiklah. Maaf jika sudah merepotkan dan terima kasih banyak"

"Semua tidak gratis. Imbalannya, kalian harus segera memberikan Papa cucu"

Dara mendengus, lagi - lagi Papanya membahas cucu.

Usai makan malam selesai, keluarga Dara pamit pulang. Dan kini, tersisa Dara dan Rey yang berasa di apartement.

"Apa kabar, Ra?"

Dara menatap Rey dengan satu alis terangkat, "Kamu tidak salah menanyakan kabar sekarang?"

Rey tergelak, "Aku hanya berusaha mencairkan suasana agar tidak canggung"

Keduanya kini sama - sama diam

"Rey"

"Ra"

Mereka kompak saling memanggil, "Kamu dulu" ucap Rey

"Kenapa kamu kembali?"

Rey menatap Dara dengan tatapan teduhnya, "Karena kamu"

"Itu bukan alasan, Rey. Aku tahu kamu seperti apa"

"Apa itu artinya kamu tahu, perasaanku seperti apa?" sahut Rey cepat

Dara terdiam. Dia bukan tidak tahu jika dulu Rey memiliki perasaan padanya. Tapi perasaan tidak bisa dipaksa bukan? Saat itu perasaan Dara untuk Ibra.

"Aku selalu mencintai kamu, Ra. Rasa itu tidak berubah sedikitpun meski kamu tidak pernah memiliki rasa yang sama"

Dara memekik saat Rey mengangkat tubuhnya, "A-apa yang kamu lakukan?"

"Deeptalk. Mari kita mengobrol dikamar dengan santai"

"A-aku tidak terbiasa berada sekamar dengan pria asing"

Rey tersenyum, "Pria yang kamu sebut asing itu suamimu. Dan aku menolak drama pisah ranjang, apalagi pisah kamar. Kita bukan anak ABG yang dijodohkan seperti cerita novel. Kita bahkan sudah-"

Dara menutup mulut suaminya. Ia menghela nafas, bagaimana bisa Rey mengatakan hal seperti itu dengan gampang. Tak mau berdebat, Dara membiarkan Rey membawa dirinya menuju kamar. Rey merebahkan tubuh Dara di ranjang, lalu pria itu ikut naik. Bukan bersandar di kepala ranjang, Rey memilih menyandarkan kepalanya di paha sang istri. Dara sempat hendak protes, namun baru di tatap saja, ia tak mampu menolak.

"Pasti banyak yang ingin kamu tanyakan, kan?" tebak Rey

Dara menatap suaminya, "Alasan sebenarnya kamu kembali"

Rey memeluk perut Dara, jelas hal ini membuat Dara terkejut. Ia hendak bangun, namun Rey menahannya, "Kamu harus terbiasa danganku, Ra"

"A-aku hanya-"

"Aku tahu. Aku janji akan menyembuhkan lukamu perlahan. Tapi aku juga butuh bantuanmu untuk mewujudkannya"

"Bantuan seperti apa?"

"Cobalah membuka hati"

Dara tak menjawab, "Aku ... Belum bisa menjanjikan itu"

Rey tersenyum lembut, "Aku akan sabar menunggu"

"Bagaimana kalau aku tidak bisa memberikannya"

Lagi - lagi Rey tersenyum, "Maka akan kulakukan dengan caraku"

Dara mengalihkan pandangannya dari Rey. Jujur selain canggung, Dara juga merasa gugup dan canggung.

"Ra, kamu ingat pesan Papa kan?"

"A-apa?"

"Membuat cucu untuknya"

"Hah!"

Rey tertawa melihat ekspresi kaget istrinya, "Kenapa kamu sekaget itu? Wajar kan kalau suamu istri membuat bayi"

Wajah Dara memanas, dia malu sekaligus canggung. Astaga, berapa lama tidak bertemu, Rey jadi semakin vulgar dalam hal berbicara.

"Rey, yang kemarin kita lakukan itu dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Jadi-"

"Ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu tolak dan aku terima. Kamu tahu, aku ini yatim piatu dan sekarang orang tuamu sudah menjadi orang tuaku. Aku tidak pernah membantah apapun yang orang tuaku katakan. Kamu tentu belum lupa pesan Papa"

Rey merubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Dara, ditatapnya wajah Dara hingga membuat si empunya salah tingkah.

"Ayo wujudkan keinginan Papa"

1
G Use
Kalau dipikir biar ini cuma novel nggak ada cerita mempekerjakan mantan...
G Use
Kenapa nggak nulis cerita mafia saja...ini bukan cinta romantis tapi tajuknya balas dendam...Hanya jiwa mafia yang melakukan hal itu...masa 2 tahun nggak bisa move on wkwkwkwkkkkk
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wihhh si ibra gercep amat, tu si silvi dah dijadiin istri aja🤣
park jum
endingnya kurang memuaskan buat aku Thor, lebih seru sih dara ama ibrah dark romannya dapat, ibra baik tapi tahu diri, iya tahu posisinya statusnya, coba aja endingnya ibra darah kisah nya lebih dapat drpda Rey yg hanya jd bumbu pelengkap, kurang nyantol ceritanya
Evy
Kakek sultan emang beda...
Evy
Waduh ini janda.. memang mengoda dehh..
Evy
Apa mau di jadikan office boy ya???
Evy
Skrg Dara usia 24 th..pernah menjalin hubungan selama 7 th...dan mantan pacarnya sudah menikah selama 2th... astaga...jadi Dara sudah pacaran dengan Ibra diusia 15th...masih SMP itu..
Tamirah: Kalau pacaran sdh 7 tahun tapi dia menikahi wanita lain kalau sdh balas dendam gak perlu berlarut larut berurusan dgn mereka, bersyukur gak nikah sama Ibra laki spt itu gak layak jadi suami .
total 1 replies
Nurwana
hahaha lucu sekali kamu Ibra, kamu bilang kamu mencintai dara tapi kamu juga yang menyakiti dara. sebenarnya cinta yang kamu miliki itu Ibra seperti apa????
Nurwana
syukurlah dara tidak berjodoh dengan Ibra. laki laki plin-plan.
Tsaqib Hasbi
Suka sama cerita dan penulisan bahasa nya. jd enqk aja bacanya
Yunita Asep
mm ampirr...
Amelia nafsah
pasti itu si rey
Anifa
baca novel ini kek baca cerita anak SMP, ngga sesuai dg judul 🥴
Karo Karo
🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Ryan Dynaz
NVL yg ini Dan sequel2nya terbaik utk di baca....👍💜..terus berkarya Dan moga sukses ya Thor
Ida Sriwidodo
Klo dipikir2.. kasian juga endingnya Ibra yaa..
Terpaksa harus memendam cintanya pada Dara seumur hidupnya karena klo dipaksa pun mesti mereka ngga akan bahagia terutama Dara.. klo mengingat ancaman papanya Ibra.. pak Indra yang memang menaruh dendam pada keluarga opa Brama

Bisa dibilang Ibra melepas Dara demi kebahagiaan Dara dan Dara juga keluarganya ngga pernah tau pengorbanan Ibra itu
Yang mereka tau cumaa.. Ibra menghianati Dara dan menikah dengan Cantika tanpa tau apa cerita sebenarnya dibalik itu!

Bersyukur juga endingnya Ibra ketemu Silvi yang meski awalnya punya niat jahat tapi akhirnya tulus sama Ibra dan papanya meskii.. Silvi ngga akan bisa ngasi keturunan buat Ibra!

Hm.. #miris 🤔🥲
MiMi Chan
good story
Naufal hanifah
menarik
Ani Kurniati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!