Indonesia
NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:669.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sejak hari itu, hari di mana Cakra mengetahui bahwa Risa telah membohonginya, Cakra berubah. Risa bilang, kalung itu hilang saat ia letakkan di kamar, hingga Cakra mencurigai para pekerja di rumahnya. Padahal kalung itu Risa berikan kepada mantannya yang sedang membutuhkannya uang. Beruntung, Cakra tidak tahu tentang foto dan video 21+ Risa bersama Andre.

Risa selalu mempunyai seribu alasan hingga akhirnya Cakra tetap mempertahankannya. Hanya karena anak yang sedang Risa kandung. Jika bukan karena itu, mungkin Risa sudah ditendang jauh-jauh oleh Cakra. Pria itu paling tidak suka dibohongi, dipermainkan, bahkan dikhianati.

Kini, Cakra semakin abai pada Risa. Sama sekali tidak memperdulikan istrinya, tidur pun Cakra memilih di kamar yang terpisah dari Risa.

Ribuan kali Risa meminta maaf, namun sayangnya Cakra enggan mendengarkan. Risa ada di sana, di rumah itu, di dekat Cakra, tatapi kehadirannya sama sekali tidak dianggap. Kekecewaan Cakra sangat dalam. Bagaimana tidak? Kalung itu harganya tidak murah, Cakra beli dengan uang hasil kerja kerasnya, tetapi Risa justru memberikannya secara cuma-cuma kepada orang di masa lalunya.

Orang waras sudah tentu marah diperlukan seperti itu. Beruntung, Risa sedang hamil. Sehingga Cakra bisa mengontrol emosinya agar tidak melukai ibu yang sedang mengandung calon buah hatinya.

Satu minggu, dua minggu, satu bulan, hingga dua bulan kemudian, sikap Cakra masih sama. Jangankan menemani Risa kontrol ke dokter, Risa ikut duduk di sebelahnya saat Cakra sedang bersantai pun, Cakra langsung pergi detik itu juga.

Dan yang lebih menyakitkan lagi, Risa tahu ... Cakra sering menemui Disa. Rutin menemani Disa check up ke dokter. Setiap kali Cakra melakukan itu, dada Risa dialiri rasa panas terbakar.

Kali ini Risa tidak akan tinggal diam diperlakukan seperti ini terus menerus. Risa datangi ibu mertuanya, Yuni, yang diyakini akan selalu berada di pihaknya walau seberapa besarnya kesalahan Risa.

Datang ke sana sambil menangis.

"Risa ... kenapa kamu nangis, Nak?" tanya Yuni. Segera, ia peluk si menantu kesayangan. Ia usap-usap punggungnya yang naik turun tidak beraturan.

Menuntun si menantu yang perutnya sudah membesar untuk duduk di sofa. "Tenang ya, tenang. Ada apa? Jelasin pelan-pelan sama mama."

"Mas Cakra, Ma .... " isak Risa.

"Kenapa lagi si Cakra? Dia apakan kamu lagi?"

"Mas Cakra sekarang jadi sering nemuin Disa terus. Tiap bulan nganterin Disa ke dokter, tiap malem datang nganterin makanan buat Disa. Mas Cakra gak mikirin perasaan aku sebagai istrinya," adu Risa semakin dramatis dilengkapi air mata yang meleleh semakin banyak di pipinya.

"Ya ampun, Cakra! Serius dia ngelakuin itu?"

"Iya, Ma," Risa mengangguk, mengusap kedua pipinya. "Mas Cakra cuek banget sama Risa, yang dia perhatiin cuma Disa terus. Risa kayak nggak ada artinya di mata Mas Cakra."

"Sudah ... Sudah." Yuni memeluk menantunya sembari mengelus-elus rambut panjangnya. Sebagai sesama perempuan, dia memaklumi kecemburuan Risa. Apalagi Disa adalah mantan istrinya Cakra.

"Biar nanti mama yang ngomong sama Cakra, kamu tenang aja."

"Risa juga pengen diperhatiin sama suami Risa sendiri, Ma."

"Iya, iya, mama ngerti. Tenang aja ya."

......................

Semakin bertambahnya bulan, perut Disa terlihat semakin membesar melebihi ibu hamil pada umumnya, maklum, bayi di dalam perutnya ada dua, tidak cuma satu. Dua-duanya aktif di dalam perut, jika yang satu menendang, mungkin saudaranya meninju, sebab perut Disa merasakan pergerakan mereka hampir di setiap waktu.

Cakra menjadi menyebalkan di mata Disa—terutama di mata Rahmi. Dalam satu minggu, ada tiga atau empat kali Cakra datang hanya untuk melihat Disa sambil membawakan makanan-makanan yang berakhir di perut tetangga Disa, atau tong sampah.

Walau sudah diusir dan dicaci maki oleh Rahmi setiap kali datang, walaupun kadang Disa sengaja tidak menemuinya, namun Cakra tetap bebal. Ia tidak peduli pada semua makian ibunya Disa, karena bagi Cakra yang terpenting ia tetap bisa melihat Disa dan kedua calon anaknya yang tumbuh di perut Disa.

Meskipun Cakra tidak bisa memegang atau mengajak si kembar bicara, karena Disa tidak pernah mengizinkan, Cakra maklumi. Walau rasanya sangat ingin menyapa kedua calon buah hatinya.

Pada kunjungan Cakra yang ke sekian, Rahmi tidak lagi mengusir atau mencaci maki. Lelah, karena berujung percuma, ia biarkan saja. Toh, hari ini adalah jadwal kontrol bulanan Disa ke dokter.

"Risa tau setiap kali kamu datang ke sini? Setiap kali kamu mau nganterin aku periksa, dia tau?" tanya Disa.

Jawaban Cakra sama sekali tidak memuaskan. Ia mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Risa pasti ngerti, kan? Toh aku cuma mau memenuhi tanggung jawabku sama kamu dan si kembar, Dis. Udah kewajiban aku kan mastiin keadaan kamu baik-baik aja sampai si kembar lahir?"

"Ya tapi Risa tau enggak?" ulang Disa merasa tidak puas.

"Iya, tau. Tenang aja, dia nggak masalah kok."

Masa sih? Disa mengernyit tidak percaya. Mengingat bagaimana cara Risa merebut Cakra dari Disa, rasanya mustahil Risa dengan sukarela membiarkan Cakra menemani Disa kontrol setiap bulannya.

"Ayo, kita berangkat sekarang," ajak Cakra. Mengalihkan pembicaraan mereka dari tentang perasaan Risa.

Percuma jika Disa menolak. Disa pernah pergi ke rumah sakit dengan menggunakan taksi online, padahal Cakra sudah datang untuk menjemputnya. Tapi apa? Pria itu tetap mengikuti Disa. Memaksa ikut masuk ke ruang pemeriksaan dengan dalih tanggung jawab.

Setelah mengantongi izin dari Rahmi, Disa naik ke mobil Cakra. Jika mengikuti kata hati, Disa tidak mau bepergian dengan Cakra meksipun tujuannya ke rumah sakit. Biar bagaimana pun, mereka sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Hanya sebatas mantan.

Tetapi, yang dikatakan Rahmi juga ada benarnya. Disa dan Cakra bercerai saat Disa sedang hamil. Dan selama kehamilan hingga melahirkan, Disa masih menjadi tanggung jawab Cakra sepenuhnya.

"Dis, aku boleh tanya sesuatu?" Cakra menoleh ke arah Disa, mengalihkan pandangannya dari jalanan di depan sana.

"Apa?" sahut Disa cuek dan singkat.

"Sejak kapan kamu sadar kalau kamu lagi hamil, dulu? Sebelum kita cerai atau setelah—"

"Sebelum," potong Disa cepat. "Sebelum kamu bawa Risa ke rumah."

Cakra menahan napas, pegangannya pada setir semakin mengetat. Andai saja Cakra waktu itu tidak buru-buru membongkar hubungannya dengan Risa, mungkin saat ini Disa masih menjadi istrinya. Dan mereka masih menjadi sepasang suami istri di saat sedang menanti kelahiran si kembar.

Teringat percakapannya dengan Disa saat di rumah sakit beberapa bulan yang lalu. Disa sudah menawarkan jika Cakra mau menceraikan Risa detik itu juga, maka hubungan mereka masih bisa diselamatkan.

Dengan angkuhnya Cakra menolak mentah-mentah, tanpa tahu saat itu Disa sedang menyembunyikan kehamilannya.

Uuught! Sial!

Disa diam-diam melirik Cakra. Seringai kecil tercetak samar di wajahnya, puas melihat penyesalan yang mati-matian Cakra sembunyikan.

"Selamat menikmati penyesalanmu, Mas!"

Disa tertawa jahat ... Di dalam hati.

...****************...

1
Katherina Ajawaila
bener kan segala cara di halalkan sm Cakra, ngk malu Cakra pd hal lebih tua tapi akalnya busuk, malu sm yg muda, Rayyan bjar muda tapi brilillian, malu donk nm doank CEO, tapi cetek
Katherina Ajawaila
belagu jd perempuan udh jendes, So jual mahal ada yg mau angkat derajatnya tp belagu, gemes pengen tonjok aja
Katherina Ajawaila
Disa plinplan, yg jalan ini nanti berdua bukan org" ko bodok, giliran yg baik masukkan nya di bantah, giliran ngancurin di trima, gimana sih Disa, pantesan aja gampan di tikung, jadi muak 🤑
Omah Tien
mama raiyan baik ya mau bermantu janda sdh punya anak
Ellina Seraphine
kan.. kan.. gw tebak Risa hamil bukan anaknya Cakra.. 🤣
Katherina Ajawaila
iya bener kelamaan kAllau 1 thn 40 hr nya bocil aja biar tar belah duren nya barengan sm 40 hr lahir nya si kembar
Katherina Ajawaila
Disa jgn mau balik sm Cakra jikok, jorok ngk jelas bekas jablai piala bergilir😡
Katherina Ajawaila
habis nge jablai. percaya aja itu pelacur mu hbs lahiran juga ngk ada takut nya, mmg dasar anjing betina bentar lg juga bunting 😆
Katherina Ajawaila
kereeen lah Rayyan, biar kejengkang Cakra😁
Katherina Ajawaila
waaaauuu keren lah Dosa jadi istri kspten Rayyan, pilot booo, biar keje. ngk ang bu yuni liat baby nya pasti yg cewek mukanya Cakra 🥰
Katherina Ajawaila
org Bpk nya Bukan kamun, kamu hanya pencuci dot nya aja Cakra, yg nk bisa gambil lah muka nya, apa lg kalau di tes DNAnya, jauh k laut ngk kelihatan😆
Katherina Ajawaila
lo aja bego Cakra kenapa Risa bekelit paduin sm Andre, itu lo hanya tempat cuci botol yh di manfaatin
Katherina Ajawaila
mantap karna aku hamil anak Andre bukan kamu mas, jawab pelacur
Katherina Ajawaila
kelar ketahuan bejad nya Risa semoga 🤬
Katherina Ajawaila
pelacur ketahuan srjengkak lg langsung cabut loh 5 huruf. perek aja belagu. 😔
Katherina Ajawaila
nmnya pelacur nhk. mungkin nolak krn mmg profesinya, semoga ketahuan biar msk dua" di prodeo. mantap kan jablai 🤑
Katherina Ajawaila
m yuni ngk takut dosa ua ngejilit kelar
s" menantunya yg asli yg mana yg udh bolong br di amgkatsntu yg mana, biar aja pasti bakal ketahuan nanti nya
Katherina Ajawaila
mantap, kabualan terus, org pelacur ya pinter ngeles aja
Katherina Ajawaila
mantap lo Tida pelacur receh ngk. malu jual lendir sana sini belum aka kena penakut kelamin 🤬
Katherina Ajawaila
mati aja lo Cakra yg lo anter bukan darah daging mu, ntar juga ketahuan 😖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!