Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Jadi ini yang namanya tuan muda Erlan? Aku tidak menyangka kalau aku bisa bertemu dengan nya secara langsung, apakah dia benar-benar tidak suka wanita? Itu terlihat sangat tidak mungkin, tatapan nya yang tajam dan sedingin es itu seolah-olah menyimpan banyak makna dan misteri tersembunyi," batin Dimas saat dimna kini, mereka telah bertemu dengan Erlan secara langsung di ruangan VIP restoran Xx.
"Sudah lama menunggu?" tanya Karen yang saat itu kursi roda nya di dorong oleh Dimas sejajar ke hadapan tempat dimana Erlan duduk.
"Pak Karen, apa aku sudah boleh keluar sekarang?" Tanya Dimas kepada Karen. Aura di dalam ruangan tersebut terasa sangat dingin, dan mencengkam, di tambah tatapan Erlan yang tampak mengintimidasi.
"Oh, oke," jawab Karen singkat.
Mendengar itu, Dimas pun segera keluar dari sana untuk melanjutkan tugas selanjutnya ya itu menemani Lilian.
"Aku pernah berfikir kalau sebelumnya tidak akan pernah ada sosok yang lebih dingin dari pak Karen, tapi ternyata aku salah, dia, tuan muda dari keluarga Gemilang itu, benar-benar seperti mafia," ucap Dimas sambil bergidik ngeri.
Sementara itu, tampa sadar Lilian memperhatikan gerak gerik nya dari jauh.
"Ada apa dengan mu? Kenapa kau seperti baru saja bertemu dengan hantu?" Ucap Lilian saat kini Dimas sudah tiba di hadapan nya.
"Itu nona, aku akan menjelaskan nya nanti, sebaiknya pesan makanan atau minuman dulu," ucap Dimas yang kemudian duduk berhadapan dengan Lilian.
Lilian mengerutkan keningnya, ia bingung karena awalnya Dimas baik-baik saja, sekarang malah terlihat pucat.
"Baiklah,kau mau makan apa?" ucap Lilian yang kemudian mengambil buku menu.
Mereka berdua pun memesan makanan, beberapa kali Dimas tetap tampak sedikit ngeri, semua itu karena dia memikirkan ucapan nya tentang Erlan yang seorang gay, bagaimana jika Dimas mengatakan itu, pasti dia ada dalam bahaya sekarang.
Sementara itu.
"Kau membuat asisten ku ketakutan," ucap Karen kepada Erlan.
"Aku hanya melirik nya sekilas, memang nya apa yang salah? Aku hanya ingin mengenali wajahnya, dia orang yang di tugaskan om Ardan untuk menjaga Lilian selama tiga tahun bukan?" tanya Erlan. Laki-laki tampan dengan tubuh tinggi tegap itu kini angkat bicara.
"Ya, dia Dimas, dialah orang yang selama ini ditugaskan papa untuk menjaga Lilian diam-diam," ucap Karen.
"Kalau begitu, dia lebih tau banyak tentang Lilian daripada aku?" lirih Erlan sambil menatap Karen.
"Sudah selama itu, tolong jangan memberikan pertanyaan yang aku sama sekali tidak tau jawabannya," ungkap Karen lagi.
"Ck," deck Erlan dengan di sertai senyum tipis nya.
Sejenak ruangan tersebut menjadi sunyi, sepi, kini mereka berdua bungkam dalam beberapa detik, sampai di mana Karen kembali angkat bicara.
"Aku pikir kau tidak akan kembali, dan sudah menyerah akan semua hal yang sebelumnya pernah kita sepakati," ucap Karen. Kedua orang itu kini mulai saling menatap serius satu sama lain.
"Aku kembali untuk membicarakan tentang perjanjian pernikahan antara keluarga Pratama dan keluarga Gemilang yang sempat di ganti," ucap Erlan dengan nada suara yang terdengar sedikit menekan.
Keluarga Pratama dan keluarga Gemilang sudah menjalin hubungan baik sejak puluhan tahun, bahkan bukan di generasi ini, tapi di generasi-generasi sebelumnya, di dua keluarga ini ada sebuah perjanjian yang tidak pernah bisa terputus, ya itu pernikahan, setiap lahir generasi baru, kedua keluarga ini harus menjalani perjodohan dan itu tidak bisa di bantah.
Sebelumnya perjodohan generasi ini disepakati oleh papa nya Karen dan papa nya Erlan, orang yang terpilih adalah Erlan dan Lilian, namun, belum sempat semua itu di bicarakan, Lilian malah mencintai laki-laki lain dan kabur lalu menikah.
Bagaimana perasaan Erlan saat itu? Tidak ada yang tau karena semua orang berfikir dia juga tidak menyukai Lilian. Kecuali Karen dan juga Karin.
Karena itu juga, perjodohan pun di tukar dengan Karen dan Karin, tapi sayangnya mereka sama-sama tidak menyukai satu sama lain dan akhirnya perjodohan tersebut di tunda selama tiga tahun terakhir.
"Jadi kali ini kau pulang untuk membicarakan tentang perjanjian pernikahan itu? Kau ingin aku segera menikahi adikmu? Tapi kau tau sendiri bukan? Dia tidak mencintai ku, begitu juga dengan aku, kami sangat tidak cocok," ucap Karen dengan suara lirih.
"Kalau begitu biarkan aku menikahi Lilian," ucap Erlan.
Seketika Karen yang mendengar itu sontak terdiam, ia sempat lupa kalau dari awal perjodohan tersebut adalah milik Lilian dan Erlan.
"Tapi," Karen menjeda ucapan nya.
"kali ini tidak ada lagi alasan yang bisa di terima, aku mau dia jadi Istriku," ucap Erlan dengan lirikkan tajam nya.
"Sejak kapan kau mencintainya?" ucap Karen sambil membalas tatapan mata Erlan.
Sebenarnya dari dulu Karen sudah tau kalau Erlan diam-diam mencintai Lilian, bahkan sejak mereka masih sekolah, saat itu Lilian masih berada di bangku kelas satu SMA dan Karen juga Erlan sudah di kelas tiga dan hampir lulus.
"Jangan pura-pura tidak tau," ucap Erlan lagi.
Karen terdiam, sejak SMA dia emang diam-diam selalu memperhatikan gerak-gerik Erlan yang selalu memperhatikan Lilian dan memberikan banyak hal kepada Lilian secara sembunyi-sembunyi.
Bahkan demi perjodohan nya dengan Lilian, Erlan sengaja menemui seorang biksu yang ada di kuil di atas gunung untuk menyakinkan kedua keluarga kalau perjodohan di generasi kali ini yang cocok adalah dirinya dan Lilian, tapi sayang sekali perjuangan itu sia-sia karena Lilian tidak pernah melihatnya bahkan sedetik pun di hati Lilian selalu ada Alen Alen dan Alen.
****
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍