Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 — TAMPARAN YANG SESUNGGUHNYA

Gadis Klan Ning menatap Yun Luofeng dengan ragu.

Ucapan Guan Lin jelas memengaruhinya. Dia baru mengenal Yun Luofeng malam ini, sementara hampir semua orang di kapal mengatakan gadis itu tidak memiliki kemampuan apa pun.

Mu Wushuang pun kembali membuka suara.

“Yun Luofeng, karena kau ingin menyelamatkan seseorang, aku tidak akan menghalangimu. Tapi setidaknya periksa denyut nadinya terlebih dahulu. Kalau kau belum memahami caranya, aku bisa mengajarimu sekarang.”

Sekilas, ucapan itu terdengar seperti nasihat.

Namun semua orang memahami maksud tersembunyinya.

Mu Wushuang sedang mengatakan bahwa Yun Luofeng bahkan tidak menguasai dasar pengobatan.

Guan Lin tertawa mengejek.

“Nona Ning, kau benar-benar berani menyerahkan nyawa kakekmu kepada Yun Luofeng? Dia terkenal sebagai sampah terbesar Longyuan. Bahkan memeriksa denyut nadi saja mungkin tidak bisa.”

Yun Luofeng menoleh sekilas.

Tatapannya yang dingin membuat tawa Guan Lin terhenti.

Hanya satu tatapan, tetapi entah mengapa punggungnya mendadak terasa dingin.

Yun Luofeng kemudian kembali menatap Ning Xin.

“Aku hanya memberimu satu kesempatan. Kau yang memutuskan apakah ingin aku menyelamatkannya atau tidak.”

Dia berhenti sejenak.

“Namun kalau keadaan kakekmu terus seperti ini, dia tidak akan bertahan sampai besok.”

Wajah Ning Xin memucat.

Selama perjalanan mencari tabib, kondisi kakeknya memang semakin memburuk. Bahkan Paviliun Medis hanya mampu memperpanjang hidupnya, bukan menyembuhkannya.

Akhirnya dia menggertakkan gigi.

“Nona Yun, kumohon selamatkan kakekku!”

Yun Luofeng tidak membuang waktu.

Dia membuka bungkusan kecil berisi jarum perak, lalu berjongkok di samping lelaki tua itu.

Sikap malasnya seketika menghilang.

Tatapannya menjadi tajam dan tenang.

Sebuah jarum diarahkan ke titik di bagian atas kepala lelaki tua tersebut, kemudian ditusukkan perlahan.

Pada saat bersamaan, energi spiritual mengalir sangat halus melalui jarum itu menuju tubuh pasien.

Tak seorang pun menyadarinya.

Teknik yang tercatat dalam Kitab Dewa Medis memungkinkan seorang tabib menggabungkan pengobatan dengan energi spiritual. Metode tersebut mampu meningkatkan hasil pengobatan berkali-kali lipat, tetapi konsumsi energi spiritualnya sangat besar.

Bagi Yun Luofeng, kelemahan itu hampir tidak berarti.

Kitab Dewa Medis mampu membantu memulihkan energi yang dikonsumsinya.

Mu Wushuang menggeleng sambil menghela napas.

“Yang Mulia, lihat sendiri. Dia bahkan tidak memeriksa denyut nadi pasien dan langsung menggunakan jarum di bagian kepala. Tindakan gegabah seperti itu bisa berakibat fatal.”

Dia memandang Ning Xin dengan ekspresi seolah menyesal.

“Awalnya mungkin guruku masih bisa mencari cara menyelamatkannya. Setelah diperlakukan sembarangan seperti ini... aku tidak tahu lagi.”

Gao Ling mencibir.

“Sudah kukatakan. Yun Luofeng hanya pandai membual.”

Namun sebelum dia sempat melanjutkan—

Jari lelaki tua itu bergerak.

Kelopak matanya bergetar.

Kemudian, di bawah tatapan semua orang, mata yang sebelumnya tertutup perlahan terbuka.

Keheningan langsung menyelimuti ruangan.

Gao Ling membeku.

Guan Lin ternganga.

Bahkan Mu Wushuang kehilangan senyum anggunnya.

“Kakek!”

Ning Xin segera memeluk lengan lelaki tua tersebut.

“Kakek akhirnya bangun! Kau membuatku takut!”

Air mata memenuhi matanya.

Dia kemudian menoleh kepada Yun Luofeng dengan penuh rasa syukur.

“Terima kasih! Nona Yun, terima kasih! Kau menyelamatkan kakekku. Kebaikan ini juga berarti menyelamatkan seluruh Klan Ning.”

Lelaki tua itu perlahan duduk.

Anehnya, tubuhnya terasa jauh lebih ringan. Sesak yang selama ini menekan dadanya pun berkurang drastis.

“Nona, kau yang menyelamatkanku?”

“Benar.”

Lelaki tua itu menatap Yun Luofeng dengan kagum.

“Di usia semuda ini kau memiliki kemampuan medis seperti itu...”

Dia ragu sejenak sebelum bertanya penuh harap.

“Apakah penyakitku masih mungkin disembuhkan sepenuhnya?”

“Bisa.”

Jawaban Yun Luofeng datang tanpa keraguan.

“Beri aku setengah bulan. Aku bisa membuatmu pulih sepenuhnya.”

Tubuh lelaki tua itu menegang.

Awalnya dia hanya berharap Yun Luofeng dapat memperpanjang hidupnya. Dia sama sekali tidak membayangkan akan mendapatkan jawaban seperti itu.

“Namaku Ning,” katanya dengan mata berbinar. “Panggil saja aku Tetua Ning. Ini cucuku, Ning Xin.”

Dia menoleh kepada cucunya.

“Selama kita berada di sini, ikutlah bersama Nona Yun. Kalian sebaya. Kau bisa belajar banyak darinya.”

Ning Xin mengangguk tanpa keberatan.

Yun Luofeng pun tidak menolak.

Namun setelah itu, dia langsung memandang Gao Ling.

“Yang Mulia Putra Mahkota, sekarang waktunya memenuhi janji.”

Wajah Gao Ling berubah hitam.

“Yun Luofeng, kau sengaja menjebakku!”

Orang-orang yang sebelumnya menghina Yun Luofeng kini menundukkan kepala.

Pipi mereka terasa panas.

Beberapa saat lalu, mereka menertawakan Yun Luofeng karena tidak menerima “bimbingan” Mu Wushuang.

Sekarang kenyataannya justru berbalik.

Mu Wushuang bahkan tidak mampu mengetahui penyakit Tetua Ning, sedangkan Yun Luofeng hanya membutuhkan beberapa jarum untuk membuat lelaki tua itu sadar.

Tetua Ning yang belum memahami masalah segera bertanya, “Xin’er, apa yang terjadi?”

Ning Xin menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apa pun—mulai dari penghinaan terhadap Yun Luofeng, tawaran Mu Wushuang untuk membimbingnya, hingga taruhan dengan Gao Ling.

Tetua Ning mengangkat alis.

“Nona Mu ingin mengajari Nona Yun tentang pengobatan?”

Wajah Mu Wushuang memerah.

Tetua Ning mendengus.

“Kalau begitu, aku akan memberimu satu pelajaran. Tabib hebat tidak selalu harus memeriksa denyut nadi untuk mengetahui kondisi pasien. Dari warna kulit, napas, mata, gerakan tubuh, dan berbagai tanda lain, seseorang yang benar-benar ahli sudah bisa mendapatkan banyak informasi.”

Tatapannya berubah dingin.

“Kalau kemampuanmu sendiri belum cukup, jangan terburu-buru menganggap orang lain tidak mengerti.”

Mu Wushuang mengepalkan tangan.

Rasa malu dan kebenciannya kepada Yun Luofeng semakin membesar.

Tetua Ning kemudian menoleh kepada cucunya.

“Xin’er, belajarlah baik-baik dari Nona Yun. Jangan mudah tertipu hanya karena seseorang memiliki reputasi besar.”

“Xin’er mengerti.”

Setiap kata mereka seperti tamparan tambahan bagi Mu Wushuang.

Namun penghinaan sebenarnya bahkan belum dimulai.

Yun Luofeng meregangkan bahunya.

“Putra Mahkota, sudah cukup membuang waktuku. Bukankah masih ada syarat kedua?”

Gao Ling menatapnya dengan marah.

“Jangan keterlaluan!”

“Jadi Putra Mahkota Longyuan ternyata orang yang berani berjanji tetapi tidak berani menepatinya?”

Yun Luofeng tersenyum mengejek.

“Tidak masalah. Pangeran Keempat dan Tetua Ning menjadi saksi. Besok seluruh Kota Kekaisaran bisa mengetahui bagaimana Putra Mahkota mengingkari perkataannya sendiri.”

“Kau—!”

Gao Ling hampir kehilangan kendali.

Tetua Ning segera berdiri di depan Yun Luofeng.

“Tenang saja, Nona Yun. Aku menjadi saksi malam ini. Siapa pun yang membuat janji harus menepatinya.”

Gao Ling menahan amarahnya.

Dia tidak mengetahui latar belakang Klan Ning, tetapi melihat sikap dan kekayaan mereka, jelas lelaki tua itu bukan orang biasa yang bisa diperlakukan sembarangan.

Saat itulah Mu Wushuang melangkah maju.

Wajahnya kembali lembut, seolah semua penghinaan sebelumnya sama sekali tidak menggoyahkannya.

“Yang Mulia.”

Dia menatap Gao Ling dengan penuh perasaan.

“Akulah yang meminta Anda menerima syarat itu. Jangan merusak kehormatan Anda hanya demi melindungiku.”

Mu Wushuang berhenti tepat di hadapannya, lalu mengangkat wajah.

“Tamparlah aku.”

Gao Ling membeku.

“Wushuang...”

“Wushuang tidak ingin menjadi beban bagi Yang Mulia.”

Matanya terlihat begitu tulus sehingga Gao Ling semakin merasa sakit hati.

Namun dari tempatnya berdiri, Yun Luofeng hanya memperhatikan mereka dengan senyum tipis.

Mu Wushuang ingin mengubah penghinaan ini menjadi bukti cintanya kepada Gao Ling?

Silakan.

Sebab syarat Yun Luofeng sangat jelas.

Gao Ling bukan hanya harus menamparnya sekali.

Dia harus terus menampar Mu Wushuang...

sampai Yun Luofeng menyuruhnya berhenti.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!