Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Tangisan bayi menggema di seluruh ruangan, saling bersahutan seolah saling berlomba menyapa dunia.
Dua bayi laki laki dengan berat 2,5 kg dan panjang 48cm, lahir selamat dengan proses operasi sesar. Tangis haru menyelimuti keluarga Tania... karena proses lahiran yang sedikit dramatis, di mana tali pusar sempat terlilit pada salah satu bayi.
" Tampan.... " Bisik Tiyas pada suaminya.
Suara adzan berkumandang untuk kedua bayi tersebut, Arga... Dengan air mata haru mengadzani kedua keponakannya. Friska dan Tiyas saling berpelukan haru.
Tetapi... Tiba tiba... dari ruang sebelah terjadi kepanikan, pasien mengalami pendarahan, dokter datang dan sigap menangani.
Tiyas kembali masuk untuk melihat kondisi adik iparnya, sedangkan Friska menunggu di depan ruang operasi dengan pikiran yang tidak tenang. sedangkan Bu Lastri yang berada di samping friska, duduk tenang kepala menunduk dan melantunkan doa.
1 jam setelahnya, Tiyas keluar dengan tersenyum dan di sambut pelukan mertuanya.
" Bagaimana kondisi Tania." tanya Bu Lastri.
" Alhamdulillah sudah keluar dari kritis bu, tadi sempat pendarahan. Sebentar lagi Tania di bawa ke ruang perawatan." ungkap Tiyas.
" Mas... Sudah selesai?" tanya Tiyas ketika Arga datang.
" Sudah, lancar semua. Tinggal lihat bagaimana kondisi Tania. " jawab Arga.
" Tania baik mas, dia sudah keluar dari kritis dan sekarang asih persiapan pemindahan ke ruang perawatan." jawab Tiyas.
Tidak lama ranjang pasien muncul membawa tubuh Tania yang masih belum sadar, keluruh keluarga mengikuti dari belakang.
Di Lain tempat... Linggar merasakan dadanya sesak luar biasa, bukan karena suatu penyakit... Tetapi seperti ada bongkahan batu yang menimpanya. Linggar merasakan sedih dan gelisah, tetapi dia tidak paham semua rasa itu karena apa.
" Ada apa ini...." bisik Linggar dalam hati.
Di Rumah sakit ibu dan anak, perlahan lahan Tania membuka mata. Serba putih... Dia berusaha mengumpulkan ingatannya... Dan...
" Anakku..." rintihnya...
Bekas jahitan masih terasa nyeri, dia sedikit meringis.
" Nak... Alhamdulillah kamu sudah sadar..." tangis haru Bu Lastri sambil memeluk putrinya.
Tania memang pernah berbuat salah, tetapi memberikan dukungan dan tetap menyayangi anaknya adalah kewajiban.
"Dek... Alhamdulillah.... Semoga kamu lekas pulih ya..." Tiyas memeluk adik iparnya dengan tangis haru.
Friska tak mau kalah, dia memeluk erat sahabatnya...
" Selamat menjadi ibu Nia... Kamu hebat." bisik friska.
Tania tersenyum dan menganggukkan kepala, tubuhnya masih lemah untuk merespon semua pelukan keluarga.
" Kedua bayi kamu masih berada di inkubator, sampai berat badannya normal. Tetapi semua sehat dan lucu lucu. Kata dokter besok baru bisa di bawa kemari" Tania paham. Dia mengangguk dan kembali memejamkan mata.
"Biarkan Tania istirahat, tenaganya belum sepenuhnya pulih" kata Bu Lastri.
Akhirnya semua keluar untuk memberi ruang pada Tania beristirahat.
" Kenapa bersedih dek?" tanya Arga pada tiyas.
" Apakah takdir tidak berpihak padaku mas... Aku menunggu kehadiran anak anak lebih dari 10 tahun..." jawab Tiyas.
" Jangan membuat Allah murka dek. Takdir tidak pernah salah. Tetapi... Ikhtiar dan doa kita yang memang belum saatnya di kabulkan." jawab Arga mengingatkan istrinya.
"Astagfirullah..." desah tiyas.
Tepat pukul 6 pagi, Tania bangun dari tidur panjangnya. Hal pertama yang dia ingat adalah anak...
" Bu... Dimana anak anak?" Bu Lastri yang merapikan baju yang mau di bawa pulang menoleh.
" Sudah bangun nduk.... Anak anak kamu masih di ambil kakakmu, sebentar lagi kesini. " jawab Bu lastri.
Benar saja... Tidak lama Arga muncul bersama ke dua anak yang ada dalam gendongannya bersama Tiyas.
Tania menyambut haru dan langsung menyusui anak anak nya. Bayi bayi tersebut dengab lahapnya menyambar sumber kehidupan mereka.
Beruntung meski melahirkan secara sesar, tetapi ASI Tania tetap melimpah.
" Kamu sudah menyiapkan nama buat mereka dek?" tanya Arga.
" Sudah mas..." jawab Tania.
" hari ini kamu dan anak anak sudah di perbolehkan pulang, nunggu dokter dulu ya" ucap Arga.
" Alhamdulillah... " jawab semua yang ada di sana.
" Biar saya yang membawa ke mobil bu, ini berat" kata Tiyas pada mertuanya.
Tanpa kata dua kali, Tiyas membawa barang adik iparnya ke mobil, di bantu Arga. Bu Lastri sangat bahagia anak anaknya rukun seperti ini.
Setelah semua bersih, dan dokter juga sudah selesai memeriksa, Tania benar benar di perbolehkan pulang.
Bay kembar berada di dekapan tantenya, sedang Arga mendorong kursi roda adiknya. Sungguh ... Tani bahagia memiliki keluarga yang begitu menyayanginya.
Di tempat parkir, mobil Arga sudah siap membawa keluarga itu pulang je rumah mereka. Arga dengan pembawaan tenang tetapi sigap membantu adiknya masuk kedalam mobil, membawa mereka membelah jalanan meninggalkan rumah sakit.
...----------------...
Terimakasih teman teman... Semoga kalian selalu sehat dan suka membaca karya ini.
yg kabur.... krna takut klo kndungannya disuruh gugurin linggar😔😔
pasti km akn mnyesal dan trluka... klo smpe mereka tak menerimamu linggar...
dlu seenteng itu km mngtakn tak akn prnh mnikahi tania... bhkn tk mnginginkn ank drinya....
dan bgitu jg dgn yuka.... km pun enteng bgt mnyetujui prtunangan....
karna mulut tajammu mnolak seandainya tania hamil....
tania hnya mmprtahnkn ank yg tak brdosa linggar.... tania prgi krna takut km memaksanya untuk mnggugurkn kndungannya....
jdi.... mkan tuh tuduhan kejimu trhdp tania...🙄🙄🙄