Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Pedang

Reinkarnasi Dewa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Di puncak kejayaannya, Ye Xuan — dijuluki Dewa Pedang Sembilan Langit — nyaris mencapai keabadian sejati setelah tiga abad menempa jalan pedang tanpa tanding. Namun pada malam pendakiannya, saudara seperguruan yang paling ia percaya menikamnya dari belakang, bersekongkol dengan kekuatan tersembunyi yang selama ini bergerak dalam bayangan. Jiwanya tercerai-berai, terlempar melintasi ruang dan waktu selama tiga ratus tahun.
Kini, jiwa itu terbangun di dalam tubuh Lin Mu, putra bungsu Klan Lin yang dianggap sampah — pemuda tujuh belas tahun dengan meridian yang rusak parah, sasaran hinaan seluruh kota kecil di Perbatasan Utara, dan baru saja dipukuli setengah mati oleh tunangannya sendiri dari Klan Zhao di depan umum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 — Jejak dalam Kegelapan

Babak kedua individu berlangsung keesokan paginya, dan kali ini Lin Mu berhadapan dengan seorang murid Sekte Puncak Kilat bernama Feng Yao, dikenal karena kecepatannya yang luar biasa—hasil dari kultivasi elemen petir yang memang menitikberatkan pada kelincahan gerak di atas segalanya.

Pertandingan berlangsung cepat dan intens, Feng Yao melesat dari satu sisi arena ke sisi lain dalam kilatan cahaya biru, menyerang dari berbagai arah dengan kecepatan yang membuat kebanyakan lawan kesulitan sekadar mengikuti arah pandangnya.

Namun Lin Mu, yang telah menghabiskan tiga abad hidupnya mempelajari cara membaca niat lawan sebelum gerakan itu benar-benar terjadi, tidak mengandalkan kecepatan matanya untuk mengejar bayangan biru yang berkelebat itu. Ia justru berdiri tenang di tengah arena, memejamkan sebagian kesadarannya untuk merasakan pola tekanan qi yang selalu muncul sesaat sebelum Feng Yao meluncur ke arah baru—petunjuk kecil yang mustahil disembunyikan sepenuhnya, betapapun cepat gerakan fisiknya.

Pada percobaan keenam, tepat sesaat sebelum Feng Yao melesat untuk menyerang dari belakang, Lin Mu sudah berbalik lebih dulu, pecahan Penakluk Fajar menyongsong tepat di jalur yang akan dilalui lawannya.

Feng Yao, yang tak menyangka arah serangannya sudah terbaca sepenuhnya, tak sempat mengubah lintasannya di kecepatan penuh. Ia menabrak langsung ujung pedang yang teracung, terpental mundur dengan luka gores di lengan yang cukup dalam untuk membuatnya kehilangan momentum sepenuhnya.

"C-cukup," ia terengah, mengangkat tangan tanda menyerah, matanya masih dipenuhi ketidakpercayaan. "Bagaimana kau bisa memprediksi arah seranganku? Bahkan rekan setimku sendiri jarang bisa mengikutinya."

"Kecepatan hanya berarti sesuatu jika lawanmu bergantung pada matanya," Lin Mu menjawab, melangkah mundur memberi hormat.

Kemenangan itu membawanya melaju ke babak ketiga, semakin dekat dengan kemungkinan bertemu Lei Zhen di babak-babak akhir turnamen.

Malam harinya, setelah seluruh jadwal pertandingan hari itu selesai, Lin Mu tidak langsung kembali ke paviliun peristirahatannya. Aura asing yang ia rasakan sehari sebelumnya masih mengganggu pikirannya, dan ketenangan tiga abad pengalamannya sebagai Ye Xuan mengajarkan bahwa kewaspadaan semacam itu jarang muncul tanpa alasan.

Ia menyelinap keluar dari kompleks paviliun tanpa sepengetahuan siapa pun, menyusuri tepi hutan di sekitar lembah yang gelap dan sunyi, mengikuti jejak samar aura yang masih tersisa di udara—sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh seseorang dengan kepekaan qi setingkat dirinya.

Jejak itu membawanya ke sebuah gua tersembunyi di lereng bukit terpencil, cukup jauh dari batas resmi area acara, tertutup semak-semak lebat yang jelas disengaja untuk menyamarkan keberadaannya.

Dari dalam gua, samar-samar terdengar suara rintihan tertahan.

Lin Mu mendekat perlahan, menyelinap ke dalam kegelapan gua dengan langkah tanpa suara, mengandalkan kepekaan qi-nya untuk menghindari jebakan atau penjaga yang mungkin bersembunyi di sekitar.

Di dalam gua, dalam cahaya redup dari beberapa lentera kecil, ia menemukan pemandangan yang membuat rahangnya mengeras—tiga orang muda, mengenakan seragam murid luar dari sekte yang tak ia kenali, terbaring lemah dengan borgol khusus penekan qi terpasang di pergelangan tangan mereka, jelas telah disekap selama beberapa hari.

"Tolong..." salah satu dari mereka, seorang gadis muda, berbisik lemah begitu menyadari kehadiran Lin Mu, matanya penuh ketakutan sekaligus harapan tipis.

"Aku akan membebaskan kalian," Lin Mu berkata pelan, mendekat untuk memeriksa borgol penekan qi yang mengikat pergelangan tangan mereka—desain yang familiar, mirip dengan teknik penekan qi yang pernah ia lihat digunakan Aula Bayangan untuk melumpuhkan target sebelum "diangkut".

Namun sebelum ia sempat menyentuh borgol itu, sebuah suara dingin menggema dari kedalaman gua yang lebih jauh.

"Kunjungan tak terduga," suara itu berkata, keluar dari kegelapan sesosok pria berjubah abu-abu dengan topeng logam sederhana—wajah yang familiar, meski Lin Mu tak pernah melihatnya secara langsung sebelumnya. "Aku sudah menduga seseorang akan cukup peka untuk menemukan tempat ini cepat atau lambat. Sayang sekali harus kau, Lin Mu—atau haruskah aku memanggilmu dengan nama lain?"

Lin Mu berdiri tegak, pecahan Penakluk Fajar sudah tergenggam siap di tangannya, menyadari bahwa apa yang ia temukan malam ini jauh lebih besar dari sekadar kecurigaan sesaat.

"Kalian benar-benar menculik peserta acara ini," ia berkata dingin, matanya menyala penuh amarah yang jarang ia tunjukkan sejak kebangkitannya. "Tepat di bawah hidung tiga sekte besar."

"Bukan menculik," sosok bertopeng itu membetulkan dengan nada santai yang membuat kemarahan Lin Mu semakin memuncak. "Menyeleksi. Bakat-bakat terbaik yang terkumpul di satu tempat seperti ini terlalu berharga untuk dilewatkan, dan terlalu tidak penting jika hanya dilepas begitu saja setelah acara berakhir."

1
Ilham Yono
mulai ada titik terang
semngat thor/Determined/
Ilham Yono
hem ...cukup menegangkan/Determined/
Ilham Yono
👍👍👍👍👍 good
Ilham Yono
langkah cerdik🤯
Ilham Yono
alur cerita bagus ..laut cerita yang runtut, tidaknyerlalu cepat dan tidak lambat juga..nice story
Ilham Yono
nice ude, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Aisyah Suyuti
seru
Ilham Yono
di tunggu Thor lanjutannya
Ilham Yono
ada ancaman tersembunyi
Ilham Yono
fightings
Ilham Yono
good battle
Ilham Yono
finely
Ilham Yono
musuh yang bergerak dibalik bayangan/Grimace//Joyful/
Ilham Yono
hem...aula bayangan... Shadow recruit
Ilham Yono
aula bayangan muncull assassin's mo yin
Ilham Yono
feeling good
Ilham Yono
bahaya mengintai
Ilham Yono
good feeling
Ilham Yono
hem/Facepalm//Determined/
Ilham Yono
hem.....musuh bergerak dalam bayangn/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!